Jumat, 16 Desember 2022

Preview Laga Argentina vs Perancis, Final Ideal Piala Dunia 2022 di Qatar



Tim Ayam Jantan Perancis sukses menjinakkan Kuda Hitam Maroko di laga semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar. Bermain di Al Bayt Stadium Qatar Perancis unggul 2:0. Dua gol Perancis diciptakan oleh T. Hernández di menit ke-5 dan R. Kolo Muani pada menit ke-79.

Laga Maroko vs Perancis berlangsung menarik dengan intensitas yang tinggi. Perancis tampil tangguh luar biasa untuk mengatasi perlawanan ngotot ala Maroko dalam duel semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar, Kamis 15 Desember 2022 dini hari tadi.

Kemenangan Les Bleus ini mengantar anak asuh Didier Deschamps melaju ke babak final Piala Dunia 2022 di Qatar. Perancis akan menghadapi Argentina di laga puncak pada Minggu, 18 Desember 2022 di Lusail Iconic Stadium Qatar.

Ulasan Pertandingan Perancis vs Maroko

Sebagai tim sarat pengalaman dan juara dunia, Perancis tahu betul cara untuk menghadapi lawan tanguh seperti Maroko. Taktik Didier Deschamps dengan membiarkan Maroko lebih banyak membawa bola di pertandingan ini, terbukti jitu.

Statistik pertandingan menunjukkan Maroko memiliki ball possession 61% sedangkan Perancis hanya 38% saja. Namun bila dilihat dari efektivitas bermain Perancis lebih unggul.

Pertahanan Prancis sangat solid, dan pergantian pemain yang dilakukan pelatih pun terbukti sangat tepat. Mental juara pemain-pemain Perancis juga jelas terlihat dari ketenangan mereka bermain. Dan, Maroko harus mengakui kalah pengalaman dari sang juara bertahan.

Maroko sebenarnya juga bermain bagus. Ziyech dan kawan-kawan bermain keluar dan lebih ofensif. Ini berbeda dengan pertandingan Maroko sebelumnya. Namun karena yang dihadapi adalah tim sekelas Perancis serangan bertubi-tubi Maroko selalu dapat dipatahkan.

Final Ideal Piala Dunia 2022 di Qatar

Harapan terjadinya final ideal pada Piala Dunia 2022 di Qatar kini menjadi kenyataan. Argentina akan melawan juara bertahan Perancis untuk merebutkan supremasi tertinggi dalam dunia sepak bola.

Dua negara yang mewakili sepak bola Eropa dan Amerika latin akan duel penuh gengsi di panggung megah final Piala Dunia 2022 di Qatar.

Ini akan menjadi final yang seru dan penuh sensasi. Kedua finalis masing-masing memiliki kelebihan dan layak menjadi juara dunia. Uniknya, kedua negara memiliki koleksi gelar yang sama. Perancis dan Argentina telah dua kali menjuarai Piala Dunia.

Bila Perancis mampu menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar, maka ini akan menjadi gelar kedua beruntun. Sepanjang sejarah Piala Dunia, hanya dua tim yang bisa menjadi juara beruntun, yaitu Brasil (1958 & 1962) dan Italia (1934 & 1938).

 

 

 

Rabu, 14 Desember 2022

Messi Tampil Cemerlang, Argentina Lolos ke Final World Cup 2022 di Qatar



Sukses melumat Kroasia dengan skor 3:0, Argentina tampil dengan meyakinkan pada semifinal World Cup 2022 di Qatar. Lionel Messi benar-benar menjadi momok bagi Kroasia. Penampilan cemerlangnya mampu mengangkat performa Argentina.

Tidak diragukan lagi, Argentina kini memiliki peluang yang cukup besar untuk meraih gelar keempatnya dalam sejarah Piala Dunia. Dan kemenangan Argentina atas Kroasia menjadi pertandingan terbaik bagi Messi dan kawan-kawan pada perhelatan World Cup 2022 di Qatar.

