Senin, 28 Juni 2021

PERNAK PERNIK EURO #2



Akhirnya, juara bertahan Portugal tersingkir dari Euro 2020 setelah mengalami kekalahan pahit. Senin dini hari tadi Portugal menyerah dengan skor tipis 0-1 dari Belgia dalam duel sengit 16 besar. Pertandingan berlangsung seimbang antara kedua tim yang sama kuat, tapi rupanya “Dewi Fortuna” berpihak ke Belgia. Gol semata wayang Thorgan Hazard di menit ke-42 mengubur mimpi Ronaldo untuk mendapat tropi Piala Eropa untuk kedua kalinya.

 

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan permainan Portugal. Bahkan sepanjang 90 menit, Portugal lebih banyak mengancam gawang Belgia. Namun, pertahanan apik Belgia dan ketidakberuntungan Portugal membuat angka papan skor tidak berubah. Menurut statistik pertandingan Portugal membuat total 23 tembakan ke gawang Belgia, mereka lebih dominan dengan 57% penguasaan bola. Sayangnya, tidak ada gol tercipta untuk Portugal. 

 

Nasib serupa dialami Belanda. Sebagai favorit dalam turnamen kali ini, justru mereka harus mengakhiri perjalanan di Euro 2020 dengan cara menyakitkan. Minggu malam Belanda takluk 0-2 dari Republik Ceko dalam duel 16 besar. Kekalahan ini jadi tamparan perih bagi Belanda. Mereka sempat dianggap sebagai salah satu kandidat juara, tapi di laga ini performa Belanda mengalami antiklimaks. Walau mereka tetap bermain menyerang dan menekan Republik Ceko, sayangnya selalu gagal dalam final pass. Belanda terpaksa menembak dari luar kotak penalti, atau menembak tapi bisa dengan mudah diblok lawan.

 

Apa hendak dikata, itulah hasil yang harus diterima Portugal dan Belanda. Kekalahan adalah bagian dari permainan sepak bola. Tidak pernah ada tim yang selalu menang. Bagai roda yang berputar, sesekali di atas dan dalam kesempatan yang lain harus berada di bawah. Tentu hasil ini sangat getir bagi suporter dan penggemar keduanya. Terlebih bagi penggemar Portugal dan Ronaldo. Mengingat Eouro kali ini mungkin yang terakhir bagi Ronaldo.

 

Menarik dinanti hasil pertandingan lainnya. Apakah ada kejutan seperti pertandingan tadi malam. Tapi pasti, kejutan dalam pertandingan sepak bola akan selalu ada. Kata orang bola itu bulat, hasil sebuah pertandingan tidak mudah diprediksi. Kebanyakan para pengamat hanya melihat statistik dari sebuah pertandingan tim sebelumnya. Padahal hasil pertandingan seringkali ditentukan oleh sebuah faktor keberuntungan. Lalu bagaimana kita bisa melihat tim yang akan beruntung??....

 

 

 

Minggu, 27 Juni 2021

Menulis Cepat

 



Artikulasi dalam menuangkan ide, menyusun kata demi kata dengan cepat tentu memerlukan keterampilan khusus. Dan saya yakin ini membutuhkan waktu berlatih  dalam rentang yang tidak pendek. Setiap kata memiliki resolusi yang berbeda bagi pembaca. Dan penulis yang baik, mampu membuat sketsa kalimat yang mudah dimengerti oleh pembacanya.

Banyak penulis produktif yang dianugerahi kemampuan menulis dengan cepat. Kemampuan mengimplemetasikan gagasan dalam karya tulis seperti tidak memiliki sekat lagi. Begitu pena dipegang, selembar kertas segera akan penuh dengan tulisan. Atau begitu masuk ke Microsoft Word, halaman demi halaman akan muncul tanpa jeda.

Berbeda dengan kita penulis amatir. Ketika tangan mulai menulis, belum sampai tiga kalimat sudah kita coret beberapa katanya. Atau bila menulis di Komputer atau laptop tombol BACK SPACE akan sering kita tekan. Menulis kembali dan mendelete kembali berulang-ulang.

Tapi jangan khawatir, semua memang perlu pembiasaan. Tidak ada yang “terlahir” sempurna menjadi seorang penulis. Akan selalu ada jalan panjang yang harus dilalui terlebih dahulu. Dan pastinya tidak ada jalan pintas yang bisa ditempuh untuk sampai di tujuan.

