Minggu, 29 Agustus 2021

GRAZIE JUVENTUS



Pekan kemarin dunia sepak bola dikejutkan dengan transfer megabintang Lionel Mesi dari Barcelona ke PSG. Kini khabar tak kalah menghebohkan kembali mengguncang penggemar bola, khususnya Manchester United. Bintang mereka, Cristiano Ronlado yang meninggalkan Old Trafford selama hampir 12 tahun kini kembali lagi.

Berita besar yang sontak menjadi perhatian banyak pengamat bola. Ya, Setinggi-tingginya bangau terbang, akhirnya ke pelimbahan (kubang) juga. Sejauh-jauhnya Ronaldo pergi, akhirnya kembali ke Manchester juga. Meski sebelumnya para penggemar Manchester United (MU) sempat khawatir dengan rumor kembalinya bintang mereka. Pasalnya, berita yang beredar Ronaldo santer akan kembali ke Manchester tapi bukan ke MU, melainkan ke tetangga berisik mereka Manchester City.

Ronaldo layak mengucapkan terima kasih kepada Juventus, Grazie Juventus. Karena raksasa Italia tersebut tidak menahan kepergiannya meski kontraknya masih satu tahun. Rupanya kedua belah masing-masing bisa memahami. Juventus saat ini dihuni banyak pemain-pemain muda. Tentu ini proyek besar untuk jangka panjang. Dan kehadiran Ronaldo sepertinya tidak begitu diperlukan. Sebaliknya Ronaldo dengan ambisinya yang masih besar memerlukan rumah yang mampu menampungnya.

Kontrak dua tahun dengan di saat usia sudah mencapai 36 tahun, sepertinya sangat realistis. Dan kemungkinan MU akan menjadi klub terakhir Ronaldo. Sebagaimana dulu ketika namanya mulai dikenal dunia bermula dari MU. Cristiano Ronaldo telah menorehkan tinta emas di MU. Ia memenangi tiga titel Premier League, satu gelar Liga Champions, juga meraih trofi Piala FA, Piala Liga Inggris (2 kali), dan Piala Dunia Antarklub.

Menarik untuk dinanti kiprah Ronaldo edisi kedua di MU. Memang dia sudah memasuki usia yang tidak muda lagi, namun semua tahu Ronaldo masih sangat produktif. Terlebih kini ia memiliki motivasi untuk mengangkat prestasi MU yang belum pernah juara semenjak ia tinggalkan.

 

Sabtu, 28 Agustus 2021

MULAI DARI YANG SEDERHANA



Kata para motivator, bila kita ingin melakukan pekerjaan besar, lakukan dulu hal-hal kecil yang sederhana. Karena Anda tak akan mungkin bisa melakukan hal yang besar sebelum mampu menyelesaikan beberapa pekerjaan kecil.

Bagaimana bisa menjadi pemimpin yang baik, bila untuk merapikan tempat tidur saja tidak mau. Tidak mungkin menjadi contoh yang baik dalam masyarakat bila untuk membimbing keluarga sendiri tidak mampu. Dan hal-hal sederhana yang lain yang mungkin banyak luput dari perhatian kita.

Kita mesti banyak belajar ke negara-negara yang dikatakan sudah maju. Mereka bisa maju karena masyarakatnya memiliki kesadaran dan disiplin yang tinggi. Masyarakatnya bila menyeberang jalan tidak sembarangan, menaati rambu lalu lintas, memiliki budaya antri, membuang sampah pada tempat yang telah disediakan dan mereka memiliki etos kerja yang tinggi.

Akan banyak perubahan bila kita mampu memulai hal-hal kecil yang sederhana. Dimulai dari individu-individu meluas ke masyarakat secara umum. Jangan pernah menyepelekan hal kecil, karena akibatnya bisa menjadi hal yang besar. Bila hal kecil itu sesuatu yang buruk, tapi dilakukan oleh banyak orang akibatnya bisa menjadi bahaya yang besar. Misalnya, masyarakat kita yang memiliki kebiasaan membuang sampah di sungai. Bila hanya satu atau dua orang yang melakukan, itu tidak akan menimbulkan masalah. Namun bila itu menjadi kebiasaan banyak orang tentu berdampak buruk bagi lingkungan.

Mulai dari hal sederhana yang bermanfaat dan mulai dari sekarang juga. Bila semua orang memiliki semangat yang sama untuk membuat perubahan, maka hal sederhana tadi akan menjadi hal besar. Atau setidaknya, bila kita saat ini belum mampu membuat perubahan besar, kita telah memulainya.

