Senin, 23 Agustus 2021

SELEKSI ALAM



Ukuran kualitas seseorang ditentukan saat menghadapi tantangan, masa-masa sulit dan situasi yang tidak menentu bukan pada saat situasi dan kondisi nyaman dan tenang. Dan sepertinya saat ini kita tengah berada dalam “turbulensi” yang begitu hebat. Satu demi satu pelaku usaha gulung tikar. Dari yang punya hotel bintang lima sampai ke pedagang kaki lima terkena dampak pandemi. Walau sebenarnya bukan hanya segi ekonomi saja yang mendapat ujian.

Memang samudera sedang menghadapi badai besar saat ini. Banyak kapal berusaha bertahan dalam dahsyatnya terjangan amukan badai. Saat inilah dibutuhkan nahkoda handal yang mampu mengatasi masalah sulit. Siapa yang mampu bertahan dialah yang akan sampai ke tanjung harapan.

Kita sedang menghadapi seleksi alam. Pendidikan, ekonomi dan segala sendi kehidupan kita menghadapi ujian. Sejauh mana sistem mampu bertahan, jawabannya kelak ketika pandemi benar-benar berlalu. Tiada guna hanya mengeluh, karena semua itu tidak menjadikan masalah semakin mudah, justru akan semakin menambah beban. Pada masa sulit kita dituntut untuk kreatif. Karena kreatif dan terus melakukan inovasi akan menjamin ia mampu bertahan. Sebaliknya menyerah dengan keadaan akan semakin menenggelamkannya jauh ke dasar kerugian.

Memang tidak semua hancur ketika pandemi melanda dunia. Ada beberapa perusahaan justru mendapat momentum keuntungan yang berlipat. Dikutip dari Business Insider Singapore, Eric Yuan merupakan pendiri dan CEO Zoom Technologies, Inc. Ia membangun kerajaan konferensi video senilai $35 miliar dalam sembilan tahun lamanya.

Kekayaan miliarder berusia 49 tahun itu melonjak 112% menjadi $7,57 miliar dalam tiga bulan terakhir, ketika seluruh dunia sedang menghadapi krisis ekonomi yang disebabkan oleh pandemi virus corona. Dan kreativitas sekali lagi membuktikan, sebagai kunci bertahan dalam situasi krisis.




 

 

Minggu, 22 Agustus 2021

Patah Tumbuh Hilang Berganti



Tak ada yang abadi di dunia ini. Semua akan menuju titik paling akhir dalam perjalanannya. Begitu pula prestasi atlet dalam dunia olah raga. Usia keemasan seorang atlet hanya singkat. Ketika memasuki usia tiga puluh tahun, prestasi biasanya akan meredup sebelum kemudian ia akan berhenti dari dunia olah raga.

Bagi penggemar olah raga khususnya tinju, hari ini disuguhkan pertandingan tinju profesional antara Manny Pacquiao melawan Yordenis Ugas. Manny Pacquiao, nama yang tidak asing bagi penggemar tinju dunia. Petinju Filipina ini adalah petinju yang banyak menorehkan prestasi. Pada tahun 2011 tercatat dalam Buku Rekor Dunia Guinness sebagai petinju yang memenangi gelar juara dunia di 8 kelas dalam 10 badan tinju yang berbeda.

Pacquiao adalah satu-satunya petinju yang mampu mengoleksi gelar juara di 8 kelas berbeda. Gelar juara tinju dunia yang pernah dikuasai Pacquiao adalah: kelas terbang (50,8 kg), kelas bantam super/bulu junior (55,3 kg), kelas bulu (57,1 kg), kelas bulu super/ringan junior (58,9 kg), kelas ringan (61,2 kg), kelas ringan super/welter junior (63,5 kg), kelas welter (66,6 kg), dan kelas welter super/menengah junior (69,8 kg).

Lalu apa hasil pertandingan tadi pagi?. Pacquiao kalah angka mutlak dari lawannya. Du usianya yang sudah 42 tahun sepertinya banyak hal yang telah menurun bila dibandingkan dengan satu dasawarsa yang lalu. Tak ada orang yang bisa mengalahkan usia, ketika seseorang telah menua semua akan berubah.

Tak peduli berapa banyak gelar yang telah diraih, kini saatnya Pacquiao harus bersiap-siap untuk mengakhiri karir tinju profesionalnya. Patah Tumbuh Hilang Berganti, yang tua harus segera minggir dan memberi kesempatan pada generasi muda.

 

 

Sabtu, 21 Agustus 2021

NIKMAT SUJUD



Hidup ini adalah dari waktu shalat ke waktu shalat berikutnya. Dari ruku’ dan sujud ke ruku’ dan sujud selanjutnnya. Apabila satu waktu shalat telah ditunaikan, maka yang tertanam dalam hati adalah niat menunggu shalat kelanjutannya.

Sujud adalah nikmat yang besar. Banyak orang yang diberi kesempatan hidup bertahun-tahun di dunia, namun tak sekali pun ia sempat sujud kepada Allah. Padahal sujud adalah saat dimana seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya. “Keadaan paling dekat seorang hamba dari Rabbnya adalah ketika dia dalam keadaan sujud, maka perbanyak doa (di dalamnya).” (HR. Muslim).

Di saat sujudlah, seorang hamba bisa mengadu, meyampaikan segala permohonan dan meminta bantuan atas berbagai cobaan hidup yang dialaminya. Saat sujud, rasa cemas berganti menjadi ketenangan. Kesedihan berganti menjadi rasa sejuk dan damai dalam hati. Putus asa akan berganti menjadi senyum harapan.

Kita sebagai hamba Allah sangat membutuhkan sujud. Kita tak dapat membayangkan betapa sedihnya hati ini jika suatu ketika tak bisa sujud karena sebab tertentu, sakit misalnya. Akan terasa hilang sudah saat-saat indah berdekatan dengan Allah. Hilang sudah kenikmatan berlama-lama menyungkur pasrah dan mengadukan segala keluh kesah hidup.

 

 

Jumat, 20 Agustus 2021

HARUS DIPAKSA SEBELUM TERBIASA



Menulis itu dilarang untuk ragu. Kata penulis, keraguan itu hanya membuang waktu dan justru menghambat tingkat kreativitas dalam menulis. Agar menulis bisa produktif, kita harus mendorong diri untuk lebih semangat dalam menyelesaikan target menulis. Walau sedang buntu, kering ide pun terus menulis.

Sebenarnya menulis itu urusan membiasakan diri. Awalnya dipaksa, lama kelamaan akan menjadi terbiasa. Inilah realitasnya terjun dalam dunia menulis. Sekali masuk dalam kebiasaan menulis, kita dituntut untuk mampu konsisten.

Sebagai ekspresi kebebasan berpikir, menulis itu dinamis. Tidak ada alasan untuk mengatakan telah habis ide untuk ditulis. Ide akan selalu ada. Entah muncul setelah kita membaca buku, bercakap-cakap dengan orang maupun setelah menonton.

Menulis adalah aktivitas anti pensiun. Semakin banyak hal yang ditulis seharusnya akan semakin banyak gagasan baru. Bagai mata air sumur, semakin ditimba akan semakin jernih air mengalir. Kebalikannya, bila menulis belum mampu menjadi sebuah habituasi akan sulit membuat karya yang lebih bagus.

Untuk menjadi “expert” pada bidangnya kita butuh waktu. Semua punya kesempatan bila mampu mengalahkan lelahnya, melawan rasa bosannya dan bertahan di saat yang lain mulai berhenti.

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...