Kini selangkah lagi Argentina akan meraih mimpi merengkuh tropi tertinggi dalam dunia sepak bola. Perancis maupun Maroko akan menjadi lawan terakhir yang tidak bisa dipandang ringan.

Di atas kertas Maroko memang lebih mudah untuk ditaklukkan. Tapi kiprah Hakim Ziyech dan kawan-kawan di Qatar pada Piala Dunia kali ini susah diprediksi. Tengok saja, sudah berapa tim raksasa yang berhasil mereka singkirkan.

Jadi, Argentina tidak perlu berharap bertemu dengan Maroko. Karena tidak ada pertandingan yang mudah di partai final. Dan siapa saja yang berhasil lolos sampai ke babak final, pasti adalah tim yang pantas dan terbaik.

 

Selasa, 13 Desember 2022

BELUM TIBA WAKTUNYA



Tak jarang kita mendengar orang berkata:“Saya sudah berdoa tapi Allah tidak mengabulkannya”. Sebenarnya ungkapan tersebut benar-benar keliru. Itu adalah perkataan orang yang putus asa dari rahmat Allah. Karena Allah telah berjanji akan mejawab doa hamba-hamba yang senantiasa meminta.

Allah tidak akan menolak doa atau permintaan yang kita panjatkan. Hanya belum waktunya saja untuk dikabulkan. Bila masanya telah tiba, niscaya pasti akan dijawab semua doa-doa dan harapan baik semua hamba-Nya.

Allah mengatur dan mencipta semua yang ada di alam semesta ini dengan indah. Tak ada satupun ciptaan-Nya yang sia-sia. Karena itu, kita mesti belajar berbaik sangka dengan yang Allah berikan saat ini.

Coba kita renungkan sejenak. Kita dahulu dilahirkan dalam keadaan yang lemah. Namun Allah telah menyiapkan orang-orang yang menyayangi di sekitar kita. Meski tubuh kita tiada daya namun selalu aman dan terjaga.

Allah belum menumbuhkan gigi-gigi bayi yang baru dilahirkan, karena memang belum diperlukan. Rezekinya cukup hanya dengan air susu dari ibunya. Tangan dan kaki juga belum bisa melakukan pekerjaan. Tapi semua yang dia perlukan sudah dipenuhi oleh orag-orang yang di dalam hatinya ditumbuhkan cinta padanya.

Mungkin seperti itulah perjalanan hidup ini. Terus saja kita berdoa, dan pasti bila tiba waktunya Allah akan memenuhi dan mengabulkan semuanya.

 

Rabu, 07 Desember 2022

Preview Menuju Babak Perempat Final Piala Dunia 2022 di Qatar

 



Piala Dunia 2022 di Qatar hampir menyelesaikan pertandingan babak 16 besar. Sudah ada enam kontestan yang memastikan langkahnya masuk ke babak perempat final. Babak 16 besar kini tinggal menyisakan dua pertandingan lagi yakni Spanyol vs Maroko dan Swiss melawan Portugal.

Enam tim yang sudah lolos babak quarter final Piala Dunia 2022 di Qatar adalah; Argentina, Belanda, Inggris, Perancis, Kroasia dan Brazil. Dua kursi yang tersisa masih diperebutkan oleh empat peserta Spanyol, Maroko, Swiss dan Portugal.

Sejauh ini tim-tim yang telah lolos babak delapan besar Piala Dunia 2022 di Qatar adalah tim besar yang dikenal sebagai kekuatan tradisional sepak bola dunia. Siapa yang meragukan Argentina, Brazil, Inggris maupun Perancis. Empat negara tersebut pernah meraih gelar juara piala dunia.

Tidak Ada Wakil Asia di Babak Perempat Final Piala Dunia 2022 di Qatar

Tim-tim wakil Asia yang sempat membuat kejutan di fase grup harus rela tersingkir di babak 16 besar. Jepang ditundukkan Kroasia melalui adu Pinalti dengan skor 3:1. Sementara Korea Selatan juga ditumbangkan Brazil dengan skor telak 4:1.

