Kamis, 07 April 2022

PENTINGNYA PENGENDALIAN DIRI



Inti dari ibadah puasa adalah pengendalian diri. Pengendalian diri yang dimaksud tidak sebatas hanya mengendalikan nafsu makan dan minum serta hubungan suami istri di waktu siang. Tapi lebih dari itu puasa juga mengendalikan semua panca indera dari yang dilarang oleh Allah. Bahkan pada puasanya orang khusus, mereka mampu mengendalikan hati dari dan pikiran dari segala yang mengotorinya.

Ibadah puasa sangat berperan penting dalam pembentukan kepribadian muslim yang mapan. Puasa yang dikerjakan dengan memberi dampak kestabilan emosi dan tidak mudah menurutkan gejolak amarah. Dan semakin banyak pribadi yang memiliki pengendalian diri yang baik, semakin tentram dan nyaman pula kehidupan masyarakat ini.

Kita bisa melihat tindakan kejahatan yang terjadi, sebagian besarnya karena tidak ada pengendalian diri. Ketika amarah sudah “meledak” maka seseorang tidak bisa berpikir lagi dengan jernih. Dan segala tindakannya tidak akan terkendali lagi sehingga mampu melakukan berbagai tindakan di luar kemanusiaan.

Perkelahian antar kelompok, pertikaian hingga peperangan sekalipun sering terjadi karena tidak mampunya seseorang mengendalikan dirinya sendiri. Satu orang saja tidak memiliki pengendalian diri yang baik bisa merusak ketenangan, terlebih bila dalam kelompok besar.

Seorang pemimpin dituntut lebih menguasai diri. Kita bisa berandai-andai, perang yang saat ini terjadi di belahan eropa timur, tentu tidak akan terjadi bila para pemimpin di sana mempunyai pengendalian diri. Karena pasti ada jalan terbaik, alih-alih mengorbankan ribuan jiwa demi meraih tujuan yang dimaksud.

 

 

Rabu, 06 April 2022

MASA PEMULIHAN



Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sudah resmi dibuka sejak bulan September 2020 terus berjalan hingga kini. Meski sempat terhenti lagi beberapa minggu, pada perkembangannya PTM tetap dapat dilangsungkan kembali meski dengan pengetatan dan tetap mematuhi protokol kesehatan yang disyaratkan oleh pemerintah.

Tidak dapat kita ingkari bahwa banyak pihak menyambut gembira dengan kembali diizinkan PTM setelah delapan belas bulan siswa harus “dikandangkan” di rumah dan hanya bisa belajar dengan cara daring. Model pembelajaran daring diyakini menjadi pilihan yang tidak ideal, namun tetap diterapkan karena tidak ada alternatif yang lebih baik.

PTM yang dilaksanakan oleh lembaga pendidikan saat ini memang telah berjalan meski belum bisa efektif seperti sebelum masa pandemi. Ada “gejala” yang tidak baik dari dampak pembelajaran daring yang begitu lama diterapkan. Semangat belajar siswa belum kembali seperti semula. Dan secara umum kemampuan akademik siswa mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Sebagai pendidik kita menyadari apa yang terjadi pada siswa bukan suatu yang sederhana. Mereka terputus siklus belajarnya dalam tempo yang panjang. Dan hari ini mereka sedang mengalami masa pemulihan. Pelan-pelan kita mengajak mereka kembali membangun semangat belajarnya. Menjalin kembali komunikasi yang baik dengan gurunya secara langsung. Dan menciptakan sosialisasi yang menyenangkan dengan teman-teman bermainnya.

Mereka masih membutuhkan waktu. Kesabaran pendidik dalam membimbing anak didik akan mengembalikan mereka kepada kondisi yang lebih baik. Sembari berharap keadaan akan semakin baik sehingga proses pemulihan yang kini telah berjalan akan segera mencapai hasil terbaiknya.

 

Selasa, 05 April 2022

HARUS DISIPLIN



Anda ingin jadi seorang penulis?. Kuncinya harus disiplin. Mereka yang sudah memiliki karya besar dalam dunia literasi ternyata memiliki kesamaan yakni orang-orang disiplin. Bila seorang penulis tidak memiliki kedisiplinan pasti mereka tidak akan mampu menghasilkan karya yang bagus.

Dengan menerapkan gaya hidup disiplin seorang penulis bisa menata waktu dan mengatur kesibukan yang menjadi rutinitas hariannya. Sebenarnya waktu yang kita jalani sama, sehari dua puluh empat jam. Sementara orang disiplin menggunakan waktunya dengan baik dan mampu produktif, sedangkan orang-orang yang tidak disiplin merasa waktunya terlalu pendek dan tidak banyak hal yang dapat dia kerjakan.

Lihat saja para penulis hebat. Mereka adalah orang-orang yang bisa dikatakan "super sibuk". Bisa jadi mereka adalah Profesor yang memiliki jam mengajar yang padat. Atau mereka adalah pimpinan dari perusahaan besar yang sukses. Tetap saja mereka bisa menulis meski hanya memiliki sedikit waktu yang longgar.

Banyak yang menulis dalam kendaraan ketika menuju tempat kerjanya. Atau mereka menulis di saat waktu istirahat yang hanya beberapa puluh menit saja. Tetap saja mereka berupaya di saat orang biasa tidak akan mampu melakukannya. Kuncinya, mereka disiplin dan tidak merasa menulis adalah sebuah beban.

Ada hal yang menarik, seorang penulis hebat hampir pasti adalah seorang pembaca yang handal. Sepertinya tidak mungkin ada penulis besar yang tidak gemar membaca. Karena menulis dan membaca tidak bisa kita pisahkan eksistensinya. Ibaratnya seperti uang koin yang pasti memiliki dua sisi.

 

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...