Selasa, 21 Desember 2021

BERSAMA KESULITAN ADA KEMUDAHAN



Mereka yang tidak mengalami pahitnya hidup tidak akan bisa menghargai sebuah usaha. Mereka yang tidak merasakan kerja keras tidak akan bisa menghormati nikmatnya kesuksesan. Dan hanya yang pernah sakit yang bisa menyukuri nikmatnya kesehatan.

Kesulitan-kesulitan dalam hidup sebenarnya akan menjadikan orang lebih kuat mengarungi kerasnya kehidupan. Kehidupan ini tidak selamanya berjalan mudah, banyak yang harus dicapai dengan perjungan. Perjuangan itu bukan proses penderitaan menuju tujuan, tapi proses memantaskan diri untuk meraih tujuan.

Sebenarnya, siapapun tidak menginginkan dalam hidupnya banyak kesulitan. Namun pada kenyataannya tidak ada yang bisa menghindarinya. Kesulitan bukanlah hukuman yang ditimpkan. Hakikatnya kesulitan adalah kasih sayang Tuhan yang diberikan. Karena sebenrnya bersama kesulitan ada kemudahan.

Pelajaran yang layak kita renungkan, jangan terlalu bergembira bila hidup senantiasa dipenuhi kemudahan. Karena bisa saja kelak akan ada kesulitan besar yang menerpa, sedangkan diri tidak terbiasa menghadapinya.

Kesulitan dan kemudahan semuanya adalah anugerah dan cobaan dalam hidup. “Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan jangan pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri”. (Al-Hadid 23)

 

Senin, 20 Desember 2021

TIBA SAATNYA JUARA?



Duel panas seteru abadi timnas Indonesia vs Malaysia yang digelar di National Stadium Singapura, ahad malam berakhir dengan kemenangan telak timnas Indonesia 4-1. Kemenangan itu diraih dengan kerja keras dan pantang menyerah tim Garuda Muda setelah sempat tertinggal lebih dulu sebelum berbalik unggul.

Gawang timnas Indonesia yang dikawal Nadeo Argawinata kebobolan terlebih dahulu setelah Kogileswaran Raj mencetak gol pada menit ke-13. Timnas Indonesia kemudian membalasnya dengan empat gol. Dua di antaranya dicetak oleh Irfan Jaya (36', 43'), sedangkan dua sisanya dilesakkan Pratama Arhan (50') dan Elkan Baggott (82'). Dengan kemenangan ini, timnas Indonesia lolos ke semifinal Piala AFF 2020 dengan status sebagai juara Grup B mengungguli Vietnam yang keluar sebagai runner-up.

Banyak pujian yang dilontarkan pada timnas yang berkiprah di piala AFF 2020 kali ini. Meski menurunkan pemain-pemain muda nyatanya sejauh ini bisa maju ke babak semifinal. Yang mengesankan permainan timnas kita juga bisa dibilang bagus melebihi harapan banyak kalangan pecinta timnas.

Sebelum memastikan masuk ke empat besar, Indonesia dipandang sebelah mata oleh media-media asing peserta piala AFF. Banyak yang memberikan prediksi tim yang lolos dari grup B adalah Vietnam dan Malasyia. Di luar dugaan timnas kita tampil luar biasa dan mematahkan semua prediksi. Dan inilah keuntungan menjadi tim yang tidak diunggulkan, biasanya mampu tampil lepas tanpa beban “nothing to lose”.

Kini harapan untuk menjuarai Piala AFF kembali merekah bersemi. Sudah cukup sering kita masuk babak final, kiranya sudah sangat layak kali ini kita merengkuh gelar jawara asia tenggara untuk pertama kalinya. Tidak mudah memang, tapi melihat semangat perjuangan pasukan merah putih yang begitu menggelora menjadikan kita punya keyakinan yang besar. Semoga harapan kita semua menjadi kenyataan…

 

 

Minggu, 19 Desember 2021

BELAJAR DARI SIAPA SAJA



Belajar memang memerlukan seorang pembimbing atau guru. Namun hakikatnya belajar bisa kepada siapa saja. Misalnya ketika kita berjumpa dengan seseorang, kemudian kita berbincang-bincang pasti ada hal baik yang bisa kita petik sebagai pelajaran berguna. Ya, sesimpel itu kita bisa menggali banyak ilmu dari berbagai sumber.

Dalam kehidupan ini kita membutuhkan banyak pengetahuan. Tidak akan cukup orang belajar bertahun-tahun di lembaga pendidikan formal. Ada banyak masalah yang sebenarnya tidak diajarkan di kampus atau sekolah formal. Kita tetap membutuhkan interaksi dengan banyak orang untuk semakin memperkaya wawasan dan pandangan hidup.

Sebagai manusia kita tidak mungkin mengusai semua disiplin ilmu. Ada yang dilebihkan tapi sudah pasti akan ada sisi kekurangannya. Seorang profesor ternama di kampus boleh saja lebih mumpuni ilmunya dibanding seorang petani kecil di desa. Tapi kelebihannya itu tidak bersifat mutlak. Karena di bidang yang lain tak ada yang menjamin sang profesor lebih unggul.

Semua akan bermuara pada sebuah kesadaran untuk rendah hati. Tidak ada yang bisa kita banggakan dalam hidup ini, apa lagi pantas untuk disombongkan. Kalau saja harta kita secara hitungan lebih banyak dari yang lain, kita sadar semuanya hanya titipan yang tidak sepenuhnya milik kita. Pun bila kita mendapat amanah ilmu, tak pantas menjadikan besar kepala.

Mereka yang bangga dengan apa yang dimiliki, maka tak akan bertambah lagi. Seperti orang yang sudah merasa pandai maka dia akan berhenti untuk belajar. Padahal kita tahu belajar itu sepanjang usia kita. Belajar tidak terbatas dan semesta alam ini adalah sumber belajar yang tidak akan pernah kering mata airnya.

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...