Jumat, 27 Mei 2022

PREVIEW DUEL PENGUASA EROPA



Duel panas antara Liverpool vs Real Madrid di final Liga Champions 2021-22 akan berlangsung di Stade de France pada 29 Mei 2022 (besok malam). Ini jadi laga ulangan partai final pada tahun 2018 lalu. Saat itu Real Madrid keluar sebagai pemenang setelah sukses menaklukkan Liverpool dengan skor 3-1.

Kini Liverpool memiliki kesempatan lagi dan berusaha untuk memenangkan gelar juara yang ketujuh di level Eropa. Sementara itu Madrid akan berusaha meraih gelar yang ke-14. Keduanya memang layah mendapat gelar sebagai penguasa Eropa menilik banyaknya tropi yang telah berhasil direngkuh.

Tidak ada yang menjadi favorit dalam final kali ini. Meski secara jumlah gelar Madrid lebih banyak, bukan berarti Liverpool menjadi underdog atau tidak diunggulkan. Semua masih mengingat memori kekalahan Liverpool dari Madrid pada 2018 silam. Banyak yang menganggap kekalahan itu terjadi karena blunder kiper Karius dan cederanya Muhammed Salah setelah beradu fisik dengan Ramos.

Dari kekuatan skuad yang ada, keduanya bisa dikatakan sangat seimbang. Bahkan Real Madrid masih bertumpu dari pemain lama seperti Benzema, Modric dan Kroos. Sedangkan Liverpool masih juga mengandalkan Salah dan Mane. Meski generasi pemain baru mereka sudah mulai bersinar sebut saja Diaz dan Jota.

Final tetaplah final. Akan jauh beda dengan babak penyisihan grup maupun babak knock out home and away. Teknis bukan lagi menjadi faktor penentu menjadi juara. Faktor lain seperti mentalitas juara juga sangat menentukan. Lalu, apakah Madrid lagi-lagi akan menunjukkan kalau mereka memiliki DNA jawara eropa. Atau Liverpool yang berjaya dan menjadi penguasa baru?. Mari kita tonton bersama…

 

 

Kamis, 26 Mei 2022

BECAK TUA MBAH REBO



Di usia tuanya mbah Rebo masih bisa mengayuh becaknya. Memang semua tidak sama lagi dengan masa mudanya dulu. Kini dalam seminggu beliau hanya mampu sekali atau dua kali “bertugas” membawa becak tuanya. Dan lagi, itu hanya tugas ringan mengantar orang ke tempat yang tidak jauh. Begitu cerita beliau ketika pulang dari masjid subuh tadi.

Mbah Rebo sebenarnya memang sudah pensiun dari pekerjaan “mbecaknya”. Usianya sudah sangat tua untuk bekerja keras seperti masa lalu. Anak-anaknya juga sudah besar dan mandiri. Dan yang paling membanggakan beliau mampu membiayai salah satunya anaknya hingga kuliah. Tentunya tidak semua orang tua mampu melakukan seperti apa yang dilakukan mbah Rebo.

Mbah Rebo kini bisa menikmati masa tuanya. Kerja kerasnya di usia muda telah membuahkan hasil yang diimpikannya. Bukan tabungan besar atau aset yang berharga. Namun mewujudkan cita-cita agar anaknya menjadi terpelajar. Tidak seperti dirinya yang tidak sempat mengenyam pendidikan. Memang, semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya.

Dahulu, becak menjadi salah satu alat transportasi yang penting. Banyak orang menggunakan becak karena keterbatasan alat transportasi umum dan biayanya yang memang murah. Zaman telah berubah, siapa yang tidak bisa mengikuti zaman dia akan terpinggirkan, dan nyatanya memang benar. Becak akan menjadi cerita masa lalu. Kini becak sudah di ambang “kepunahan”, setidaknya itu realitas yang ada di kota kita tulungagung.

Becak kalah bersaing dengan ojek online yang jauh lebih cepat, aman dan pastinya lebih murah ongkosnya. Seperti yang kita lihat, yang masih tetinggal hanya beberapa pengemudi becak yang usianya sudah tua. Mereka masih setia menunggu penumpang di perempatan kota dan tempat-tempat perhentian bus. Jumlahnya setiap waktu akan terus berkurang, dan sepertinya tidak akan pernah ada pengendara becak baru.

 

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...