Sabtu, 26 November 2022

Puisi Untuk Guru

 


Guruku Pahlawanku

(Karya Sakinah Kela6 MI Miftahul Huda)

 

Oh guru…

Engkau pahlawanku

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan

Engkau yang membuat kami mengerti banyak hal

 

Guruku…

Engkau telah membimbing kami

Hingga bisa membaca dan menulis

Tanpamu kami tak akan menjadi seperti ini

 

Oh guruku

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

Terima kasih engkau telah membimbing kami

Atas jasamu yang tak terhingga

 



Untuk Guruku

(Karya Fiddini Kela6 MI Miftahul Huda)

 

Engkau adalah penuntun masa depan

Dengan sabar engkau mengajari kami tentang banyak hal

Tak peduli terik maupun  hujan

Engkau selalu semangat untuk mengajar

 

Guru… perjuanganmu tanpa lelah

Untuk menjadikan kami penerus bangsa yang hebat bermartabat

Dari kami tidak bisa apa-apa

Hingga kami mengerti segalanya

 

Guru, terima kasih atas bekal ilmu

Yang telah engkau ajarkan pada kami

Semangat dan perjuanganmu

Untuk kami muridmu

 

Oh guru…Akan kami kenang sepanjang masa

Semoga lelahmu akan menjadi lillah 

 




Wahai Guruku

(Karya Quuen Kela6 MI Miftahul Huda)

 

Guru…

Saat kau terima kami dengan tulus

Saat pertama langkah kaki ini, kami tak mengerti

Bahkan kami tak tahu arah yang kami cari

Satu cita-cita kami, hanya ingin menjadi manusia yang berguna

 

Kini…Setelah hari-hari berganti

Menjadi pasti kami akan pergi untuk mengejar cita kami

Menggapai harapan melanjutkan langkah kaki

Untuk meraih segudang prestasi

 

Guru…

Bekal yang engkau tanam kepada kami

Akan kami gali untuk masa depan

Akan kami ingat ketulusan jasa-jasamu

Yang selalu sabar membimbing kami

Hadirmu takkan pernah bisa terganti

 

Terima kasih untuk semua pengorbananmu

Wahai Guruku….

 

 

 

Jumat, 25 November 2022

Tim Samurai Biru Tumbangkan Jerman di Pentas World Cup 2022



Kejutan terjadi lagi dari arena World Cup 2022 di Qatar. Der Panzer, Timnas Jerman dipermalukan oleh wakil asia Jepang dengan skor 2:1.

Laga Jerman vs Jepang yang tersaji dalam matchday pertama Grup E World Cup 2022 Qatar  yang berlangsung di Stadion Internasional Khalifa, Rabu 23 November malam WIB berjalan dengan intensitas yang tinggi.

Jerman sebenarnya sempat unggul 1-0 di babak pertama lewat penalti Ilkay Guendogan. Namun tim Samurai Biru Jepang berhasil membalikkan skor menjadi 2-1 di paruh kedua lewat gol Ritsu Doan di menit 75’ dan Takuma Asano pada menit ke-83’.

“Laga ulangan” Argentina vs Saudi Arabia

Hasil laga Jerman melawan Jepang seperti mengulang pertandingan antara Argentina kontra Saudi Arabia. Skor yang identik, satu gol pinalti dan dua gol balasan di babak kedua. Kemiripan yang kedua Jepang berhasil menggulingkan tim unggulan sama halnya yang Saudi Arabia lakukan ketika mengalahkan Argentina.

Kemenangan Jepang adalah kejutan besar kedua pasca kemenangan timnas Saudi Arabia atas Argentina. Sebagai wakil asia Jepang tampil melebihi ekspektasi dan berhasil membalikkan prediksi para Pundit sepak bola.

Dua wakil asia telah membuktikan bahwa dalam permainan sepak bola semua bisa terjadi. Istilah bola bulat kini memang terbukti. Tim besar yang bertabur pemain bintang tidak mustahil dapat dikalahkan oleh tim kecil yang tidak diunggulkan.

Jerman ungguli statistik pertandingan

Meski kalah dari Jepang, faktanya secara permainan Jerman lebih unggul. Penguasaan bola Jerman unggul 73% berbanding Jepang yang hanya 26% saja. Dari segi peluang shots on target, Jerman 9 sedangkan Jepang hanya 4 kali.

Statistik pertandingan memang tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhirnya. Meski lebih menguasai jalannya pertandingan, Jerman harus menelan kekalahan perdana dari Jepang di pentas World Cup 2022 di Qatar.

Jepang terbukti bermain lebih efektif daripada Jerman. Meski sedikit peluang tapi berhasil memanfaatkannya menjadi gol untuk meraih kemenangan. Dan ini menjadi kemenangan penting dan semakin memantapkan langkah Jepang untuk lolos ke babak 16 besar.

 

 

 



 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...