Sabtu, 07 Mei 2022

MENULIS CERITA



Ada banyak hal yang terjadi di dalam kehidupan seseorang, bisa saja itu adalah pengalaman hidup sendiri ataupun kisah orang lain yang kita ketahui. Jika kkita hendak menulis sesuatu, kita bisa mengamati keadaan sekitar, karena tanpa disadari ada banyak hal yang terjadi di sekitar kita yang bisa dijadikan inspirasi atau ide.

Mungkin saja apa yang kita lihat ataupun alami adalah hal sederhana yang tidak penting. Tapi jangan menganggap semua itu tidak perlu ditulis. Mungkin benar cerita yang kita tulis adalah kisah yang ringan, tapi sangat mungkin itu menjai sumber inspirasi bagi pembaca.

Lembaran-lembaran hidup kita semua akan tergambarkan dengan nyata, bila kita berkenan untuk selalu menulisnya. Memang benar, tidak semua harus ditulis. Ada sisi-sisi kehidupan kita yang harus menjadi privasi dan tidak perlu orang lain tahu.

Bila saja setiap hari kita mampu menulis satu halaman, maka dalam setahun kita mampu melahirkan tiga ratus lebih cerita. Sangat disayangkan bila cerita-cerita yang semestinya bisa kita bagi hanya menjadi dokumen pribadi yang terus disimpan. Ada masanya seseorang mengalami penurunan daya ingat. Bila semua cerita tadi belum sempat ditulis sudah pasti semua akan hilang dengan percuma.

Cobalah dan terus mencoba. Menulis menjadi pilihan yang realistis dan menyenangkan bila ditekuni dengan sungguh-sungguh. Seperti hobi-hobi yang lainnya, menulis juga akan mendatangkan kepuasan batin. Jangan memiliki anggapan yang salah. Menulis itu berat dan membosankan.

 

Jumat, 06 Mei 2022

Kembali ke Fitri, Kembali Membangun Pendidikan



Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2022 tahun ini bertepatan dengan hari raya idulfitri 1443 Hijriyah. Dua peristiwa penting terjadi secara bersamaan. Dan ini menjadi momentum yang sangat baik untuk merefleksikan cita-cita luhur bangsa kita, mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pendidikan menjadi hal elementer yang mesti mendapatkan perhatian yang serius. Pendidikan memiliki korelasi yang nyata dengan kemajuan suatu bangsa. Tidak ada bangsa yang dikatakan maju sementara pendidikannya tertinggal. Yang pasti setiap bangsa yang telah mencapai kemakmuran, pendidikannya pasti maju.

Perayaan idulfitri dimaknai sebagai kegembiraan pribadi muslim yang telah mampu melalui tugas mulia yakni melaksanakan puasa Ramadan selama satu bulan penuh. Ada yang mengartikan ini sebagai proklamasi kemenangan. Menang dari godaan, menang dari nafsu dan menang dari keinginan-keinginan yang bertolakbelakang dari nilai ibadah di bulan suci.

Lalu, apakah kita pantas merayakan semua itu bila kita masih melihat dengan nyata bahwa pendidikan kita masih tertinggal. Jangankan “diadu” dengan negara-negara yang mapan pendidikannya. Dibandingkan dengan negara ASEAN saja seperti Singapura, Malasyia dan Thailand kita tidak lebih unggul.

Kembvali ke fitrah, seharusnya juga kembali memikirkan dan membangun pendidikan kita. Apa artinya kita memiliki infrastruktur yang serba mewah bila manusianya tidak memiliki pengetahuan yang tinggi. Tak guna kekayaan alam yang melimpah, bila kita tidak memiliki kemampuan mengolahnya dan terus bergantung dengan kekuatan asing.

 

 

 

 

 

Kamis, 05 Mei 2022

Kejamnya Real Madrid



Babak semifinal Liga Champion eropa UCL 2021/22 baru saja selesai (dini hari) tadi. Liverpool akhirnya bertemu dengan Real Madrid pada babak puncak (final) tahun ini. Bisa dikatakan ini merupakan final ideal, karena keduanya adalah klub yang banyak mengoleksi gelar liga champion.

Banyak pihak yang tidak terkejut bila Liverpool akan menjadi finalis tahun ini, karena yang dihadapi pada babak semifinal “hanya” Villareal. Namun hasil Real Madrid melawan Man City penuh dengan kejutan. Real Madrid memang kurang diunggulkan di leg kedua ini. Meski bermain di Santiago Barnebau, Los Blancos harus mengejar defisit satu gol usai kalah 4-3 di Etihad Stadium pada pekan lalu.

Namun Real Madrid tetaplah Real Madrid. Meski kalah pada pertemuan pertama dan tertinggal 1-0 pada pertemuan kedua hingga menit ke-90, tetap saja Real Madrid bisa membalikkan keadaan. Real Madrid kembali menunjukkan DNA mereka sebagai raja Eropa. Mereka berhasil meraih “epic comeback” dengan dramatis.

Pada menit ke-75 Riyad Mahrez berhasil mencetak gol untuk City. Real Madrid baru bisa membalasnya pada menit ke-90 melalui pemainnya Rodrygo. Skor berubah menjadi 1-1. Gol Rodrygo itu memantik semangat para pemain Real Madrid. Benar saja, dua menit berselang, Rodrygo kembali membobol gawang Ederson memanfaatkan umpan silang dari Carvajal. Skor berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Real Madrid.

Di masa injury time, intensitas pertandingan meningkat. Namun skor 2-1 tidak berubah sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak ekstra time. Petaka terjadi, Ruben Dias membuat kesalahan fatal. Ia melanggar Karim Benzema di dalam kotak penalti dan wasit langsung menunjuk titik putih. Benzema yang menjadi eksekutor penalti sukses mengelabuhi Ederson dengan tembakan mendatarnya. Gooll… skor berubah menjadi 3-1 untuk keunggulan Real Madrid.

Madrid memang kejam. Di saat Man City hampir merayakan kemenangan, para pemain Madrid sukses membalikkan keadaan. Begitulah sepak bola, terkadang hasilnya memang menyakitkan hati. Secara permainan, penguasaan bola dan peluang mencetak gol Man City sebenarnya lebih unggul. Tapi hasil akhir yang akan tetap dicatat oleh sejarah. Bravo Real Madrid….

 

 

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...