Jumat, 09 Juli 2021

JANGAN BERSEDIH…

 



Sudah menjadi kodratnya, kebahagiaan dan kesedihan akan selalu hadir dalam hidup kita. Tidak ada orang yang seluruh hidupnya hanya berisi kebahagian. Tidak akan pula ada orang yang sepanjang hidupnya hanya tentang cerita kesedihan. Allah yang menjadikan manusia tertawa dan menangis.

Tertawa bukan hanya milik mereka yang serba kecukupan hidupnya, begitu pula menangis bukan untuk mereka yang miskin saja. Tawa dan tangis akan selalu hadir dalam setiap kehidupan tanpa memandang segala atribut yang disandang pemiliknya.

Semua ini bukan berarti tentang larangan bersedih. Namun yang dilarang ialah larut dalam kesedihan yang panjang sehingga melupakan syukur. Sedih seperlunya, senang pun sekadarnya saja. Seperti kata bijak, jangan bersedih bila tidak memiliki sepatu yang bagus, tapi lihatlah mereka yang tidak bersedih meskipun tidak memiliki kaki.

Jangan bersedih. Kata yang mudah diucapkan, mudah ditulis, namun amat sulit dilakukan. Sebagai manusia biasa kita sering dirundung kesedihan. Sedikit bersyukur dan banyak mengeluh. Padahal akan selalu banyak alasan untuk tidak bersedih dan memandang kehidupan dengan lebih positif.

Larut dalam kesedihan akan mendekatkan diri pada keingkaran nikmat Allah. Padahal ketika kita masih diberi kesempatan hidup (ini saja), adalah nikmat besar yang harus disyukuri. Dan seandainya mereka, jutaan manusia yang telah berbaring di dalam tanah diberi sebuah kesempatan, niscaya mereka ingin kembali lagi ke dunia meski sekejap saja.

 

 

 

Kamis, 08 Juli 2021

PERNAK PERNIK EURO #7


Akhirnya is menyusul Italia di panggung final Euro 20. Langkah Inggris dipastikan setelah mengandaskan perlawanan Denmark dinihari tadi. Sebenarnya Denmark mampu mengimbangi permainan Inggris, bahkan sempat unggul terlebih dahulu di menit 30 oleh gol indah tendangan bebas Mikkel Damsgaard.

Pertandingan namun akhirnya berakhir 1-1 setelah pada menit 39 terjadi gol bunuh diri oleh pemain Denmark Simon Kjaer. Pada babak tambahan waktu di menit 104 terjadilah insiden yang pada akhirnya “mengubur” mimpi Tim Dinamit Denmark untuk melaju sampai ke babak final.  Diving Raheem Sterling di kotak pinalti berbuah hadiah tendangan 12 pas untuk tim Inggris.

Sebenarnya keputusan wasit sempat mendapat protes dari pemain-pemain Denmark, dan wasit memutuskan berkonsultasi dengan petugas Video Assistant Referee (VAR). Di luar dugaan, keputusan penalti tetap diambil. Padahal dalam siaran ulang terlihat jelas, hampir tak ada kontak antara Raheem Sterling dengan pemain Denmark yang dituduh menjatuhkan pemain Manchester City tersebut, yakni Joakim Maehle.

Inilah sisi “kejam” dari sepak bola. Biarpun dalam rekaman video membuktikan bahwa keputusan wasit sebenarnya salah namun semua tidak ada gunanya. Ketika sebuah pertandingan selesai, maka tidak ada keputusan yang bisa dirubah lagi. Belum ada sejarahnya pertandingan diulang lagi karena sebuah insiden kesalahan keputusan wasit. Semua sudah berakhir, dan ini tentu amat pahit bagi pemain dan seluruh penggemar Denmark.

Tapi Denmark sudah memberikan segalanya. Semangat juangnya begitu menginspirasi banyak tim. Langkah mereka sampai ke semifinal pun sudah pencapaian yang luar biasa. Meskipun mereka harus terhenti karena sebuah “hadiah” yang sebenarnya tidak layak mereka terima. Tidak selamanya kita menganggap hasil atau skor sepak bola itu penting. Karena sportivitas tetap di atas semua itu.

 

Rabu, 07 Juli 2021

JANGAN TERBURU-BURU…



Sebagian Ulama’ menganggap sifat tergesa-gesa atau terburu-buru adalah dari setan. Sejatinya sifat tergesa-gesa juga merupakan sikap gegabah, kurang berpikir dan berhati-hati dalam bertindak. Yang mana sifat ini menghalangi pelakunya dari ketenangan dan kewibawaan. Cenderung memutuskan perkara dengan cepat tanpa membuat pertimbangan yang matang.

