Jumat, 06 Agustus 2021

ADIOS BARCA



Akhirnya, Lionel Messi angkat kaki dari Barcelona. Ini menjadi berita besar di jagad bola tahun ini. Sosok maestro bola yang meraih enam Ball On Dior dan telah mempersembahkan puluhan tropi bagi Barcelona ternyata memutuskan hengkang setelah 21 tahun membela klub kebanggaan orang Catalan. Adios Barca…, selamat tinggal FC.Barcelona.

Tentunya akan akan sangat sulit mencari sosok pengganti yang memiliki level seperti Lionel Messi. Dia adalah legenda hidup Barcelona, bergabubng di saat usia masih 13 tahun dan telah membuat rekor 672 gol selama berkarir di Barcelona.

Menarik dinanti bagaimana nasib Barcelona tanpa Lionel Messi. Apakah mereka mampu merajai Spanyol seperti saat Messi masih di Camp Nou. Atau sebaliknya, mengalami penurunan prestasi. Sebagai klub besar di Spanyol bahkan eropa, sebenarnya Barcelona tetap saja menakutkan walau tanpa Messi di sana. Masih banyak bintang yang mungkin justru akan bersinar ketika Messi pergi dari Barcelona.

Yang lebih menarik, kemana Messi akan berlabuh. Klub mana yang sanggup menggajinya. Memang saat ini ia bisa didapatkan dengan gratis karena kontraknya sudah habis, tapi gajinya di Barcelona tingginya “selangit”. Dalam kontrak terakhirnya, 2016-2021, pemain asal Argentina itu mendapat bayaran sekitar US$ 650 juta (Rp 9,1 triliun). Bila dibagi per pekan Rp 41,6 miliar. (Mengutip Tempo). Bayaran itu menjadikannya pemain sepak bola dengan bayaran tertinggi di dunia. Bandingkan dengan Cristiano Ronaldo yang bermain di Juventus, dikabarkan hanya menghasilkan Rp 17,9 miliar per minggu.

Menurut khabar terbaru, Messi siap untuk bergabung dengan Manchester City jika mereka setuju dengan tuntutan gaji pemain berjuluk La Pulga sebesar 500 ribu poundsterling atau Rp10,1 miliar per pekan setelah pajak. Nilai ini jauh lebih rendah dari yang ia dapatkan di Barcelona. Tapi tentu masih sangat tinggi bagi klub-klub yang ingin meminangnya. Karena semua klub di dunia mengalami penurunan pendapatan yang signifikan selama masa pandemi ini. Sepekan dua pekan yang akan datang, sepertinya kita bisa mengetahui kemana Messi mendarat. Adios Barcelona….

 

 

 

 

Kamis, 05 Agustus 2021

KEJAMNYA “HOAX”



"Hoax" atau berita palsu memang tidak pandang bulu korbannya. Bukan hanya orang biasa, bahkan sering orang yang memiliki pengetahuan tinggi atau jabatan yang mapan pun bisa terjerat dengan hoax.

Sepekan ini kita dikagetkan dengan berita "besar" sumbangan keluarga pengusaha untuk masyarakat terdampak pandemi. Jumlahnya membuat kita tercengang, bagaimana tidak dua triliun rupiah. Jumlah yang sangat fantastis. Media mainstream yang sudah sangat dikenal masyarakat semua berlomba memberitakan.

Belum hilang rasa terkejut dengan hebohnya berita donasi triliunan, masyarakat kembali geger dengan berita susulannya. Ternyata sumbangan yang dijanjikan cair rupanya tidak bisa dicairkan. Usut punya usut ternyata rekening pemilik penyumbang isinya tidak sepadan dengan nilai sumbangan yang dijanjikan.

Sebenarnya apa yang sedang terjadi di negeri kita. Apakah senekat itu orang hendak menipu?. Sehingga tak tanggung-tanggung orang se-Indonesia menjadi korbannya, termakan hoax. Lalu, mengapa pula semudah itu para pejabat tinggi "menerima" sumbangan yang nilainya di luar nalar tanpa menelusuri dengan serius kebenarannya. Bukankah aparat memilki perangkat yang lengkap dan dengan mudah memastikan apakah itu benar-benar atau nyata atau tidak.

Ketika semua belum jelas, semua keburu dipublikasikan ke masyarakat. Hasilnya, hanya menimbulkan kegaduhan masa. Masyarakat kita sedang sakit. Negeri kita sedang berjuang keluar dari cengkeraman pandemi. Berita-berita seperti ini tidak lucu sama sekali. Semua ini semakin menjadikan masyarakat sensitif. Inilah pelajaran yang mengharuskan kita untuk selalu tabayyun sebelum menyebarkan sebuah berita.

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...