Rabu, 21 Februari 2024

Mintalah Apa Saja, Asal Tidak Minta…

 



Handphone (HP) memang banyak manfaatnya, tapi tidak bisa kita ingkari bahwa selain bermanfaat HP juga membahayakan. Telah banyak data, penggunaan HP pada anak-anak sering mengakibatkan ganguan kesehatan jasmani bahkan mental.

Bagi orang tua yang telah memiliki pengetahuan dan kesadaran tentang bahaya HP bagi anak pasti akan tegas melarang anak-anak mereka menggunakan HP, atau setidak-tidaknya membatasi penggunaannya. Terlalu membebaskan anak menggunakan HP sama artinya dengan tidak peduli dengan masa depan anak.

Tidak membelikan HP pada anak di bawah umur bukan berarti tidak sayang dengan mereka. Tapi justru itu menandakan dia orang tua yang mencintai anaknya dengan sepenuh hati. Orang tua mana yang rela masa depan anaknya suram karena pengaruh negatif penggunaan HP.

Ketika anak sudah kecanduan menggunakan HP, dia akan kehilangan banyak waktunya untuk sesuatu yang tidak bermanfaat. Waktu bermain dengan teman, belajar dan istirahat sudah pasti akan terganngu. Sebisa mungkin tundalah membelikan HP sampai mereka benar-benar sudah layak dan memerlukan HP.

“Mintalah Apa Saja, Asal Tidak Minta dibelikan I-Phone”. Itulah jawaban Cristiano Ronaldo bintang sepak bola Portugal saat anaknya yang berumur 13 tahun minta untuk dibelikan HP. Sebagai olahragawan tenar yang bergelimang uang tentu membelikan I-Phone seri terbaru untuk anaknya adalah urusan kecil. Tapi itu tidak dipenuhi karena ia khawatir akan dampak buruknya.

 

Senin, 19 Februari 2024

Pejuang Demokrasi

 



Melelahkan. Satu kalimat yang bisa menggambarkan beratnya peran para anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dalam proses pemilu kemarin. Karena kita mengetahui bersama banyak TPS yang menyelesaikan penghitungan suara sampai menjelang subuh atau bakhan sampai pagi.

KKPS memiliki peranan yang penting dalam mengawal demokrasi. Bayangkan seandainya anggota KKPS bersepakat melakukan kecurangan, tentu itu bisa menciderai demokrasi kita. Fakta di lapangan, kita banyak menjumpai para petugas KPPS yang “all out” dalam menjalankan tugasnya. Buktinya, ada beberapa anggota KPPS yang meninggal dunia saat bertugas.

Masyarakat kita harus mengapresiasi peran KPPS, mereka adalah bagian dari para pejuang demokrasi. Memang kita tidak bisa bisa memastikan seluruh anggota KPPS bersih dalam menjalankan kewajibannya, tapi oknum seperti itu jumlahnya tentu sedikit.

Hasil hitung cepat pemilu sebenarnya sudah bisa kita lihat saat ini. Paslon Capres dan Cawapres yang menjadi pemenag hampir pasti sudah diketahui. Kini saatnya bangsa kita harus melangkah ke tahap berikutnya, membangun bangsa bersama. Lupakan rivalitas selama kampanye kemarin.

Kita tidak berharap ada proses gugatan hasil pemilu ke MK. Karena itu hanya akan menghabiskan energi dan menebar benih konflik sesama anak bangsa. Yang menang harus bijaksana dan tidak jumawa. Yang kalah mesti berbesar hati, inilah demokrasi. Jaga persatuan, please…#

 

 

Minggu, 11 Februari 2024

Yordania, Juara Tanpa Mahkota

 


Final piala Asia antara tuan Qatar melawan Yordania yang berlangsung kemarin menyisakan kekecewaan yang mendalam. Bukan hanya pendukung tim Yordania, banyak pecinta sepak bola mengungkapkan rasa kesalnya di media sosial karena pertandingan dirasa tidak fair play.

Sepertinya saya juga sependapat dengan suara-suara yang menilai bila pertandingan final tersebut berat sebelah. Tuan rumah Qatar mendapat tiga “hadiah” pinalti dari wasit Ma Ning asal China. Sebenarnya pinalti dalam sebuah pertandingan sepak bola itu wajar terjadi. Namun bila sampai tiga kali, tentu keputusan wasit perlu dikritisi.

