Sabtu, 04 September 2021

MENCOBA BERUBAH



Sudah kenal Jack Ma?. Pasti banyak yang sudah mengetahui siapa Jack Ma. Pengusaha, Penulis, Motivator dan Pemain film. Tapi dunia lebih mengenal Jack Ma sebagai miliarder dari Tiongkok sebagai pemilik (Owner) Alibaba.

Mengapa Jack Ma begitu sukses dalam usahanya. Jawabannya karena dia mau berubah dan belajar dari semua kesalahan. Seperti apa yang dia katakan “Sekali dalam hidupmu, cobalah bekerja keras dalam sesuatu hal. Cobalah berubah. Tak ada hal buruk yang bisa terjadi”.

Sukses Jack Ma bukan belajar dari keberhasilan orang lain kemudian meniru. Tapi justru dia belajar dari kesalahan orang kemudian mempelajari dan berusaha menghindari kesalahan yang serupa.

Dengan murah hati Jack Ma membuka rahasia sukses Alibaba dalam bukunya “Seribu Satu Kesalahan Alibaba”. Kesalahan itu pengalaman yang pahit namun memberi manfaat untuk perbaikan di masa yang akan datang. Kesalahan bukan untuk segera dilupakan, tapi dipelajari dan dijadikan pengetahuan yang berguna.

Sejauh mana kita telah berusaha berubah dan mengambil pelajaran dari sebuah kesalahan. Bila kita belum berusaha berubah, maka bersiaplah untuk selalu masuk dalam kesalahan-kesalahan yang terulang.

 

Jumat, 03 September 2021

POPULARITAS #2



Banyak yang tidak terkenal namun memiliki peranan yang besar. Mereka sering luput disebut namanya, namun semua tahu posisinya sebenarnya sangat penting. Hal itu tidak menjadikan dia berang karena sering tidak dianggap. Dan inilah bukti bahwa hatinya benar-benar ikhlas.

Dalam cerita Mahabharata kita disuguhkan cerita penuh emosi. Ketika perang Bharata Yudha, pihak Pandawa dibantu oleh Krisna. Posisinya tidak terjun langsung, namun hanya sebagai pengendara kereta Arjuna. Orang pasti paham bagaimana peran besar Krisna dalam membantu Pandawa. Meski dia tidak menggunakan senjatanya sama sekali, tapi hakikatnya dialah pemenang perang Barata Yudha. Memang dia kalah poler dengan Arjuna, padahal tanpa kehadiran Krisna Arjuna tidak akan pernah mampu mengalahkan lawannya.

Orang sering membuat perumpamaan ikhlas dengan gula. Gula yang membuat kopi menjadi masnis, tetapi orang tidak pernah menyebutnya. Gula rela bentuk dan rasanya menyatu larut dengan apa saja. Mungkin seperti itu jiwa yang ikhlas murni. Tidak penting apakah karyanya memberi manfaat banyak orang, yang terpenting Allah Mahatahu dengan segala apa yang dilakukannya.

Popularitas itu sebuah jebakan. Ketika ia sudah menjadi tujuan, maka akan tidak lagi bernilai segala amal baik yang dikerjakan. Puncaknya hanyalah pujian dan sanjungan dari orang. Padahal sanjungan tidak akan menambah kebaikan apa-apa, dan cacian tidak akan mengurangi kebaikan yang kita usahakan.

 

Kamis, 02 September 2021

POPULARITAS



Apa benar, semakin terkenal maka akan semakin mudah urusannya. Semakin dikenal banyak orang semakin dihargai, atau semakin banyak followernya pasti semakin banyak uangnya. Karena popularitas hari ini adalah kapital untuk mendapatkan uang yang berlimpah. Dari mulai mengendorse merk, jadi bintang iklan atau menjadi model sebuah produk. Intinya popularitas dianggap oleh banyak orang sangat penting melebihi yang lainnya.

Dampak dari menganggap menjadi orang terkenal itu menguntungkan dan membahagiakan, banyak orang obsesinya hanya ingin menjadi terkenal. Tidak penting terkenal karena punya prestasi apa. Jika perlu membuat sesuatu yang “nyleneh” pokoknya menjadi populer.

Berlomba-lomba di dunia media sosial mereka membuat konten. Tidak masalah apakah konten yang dibuat menabrak tata krama dan kepantasan dalam masyarakat. Asalkan menjadi viral dan dikenal orang mereka akan puas. Semua demi mencapai manisnya popularitas.

Bagaimana pandangan orang-orang shalih memandang popularitas?. Mereka berusaha untuk lari dari pujian manusia dan pengagungan mereka, serta membenci popularitas di kalangan manusia. Ini menunjukan keikhlasan mereka kepada Allah, dimana mereka mencukupkan diri dengan pengetahuan Allah sajalah tentang keadaan mereka, dan hanya berharap pahala dari Allah terhadap amalan mereka.

Mereka tidak mendambakan pujian serta tidak butuh popularitas di antara manusia. Justru mereka berharap menjadi orang yang tidak diperhitungkan di antara manusia, serta tiada yang memperhatikan amalan mereka selain Allah. Sejenak kita renungkan, apakah dalam hati kita selalu mengharapkan pujian dan mimpi menjadi orang yang terkenal. Bila ada benih-benihnya, cabut dan bersihkan sebelum menjadi besar dan berakar kuat.



 

 

Rabu, 01 September 2021

MEMBACA, SELANJUTNYA MENULIS



"Jika kamu ingin mengenal dunia, membacalah. Jika kamu ingin dikenal dunia, menulislah." Begitu Kutipan dari Armin Martajasa. Membaca dan menulis memang dua aktivitas yang tak bis dipisahkan. Rajin membaca semestinya juga rajin menulis. Atau bila aktif menulis sudah pasti ia rajin membaca pula.

Kita menglami hidup di zaman berbeda. Berbeda dengan masa kecil dulu yang serba terbtas. Terbatas sumber bacaan, informasi yang belum secepat sekarang ini, dan berbagai hambatan yang membuat kita miskin wawasan. Membaca buku mungkin masih menjadi kebiasaan mereka yang mampu membelinya.

Semua jauh telah berubah. Hari ini kita telah mengalami keterbukaan informasi. Berita begitu cepat menyebar tanpa kita mampu mengekangnya. Berbagai media online mengupdate berita tiap jam, atau lebih cepat dari itu selama sehari semalam. Apa yang kita cari dengan mudah kita dapatkan tanpa harus bersusah–payah. Kurang apa lagi?

Bagi para penggemar membaca sepertinya tidak ada alasan lagi sulit mencari sumber bacaan. Tinggal mengatur waktu untuk menyalurkan hobinya dengan sepuasnya. Semua kemudahan ini seharusnya meningkatkan minat baca masyarakat. Membaca bukan lagi hobi mahal karena bisa dilakukan oleh siapapun dan di mana pun.

Di saat membaca sudah menjadi budaya, harapan selanjutnya adalah menumbuhkan budaya menulis. Membaca akan lebih sempurna bila dilanjutkan dengan menulis. Akan ada dialektika ilmiah dan perkembangan pemikiran yang dinamis. Karena menulis dan membaca bukan lagi hanya ada dalam lingkungan pendidikan formal, namun telah meluas dalam masyarakat kita.

 

 

 

Ujian Kelayakan Sang Garuda di Piala AFF

  Malam ini, perhatian publik sepak bola tanah air kembali tertuju pada laga krusial antara tim nasional Indonesia melawan Vietnam dalam a...