Rabu, 07 Juli 2021

JANGAN TERBURU-BURU…



Sebagian Ulama’ menganggap sifat tergesa-gesa atau terburu-buru adalah dari setan. Sejatinya sifat tergesa-gesa juga merupakan sikap gegabah, kurang berpikir dan berhati-hati dalam bertindak. Yang mana sifat ini menghalangi pelakunya dari ketenangan dan kewibawaan. Cenderung memutuskan perkara dengan cepat tanpa membuat pertimbangan yang matang.

Tidak ada pekerjaan yang hasilnya bagus bila dikerjakan dengan terburu-buru. Meski juga bukan berarti semua harus dibuat lambat, santai atau mengalir begitu saja. Mengerjakan pekerjaan dengan tergesa-gesa bukan sebuah pilihan yang bagus, namun terlalu lambat pun sama saja tidak baiknya. Ada pilihan tepat yang terdapat di antara keduanya, yakni proporsional.

Dalam kehidupan kita di alam modern saat ini semua harus dilakukan dengan cepat. Terlambat sebentar, kita sudah tertinggal jauh. Coba saja kita pikirkan. Internet kita butuh yang cepat, karena bila tidak berkecepatan tinggi maka informasi dan komunikasi pasti akan terhambat. Transportasi demikian pula, muncullah proyek kereta api cepat antar kota bahkan antar provinsi.

Dunia yang serba cepat merangsang gaya hidup kita serba cepat. Makanan ingin yang cepat saji, bahkan ibadah pun kalau bisa serba cepat. Inilah celah setan masuk mengganggu kita. Ketika ibadah dilakukan dengan cepat (shalat misalnya), maka akan sulit mencapai kekhusyu’an. Hatinya tidak tenang karena merasa dikejar waktu.

Diceritakan oleh Al Hasan Al Bashri, dulu terdapatlah Seorang Alim yang menasihati orang yang meminta nasihat padanya, “Bertakwalah kepada Allah, sabarlah dan jangan engkau terburu–buru“. Sebuah nasihat yang ternyata membawa perubahan besar bagi orang yang memintanya. Dia terhindar dari perbuatan dosa besar karena tidak bertindak dengan terburu-buru. Kiranya tidak ada baiknya sifat terburu-buru kecuali satu hal saja, terburu-buru bertaubat ketika melakukan perbuatan dosa.




 

 

Selasa, 06 Juli 2021

PERNAK PERNIK EURO #6



Woww…. Italia melaju ke babak final Euro 20. Kepastian Italia lolos dari babak semifinal diraih setelah menghempaskan perlawanan Spanyol. Hasil pertandingan semifinal dinihari tadi sebenarnya berakhir dengan skor imbang 1-1 sampai waktu normal usai, bahkan hingga akhir extra time. Apa boleh buat, kedua negara harus berduel dalam drama adu penalti. Dan akhirnya Italia menang setelah dua eksekutor Spanyol gagal menunaikan tugasnya dengan baik. Skor akhir 4-2 untuk kemenangan Negeri Spagheti.

Italia tinggal menunggu siapa pemenang pertandingan semifinal yang lain antara tuan rumah Inggris yang akan menjamu Tim Dinamit Denmark. Tentu idealnya Inggris yang akan bertemu di partai puncak dengan Italia. Bila ini terjadi sudah pasti partai final akan berjalan sangat menarik.

Hampir secara bersamaan, Copa Amerika Latin juga sudah menyelesaikan babak semifinal. Terjadi final idaman para penggemar bola dunia, di mana Brazil akan menantang Tim Tango Argentina. Partai ini sebagai ajang pembuktian dua negara bola yang prestasinya di dunia sudah sangat mashur.

Kembali ke Euro. Italia memang dalam performa yang luar biasa. Terakhir, mereka sudah melewatkan 33 pertandingan tanpa mengalami kekalahan. Dan istimewanya, Italia terkenal memiliki pertahanan yang solid. Bicara sepak bola Italia memang amat lekat dengan istilah catenaccio. Dalam bahasa Italia, catenaccio berarti kunci. Catenaccio adalah suatu gaya bermain yang mengutamakan pertahanan sebagai dasar dari permainan suatu tim. Jadi, filosofi taktik catenaccio adalah membuat pertahanan sekuat mungkin sampai tim lawan kesulitan untuk mencetak gol.

Akan sangat menarik bila yang memainkan partai final Euro 20 adalah Italia vs Inggris. Timnas Inggris saat ini juga termasuk tim dengan pertahanan yang kuat. Mereka belum kebobolan satu gol pun dalam tujuh pertandingan (di Piala Eropa 2020 dan pertandingan persahabatan). Kedua tim yang sama-sama kuat dalam bertahan dan memiliki nama besar dalam kancah sepak bola dunia.

 

 

Senin, 05 Juli 2021

TERUS BERGERAK



Bergerak menandakan kehidupan. Bergerak membuat kita tetap memiliki semangat hidup. Sebaliknya, diam membuat kita menjadi rentan, kaku dan mati kreativitas. Air saja bila tidak bergerak, diam menggenang akan cepat rusak. Sebaliknya bila terus mengalir ia akan menemukan kejernihan dan kesegarannya.

Fisik kita juga harus bergerak, begitu pula nalar sehat kita. Karena berhenti sesaat kita akan ktinggalan ribuan langkah. Lalu bagaimana dengan saat kondisi saat ini? Kalau kita harus terus bergerak, mengapa saat ini harus dibatasi?. Sebenarnya dibatasi bukan dimaksud dibelenggu dan harus diam. Dibatasi tetap menjadikan kita bisa bergerak.

Maksud dibatasi adalah kontak dengan orang lain. Kita tetap bisa bergerak tanpa harus kontak dengan orang. Pikiran kita tetap memiliki kebebasan melintasi batas dan ruang. Terus saja berkreasi dan produktif.

Dengan dibatasi berinteraksi dengan banyak orang sebenarnya menjadikan kita banyak waktu untuk berkontemplasi, yakni renungan dan sebagainya dengan kebulatan pikiran atau perhatian penuh.

Akan selalu ada titik cahaya dalam ruang yang gelap. Akan selalu ada celah dalam setiap kesempitan hidup. Dalam kesulitan terdapat kemudahan, pun sebaliknya dalam kelonggaran dan kesenangan pasti ada kesulitan yang menyertainya. Yakinlah dan terus bergerak.

 

 

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...