Australia yang secara geografis di luar Asia namun di bawah AFC (Federasi sepak bola Asia) terlebih dahulu tersingkir setelah kalah dari Argentina dengan skor 2:1. Inilah yang membuktikan bahwa tradisi piala dunia belum berubah. Juara selalu berasal dari Eropa dan Amerika Selatan.

Memang saat ini masih ada Maroko sebagai satu-satunya tim non dari Eropa dan Amerika Selatan. Tapi sepertinya Maroko akan kesulitan maju ke babak delapan besar karena yang akan dihadapi adalah Spanyol juara piala dunia tahun 2010.

Meski tidak ada wakil Asia di babak delapan besar Piala Dunia 2022 di Qatar, setidaknya penampilan tim-tim Asia tidak mengecewakan. Hanya Qatar yang gagal mempersembahkan kemenangan, selebihnya sukses mengukir kemenangan ketika pertandingan fase grup.

Tim-tim Asia kini bukan hanya pelengkap piala dunia. Negara perwakilan Asia mampu merepotkan tim besar dari Eropa dan Amerika Selatan. Ini menjadi indikasi bahwa kekuatan sepak bola dunia kini sudah semakin merata. Pengaruh karena banyak pemain-pemain profesioanal di liga Eropa yang berasal dari Asia.****

 

 

 

 

Selasa, 06 Desember 2022

Berpikir Positif



Sebuah kisah nyata. Seorang pekerja terjebak dalam sebuah ruangan pendingin daging yang kosong. Ia tidak bisa meminta tolong karena semuanya telah pulang dan di pabrik tersebut sudah tidak ada lagi orang yang bekerja.

Karena sudah putus asa, pekerja tersebut menulis pesan di buku kecil yang ada di sakunya. Di halaman pertama tertulis bagaimana ia terjebak dalam ruangan pendingin tersebut. Kemudian di halaman kedua dia menulis apa yang mulai dirasakan. Rasa dingin mulai menusuk tubuhnya. Kemudian di halaman ketiga dia merasakan tubuhnya sudah membeku.

Keesokan harinya dia ditemukan oleh temannya sudah meninggal karena Hipotermia,  yaitu kondisi darurat medis yang terjadi ketika tubuh lebih cepat kehilangan panas dibandingkan panas yang dihasilkan. Kondisi ini menyebabkan suhu tubuh menjadi sangat rendah.

Hal yang aneh. Karena sebenarnya mesin pendingin ruangan tersebut dalam kondisi mati. Artinya suhu ruangan tersebut tidaklah dingin, sama seperti suhu di luar ruangan. Tapi orang yang terjebak tadi sudah merasakan kedinginan karena keyakinan yang dia pikirkan.

Ya, hidup akan berjalan seperti apa yang kita pikirkan. Bila kita memandang hidup ini anugerah dan penuh nikmat, maka kita akan selalu bersyukur dan merasakan hidup ini lapang. Lalu, bagaimana bila kita merasa hidup ini sempit. Yang terjadi adalah seperti apa yang dirasakan. Hidup serba sulit dan penuh dengan segala permasalahan yang rumit.

Sebuah riset pernah dilakukan. Mayoritas pasien yang dirawat di Rumah Sakit sebenarnya fisiknya tidak menderita sakit. Banyak yang sakit karena merasa tubuhnya sedang sakit. Yang terjadi akhirnya, banyak keluhan sakit yang sebenarnya itu bersumber dari apa yang selalu dipikirkannya.

Inilah pentingnya selalu berpikir positif. Bila orang selalu berpikir baik maka apa yang dilakukan juga baik. Sebaliknya bila seseorang selalu memproduksi pikiran yang negatif, perilakunya pun akan cenderung pada hal-hal yang negatif pula.

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...