Minggu, 27 Februari 2022

STANDARD GANDA NEGERI “PAMAN SAM”



Perang benar-benar telah pecah di Ukraina. Pasaukan Rusia telah melancarkan serangan ke kota-kota di Ukraina. Ribuan orang telah mengungsi menyeberangi perbatasan meninggalkan Ukraina demi mencari keselamatan. Sementara sebagian besar warganya bertahan dan siap perang melawan invasi tentara Rusia.

Rusia kini menunjukkan kekuatannya. Mereka tetap melancarkan operasi militer meski mendapat ancaman dari Amerika Serikat. Seperti pepatah yang mengatakan “Anjing menggonggong kafilah berlalu”. Meski Joe Biden telah mengeluarkan ancaman keras bila Rusia melanjutkan invasinya, nyatanya semua dianggap gertak sambal yang tidak menakutkan Putin (Presiden Rusia).

Mengapa Rusia begitu berani melawan dunia. Tentu karena Rusia memiliki kekuatan militer yang besar dan kuat. Didukung pula dengan persenjataan dan peralatan perang yang canggih. Ini yang membuat Amerika harus berhitung seribu kali untuk terlibat perang dengan Rusia. Seperti kata Biden kepada NBC awal bulan ini, “Ini tidak seperti kita berurusan dengan organisasi teroris". Artinya Amerika menyadari melawan kekuatan Rusia akan memiliki risiko yang sangat besar.

Amerika kembali memainkan politik satandar gandanya. Mengapa ketika konflik Irak dengan Kuwait mereka turut campur sedangkan konflik di Ukraina mereka diam saja. Status sebagai “Polisi Dunia” negeri Paman Sam (Amerika) kembali dipertanyakan. Nampak bahwa selama ini apa yang menjadi kebijakan Amerika semata untuk keuntungan mereka sendiri.

Dunia berharap cemas menunggu apa yang terjadi selanjutnya. Apakah benar Amerika hanya diam atau berani melawan Rusia. Bila mereka tidak ambil bagian, kemungkinan invasi Rusia akan segera berakhir. Tapi bila Amerika angkat senjata membantu Ukraina, ancaman yang lebih besar akan terjadi. Perang Dunia ketiga di depan mata.

 

Sabtu, 26 Februari 2022

ARTIKEL KE-600



Kalau diibaratkan, aktivitas nge-blog itu seperti menabung tulisan. Satu demi satu artikel yang kita unggah di blog akan terkumpul menjajadi banyak. Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Asalakan kita terus menulis, kita akan memiliki tabungan artikel yang banyak.

Hari ini blog saya sudah mencapai 600 artikel. Jumlah yang sebenarnya tidak saya duga sebelumnya. Jangankan sampai ratusan judul, untuk mengawali ngeblog (tulisan pertama) dulu, saya kebingungan harus menulis apa. Rupanya ketika kita jalani dengan santai tapi juga dengan kesungguhan tekad, selalu ada bahan yang bisa dijadikan tulisan.

Sederhana memang. Tidak ada yang istimewa dari artikel-artikel yang bisa saya tulis. Dan saya memang memiliki keterbatasan kemampuan untuk membuat artikel yang bermutu. Apalagi membuat karya ilmiah, jelas saya bukan orang yang memiliki kompeten di bidang itu.

Apa yang saya kerjakan hanyalah mengamalkan “Pokok nulis”. Entahlah, apakah semua ini memiliki manfaat bagi orang (pembaca). Tapi yang saya ketahui dengan pasti, menuis memiliki banyak manfaat bagi diri saya pribadi. Andai saja saya tidak menemukan dan merasakan manfaat dari menulis, pastinya saya sudah berhenti menulis sejak lama.

Tidak lelah. Terus menulis ternyata tidak menjadikan kita bosan atau kelelahan. Justru yang saya rasakan selalu ada energi untuk membuat karya baru. Tidak pula menulis itu menjadi beban, karena menyenangkan. Apa yang dikatakan orang tentang pengalaman yang dirasakan belum pasti nalar kita menerima. Karena kita mengukur dari sesuatu yang abstrak, sementara orang lain telah menjalaninya dengan nyata.

 

Jumat, 25 Februari 2022

DARI KRISIS MINYAK SAMPAI KE ANCAMAN PERANG

 


Bagaimana khabar persediaan minyak goreng yang langka di negeri kita?. Di berbagai daerah masih banyak antrian “emak-emak” yang berjubel menunggu bagian beberapa liter minyak goreng. Dan di tengah keadaan yang sulit, lagi-lagi kita melihat banyak pihak yang mencoba mengambil keuntungan. Mereka menimbun ribuan liter minyak goreng demi mendapat “cuan” berlipat, tidak peduli apakah tindakannya merugikan, yang penting dia meraih laba besar.

Apa yang terjadi di masyarakat kita sebenarnya bisa kita tanggapi dengan cara yang proporsional (tidak berlebih-lebihan). Kita memaklumi bila keadaan ini berpengaruh bagi industri kecil yang bergantung pada minyak goreng. Namun bagi kalangan rumah tangga biasa, santai saja bila minyak goreng sedang langka, tidak perlu panik. Banyak alternatif mengolah makanan tanpa menggunakan minyak goreng. Dan yang pasti semakin kita mengurangi penggunaan minyak goreng, maka akan semakin bagus bagi kesehatan tubuh.

Di saat kita “hanya” terancam dengan krisis stok minyak goreng, di belahan bumi yang nun jauh di sana sedang terancam menghadapi perang senjata. Operasi militer Rusia di Ukraina resmi diumumkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin kemarin. Tak lama berselang, ledakan terjadi di ibu kota Ukraina Kyiv, pada waktu setempat. Bahkan meluas hingga kota Kharkiv dan daerah lainnya.

Banyak pihak melaporkan mendengar "aliran ledakan keras yang terus-menerus". Bahkan kabar terbaru (belum pasti kebenarannya) menyebutkan korban jiwa mulai berjatuhan. Akibatnya, rantai pasokan makanan dari pertanian diprediksi akan terganggu karena perang yang terjadi. Dan perang yang terjadi di sana tidak hanya melibatkan Rusia dan Ukraina. Ada kekuatan Amerika dan NATO di belakang Ukraina. Sementara Rusia juga mendapat dukungan dari sekutu mereka China.

Kita tidak berani membayangkan bila perang berlanjut hingga menggunakan senjata nuklir. Seperti diketahui bersama, Rusia adalah negara yang memiliki senjata nuklir. Bahkan menurut sebuah data, nuklir Rusia jumlahnya sangat banyak. Seperti kata pengamat militer, jika benar-benar terjadi perang nuklir, maka peradaban dunia akan hancur. Sebuah ancaman yang mengerikan dan tidak bisa dianggap main-main.

 


 

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...