Jumat
ini merupakan hari kedua di bulan Ramadan 1447 Hijriyah, bulan yang penuh
rahmat, ampunan, dan keberkahan. Namun harus kita sadari bersama, puasa Ramadan
tidak cukup hanya menahan lapar dan haus, melainkan harus dijalankan dengan ilmu
dan pemahaman yang benar.
Rasulullah
Saw mengingatkan bahwa tidak sedikit orang yang berpuasa, tetapi tidak
mendapatkan apa-apa kecuali rasa lapar dan dahaga. Hal ini terjadi karena puasa
dilakukan tanpa ilmu, tanpa menjaga adab, dan tanpa memahami tujuan sejatinya.
Beliau bersabda:
“Betapa
banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan sesuatu dari puasanya
kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR An-Nasa’i)
Ilmu
dalam berpuasa mencakup pemahaman tentang niat, rukun, syarat sah, serta
hal-hal yang membatalkan puasa. Lebih dari itu, ketika puasa kita untuk menjaga
lisan dari dusta dan ghibah (ngrasani), menjaga mata dari pandangan
haram, serta menjaga hati dari iri, dengki, dan amarah.
Puasa
yang berilmu akan membentuk pribadi yang jujur, sabar, dan berakhlak mulia.
Puasa tidak hanya membina hubungan kita dengan Allah, tetapi juga memperbaiki
hubungan kita dengan sesama manusia.
Maka,
marilah kita jadikan Ramadan ini sebagai momentum atau waktu yang tepat untuk
belajar, memahami, dan mengamalkan puasa dengan benar agar ibadah kita diterima
dan membawa perubahan nyata dalam kehidupan kita.
Hanya
puasa yang dilandasi ilmu dan keihklasan yang akan mengantarkan kita pada
tujuan puasa yakni menjadi hamba yang bertakwa. Sebagaimana Allah telah
perintahkan dalam surat al-Baqarah ayat 183:
Wahai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Orang
bertakwa dapat kita lihat dari beberapa tanda. Dalam surat ali-Imran ayat 134
disebutkan beberapa pertanda seseorang telah mencapai maqom ketakwaan;
(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
Mari
kita isi Ramadan dengan meningkatkan amal saleh; memperbanyak membaca
Al-Qur’an, menghadiri majelis ilmu, memperbanyak doa, serta meningkatkan
kepedulian sosial kepada fakir miskin dan sesama yang membutuhkan. Jangan
biarkan puasa kita hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa makna.










