Jumat, 18 November 2022

Suasana Menjelang Pembukaan Piala Dunia 2022 di Qatar



Kurang dari sepekan menjelang pembukaan Piala Dunia 2022 di Qatar, terasa gebyar menyambut even tertinggi dalam dunia sepak bola itu tampak biasa-biasa saja.

Aroma piala dunia yang biasanya menggugah animo ratusan juta penggemar sepak bola di seluruh  penjuru dunia kini hingga kini belum tercium. Ini menjadi tantangan serius, apakah Piala Dunia 2022 di Qatar akan berlangsung sukses.

Jauh sebelum Piala Dunia 2022 di Qatar akan dihelat, banyak pihak  meyakini World Cup edisi kali ini akan berlangsung fantastis. Qatar sebagai penyelenggara mendesain pagelaran rutin empat tahunan tersebut menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.

Minimnya waktu persiapan pemain menjelang tampil di Piala Dunia 2022

Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi turnamen yang berbeda dari piala dunia sebelumnya. Bulan November hingga Desember dipilih sebagai waktu penyelenggaraan. Padahal selama ini FIFA konsisten menghelat piala dunia pada bulan Juni hingga Juli.

Dampak dari perubahan waktu penyelenggaraan piala dunia adalah persiapan pemain yang sangat singkat. Piala Dunia 2022 di Qatar diselenggarakan di saat kompetisi sepak bola di benua eropa dan amerika sedang berjalan.

Minimnya persiapan pemain di tim nasional disinyalir akan berakibat pada buruknya performa mereka nanti. Para pemain bintang masih disibukkan dengan membela klub mereka di saat Piala Dunia 2022 di Qatar tinggal satu pekan.

Tidak banyak laga try out antar kontestan Piala Dunia 2022

Lazimnya sebelum piala dunia digelar akan banyak pertandingan uji coba atau try out sesama kontestan yang akan berlaga. Tapi menjelang Piala Dunia 2022 kali ini kita tidak bisa menikmati pertandingan uji coba antar negara peserta sebagai persiapan terakhir menuju Qatar.

Uji coba tidak dimaksudkan sekadar mengukur kemampuan sebuah tim. Pertandingan try out yang dimainkan akan menjadi sarana promosi piala dunia yang efektif. Semakin banyak pertandingan uji coba akan semakin menjadikan pentas piala dunia semarak dan dinanti.

Memang tidak disangkal lagi persiapan Piala Dunia 2022 di Qatar menyisakan banyak permasalahan. Isu pelanggaran HAM menjadi salah satu masalahnya. Yang terkini adalah boikot Piala Dunia 2022 Qatar menggema di stadion Jerman dalam pertandingan Bundesliga terakhir sebelum jeda Piala Dunia.***

 

 

 

 

Senin, 14 November 2022

Metode Pendidikan Qurani #3


 

Menempa anak dengan olahraga, latihan fisik dan ketangkasan

Dalam mendidik anak, orang tua mesti memperhatikan kedua aspek penting yakni ruhani dan jasmani. Keduanya harus dibina dengan seimbang. Karena pendidikan anak bukan hanya seputar urusan pekerti dan karakter semata. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Ajarilah anak-anakmu berenang, memanah dan menunggang kuda”. (H.R Bukhari Muslim)".

Fisik yang kuat juga menjadi perhatian serius dalam mendidik anak. Meninggalkan generasi dengan fisik yang lemah menjadi hal buruk dan indikasi kegagalan suatu generasi.

Di zaman erad digital seperti sekarang ini, banyak hal yang bisa menyebabkan menurunnya kekuatan dan kemapuan fisik anak. Anak cenderung meninggalkan permainan-permainan tradisonal yang di dalamnya ada unsur mengolah fisik.

Selanjutnya generasi post modern lebih akrab denga gadget dan game online. Kegemaran anak dengan segala permainan mode digital menjadikan anak kurang bergerak. Anak-anak cenderung menghabiskan banyak waktu dalam ruangan tertutup. Dalam jangka panjang kita akan melihat dampak buruk permainan semacam ini.

Melatih olah raga tentunya tidak hanya terbatas renang, memanah naupun berkuda. Namun banyak jenis olah raga yang di dalamnya ada aspek kekuatan tubuh seperti berenang, melatih fokus dan keseimbangan seperti memanah dan ketangkasan seperti berkuda.

Olahraga memiliki manfaat bagi tubuh atau fisik. Namun aktivitas fisik atau olahraga tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik, melainkan juga berdampak positif terhadap fungsi otak serta mentalnya.

Olahraga pun bermanfaat untuk fungsi kognitif dan psikologis anak. Dengan porsi yang teratur dan sesuai olahraga dapat meningkatkan daya ingat, konsentrasi serta kemampuan fokus. Selain itu juga untuk meningkatkan percaya diri, membentuk karakter dan melatih kecerdasan serta mencegah perilaku menyimpang anak dengan menyalurkan energinya saat olahraga.

Kesimpulan

Mendidik anak adalah bagian dari kewajiban orang tua yang nanti akan dipetanggungjawabkan di hadapan Allah. Mendidik anak harus sesuai dengan tuntunan Al-quran dan sunah Nabi. Mendidik anak harus dimulai dengan meletakkan dasar keimanan yang kuat. Anak-anak dididik dengan kelembutan agar potensi yang dikaruaniakan Allah dapat berkembang dengan optimal. Yang tidak boleh diabaikan oleh orang tua, anak mesti dibina fisiknya dengan berolahraga dan permainan ketangkasan. Pada akhirnya, anak tidak hanya memiliki budi pekerti yang luhur dan berkarakter, tapi juga memiliki tubuh yang sehat dan keunggulan fisiknya.

 

Minggu, 13 November 2022

Tidak Sportif



Peribahasa mengatakan hujan sehari menghapus kemarau setahun. Maknanya, keburukan sedikit bisa menghancurkan kebaikan yang telah lama dibuat atau dilakukan seseorang.

Dalam kehidupan, sering kita jumpai kenyataan yang serupa dengan peribahasa di atas. Kebaikan seseorang yang sudah dilakukan bertahun-tahun bisa terhapus hanya karena satu kesalahan. Ini merupakan perilaku yang yang sportif.

Bagaimana seseorang menganggap satu kesalahan lebih berat kadarnya dengan seribu kebaikan. Seharusnya satu kesalahan hanya sebanding dengan satu kebaikan. Apabila ada orang  yang telah baik sikapnya kepada kita dalam rentang waktu yang lama, tak pantas kita memperlakukannya tidak adil hanya karena satu kesalahan.

Kesalahan itu manusiawi. Tidak akan ada orang yang hidupnya luput dari kesalahan. Seperti itulah kenyataannya, dan diri kita juga bagian dari kelaziman itu. Lalu mengapa mudah memaafkan kesalahan sendiri, sementara bila orang lain yang bersalah kita teramat berat memaafkannya.

Mari belajar bersifat kesatria dan jujur. Mencoba menghargai kebaikan orang lain walau itu kebaikan kecil. Dan melatih diri memaafkan kesalahan orang lain, meski itu terasa berat.

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...