Minggu, 27 November 2022

Tragis, Tuan Rumah Qatar Tersingkir dari Arena Piala Dunia 2022



Timnas Qatar dipastikan tersingkir dari pentas Piala Dunia 2022 setelah kalah 3:1 dari Senegal.Tiga gol Senegal diciptakan oleh B. Dia pada menit ke-41, F. Diédhiou menit ke-48 dan satu gol dari B. Dieng di menit ke-84. Sementara Qatar hanya bisa membuat sebiji gol melalui Mohammed Muntari pada menit ke-78.

Sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 langkah Qatar yang terhenti secara cepat tentu sangat mengecewakan penggemarnya. Di saat tim-tim asia yang lainnya tampil mengesankan, Qatar yang mendapat dukungan penuh dari suporternya justru tersungkur di dua pertandingan yang dilakoninya.

Dua kekalahan beruntun dari Ekuador dan Senegar praktis menutup peluang Qatar untuk melaju pada babak knock out. Memang pertandingan masih menyisakan satu laga lagi, tapi koleksi poin kedua pesaing mereka Belanda dan Ekuador sudah tidak akan terkejar lagi.

Qatar Bukan Negerinya Sepak Bola

Qatar bukan negara asia pertama yang menjadi tuan rumah piala dunia. Sebelumnya Jepang dan Korea pernah menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2002. Dipilihnya Qatar sebagai penyelenggara Piala Dunia 2022 sejak awal telah menuai banyak kritikan.

Banyak pihak menilai cuaca di Qatar terlalu ekstrem untuk menghelat pertandingan sepak bola. Ditambah lagi dengan budaya masyarakat Qatar secara tradisional bukan negeri penggemar sepak bola.

Qatar termasuk negara asia yang telat mengenal sepak bola. Menurut sebuah literatur Qatar baru mengenal sepak bola pada tahun 1948 yang dibawa oleh para ekspatriat dari Inggris yang bekerja di bidang perminyakan.

Dalam urusan sepak bola nama Qatar jauh kalah mentereng dari Korea Selatan, Jepang, Iran maupun Saudi Arabia. Memang Qatar pernah membuat kejutan dengan menjuarai Piala Asia 2019 setelah mengalahkan Jepang di final dengan skor 3:1.

Tim Pembuka Pertandingan dan yang Pertama Tersingkir

Sebagai tuan rumah, Qatar mendapat kehormatan menjadi tim pertama yang bertanding. Namun pertandingan melawan Ekuador gagal dimanfaatkan, meski Qatar bermain di depan publiknya sendiri.

Qatar menjadi kontestan pertama yang tersingkir dari arena Piala Dunia 2022. Dan Ini berdampak kurang baik bagi penyelenggaraan turnamen. Antusiasme penggemar sepak bola di Qatar pasti akan menurun drastis karena tim kebanggaan mereka telah gugur di babak awal.

Akan beda cerita bila Qatar mampu melangkah jauh seperti Korea Selatan ketika menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002. Sejarah tentu akan mencatat tuan rumah yang sukses sebagai penyelenggara dan sukses berprestasi.***

 

 

 

 

 

Sabtu, 26 November 2022

Puisi Untuk Guru

 


Guruku Pahlawanku

(Karya Sakinah Kela6 MI Miftahul Huda)

 

Oh guru…

Engkau pahlawanku

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan

Engkau yang membuat kami mengerti banyak hal

 

Guruku…

Engkau telah membimbing kami

Hingga bisa membaca dan menulis

Tanpamu kami tak akan menjadi seperti ini

 

Oh guruku

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

Terima kasih engkau telah membimbing kami

Atas jasamu yang tak terhingga

 



Untuk Guruku

(Karya Fiddini Kela6 MI Miftahul Huda)

 

Engkau adalah penuntun masa depan

Dengan sabar engkau mengajari kami tentang banyak hal

Tak peduli terik maupun  hujan

Engkau selalu semangat untuk mengajar

 

Guru… perjuanganmu tanpa lelah

Untuk menjadikan kami penerus bangsa yang hebat bermartabat

Dari kami tidak bisa apa-apa

Hingga kami mengerti segalanya

 

Guru, terima kasih atas bekal ilmu

Yang telah engkau ajarkan pada kami

Semangat dan perjuanganmu

Untuk kami muridmu

 

Oh guru…Akan kami kenang sepanjang masa

Semoga lelahmu akan menjadi lillah 

 




Wahai Guruku

(Karya Quuen Kela6 MI Miftahul Huda)

 

Guru…

Saat kau terima kami dengan tulus

Saat pertama langkah kaki ini, kami tak mengerti

Bahkan kami tak tahu arah yang kami cari

Satu cita-cita kami, hanya ingin menjadi manusia yang berguna

 

Kini…Setelah hari-hari berganti

Menjadi pasti kami akan pergi untuk mengejar cita kami

Menggapai harapan melanjutkan langkah kaki

Untuk meraih segudang prestasi

 

Guru…

Bekal yang engkau tanam kepada kami

Akan kami gali untuk masa depan

Akan kami ingat ketulusan jasa-jasamu

Yang selalu sabar membimbing kami

Hadirmu takkan pernah bisa terganti

 

Terima kasih untuk semua pengorbananmu

Wahai Guruku….

 

 

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...