Usain Bolt pun terlahir tidak beda dengan bayi yang lain. Dia tidak terlahir sebagai manusia tercepat di dunia. Ia mengalami proses merangkak, berdiri dengan satu dua langkah, kemudian berjalan. Kemampuan berlarinya, ia peroleh dari latihan keras bertahun-tahun. Pun begitu pula para penulis terkenal. Mereka mampu menulis dengan cepat dan baik karena telah lulus berlatih dalam jangka yang panjang.

Sabtu, 26 Juni 2021

Sugesti #2



 

Pikiran buruk yang terus diproduksi dalam diri bisa menjelma menjadi musuh. Bisa jadi di masa pandemi ini banyak orang yang sakit bukan karena terpapar virus. Tapi karena rasa takut yang berlebihan. Kemudian rasa takutnya menjadi sugesti dalam dirinya. Tentunya dapat kita sarikan bahwa pola pikir dalam bahasa agama adalah dzon atau prasangka. Oleh karena itu hendaknya mengedepankan husnudzon atau prasangka yang baik. Mindset atau pola pikir akan menentukan cara kita menyikapi persoalan.

Dalam salah satu hadits Qudsi (Ana ‘Inda Dzonni Abdi bi…) “Sesungguhnya Aku (Allah) sesuai dengan prasangka hambaKu…”. Dengan prasangka baik maka banyak hal atau kejadian tidak mengenakkan akan menjadi baik.

Bukankah semua kejadian itu ada hikmah di baliknya, namun karena keterbatasa kita sebagai manusia, kita alpa untuk memahaminya. Mungkin saja kita menyebutnya musibah, padahal ada anugerah di dalamnya. Dengan selalu berusaha berpikir yang baik, kita menjadi hamba yang tidak mudah mengeluh dengan semua kejadian yang kita alami. Entah itu sesuatu yang menggembirakan atau menyedihkan.

Semua berangkat dari pola pikir kita. Ia menjadi panglima yang mengendalikan seluruh elemen jasmani dan ruhani kita. Tidak sedikit orang yang badannya rapuh karena pola pikirnya yang rapuh terlebih dahulu. Faktanya, faktor internal dalam diri akan lebih memberi pengaruh bila dibandingkan dengan faktor dari luar.

 

 

 

 

Jumat, 25 Juni 2021

Sugesti



Mengutip sebuah cerita motivasi dari Bapak Ari Ginanjar. Alkisah seorang pekerja bernama Ruben yang sedang lembur bekerja memasukkan stok ikan tangkapan. Cold Storage ini seperti sebuah freezer raksasa, di dalamnya kita bisa menyimpan persediaan ikan ataupun daging selama berbulan-bulan. Saat Ruben sedang berada di dalam cold storage, tiba-tiba pintu tertutup dari luar. Ruben panik.. Ia terus berusaha mendorong dan menggedor-gedor pintu dari dalam. Namun Tidak ada satupun orang yang mendengar dan membukakan pintu.

Dirinya baru sadar bahwa saat ini ia sedang kerja lembur, artinya tidak ada orang lain di gudang saat itu selain dia. Ia mulai merasa kedinginan. Ruben tahu bahwa tidak ada orang yang bisa bertahan dalam dingin berjam-jam apalagi melewati temperatur minus. Seluruh kaki dan tangannya mulai terasa beku. Kepalanya mulai pusing. Setelah ia berjuang selama berjam-jam, masih tetap tidak ada seorang pun yang membukakan pintu.

Akhirnya Ruben memutuskan untuk menulis “diary” terakhirnya; detik-detik terakhir situasi sampai ia akhirnya tidak mampu lagi menahan dingin. Keesokan harinya, saat pekerja lain tiba, mereka menemukan Ruben telah meninggal dalam keadaan hipotermia. Di tangannya, pekerja lain menemukan secarik kertas pengalaman Ruben dari jam ke jam hingga akhirnya ia meninggal.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata cold storage ini sedang rusak! Tingkat dinginnya tidak melewati minus sama sekali. Para dokter pun kebingungan saat memeriksa jasad Ruben yang hipotermia. Ruben meninggal karena sugesti pemikirannya sendiri.

Kisah ini mungkin telah dialami oleh ribuan atau puluhan ribu orang dalam versi beda namun esensinya sama. Ada orang mengeluh, setiap kena air hujan ia pasti terserang flu. Kenapa? Karena dia sudah punya keyakinan dalam dirinya, bila terpapar air hujan tubuhnya pasti sakit. Dan, akhirnya semua terjadi sesuai dengan sugesti yang ada dalam dirinya.

 Bersambung....

 

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...