Tidak ada pekerjaan yang hasilnya bagus bila dikerjakan dengan terburu-buru. Meski juga bukan berarti semua harus dibuat lambat, santai atau mengalir begitu saja. Mengerjakan pekerjaan dengan tergesa-gesa bukan sebuah pilihan yang bagus, namun terlalu lambat pun sama saja tidak baiknya. Ada pilihan tepat yang terdapat di antara keduanya, yakni proporsional.

Dalam kehidupan kita di alam modern saat ini semua harus dilakukan dengan cepat. Terlambat sebentar, kita sudah tertinggal jauh. Coba saja kita pikirkan. Internet kita butuh yang cepat, karena bila tidak berkecepatan tinggi maka informasi dan komunikasi pasti akan terhambat. Transportasi demikian pula, muncullah proyek kereta api cepat antar kota bahkan antar provinsi.

Dunia yang serba cepat merangsang gaya hidup kita serba cepat. Makanan ingin yang cepat saji, bahkan ibadah pun kalau bisa serba cepat. Inilah celah setan masuk mengganggu kita. Ketika ibadah dilakukan dengan cepat (shalat misalnya), maka akan sulit mencapai kekhusyu’an. Hatinya tidak tenang karena merasa dikejar waktu.

Diceritakan oleh Al Hasan Al Bashri, dulu terdapatlah Seorang Alim yang menasihati orang yang meminta nasihat padanya, “Bertakwalah kepada Allah, sabarlah dan jangan engkau terburu–buru“. Sebuah nasihat yang ternyata membawa perubahan besar bagi orang yang memintanya. Dia terhindar dari perbuatan dosa besar karena tidak bertindak dengan terburu-buru. Kiranya tidak ada baiknya sifat terburu-buru kecuali satu hal saja, terburu-buru bertaubat ketika melakukan perbuatan dosa.




 

 

Selasa, 06 Juli 2021

PERNAK PERNIK EURO #6



Woww…. Italia melaju ke babak final Euro 20. Kepastian Italia lolos dari babak semifinal diraih setelah menghempaskan perlawanan Spanyol. Hasil pertandingan semifinal dinihari tadi sebenarnya berakhir dengan skor imbang 1-1 sampai waktu normal usai, bahkan hingga akhir extra time. Apa boleh buat, kedua negara harus berduel dalam drama adu penalti. Dan akhirnya Italia menang setelah dua eksekutor Spanyol gagal menunaikan tugasnya dengan baik. Skor akhir 4-2 untuk kemenangan Negeri Spagheti.

Italia tinggal menunggu siapa pemenang pertandingan semifinal yang lain antara tuan rumah Inggris yang akan menjamu Tim Dinamit Denmark. Tentu idealnya Inggris yang akan bertemu di partai puncak dengan Italia. Bila ini terjadi sudah pasti partai final akan berjalan sangat menarik.

Hampir secara bersamaan, Copa Amerika Latin juga sudah menyelesaikan babak semifinal. Terjadi final idaman para penggemar bola dunia, di mana Brazil akan menantang Tim Tango Argentina. Partai ini sebagai ajang pembuktian dua negara bola yang prestasinya di dunia sudah sangat mashur.

Kembali ke Euro. Italia memang dalam performa yang luar biasa. Terakhir, mereka sudah melewatkan 33 pertandingan tanpa mengalami kekalahan. Dan istimewanya, Italia terkenal memiliki pertahanan yang solid. Bicara sepak bola Italia memang amat lekat dengan istilah catenaccio. Dalam bahasa Italia, catenaccio berarti kunci. Catenaccio adalah suatu gaya bermain yang mengutamakan pertahanan sebagai dasar dari permainan suatu tim. Jadi, filosofi taktik catenaccio adalah membuat pertahanan sekuat mungkin sampai tim lawan kesulitan untuk mencetak gol.

Akan sangat menarik bila yang memainkan partai final Euro 20 adalah Italia vs Inggris. Timnas Inggris saat ini juga termasuk tim dengan pertahanan yang kuat. Mereka belum kebobolan satu gol pun dalam tujuh pertandingan (di Piala Eropa 2020 dan pertandingan persahabatan). Kedua tim yang sama-sama kuat dalam bertahan dan memiliki nama besar dalam kancah sepak bola dunia.

 

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...