Secara logika manusia
akan selalu berbuat salah dan dosa. Coba ketika renungkan. Larangan agama dalam
hidup ini banyak. Sementara dalam diri kita ada nafsu yang terus mendorong
untuk melanggar larangan tadi. Dan kita manusia
memiliki batas kemampuan, rasa alpa, dan potensi khilaf.
Dulu ketita Bapak semua manusia
masih di surga, semua boleh dikerjakan kecuali satu hal. Dan ternyata karena sifat
kemanusiaan yang rentan berbuat salah, satu yang dilarang tadi khilaf
dilanggar. Namun itu bukan murni kesalahannya sebagai manusia, ada pula faktor
luar yang berperan menjadikan kesalahan itu terjadi. Tipu daya Iblis.
Sebenarnya keterbatasan kita bukan
alasan yang membenarkan kita terus berbuat salah dan dosa. Ya, kita memang
bukan malaikat yang tidak memiliki nafsu, tapi kita juga bukan setan. Jadi kita
tetap tidak dibenarkan sengaja berbuat dosa atau mengulangi kesalahan
terus-menerus.
"Setiap anak Adam
pasti berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah
yang bertaubat" (al-Hadis).
Di saat kita terjerumus dalam perbuatan dosa bersegeralah bertaubat dan
memperbaiki diri. Taubat adalah solusi, dan taubat mesti kita kerjakan sepanjang
hidup ini sebagai konsekuensi kemanusiaan kita.
Jadi, sebagai manusia jangan
pernah mimpi hidup kita selalu bersih. Pasti sesekali kita berbuat salah dan
dosa. Namun jangan berkecil hati, ada jalan kembali untuk membersihkan diri
yakni taubat. Allah mencintai orang-orang yang senantiasa bertaubat.