 

 

Jumat, 27 Agustus 2021

KETIKA MALAS



Entah sudah beberapa bulan, saya tidak lagi meneruskan proses penulisan buku. Sebenarnya, tinggal penyusunan bebrapa bab dan editing. Aktivitas menulis nyatanya tetap berjalan normal-normal saja. Setiap hari masih berusaha menulis di blog. Tapi setiap kali ada keinginan menyelesaikan “proyek mangkrak” tadi, selalu muncul rasa malas yang menjadi-jadi. Ya, akhirnya yang terjadi selalu menunda-nunda pekerjaan.

Memang, rasa malas yang diturutkan akan semakin membesar. Kemalasan harus dilawan. Kata Buya Hamka "Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.”

Dengan tetap merasakan malas yang menggelayuti perasaan, akhirnya saya buka lagi folder yang sudah lama tidak saya lihat. Sedikit demi sedikit file-file saya periksa kembali. Memulai proses editing yang melelahkan dan menjemukan. Sepertinya saya kehilangan semangat untuk kembali menerbitkan buku.

Sudah dua hari ini, mampu menyentuh dan mengolah kembali konsep buku yang tertunda. Sejak awal sebenarnya sudah punya target kapan buku harus selesai ditulis. Dan sudah pasti target tidak akan terpenuhi karena terserang “Virus” malas level 4. Tapi setidaknya saya mulai bisa mengalahkan cengkeraman malas yang melenakan.

Motivasi yang meredup kini dirasakan mulai menyala terang kembali. Kini tinggal menjaga ritme menulis. Bila rasa malas yang pasti akan datang kembali diturutkan, sudah mutlak pekerjaan tidak bisa diharapkan akan segera selesai. Pelajaran pentingnya, jangan pernah berteman dengan “malas”. Dia adalah teman yang buruk yang akhirnya membawa pada penyesalan. Jadi, jauhi dia…

 

 

Kamis, 26 Agustus 2021

OH, DUNIA



Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan hanya senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, jika saja mereka mengetahui. (Q.S al-Ankabut 64)

Dunia itu bagai panggung sandiwara, begitu kata sebuah lirik lagu. Setiap kita dapat satu peranan yang harus kita mainkan. Ada peran wajar dan ada peran berpura-pura. Kehidupan dunia yang sebentar ini bagai panggung permainan.

Lain lagi kata Khalifah Ali bin Abi Thalib. “Kehidupan itu cuma dua hari. Satu hari berpihak kepadamu dan satu hari melawanmu. Maka pada saat ia berpihak kepadamu, jangan bangga dan gegabah; dan pada saat ia melawanmu bersabarlah. Karena keduanya adalah ujian bagimu”.

Dunia itu persinggahan bukan rumah abadi. Dan yang pasti, kehidupan dunia bukan tujuan terakhir. Namun hanya tempat menanam kebaikan dan menabung amal untuk kehidupan panjang kelak di kehidupan yang kekal. Ya, dunia ini ladang akhirat.

Tidak benar bila ada yang mengatakan kehidupan dunia ini tidak penting. Karena kehidupan akhirat ditentukan dari bagaimana kita menjalani kehidupan dunia. Jadi kehidupan dunia ini sangat penting untuk dijadikan jembatan menuju kebahagiaan yang hakiki.

 

 

Rabu, 25 Agustus 2021

MENJAWAB PANGGILAN #2



Masjid yang makmur dengan banyaknya jamaah menandakan tingginya kualitas ibadah umat. Ukuran ibadah mahdhah adalah shalat fardhu lima waktu. Bila shalat fardhu mampu dilaksanakan sempurna dengan berjamaah, ibadah wajib yang lain hampir pasti bisa ditunaikan dengan lebih baik pula.

Bila melihat banyaknya masjid yang sedikit jamaahnya, sebenarnya ini indikasi yang kurang bagus. Dan ini bukan fenomena baru. Apa sebelum pandemi penuh sesak, pasti tidak. Di mana-mana masjid selalu memiliki ruang kosong yang lebih. Kapasitas masjid jarang penuh, bahkan mendekati penuh saja tidak. Kini di saat banyak anjuran untuk ibadah di rumah, tentu masjid semakin sepi.

Mereka yang berhati-hati tidak berani ambil risiko untuk bertemu dengan orang banyak, walaupun di masjid sebenarnya sudah menerapkan shaf jaga jarak. Sementara sebagian masyarakat yang sejak awal jarang ke masjid kini semakin jauh dari masjid. Ada alasan pembenar, semua karena situasi pandemi.

Akhirnya, semua kembali pada kesadaran dan semangat diri sendiri dalam menunaikan ibadah shalat berjamaah. Bagi yang terpanggil hatinya akan ringan melangkah dan meninggalkan sebentar urusannya. Baginya tidak akan akan ada masalah bila hanya meninggalkan pekerjaan dalam rentang sepuluh sampai lima belas menit. Namun bagi yang belum terpanggil, akan ada puluhan alasan mengapa tidak bergegas ke masjid.

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...