Jumat, 20 Mei 2022

SEPAK BOLA INDONESIA #3



Utak-atik mengapa sepak bola kita sulit meraih prestasi. Orang bilang, fisik pemain kita kurang ideal. Argumen pendapat ini, juara piala dunia di dominasi oleh negara-negara eropa yang memiliki fisik tinggi. Jerman, Italia, Inggris maupun Perancis seolah membuktikan bila fisik tinggi menjadi jaminan meraih gelar dalam dunia sepak bola.

Pendapat lain mengatakan. Sepak bola kita tidak bisa meraih prestasi karena makanan pemain kita kurang bergizi. Para pemain sepak bola profesional eropa biasa memakan makanan yang tinggi protein dan sedikit karbohidrat. Mereka mengonsumsi nutrisi yang tepat sehingga fisik mereka sangat kuat. Sedangkan pemain kita kurang disiplin dalam menjaga makan. Bagaimana bisa memiliki tenaga yang optimal bila yang dikonsumsi rendah nutrisi.

Lain lagi dengan pendapat yang satu ini. Sepak bola kita kurang maju karena mental pemain kita kurang kuat. Pemain kita mudah terprovokasi ketika bermain. Lihat saja liga sepak bola domestik. Sudah tidak terhitung berapa kali terjadi perkelahian dalam lapangan. Tidak hanya pemain bertarung melawan pemain. Bahkan wasit pemimpin pertandingan juga sering kena hajar karena dianggap tidak adil.

Bermain keras berbeda dengan bermain kasar. Kita melihat bagaimana kerasnya liga Inggris. Tapi mereka bermain dengan mental yang stabil sehingga sangat jarang terjadi perkelahian antar pemain, apalagi menyerang wasit. Karena mereka sadar itu pelanggaran yang berat.

Memang sangat rumit menelisik permasalahan yang menyebabkan kita tidak bisa meraih prestasi tinggi dalam sepak bola. Hal-hal yang diuraikan di atas mungkin saja ada benarnya. Meski juga kita bisa diklaim semua pasti benar. Satu hal yang mungkin bisa direnungkan mengapa sepak bola tidak bisa maju. Semua bangsa diciptakan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Nah, kelebihan kita bukan bermain bola….

 

 

Kamis, 19 Mei 2022

SEPAK BOLA INDONESIA #2



Apa benar kita cinta dengan sepak bola nasional (timnas). Jika benar buktinya apa?. Sebuah pertanyaan yang harus dijawab oleh para suporter timnas, pengurus PSSI, pejabat pemerintah dan para pemain timnas sendiri. Cinta suporter kita dengan sepak bola sepertinya tidak diragukan lagi. Mereka dengan setia selalu mendukung kiprah tim garuda. Tidak hanya di stadion, dunia maya juga gegap gempita ketika timnas kita bermain. Rasanya, kita boleh bangga dengan gairah para penggemar timnas kita. Mungkin suporter kita sekelas holigan di Inggris atau ultras di Italia.

Lalu bagaimana dengan para pengurus PSSI, apakah mereka juga mencintai sepak bola nasional. Kita sebenarnya juga memiliki harapan yang besar kepada para pengurus PSSI, mereka mencintai timnas. Mereka tentunya menyadari sepak bola bukab hanya olah raga semata, sepak bola adalah prestise bangsa. Bila sepak bola kita mampu berbicara banyak di level internasional, sudah pasti kita sebagai bangsa juga sangat bangga.

Suara sumbang tentang kinerja pengurus PSSI memang sudah lama kita dengar. Meski kita tidak pernah tahu kebenaran semua itu. Mengurusi sepak bola tidak sama dengan berbisnis. Apalagi menjadikan sepak bola sebagai sarana berpolitik. Sepak bola harus dikelola dengan profesional dan menempatkannya sebagai olah raga murni. Tidak boleh ada kepentingan selain meraih prestasi.

Lalu peran apa yang bisa membuktikan bahwa para pemimpin kita juga mencintai sepak bola. Tentunya harus ada dukungan pembinaan sejak dini. Jangan dibiarkan sepak bola tumbuh dengan sendirinya. Harus ada sarana dan dukungan kepada anak-anak kita untuk berlatih. Bagaimana mengharap timnas kita berprestasi bila lapangan sepak bola saja kita hanya memiliki sedikit. Itu juga lapangan yang tidak memenuhi standar.

Bila sarana pembinaan sudah layak dan memenuhi standar, kita bisa bermimpi memiliki timnas yang berprestasi. Memang semua tidak bisa instan. Sepuluh, duapuluh tahun yang akan datang kita akan mewujudkan timnas berlaga di pentas piala dunia. Namun bila hingga kini kita tidak bisa berbenah, kuburkan saja mimpi tentang sepak bola nasional yang berprestasi.

 

 

Rabu, 18 Mei 2022

SEPAK BOLA INDONESIA #1



Mengapa olah raga sepak bola begitu populer di Indonesia?. Kita juga heran dengan fakta ini. Bila dilihat dari prestasi timnas kita, tentu belum membanggakan. Kita masih bersaing di level asia tenggara. Jangankan prestasi piala dunia, untuk menjadi juara asia tenggara saja kita masih kesulitan.

Timnas kita masih sering kewalahan bila menghadapi Thailand. Belakangan Vietnam juga sering menjadi batu sandungan. Lalu Malasyia?. Kita memang masih bisa mengimbangi. Timnas hanya terlihat superior ketika bertemu dengan Kamboja, Laos, Brunei Darussalam maupun Timor Leste.

Yang lebih mengherankan dari sepak bola kita adalah para penggemarnya yang begitu fanatik. Suporter kita termasuk militan ketika mendukung setiap pertandingan timnas. Stadion akan menjadi penuh sesak ketika timnas main di kandang. Meski berkali-kali kecewa karena kalah dengan lawan, nyatanya tidak pernah membuat cinta penggemar menjadi luluh. Cinta sampai mati sepertinya.

Bila dibandingkan dengan prestasi olah raga bulu tangkis, sepak bola sangatlah minor. Bulu tangkis kita mampu mengukir prestasi tertinggi di dunia. Bahkan medali emas olimpiade sudah menjadi langganan atlet kita. Uniknya, bulu tangkis tetap kalah pamor dengan sepak bola. Kita seolah “biasa saja” ketika mendengar prestasi bulu tangkis kita merajai dunia.

Apa hendak dikata. Bulu tangkis yang kaya prestasi masih kalah populer dengan sepak bola yang miskin prestasi di negeri kita. Bisa dibayangkan bila timnas kita mampu meraih prestasi di level dunia, sudah pasti sepak bola semakin menjadi favorit dan mendapatkan tempat di hati penggemar.

 

 

 

Piala Dunia 2026 dan Hilangnya Netralitas Sepak Bola

Sepak bola selama ini dikenal sebagai olahraga yang mampu menyatukan berbagai bangsa tanpa memandang perbedaan politik, agama, maupun ideo...