Selasa, 05 April 2022

HARUS DISIPLIN



Anda ingin jadi seorang penulis?. Kuncinya harus disiplin. Mereka yang sudah memiliki karya besar dalam dunia literasi ternyata memiliki kesamaan yakni orang-orang disiplin. Bila seorang penulis tidak memiliki kedisiplinan pasti mereka tidak akan mampu menghasilkan karya yang bagus.

Dengan menerapkan gaya hidup disiplin seorang penulis bisa menata waktu dan mengatur kesibukan yang menjadi rutinitas hariannya. Sebenarnya waktu yang kita jalani sama, sehari dua puluh empat jam. Sementara orang disiplin menggunakan waktunya dengan baik dan mampu produktif, sedangkan orang-orang yang tidak disiplin merasa waktunya terlalu pendek dan tidak banyak hal yang dapat dia kerjakan.

Lihat saja para penulis hebat. Mereka adalah orang-orang yang bisa dikatakan "super sibuk". Bisa jadi mereka adalah Profesor yang memiliki jam mengajar yang padat. Atau mereka adalah pimpinan dari perusahaan besar yang sukses. Tetap saja mereka bisa menulis meski hanya memiliki sedikit waktu yang longgar.

Banyak yang menulis dalam kendaraan ketika menuju tempat kerjanya. Atau mereka menulis di saat waktu istirahat yang hanya beberapa puluh menit saja. Tetap saja mereka berupaya di saat orang biasa tidak akan mampu melakukannya. Kuncinya, mereka disiplin dan tidak merasa menulis adalah sebuah beban.

Ada hal yang menarik, seorang penulis hebat hampir pasti adalah seorang pembaca yang handal. Sepertinya tidak mungkin ada penulis besar yang tidak gemar membaca. Karena menulis dan membaca tidak bisa kita pisahkan eksistensinya. Ibaratnya seperti uang koin yang pasti memiliki dua sisi.

 

 

Senin, 04 April 2022

HANYA SEBUAH JEJAK



Apa yang dikenang dari seorang manusia. Kata peribahasa yang ditinggalkan oleh orang ketika ia sudah meninggal hanyalah nama. “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama”.

Lalu apa yang dimaksudkan meninggalkan nama. Apa hanya nama yang disandangnya ketika dia hidup. Ketika hidup orang memanggilnya “Ahmad”, karena memang namanya seperti itu. Tapi tentunya bukan semata itu yang dimaksud. Meninggalkan nama maknanya bisa meninggalkan jejak hidup. Ketika hidupnya dipenuhi dengan sejarah kemuliaan, maka ketika meninggal dunia, dia kan disebut-sebut sebagai orang yang baik.

Apa yang kita katakan dan apa yang kita perbuat akan menjadi jejak yang tertinggal ketika kehidupan telah berakhir. Kelak orang-orang yang mengenal kita akan bercerita tentang kita. Bagaimana kita bertutur, bagaimana sikap kita dengan tetangga, seperti apa menjalin persahabatan, dan segala apa yang yang menjadi tindak tanduk kita.

Apa yang diceritakan orang tentunya terbatas dengan apa yang mereka lihat. Lalu bagaimana kita meninggalkan jejak yang ada dalam pikiran kita. Melalui cara apa orang tahu gagasan-gagasan yang bersemayam dalam sanubari kita?. Hanya satu jalan, dengan banyak menulis.

Tinggalkan jejakmu dengan terus menulis. Menulis menjadi jembatan mengungkapkan ide yang masih abstrak. Menulis adalah tindakan nyata menungkap beribu rasa dalam batinmu. Orang tidak akan pernah tahu apa yang kamu pikirkan dan apa yang kamu rasakan bila hanya kamu simpan dalam angan.

 

Minggu, 03 April 2022

PIALA DUNIA QATAR 2022, RASA YANG BEDA



Drawing piala dunia yang akan dilaksanakan di Qatar pada 21 November hingga 18 Desember 2022 sudah telah selesai digelar. Bertempat di Doha Exhibition and Convention Center, Qatar, pada Jumat 1 April kemarin.

Piala dunia yang akan dilangsungkan pada akhir tahun ini menjadi piala dunia yang “berbeda” dari edisi sebelumnya. Ini kali pertama piala dunia digelar di akhir tahun, padahal lazimnya piala dunia dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli. Seperti kita ketahui pada bulan Juni maupun Juli kompetisi liga-liga eropa dan Amerika latin sedang libur.

Piala dunia tahun ini akan diikuti oleh 32 negara dari lima benua. Namun untuk piala dunia berikutnya FIFA telah menetapkan akan menambah pesertanya menjadi 48 negara. Penambahan kuota ini dari satu sisi sebenarnya menguntungkan bagi negara-negara yang belum pernah tampil, karena jatah pada setiap benua tentu akan mendapat tambahan. Namun ditinjau dari sisi mutu kompetisi ini kurang menguntungkan. Belum lagi jumlah pertandingan akan bertambah banyak dan waktu yang panjang.

Piala dunia yang digelar pada akhir tahun jelas akan mengganggu jalannya kompetisi liga-liga elit dunia. Klub-klub raksasa eropa tentunya akan kerepotan ditinggal para pemain bintangnya yang mentas di piala dunia. Jalannya liga memang bisa diliburkan sementara, tetapi kompetisi sekelas piala dunia tentu sangat menguras tenaga dan sering menjadi ancaman cedera serius bagi para pemain.

Bagi penggemar Messi dan Ronaldo, bersiaplah menanti aksi terakhir kedua bintang. Di usia yang sudah mencapai 37 tahun sepertinya ini akan menjadi piala dunia terakhir bagi Ronaldo. Demikian pula Messi yang sudah berumur 33 tahun, kemungkinan ini juga menjadi kesempatan terakhir untuk meraih tropi tertinggi di dunia sepak bola.

 

Jepang Membawa Asia Naik Kelas

Tim Nasional Jepang kembali menunjukkan kualitasnya di Piala Dunia 2026. Setelah berhasil menahan imbang Belanda dengan skor 2-2, Jepang...