Ketiga pinalti yang diberikan wasit kepada tim Qatar masih bisa diperdebatkan kelayakannya. Dan saya sebagai penonton yang netral juga heran dengan keputusan wasit. Sebuah keputusan yang menurut saya merusak indahnya permainan sepak bola.

Pinalti pertama sebenarnya masih direspon positif oleh pemain-pemain Yordania. Mereka semakin gencar melakukan serangan sehingga pada menit ke-67 Yazan Al-Naimat membuat gol spektakuler. Begitu permainan kedua tim semakin menarik, keluar lagi keputusan wasit untuk pinalti kedua.

Protes dari pemain Yordania tidak ditanggapi sang pengadil lapangan hijau. Pertandingan dilanjutkan kembali meski tampak para pemain Yordania frustasi dan kurang tenang dalam bermain. Puncaknya, satu pinalti lagi diberikan wasit Ma Ning untuk tim Qatar. Dan saya langsung mematikan tv.

Sepak bola terkadang memang menampilkan sisi kejamnya. Sebuah tim yang bagus dan berpeluang meraih juara harus kandas karena faktor nonteknis. Tapi bagi saya Yordania adalah pemenang sebenarnya dalam partai final kemarin. Mereka juara, meski tanpa pengakuan dan tropi. Juara tanpa mahkota. Bravo Yordania…#



Sabtu, 03 Februari 2024

Kontestasi Kejujuran

 



Mencari pemimpin yang adil di masa kini bagaikan peribahasa Mencari jarum di tumpukan jerami. Artinya sama saja dengan melakukan pekerjaan yang sangat sukar, sulit untuk ditemukan, bahka hampir sia-sia saja untuk dilakukan.

Zaman memang telah banyak berubah. Dulu orang jujur itu disukai banyak orang. Tapi sekarang orang jujur sering menjadi korban kelicikan orang. Orang tua kita dahulu punya nasihat, becik ketitik olo ketoro. Sekarang yang banyak terjadi becik kecutik olo kuasa.

Orang baik dan jujur yang berada di komunitas orang-orang jahat pasti akan disingkirkan. Makanya tidak heran bila ada berita korupsi berjamaah. Karena semua sudah dalam satu frekunsi, orang-orang yang tidak jujur dan menciderai amanat yang diberikan.

Walau semakin sedikit, tetap saja orang jujur yang akan terpilih menjadi pemimpin masih ada. Anggota legislatif maupun eksekutif tidak mungkin sepenuhnya akan dihuni orang-orang yang jujur. Tapi setidaknya akan ada sebagian dari mereka yang masih punya kejujuran.

Bagaimana pun kondisinya. Kita harus tetap optimis dan berharap pemilu 2024 akan berjalan damai dan melahirkan wakil-wakil rakyat serta pemimpin yang jujur dan adil. Kita cinta negeri ini, dan kita tak akan pernah rela mereka yang tidak jujur berkuasa.

 

 

Jumat, 26 Januari 2024

Terima Kasih Joel

 



Penggemar timnas Indonesia dibuat harap-harap cemas. Karena untuk maju ke babak 16 besar Piala Asia 2023, Indonesia harus menunggu seluruh pertandingan grup selesai. Hasilnya, kita lolos meski hanya memiliki 3 poin dari 3 kali bertanding.

Kepastian Indonesia lolos ke babak knock out ditentukan dari hasil pertandingan Oman vs Kirgistan. Kedua tim bermain di stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Kamis (25/1/2024), laga Kirgistan vs Oman berakhir imbang dengan skor 1:1. Hasil ini menjadikan Indonesia lolos dari jalur peringkat ketiga.

Sebenarnya Kirgistan dan Oman sama-sama punya peluang untuk maju ke babak 16 besar dengan syarat menang di pertandingan terakhir. Sedangkan Indonesia berharap keduanya bermain imbang. Karena bila kedua tim bermain imbang poin keduanya masih di bawah Indonesia.

Harapan Oman untuk lolos sempat terbuka lebar saat Muhsen Al Ghassani mencetak gol di menit ke-8. Namun disaat waktu normal tersisa 10 menit (menit ke-80) Joel Kojo membuat gol balasan. Meski kedua tim saling menyerang di menit-menit akhir, hasil imbang tetap tidak berubah hingga pertandingan selesai.

