Senin, 06 September 2021

KEBAIKAN KECIL



Kebaikan kecil yang terus dilakukan dan sudah menjadi kebiasaan hidup akan lebih berarti daripada kebaikan besar yang hanya kadang-kadang dilakukan. Begitu kita diajarkan dalam beribadah. Amalan yang sederhana yang sudah rutin dilakukan akan menjadi istimewa.

Dalam kehidupan kita sehari-hari acapkali kita mengalami situasi yang berbeda, Ada waktunya kita disibukkan dengan berbagai macam kegiatan. Namun di waktu yang lain kita banyak memiliki waktu longgar. Sering pula kita merasa banyak mendapat rezeki berupa materi, namun di kesempatan yang berbeda kita kekurangan. Bagi orang yang istiqomah, kebaikannya sudah menjadi laku hidup tidak akan terpengaruh dengan segala kondisi yang sedang dihadapi.

Jangan kecil hati bila hari ini yang dapat kita dawamkan hanyalah kebaikan-kebaikan kecil. Mengaji hanya mampu beberapa halaman dalam sehari. Sedekah pun kelasnya hanya recehan. Shalat sunah pun masih terbatas beberapa rakaat yang singkat. Namun kita harus bersedih bila kita tidak memiliki amalan yang istiqomah.

Tidak salah ungkapan sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Walaupun kecil, rendah dalam pandangan manusia, namun bila kita mendasarinya dengan keikhlasan hati balasannya tentu menjadi pahala besar. Sebaliknya amal yang besar menurut manusia bila dilakukan tidak semata karena ridha Allah maka akan sia-sia.

Terus saja berbuat. Tetap pegang dan hidupkan kebaikan kecil. Kelak yang kecil itu akan menjadi kebaikan yang besar. Kebaikan kecil itu adalah jalan dan latihan bagi hati kita. Bagaimana bisa melakukan kebaikan besar sementara yang kecil saja kita tidak mampu.

 

Minggu, 05 September 2021

BELAJAR DARI PENGALAMAN



Pengalaman adalah guru yang terbaik. Kata orang pintar itu karena belajar, cerdik itu karena pengalaman. Pintar dan cerdik adalah belajar dari pengalaman. Jadi tidak cukup seseorang pintar, karena ada yang lebih baik dari itu yaitu pintar dan cerdik.

Belajar dari pengalaman bukan berarti dari pengalaman kita sendiri. Apa yang dialami oleh orang lain bisa menjadi sesuatu yang berharga untuk kita jadikan pelajaran. Hidup ini tidak sepanjang harapan kita. Dan dalam rentang yang singkat itu kita masih punya kesempatan untuk selalu belajar dari banyak sumber yang berbeda. Tak perlu menunggu dari apa yang kita alami sendiri.

Dan hari ini saya harus belajar dari pengalaman Pak Didi (Dr. Didi Junaedi) menulis setiap hari tanpa jeda. Dalam Bincang Literasi Sahabat Pena Kita setiap bulan di Youtube Channel Sahabat Pena Kita. Beliau bercerita bahwa setiap pagi menulis tanpa ada satu hari pun yang kosong. Ya, 365 hari menulis tanpa jeda.

Semua pasti melalui proses yang panjang. Tentu membiasakan menulis setiap hari tanpa jeda membutuhkan latihan terus-menerus tanpa mengenal lelah. Seperti apa yang disampaikan Pak Didi menulis itu awalnya pahit, tapi akhirnya akan manis.

Ketika kita tidak mau mengecap yang pahit, jangan berharap bisa merasakan yang manis. Di saat kita enggan berpayah-payah belajar, sudah pasti kita tidak akan pernah bisa berkembang.

 

Sabtu, 04 September 2021

MENCOBA BERUBAH



Sudah kenal Jack Ma?. Pasti banyak yang sudah mengetahui siapa Jack Ma. Pengusaha, Penulis, Motivator dan Pemain film. Tapi dunia lebih mengenal Jack Ma sebagai miliarder dari Tiongkok sebagai pemilik (Owner) Alibaba.

Mengapa Jack Ma begitu sukses dalam usahanya. Jawabannya karena dia mau berubah dan belajar dari semua kesalahan. Seperti apa yang dia katakan “Sekali dalam hidupmu, cobalah bekerja keras dalam sesuatu hal. Cobalah berubah. Tak ada hal buruk yang bisa terjadi”.

Sukses Jack Ma bukan belajar dari keberhasilan orang lain kemudian meniru. Tapi justru dia belajar dari kesalahan orang kemudian mempelajari dan berusaha menghindari kesalahan yang serupa.

