Minggu, 04 Juli 2021

PERNAK PERNIK EURO #5




 

Kini lengkap sudah kontestan semifinal Euro 20. Italia, Spanyol, Denmark dan Inggris. Dari keempat tim peserta semifinal hanya Denmark yang mungkin mengejutkan dan tampil melampaui ekspektasi. Karena publik tentu tidak heran bila ketiga yang lain tembus ke babak empat besar. Italia, Spanyol dan Inggris adalah raksasa eropa yang tidak diragukan lagi nama besarnya. Bahkan liga domestik ketiga negara ini koefisiennya paling tinggi di eropa.

Bila kita bicara prestasi klub Inggris, Italia dan Spanyol sudah pasti gudangnya prestasi. Siapa yang tidak kenal Real Madrid, Barcelona, AC Milan, Juventus, Manchester United maupun Liverpool. Penggemar bola sudah sangat familiar dengan nama-nama klub “raksasa” tadi.  Sejarah dominasi mereka di kancah eropa sudah sangat panjang. Jadi ketika ketiga negara populer sepak bola (Inggris, Italia dan Spanyol) melaju sampai semifinal kita semua todak akan terkejut sama sekali.

Seperti peribahasa “Gajah bertarung sama gajah, pelanduk mati di tengah-tengah”. Mungkin ini gambaran Denmark yang berada di antara para “monster” sepak bola eropa. Tapi ini sekadar gambaran di atas kertas saja. Sering kali sepak bola hasilnya jauh dari prediksi para pengamat bola.

Bila kita lihat kiprah Denmark kali ini luar biasa. Tampal kurang meyakinkan pada babak grup, Denmark begitu luar biasa ketika memasuki babak knock out. Semangat bertanding tim Denmark begitu fantastis. Dan satu lagi, seakan Denmark “dinaungi” keberuntungan. Bagaimana tidak, Denmark sempat terancam gagal lolos dari babak penyisihan grup lantaran sudah kalah dalam dua laga pembuka. Alhasil keberhasilan Denmark lolos ke semifinal dipandang merupakan sebuah keajaiban.

Ketika kompetisi sudah memasuki semifinal seperti saat ini, semua tim dipastikan adalah tim yang terbaik. Mereka telah menyingkirkan lawan tangguh dan mampu menginjakkan kaki di empat besar. Ujian menuju juara tinggal dua pertandingan lagi. Dan akan sulit menebak juara Euro edisi kali ini. Tidak ada unggulan dan underdog lagi. Peluang juara terbuka bagi keempat kontestan terbaik. Kita tunggu saja hasilnya….

 

 




 

 

Sabtu, 03 Juli 2021

SEMAKIN RINDU SEKOLAH



Sejak pemberlakuan pembelajaran daring pada medio Maret 2020, hingga saat ini secara resmi PTM belum dibuka kembali. Bila kita hitung, sudah berjalan limabelas bulan lebih, pembelajaran moda daring bagi siswa. Tentu  semua pihak, baik sekolah, orang tua maupun siswa sudah sangat rindu dengan belajar langsung tatap muka.

Harapan untuk melaksanakan PTM sebenarnya mulai muncul dan optimis bisa terlaksana pada awal tahun pelajaran 2021-2022. Meskipun dengan pembatasan yang ketat, dan protokol kesehatan yang harus dipenuhi. Rencana PTM pada awal tahun pelajaran 2021-2022 disambut dengan gembira. Banyak lembaga pendidikan yang telah menyiapkan segala keperluan dan persyaratan PTM.

Namun, rupanya rencana PTM harus tertunda lagi. Entah kapan akan benar-benar bisa terlaksana. Karena pada hari Kamis tanggal 1 Juli 2021, Presiden RI secara resmi mengumumkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Mikro Darurat 3-20 Juli 2021. Ini merupakan langkah pemerintah dalam menanggulangi kenaikan eksponensial kasus Covid-19 di Tanah Air dalam sebulan belakangan.

Salah satu poin dalam PPKM Mikro mengintruksikan seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online/daring. Lagi-lagi pembelajaran sistem daring dipilih sebagai ganti PTM. Dan ini adalah pilihan yang sebenarnya relatif berat. Mengingat jalan panjang daring sejak tahun kemarin melahirkan banyak kendala dan problem yang tidak bisa kita anggap sederhana. Dan efektivitas pembelajaran daring juga semakin rendah.

Bagai Makan Buah Simalakama, kita berada dalam kondisi yang serba salah. Pemerintah (seperti) dihadapkan antara dua hal yang yang sulit untuk ditentukan. Memberi kesempatan PTM tentu dinilai membahayakan masyarakat, khususnya anak didik. Sementara menunda PTM dan memberlakukan pembelajaran daring juga menimbulkan banyak masalah sosial. Keinginan untuk belajar kembali di sekolah sepertinya dalam waktu dekat belum bisa terwujud. Dan semua juga idak bisa memastikan, kapan akan bisa terlaksana.  

 

 

Jumat, 02 Juli 2021

BELAJAR DARI KEHIDUPAN


Makna belajar itu tidak harus selalu dengan duduk di dalam kelas, menyimak dan memperhatikan guru atau dosen, maupun teori-teori “rumit” di buku pelajaran yang kita pelajari. Kadangkala kita banyak mengambil pelajaran langsung dari kehidupan nyata kita yang jelas spektrumnya berbeda jauh dengan apa yang kita peroleh secara formal di sekolah.

Sesungguhnya selama kita hidup di sinilah kita terus dan banyak belajar. Dalam setiap rentang waktu kehidupan selalu mengajarkan banyak hal kepada kita. Dan semua itu kita peroleh sepanjang waktu kita beraktivitas, selama kita masih bergaul, dan menjalin hubungan dengan banyak orang.

Terkadang kehidupan mengajarkan kebijaksanaan yang sejati. Sehingga tidak perlu heran bila kita menjumpai orang yang penuh kesalihan padahal sejarah hidupnya tidak pernah diisi dengan pendidikan formal yang tinggi. Dan di sisi lain kita bertemu dengan orang pandai yang tidak memiliki etika dan kesopanan yang sepadan dengan tingginya pendidikan.

Apa yang dilihat, apa yang didengar dan semua yang kita alami adalah pelajaran nyata kehidupan yang sangat berharga. Orang mengatakan pengalaman adalah guru yang berharga. Kalaulah segala pengalaman tidak menjadikan kita lebih “pandai” dengan cara apa lagi bisa mendidik dan membina kebijaksanaan.

Jalan hidup yang dilalui manusia memang tidak akan pernah sama. Namun yang pasti kita memiliki tujuan hidup yang sama. Kebahagiaan di dunia dan selamat di akhirat nanti. Dan, di kehidupan ini Allah telah menunjukkan semuanya. Jalan orang-orang yang mendapat ridha-Nya, dan kisah orang-orang yang mendapat murkanya. Tinggallah kita sendiri yang harus memilih dan meniti jalan yang harus kita tempuh.

 

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...