Kamis, 14 April 2022

SEMIFINAL YANG ADIL


Setelah melewati duel-duel sengit di babak perempat final, Real Madrid, Villarreal, Liverpool, dan Manchester City berhasil mencapai semifinal Liga Champion tahun ini. Hasil-hasil pertandingan babak perempat final sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Kecuali hasil pertandingan antara Bayern dengan Villareal.

Meski menegangkan akhirnya Madrid bisa menyingkirkan Chelsea, Liverpool dengan meyakinkan mendepak Benfica, Man City menang tipis atas Atletico Madrid. Hanya Bayern Munchen yang diluar dugaan kalah agregat dengan Villareal. Yang menarik, semifinal kali ini diisi oleh dua tim Inggris dan dua tim dari Spanyol. Akan ada kemungkinan terjadi “all english final atau all spanish final”.

Bila kita melihat kiprah semifinalis tahun ini di kompetisi domestik, wajar bila keempatnya lolos ke babak semifinal. Madrid berada di peringkat atas dan paling besar peluangnya untuk meraih gelar liga Spanyol. Mancester City dan Liverpool juga berada di peringkat pertama dan kedua Liga Inggris, mereka hanya terpaut satu poin saja. Lagi-lagi hanya Villarreal yang “nasibnya” beda, karena hanya di peringkat ketujuh.

Apakah kejutan Villarreal akan berlanjut, menarik untuk dilihat selanjutnya. Di babak semifinal mereka akan menghadapi Liverpool. Pastinya banyak yang akan mengunggulkan Liverpool bisa memenangkan duel melawan Villareal. Sementara babak semifinal antara Madrid dengan City akan menjadi pertandingan ketat yang sulit diprediksi siapa pemenangnya.

Secara umum hasil semifinal liga champion eropa musim 2021/2022 bisa dikatakan adil. Inggris dan Spanyol layak menempatkan kedua wakilnya di babak empat besar. Akan lebih menarik bila hasil babak semifinal nanti memunculkan dua finalis dari dua negara, Inggris dan Spanyol. Bisa saja Liverpool akan berjumpa dengan Real Madrid. Peraih 13 juara eropa berhadapan dengan peraih 6 gelar juara eropa. Wow, pasti keren….

 

 

Rabu, 13 April 2022

POLITISI “ANTI MATI”



Cara bicaranya begitu semangat. Beliau mampu berbicara berjam-jam bila terkait dengan urusan politik. "Teman tua" saya yang satu ini memang politisi tulen. Usia kami sebenarnya terpaut sekitar sepuluh tahun, tapi kami dari dahulu bisa akrab layaknya teman seusia saja. Dan kemarin malam menjadi pertemuan yang tidak terduga setelah sekian lama kami tidak bertemu.

Semenjak dahulu hingga kini beliau konsisten dalam berpolitik. Partainya juga cuma satu tidak pernah berganti. Meski sebenarnya dalam berpolitik menjadi hal biasa orang “gonta-ganti” partai, tapi beliau tipe kader yang setia. Berbagai posisi sudah beliau dapatkan selama berkarir di partai politik. Menjadi caleg sudah tujuh kali dan sempat sekali lolos menjadi anggota DRRD Kabupaten Tulungagung. Dan saat ini posisi beliau adalah ketua cabang PPP Kabupaten Tulungagung.

Dalam obrolan kemarin malam saya sedikit menjadi lebih tahu tentang urusan politik. Berpolitik itu tidak boleh dijalani dengan serius, kata beliau. Maksudnya urusan politik itu urusan strategi bukan urusan harga mati atau harga diri. Seorang politisi harus fleksibel, bisa condong ke kanan sedikit atau ke kiri sedikit. Jangan berpolitik dengan cara yang kaku dan terlalu emosional.

Dan yang terpenting politisi harus “anti mati” dalam meraih tujuannya. Tidak bisa dipungkiri berpolitik tujuannya adalah mendapat posisi di legislatif maupun eksekutif (pemerintahan). Politisi sejati pantang patah hati. Berkali-kali gagal tidak boleh menjadikan ia “kapok”. Sekali dua kali, atau tiga kali gagal dalam pencalegan harus tetap sabar dan mencoba lagi.

Kata beliau, banyak orang terjun ke dunia politik tapi tidak memiliki bekal yang cukup. Bekal politisi bukan hanya logistik yang banyak, tapi mental yang kuat dan pantang menyerah. Buktinya sudah sangat banyak. Umumnya mereka yang gagal sekali kemudian tidak berani mencobanya lagi. Padahal politisi itu “nyawanya” harus banyak.

 

 

 

Selasa, 12 April 2022

EFEK PUASA BAGI TUBUH



Sebagai umat Muslim kita sangat yakin bahwa ibadah puasa memiliki hikmah yang banyak. Di antara hikmah puasa adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan penurunan berat badan.

Tentu saja tidak dibenarkan seseorang puasa karena terdorong ingin sehat atau sekadar diet. Puasa adalah kewajiban yang musti dikerjakan dengan ikhlas semata mengharap ridha Allah. Sedangkan hikmah puasa adalah bonus yang pasti didapatkan oleh mereka yang mengerjakan puasa dengan benar sesuai yang disyariatkan.

Ketika sepertiga Ramadan telah dilalui, ada efek tubuh yang saya asakan. Badan terasa ringan dan segar. Berbeda ketika awal Ramadan, menjalani puasa memasuki hari ke sebelas terasa tidak berat lagi. Mungkin karena tubuh sudah terbiasa dengan pola puasa dan makan (berbuka dan sahur) dengan tertib.

Satu fakta yang saya alami sendiri, ternyata tubuh lebih nyaman dengan makan yang tidak terlalu banyak. Ketika di luar Ramadan saya bisa makan sampai tiga kali sehari dengan porsi besar, namun di bulan Ramadan selalu terbiasa dengan makan dua kali saja. Itupun di saat makan sahur porsinya sangat sedikit, sekadar memenuhi sunah ibadah puasa.

Memang nyata banyak hikmah yang terkadung dari perintah menjalankan ibadah puasa. Secara psikis dan fisik orang yang menjalankan ibadah puasa akan lebih baik dari yang tidak menjalankannya. Yang menjadi permasalahan, kita sering kesulitan mempertahankan pola makan yang baik setelah Ramadan berlalu.

 

 

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...