Dengan murah hati Jack Ma membuka rahasia sukses Alibaba dalam bukunya “Seribu Satu Kesalahan Alibaba”. Kesalahan itu pengalaman yang pahit namun memberi manfaat untuk perbaikan di masa yang akan datang. Kesalahan bukan untuk segera dilupakan, tapi dipelajari dan dijadikan pengetahuan yang berguna.

Sejauh mana kita telah berusaha berubah dan mengambil pelajaran dari sebuah kesalahan. Bila kita belum berusaha berubah, maka bersiaplah untuk selalu masuk dalam kesalahan-kesalahan yang terulang.

 

Jumat, 03 September 2021

POPULARITAS #2



Banyak yang tidak terkenal namun memiliki peranan yang besar. Mereka sering luput disebut namanya, namun semua tahu posisinya sebenarnya sangat penting. Hal itu tidak menjadikan dia berang karena sering tidak dianggap. Dan inilah bukti bahwa hatinya benar-benar ikhlas.

Dalam cerita Mahabharata kita disuguhkan cerita penuh emosi. Ketika perang Bharata Yudha, pihak Pandawa dibantu oleh Krisna. Posisinya tidak terjun langsung, namun hanya sebagai pengendara kereta Arjuna. Orang pasti paham bagaimana peran besar Krisna dalam membantu Pandawa. Meski dia tidak menggunakan senjatanya sama sekali, tapi hakikatnya dialah pemenang perang Barata Yudha. Memang dia kalah poler dengan Arjuna, padahal tanpa kehadiran Krisna Arjuna tidak akan pernah mampu mengalahkan lawannya.

Orang sering membuat perumpamaan ikhlas dengan gula. Gula yang membuat kopi menjadi masnis, tetapi orang tidak pernah menyebutnya. Gula rela bentuk dan rasanya menyatu larut dengan apa saja. Mungkin seperti itu jiwa yang ikhlas murni. Tidak penting apakah karyanya memberi manfaat banyak orang, yang terpenting Allah Mahatahu dengan segala apa yang dilakukannya.

Popularitas itu sebuah jebakan. Ketika ia sudah menjadi tujuan, maka akan tidak lagi bernilai segala amal baik yang dikerjakan. Puncaknya hanyalah pujian dan sanjungan dari orang. Padahal sanjungan tidak akan menambah kebaikan apa-apa, dan cacian tidak akan mengurangi kebaikan yang kita usahakan.

 

Kamis, 02 September 2021

POPULARITAS



Apa benar, semakin terkenal maka akan semakin mudah urusannya. Semakin dikenal banyak orang semakin dihargai, atau semakin banyak followernya pasti semakin banyak uangnya. Karena popularitas hari ini adalah kapital untuk mendapatkan uang yang berlimpah. Dari mulai mengendorse merk, jadi bintang iklan atau menjadi model sebuah produk. Intinya popularitas dianggap oleh banyak orang sangat penting melebihi yang lainnya.

Dampak dari menganggap menjadi orang terkenal itu menguntungkan dan membahagiakan, banyak orang obsesinya hanya ingin menjadi terkenal. Tidak penting terkenal karena punya prestasi apa. Jika perlu membuat sesuatu yang “nyleneh” pokoknya menjadi populer.

Berlomba-lomba di dunia media sosial mereka membuat konten. Tidak masalah apakah konten yang dibuat menabrak tata krama dan kepantasan dalam masyarakat. Asalkan menjadi viral dan dikenal orang mereka akan puas. Semua demi mencapai manisnya popularitas.

Bagaimana pandangan orang-orang shalih memandang popularitas?. Mereka berusaha untuk lari dari pujian manusia dan pengagungan mereka, serta membenci popularitas di kalangan manusia. Ini menunjukan keikhlasan mereka kepada Allah, dimana mereka mencukupkan diri dengan pengetahuan Allah sajalah tentang keadaan mereka, dan hanya berharap pahala dari Allah terhadap amalan mereka.

Mereka tidak mendambakan pujian serta tidak butuh popularitas di antara manusia. Justru mereka berharap menjadi orang yang tidak diperhitungkan di antara manusia, serta tiada yang memperhatikan amalan mereka selain Allah. Sejenak kita renungkan, apakah dalam hati kita selalu mengharapkan pujian dan mimpi menjadi orang yang terkenal. Bila ada benih-benihnya, cabut dan bersihkan sebelum menjadi besar dan berakar kuat.



 

 

Piala Dunia 2026 dan Hilangnya Netralitas Sepak Bola

Sepak bola selama ini dikenal sebagai olahraga yang mampu menyatukan berbagai bangsa tanpa memandang perbedaan politik, agama, maupun ideo...