Minggu, 03 April 2022

PIALA DUNIA QATAR 2022, RASA YANG BEDA



Drawing piala dunia yang akan dilaksanakan di Qatar pada 21 November hingga 18 Desember 2022 sudah telah selesai digelar. Bertempat di Doha Exhibition and Convention Center, Qatar, pada Jumat 1 April kemarin.

Piala dunia yang akan dilangsungkan pada akhir tahun ini menjadi piala dunia yang “berbeda” dari edisi sebelumnya. Ini kali pertama piala dunia digelar di akhir tahun, padahal lazimnya piala dunia dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli. Seperti kita ketahui pada bulan Juni maupun Juli kompetisi liga-liga eropa dan Amerika latin sedang libur.

Piala dunia tahun ini akan diikuti oleh 32 negara dari lima benua. Namun untuk piala dunia berikutnya FIFA telah menetapkan akan menambah pesertanya menjadi 48 negara. Penambahan kuota ini dari satu sisi sebenarnya menguntungkan bagi negara-negara yang belum pernah tampil, karena jatah pada setiap benua tentu akan mendapat tambahan. Namun ditinjau dari sisi mutu kompetisi ini kurang menguntungkan. Belum lagi jumlah pertandingan akan bertambah banyak dan waktu yang panjang.

Piala dunia yang digelar pada akhir tahun jelas akan mengganggu jalannya kompetisi liga-liga elit dunia. Klub-klub raksasa eropa tentunya akan kerepotan ditinggal para pemain bintangnya yang mentas di piala dunia. Jalannya liga memang bisa diliburkan sementara, tetapi kompetisi sekelas piala dunia tentu sangat menguras tenaga dan sering menjadi ancaman cedera serius bagi para pemain.

Bagi penggemar Messi dan Ronaldo, bersiaplah menanti aksi terakhir kedua bintang. Di usia yang sudah mencapai 37 tahun sepertinya ini akan menjadi piala dunia terakhir bagi Ronaldo. Demikian pula Messi yang sudah berumur 33 tahun, kemungkinan ini juga menjadi kesempatan terakhir untuk meraih tropi tertinggi di dunia sepak bola.

 

Sabtu, 02 April 2022

BERLOMBA “MENANAM’ KEBAIKAN



Ramadan menjadi bulan yang dinanti jutaan umat Islam di dunia. Kehadirannya pasti disambut dengan penuh suka-cita dan harapan mulia. Bagaimana tidak riang gembira menyambut bulan suci Ramadan, amal kebaikan dilipatgandakan, dosa-dosa diampunkan dan segala doa akan dikabulkan oleh Allah.

Ramadan diibaratkan masa panen. Semua serba berlimpah, pahala, rahmat dan karunia-Nya diberikan pada hamba yang sungguh-sungguh mencari ridha-Nya. Akan tergolong orang yang rugi besar bila kita menjumpai Ramadan tapi tidak mendapat keberkahannya.

Tidak salah bila kita memasuki bulan suci Ramadan memasang target apa yang harus dicapai. Khatam Al-qur’an berapa kali Ramadan tahun ini, berapa surat lagi yang harus dihafalkan, amalan apa yang nanti dipersiapkan untuk meraih kemuliaan malam lailatul qodar dan target ibadah lainnya yang mungkin ingin dicapai.

Mungkin saja target-target yang kita buat belum tercapai. Tapi setidaknya dengan memasang target kita memiliki usaha yang kuat untuk mewujudkannya. Pasti beda sikap orang yang antusias menyambut Ramadan dengan mereka yang biasa saja ketika Ramadan tiba. Orang-orang yang antusias dan merindukan bulan suci tak akan rela membiarkan banyak waktu berlalu tanpa diisi dengan ibadah.

Yang terpenting kita harus mengisi hari-hari di bulan Ramadan dengan terus menanam kebaikan. Ibadah yang kita kerjakan hari ini buahnya kelak akan dipetik di kehidupan yang abadi nanti. Tak akan cukup semesta ini menampung pahala hamba-hamba Allah yang ihklas dalam menjalankan ibadahnya.

 

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...