Penggemar sepak bola tanah air semua pasti ikut merayakan gol Joel Kojo. Gol yang menyelamatkan Kirgistan dari kekalahan. Gol yang menggagalkan harapan Oman melaju ke babak 16 besar. Dan, gol yang menjadikan Indonesia berhak melanjutkan langkah ke babak gugur di Piala Asia 2023. Terima kasih Joel…

 

Jumat, 19 Januari 2024

Memburu Ketenaran

 



Hanya sedikit manusia yang tidak suka dikenal oleh orang banyak, populer atau tenar. Kebanyakan orang menyukai popularitas karena dengan ketenaran akan sangat mudah mendapatkan uang. Lihat saja mereka yang memiliki jutaan follower di media sosial, sekali meng-endorse sebuah produk, uang akan mengalir deras ke rekening. Singkatnya ketenaran dianggap sama dengan kekayaan.

Dari satu sisi, memang dengan ketenaran seseorang mudah menghasilkan uang, namun di sisi lain ketenaran juga akan merugikan. Ketenaran bisa menjadikan orang sangat terbatas ruang geraknya. Maksudnya semakin terkenal dia tidak lagi memiliki privasi, di mana-mana akan diperhatikan orang, setiap langkahnya akan disorot menjadi perbincangan. Hilang sudah kemerdekaan dirinya.

Bila ditinjau dari ilmu agama, ketenaran akan perlahan-lahan menyeret kita dalam ketidakikhlasan dalam beramal. Ketenaran bisa merubah niat seseorang dalam beramal. Setiap melakukan suatu kebaikan atau ibadah, bisa saja seseorang terdorong untuk memamerkan pada orang lain. Hilanglah kemurnian ibadah, karena dia beramal agar dilihat orang.

Sebenarnya belum tentu orang yang terkenal hidupnya pasti bahagia. Ada sebuah fakta yang banyak orang ketahui. Para selebriti, artis terkenal dunia banyak yang mengakhiri hidupnya karena depresi. Hidupnya yang begitu tenar ternyata penuh tekanan dan jauh dari kebahagiaan.

Mendambakan dan memburu ketenaran, kata orang bijak diibaratkan bagaikan semut yang melihat genangan madu kemudian terpukau. Semakin ia berusaha meraihnya ke tengah semakin tenggelam dalam genangan madu. Akhirnya, celaka si semut.

 




Selasa, 16 Januari 2024

Naturalisasi VS Pembinaan Lokal

 



Meski diperkuat pemain-pemain naturalisasi, timnas Indonesia takluk 3:1 saat bertanding melawan timnas Irak semalam. Pertandingan perdana timnas Indonesia di grup D Piala Asia tersebut berlangsung di Ahmed Bin Ali Stadium Qatar. Seperti diketahui bersama, skuad timnas Indonesia pada Piala Asia kali ini diperkuat oleh delapan pemain naturalisasi.

Kebijakan PSSI menaturalisasi banyak pemain-pemain keturunan Indonesia yang bermain di eropa sampai hari ini belum menampakkan hasil yang signifikan. Tentu saja tujuan program naturalisasi adalah meraih prestasi instan. Tidak perlu repot-repot melakukan pembinaan, cukup comot sana-sini hasilnya bagus.

Ternyata prestasi dalam jangka pendek yang diharapkan dari jor-joran naturalisasi belum menjadi kenyataan. Lalu apakah langkah PSSI menjalankan misi natiralisasi ini masih akan terus belanjut?. Bila ini akan terus dijalankan, dalam jangka panjang kita akan kehilangan banyak talenta pemain lokal, dan ini sangat mengkhawatirkan bagi perkembangan sepak bola nasional.

Brazil sering meraih gelar juara dunia bukan karena mereka menaturalisasi pemain, begitu pula dengan Argentina. Pemain-pemain yang mau dinaturalisasi jelas bukan pemain kualitas terbaik. Karena bila mereka punya kesempatan pasti lebih memilih membela negara tempat mereka dilahirkan bukannya timnas Indonesia.

Dalam jangka panjang, pembinaan pemain lokal jelas akan lebih menguntungkan timnas. Kita akan memiliki pemain berkualitas dari kelompok umur yang berkelanjutan. Lihat saja Vietnam. Meski mereka juga menaturalisasi pemain tetapi jumlahnya sangat sedikit. Mereka lebih fokus pada pembinaan lokal, dan itu berhasil. Vietnam menjadi kekuatan asia tenggara yang kini rangking FIFA-nya jauh di atas Indonesia.

 

Selasa, 09 Januari 2024

Generasi Perubahan

 



Orang tua punya kebiasaan suka bercerita tentang masa lalu. Sedangkan anak muda biasanya suka membicarakan masa yang akan datang. Makanya tidak heran, di manapun berada perubahan selalu digerakkan dan dimulai oleh para kaum muda dan kelompok masyarakat yang memiliki jiwa muda.

Yang muda pasti lebih cepat geraknya dibandingkan dengan kaum tua. Tenaga lebih kuat dan gagasan juga lebih cemerlang. Tapi, kaum muda punya dua kelemahan yang sangat menonjol. Anak-anak muda pastinya masih kurang pengalaman dan mereka sering bertindak gegabah.

Di sinilah titik temu antara kaum muda dan orang-tua. Sangat penting bagi anak muda untuk mendengarkan saran dan masukan orang tua. Mereka sudah kenyang makan asam garam kehidupan.

Orang tua memang sudah menurun kekuatannya. Namun mereka unggul dari sisi pengalaman. Mereka telah berjuang malang melintang di daratan hingga gunung dan mengarungi lautan sehingga pengalaman hidupnya sudah cukup banyak.

Yang muda yang bergerak, tapi jangan sampai meninggalkan yang tua. Generasi tua dan muda yang “nyawiji” akan menjadi potensi terciptanya transformasi yang besar. Semua memiliki peran sendiri-sendiri, tinggal bagaimana menjalankan peran dengan sebaik-baiknya.

 

 

 

 

 

 

 

Kamis, 04 Januari 2024

Girona, Luar Biasa

 



Persaingan liga Spanyol (La Liga) musim kompetisi 2023-2024 menghadirkan tim kejutan. Tim yang dimaksud adalah Girona FC. Tentu ini menjadi kejutan besar, saat La Liga Spanyol 2023/2024 memasuki jornada ke-19, Girona mampu menempati posisi kedua di bawah Real Madrid dengan nilai yang sama hanya selisih gol.

Tidak ada yang menyangka Girona akan turut bersaing di papan atas klasemen La Liga Spanyol. Lazimnya hanya Real Madrid dan Barcelona yang selalu bersaing di papan atas klasemen La Liga Spanyol setiap musimnya. Namun, pada musim ini, Girona tampil luar biasa dan menjadi pesaing serius yang berada di antara kedua tim raksasa Spanyol itu.

Sejauh ini Girona FC baru satu kali mengalami kekalahan, dan hanya Real Madrid yang memiliki jumlah kekalahan serupa. Satu hal yang pasti akan diingat selalu oleh para penggemar Girona FC adalah kemenangan meyakinkan mereka di Nou Camp pada 11 Desember tahun lalu. Ya, Barcelona mereka tundukkan dengan skor meyakinkan 4:2.

Memang terlalu dini bila Girona kita prediksi akan mulus mejadi juara baru di liga Spanyol. Masih terlalu panjang perjalanan La Liga. Dan biasanya tim yang membuat kejuatan di paruh pertama liga akan kesulitan di paruh kedua. Kedalaman skuad sering menjadi kendala tim-tim medioker ketika mencoba menjadi pesaing tim-tim raksasa semacam Real Madrid dan Barcelona.

Menjadi juara atau tidak, Girona FC tetap akan menjadi tim yang dipandang sukses di liga Spanyol (La Liga) musim kompetisi 2023-2024. Mereka akan diingat dalam sejarah sebagai tim yang pernah masuk dalam persaingan merebut juara. Kehadiran Girona FC merusak dominasi tim-tim besar yang sudah mapan. Dalam sepak bola tentu itu bagus. Bravo Girona, Luar biasa.

 

Jumat, 29 Desember 2023

Akhlaq Bertetangga

 



Salah satu akhlaq seorang Muslim adalah bertetangga dengan baik. Tetangga memiliki peranan penting dalam kehidupan kita, karena tetangga merupakan orang yang tinggalnya bersebelahan dengan kita dan seringkali membantu jika ada permasalahan. Bahkan yang sering terjadi, tetangga adalah orang pertama yang kita mintai bantuannya.

Dan karena manusia juga merupakan makhluk sosial, yang mana pasti akan berinteraksi dan membaur dengan orang lain, termasuk tetangga. Untuk itu perlu menjalin hubungan yang baik dengan tetangga.

Untuk membangun kerukunan dan persaudaraan dengan tetangga, diperlukan akhlak dan perilaku yang sesuai. Dan agama Islam pun mengajarkan adab bertetangga yang bisa diterapkan oleh umat muslim. Sebagaimana termaktub dalam surat  An-Nisa ayat 36, Allah berfirman;

Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri, (QS: An-Nisa 36)

Bentuk perbuatan baik dengan tetangga bisa dengan tolong menolong ketika dibutuhkan, tidak mengusiknya, juga memaafkan kekeliruan yang diperbuat, atau perilaku lain yang terpuji. Bahkan salah satu bentuk menghormati dan menghargai tetangga seperti yang diajarkan Rasulullah yakni apabila hendak menjual atau menyewakan bangunan yang menempel dengan rumah tetangga, hendaknya untuk menawarkan dan berkonsultasi kepada tetangga terlebih dahulu.

Salah satu tanda baiknya iman seseorang adalah baik dengan tetangganya. Rasulullah bersabda: “Siapa pun yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya, dan siapa pun yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR Muslim).

Islam mensyariatkan kepada pemeluknya agar selalu berbuat baik kepada mereka yang hidup berdampingan, serta tidak boleh berbuat jelek kepadanya. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah dalam sebuah hadits, yaitu: “Demi Allah, tidak sempurna imannya, demi Allah tidak sempurna imannya, demi Allah tidak sempurna imannya.” Rasulullah saw. ditanya “Siapa yang tidak sempurna imannya wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Seseorang yang tetangganya tidak merasa aman atas keburukannya.” (HR al-Bukhari).

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Islam memposisikan tetangga di tempat yang sangat mulia. Setiap muslim yang mengikrarkan iman harus menyadari hal ini, karena menyadarinya merupakan bentuk kepatuhan terhadap ajaran Islam itu sendiri. Begitu juga sebaliknya, orang yang tidak memberikan hak-hak tetangga, sama halnya dengan tidak patuh pada Islam. Karenanya, dalam beberapa teks hadits disebutkan, bahwa memuliakan tetangga dengan cara memberlakukan dengan baik dan memberikan hak-haknya, merupakan representasi keimanan kepada Allah dan hari kiamat.

Sabtu, 23 Desember 2023

WARISAN NAMA

 



Muhasabah akhir tahun.

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Kelak bila kita telah tiada tak akan ada yang peduli dengan harta warisan yang ditinggalkan. Karena harta warisan hanya menjadi urusan ahli waris.

Dua hal yang akan diingat orang, jasa-jasa atau kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat. Orang tidak tertarik membahas berapa banyak harta yang dimiliki. Pada akhirnya budi pekerti, akhlaq mulia yang akan dikenang abadi. Kebesaran nama akan diukur dari jasanya pada kehidupan, bukan dari prestasi diri yang menjadi kebanggaan.

Tidak semua yang telah pergi akan dikenang dan dirindukan banyak orang. Hanya mereka yang membawa pengaruh kebaikan bagi keluarga, saudara, sahabat, dan orang di sekitarnya yang selalu diingat. Karena kehadirannya membawa berkah bagi sekelilingnya.

Dan hidup ini hanyalah sejarah singkat kawan. Saat ini kita sedang membuat story, bisa sesuatu yang baik atau justru sebaliknya, hal yang buruk. Jika semasa hidup kita mampu melakukan banyak hal yang bermanfaat, berarti kita sedang membuat prasasti indah yang penuh bermakna.

Materi yang nilainya berlimpah yang dimiliki tak akan pernah menjadikan manusia abadi, dan semua pasti tahu itu. Sedangkan kehidupan di dunia pasti ada akhirnya, padahal tak banyak yang mempersiapkan dengan sungguh-sungguh meski kita sangat meyakini semua itu. Mari kita renungkan…

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...