Dalam
kehidupan seorang Muslim, pahala adalah harapan besar yang senantiasa
diupayakan melalui berbagai amal kebaikan. Shalat, sedekah, puasa, dan amal
saleh lainnya dilakukan dengan penuh harap agar bernilai di sisi Allah. Namun
hakikatnya, pahala-pahala tersebut tidak selalu aman hingga akhir hayat. Selama
seseorang masih hidup di dunia, pahala amal kebaikan tetap berpotensi batal
atau hilang apabila ia melakukan perbuatan-perbuatan tertentu yang merusaknya.
Perkara
pertama yang dapat membatalkan atau menghanguskan pahala adalah rasa dengki.
Dengki bukan sekadar keinginan memiliki apa yang dimiliki orang lain, tetapi
perasaan tidak suka terhadap nikmat yang Allah berikan kepada sesama dan
berharap nikmat itu hilang darinya. Sifat ini sangat berbahaya karena dapat
membakar amal kebaikan sebagaimana api membakar kayu kering. Dengki juga
merusak hati, menumbuhkan kebencian, dan menghilangkan keikhlasan dalam
beramal, sehingga pahala yang telah dikumpulkan bisa lenyap tanpa disadari.
Perkara
kedua adalah mengungkit-ungkit dan menyakiti hati orang yang telah diberi
sedekah. Dalam ajaran Islam, sedekah harus dilandasi keikhlasan dan kerendahan
hati. Ketika seseorang mengungkit pemberiannya atau menyakiti perasaan
penerima, maka nilai keikhlasan itu rusak. Amal yang semula bernilai ibadah
berubah menjadi sarana menyombongkan diri. Perbuatan ini bukan hanya melukai
sesama, tetapi juga menghilangkan pahala sedekah yang sebelumnya telah
dilakukan.
Perkara
ketiga yang paling berat adalah murtad, yaitu keluar dari agama Islam. Murtad
bukan sekadar dosa biasa, tetapi pembatal seluruh amal kebaikan yang pernah
dilakukan apabila seseorang meninggal dalam keadaan tersebut. Semua pahala yang
telah dikumpulkan selama hidup dapat terhapus. Hal ini menunjukkan betapa
pentingnya menjaga keimanan hingga akhir hayat agar amal saleh tetap bernilai
di sisi Allah.
Oleh
karena itu, setiap Muslim hendaknya tidak hanya semangat dalam mengerjakan amal
kebaikan, tetapi juga berhati-hati dari perbuatan yang dapat merusak dan
membatalkan pahala. Menjaga hati dari dengki, memelihara keikhlasan dalam
bersedekah, serta mempertahankan keimanan hingga akhir hayat adalah kunci agar
pahala tetap terjaga. Semoga kita termasuk orang-orang yang amalnya diterima
dan dilindungi dari segala hal yang dapat menghapusnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar