Kamis, 13 Oktober 2022

Langkah Goyah Si “Nyonya Tua”



Juventus belu bisa lepas dari tren negatif. Setelah sebelumnya kalah 0-2 dari AC Milan pada lanjutan Liga Italia 2022/2023, Juventus kini tumbang 0-2 juga dari tangan Maccabi Haifa pada pekan ke-4 Grup H Liga Champions 2022/2023 di Sammy Offer Stadium. Dua gol kemenangan Maccabi dicetak di babak pertama. Omer Atzili menjadi pahlawan dengan mencetak gol di menit ke-7 dan menit ke-42.

Hasil pertandingan pekan ke-4 Grup H Liga Champions tentu sangat mengecewakan bagi suporter Si Nyonya Tua. Melawan tim yang bisa dikatakan hanya medioker di Liga Champion, ternyata tumbang juga.

Kekalahan Juventus dari Maccabi di Sammy Offer Stadium menjadikan peluang lolos mereka ke babak 16 besar semakin sulit. Di saat pertandingan di grup tinggal menyisakan dua laga, Juventus hanya mampu mengumpulkan tiga poin saja. Mereka memiliki selisih lima poin dari PSG dan Benfica.

Banyak kalangan di internal klub, khususnya para penggemar setia Juventus mengharapkan manajemen segera mengganti pelatih mereka. Kinerja Alegri dinilai tidak memuaskan. Bukan hanya di pentas Eropa, di liga Italia posisi Juventus juga terlempar dari tim elit empat besar.

Mengganti pelatih dinilai sebagai cara instan mendongkrak prestasi sebuah klub. Seperti yang kita ketahui di liga Inggris, banyak pelatih yang harus diberhentikan di tengah kompetisi karena dianggap gagal. Bahkan pelatih sehebat Tuchel saja bisa dipecat. Bagaimana nasib Alegri?.

 

Rabu, 12 Oktober 2022

Jahiliyah Modern



Mengejutkan, lima jenazah ditemukan di Desa Marga Jaya, Kecamatan Negara Batin, Way Kanan, Lampung, Kamis 6 Oktober 2022 pagi. Yang membuat orang lebih terkejut, ternyata pelaku pembunuhan adalah keluarga sendiri. Kedua pelaku tersebut adalah ayah dan anak, atau anak dan cucu dari korban.

Tidak sekali atau dua kali kita mendengar berita seperti ini. Nalar sehat manusia tidak bisa mencerna, mengapa manusia sekejam itu. Terhadap orang tua, saudara maupun anggota keluarga lainnya, ada yang tega berbuat aniaya bahkan pembunuhan.

Kita hidup bukan lagi di zaman Jahiliyah, tapi sering kali kita menyaksikan orang zaman sekarang berbuat lebih jahat dari kebiasaan orang jahiliyah. Bila sebagian orang jahiliyah berbuat dosa karena memang belum mengerti, generasi sekarang berbuat dosa karena menurutkan nafsu angkara.

Orang-orang jahiliyah yang rusak adalah aqidah mereka. Sementara dimensi sosial mereka masih bagus. Benar mereka menyembah berhala, tetapi mereka terkenal dermawan, memuliakan tamu memegang teguh janji dan menjaga nama baik leluhur mereka.

Bila kita membandingkan saat ini, aqidah banyak yang rusak begitu pula kehidupan sosialnya. Orang semakin jauh dari agamanya, ditambah lagi dengan kehidupan sosial mereka yang tidak lagi memiliki empati dan kepedulian terhadap orang lain. Apakah pertanda bila kehancuran dunia ini semakin dekat.

 

 

Selasa, 11 Oktober 2022

Gegara Salah Jual Jadi Menderita



Sejak kompetisi liga Inggris bergulir bulan Agustus tahun ini, Liverpool belum mampu menunjukkan kekuatannya sebagai salah sati kandidat juara. Hasil pertandingan pekan ini Liverpool dipaksa menelan kekalahan saat bertamu ke markas Arsenal di pekan ke-10 Premier League 2022/2023 di Emirates Stadium dengan skor 3-2.

Liverpool ketiban apes, dalam tempo semenit setelah kickoff, mereka kebobolan melalui gol Gabriel Martinelli. Liverpool memang bisa menyamakan skor melalui Darwin Nunez. Tapi Arsenal bisa kembali unggul melalui gol Bukayo Saka. Roberto Firmino bisa membuat Liverpool menyamakan skor menjadi 2-2. Namun Saka lagi-lagi membuat Arsenal kembali dalam posisi unggul, dan akhirnya Liverpool menyudahi pertandingan dengan kekalahan.

Ini adalah kekalahan kedua bagi Liverpool, di saat kompetisi baru merampungkan pekan ke 8. Di klasemen posisi mereka juga terlempar dari empat besar dan kini hanya menduduki peringkat kesepuluh. Apabila kita bandingkan dengan pesaing utama mereka, Manchester City Liverpool kini sudah tertinggal 13 poin.

Ada yang tidak beres dengan Liverpool. Dan banyak analis berpendapat semua terjadi karena Liverpool “tega” menjual Mane ke Bayern Minich. Duet Salah dan Mane selama ini terbukti sangat tajam, buktinya ketika mereka dipisahkan Liverpool kini menderita. Meskipun mereka berhasil mendatangkan pengganti Mane (Darwin Nunez), nyatanya hingga kini belum mampu memberi dampak yang besar.

Tidak mudah memadukan pemain baru ke dalam tim juara. Semua membutuhkan proses penyesuaian, begitu pula Darwin Nunez. Tak ada yang meragukan skill yang dimiliki Nunez, tapi ia tetap harus diberi kesempatan untuk menyatu dengan tim barunya. Celakanya, di saat Liverpool harus bersabar dengan pemain barunya, City justru semakin moncer dengan pembelian anyarnya Erling Haaland. Benar-benar situasi yang membuat Liverpool kian menderita.

 

 

 

Senin, 10 Oktober 2022

Menulis Itu yang Dirasakan, Bukan yang Dipikirkan



Sudah berpuluh kali saya membuat artikel tentang menulis. Bahkan satu buku tentang menulis sudah saya terbitkan. Tetap saja saya belum puas dengan apa yang saya tulis. Saya merasa belum menguasai teknik menulis dengan baik.

Entah sejauh mana progres dalam praktik menulis selama ini. Sering kali saya memahami teori menulis, tapi kenyataannya tetap saja menulis itu tidak mudah. Mudah bila menulis yang kita lakukan asal saja, tapi ketika kita infin menghasilkan karya yang bagus dan layak dibaca kita sering kesulitan.

Menulislah apa yang kau rasakan, kata mereka yang sudah mumpuni dalam dunia menulis. Jangan menulis apa yang kau pikirkan. Perasaan itu luas tak bertepi, sedangkan masalah yang kita pikirkan terkadang rumit dan menemui jalan buntu.

Apa yang kita rasakan adalah imajinasi kita. Dia adalah dunia yang tidak nyata dalam kehidupan tapi sejatinya ada. Imajinasi tidak bisa dibatasi atau dikekang. Ia bebas dan merdeka.

Jangan membatasi diri dalam menulis. Tulis apa saja, dan apa yang kau rasakan akan terus menjadi inspirasi yang tidak akan pernah kering. Bagai mata air yang mengalir, semakin diambil maka semakin deras mengalir. Semakin digunakan maka akan semakin jernih airnya.

Penulis tak akan pernah kehabisan tinta dan gagasan. Panca inderanya menjadi radar yang mengikat ide dan menjabarkannya dalam untaian kata. Penulis tidak akan pernah berhenti. Karena sekali berhenti akan keruh sumber air jernih dalam jiwanya, dalam rasanya, dan dalam samudera imajinasinya.

 

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...