Minggu, 23 Oktober 2022

Liverpool dan Dinamika Inkonsistensi

 



Para pengamat sepak bola dunia, dan tentunya penggemar setia Liverpool pasti terkejut ketika Liverpool tumbang dari klub papan bawah zona degradasi Nottingham Forest. Karena dalam dua pertandingan Liverpool sebelum melawat ke kandang Nottingham Forest, berakhir dengan kemengan yang meyakinkan, padahal lawan yang dihadapi relatif lebih berat.

Apa yang salah dengan Liverpool. Lagi-lagi The Red menunjukkan inkonsistensinya, Raksasa Inggris ini sepertinya belum menemukan permainan terbaiknya. Yang semakin membuat kesal fans Liverpool gol semata wayang Nottingham Forest dicetak oleh mantan pemain Liverpool, T. Awoniyi di menit 55.

Klopp pasti sedang pusing menghadapi permasalahan timnya hari ini. Salah sudah bermain, Firminho juga turun, penguasaan bola juga sangat dominan tapi justru hasil akhir kalah dari tim bawah. Lalu apa masalah Liverpool saat ini?.

Kalah dari Tim peringkat 19 tentu menjadi pelajaran penting bagi Liverpool. Ada yang tidak beres dengan permainan, atau mungkin mentalitas juaranya. Yang pasti kekalahan ini semakin menjauhkan Liverpool dari papan atas liga Inggris. Di papan klasemen Liverpool berada di peringkat ke-7, terpaut 14 angka dari penguasa sementara EPL, Arsenal.

Secara matematis peluang juara masih sangat terbuka. Tapi bila menengok permainan Liverpool yang angin-anginan akhir ini harapan meraih juara sudah sangat berat. Perlu waktu tidak sedikit untuk membenahi masalah yang sedang dihadapi Liverpool. Dan target yang realistis adalah masuk empat besar di akhir kompetisi.

 




 

Jumat, 21 Oktober 2022

Bahaya Takabbur



Bahaya Takabbur

Mengapa Iblis dikeluarkan dari surga oleh Allah. Karena dia sombong. Merasa dirinya lebih baik dari Adam. Iblis diciptakan dari api sedangkan Adam dicipta dari tanah. Karena asal mula kejadian inilah Iblis merasa dirinya lebih mulia dari Adam sehingga menolak bersujud kepada Adam.

Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". (Al-A’raf: 12)

Dosa tertua (pertama) yang dilakukan oleh makhluk Allah adalah kesombongan, bukan dosa maksiat yang lainnya. Maknanya sombong itu lebih berbahaya dari dosa-dosa besar yang lainnya. Barang siapa dalam hatinya ada kesobongan, maka dia tidak bisa masuk ke surga. Jangankan hendak masuk, yang sudah ada di dalamnya (Iblis) saja bisa keluar karena sombong.

Sombong adalah penyakit hati yang bisa menjangkiti siapapun. Tidak terbatas hanya orang awam saja, mereka yang memiliki ilmu tinggi juga bisa terjerumus dalam kesombongan. Dan yang sering terjadi, orang sombong tidak merasa bila dirinya sombong. Sebenarnya sedang sakit tapi tidak sadar bila dirinya dalam kondisi sakit.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda;

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim)

Sombong merupakan watak dan sifat manusia yang merasa besar atau mengagungkan dirinya sendiri serta menganggap rendah dan kurang yang lainnya. Sifat sombong juga biasanya disertai dengan sifat riya (pamer), karena merasa dirinya lebih dari segalanya. Padahal dalam Islam, riya masuk dalam musyrik kecil.  

Lalu mengapa manusia bisa sombong. Mungkin karena bangga dengan ilmunya, hartanya atau kedudukan tinggi yang didapatkan. Semua status yang melekat dalam diri seseorang sebenarnya hanya sementara saja. Dan bila ia mengingat Allah sebagai pemilik segalanya, maka pasti ia tidak akan sombong dan riya.

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS Luqman : 18).

Kesombongan ada dua macam, yaitu sombong terhadap al haq dan sombong terhadap makhluk. Seperti diterangkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadist, “sombong adalah menolak kebenaran dan suka meremehkan orang lain”. Menolak kebenaran adalah dengan menolak dan berpaling darinya serta tidak mau menerimanya. Sedangkan meremehkan manusia yakni merendahkan dan meremehkan orang lain, memandang orang lain tidak ada apa-apanya dan melihat dirinya lebih dibandingkan orang lain.

Meski sifat sombong merupakan fitrah yang sudah muncul sejak manusia lahir, akan tetapi itu sifat tercela dan kita diajarkan tentang adab dan tata krama, serta bersikap tawadhu (rendah hati). Sikap inilah yang merupakan sikap terpuji, yang merupakan salah satu sifat ‘ibaadur Rahman yang Allah terangkan dalam firman-Nya,

“Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih adalah orang-orang yang berjalan di atas muka bumi dengan rendah hati (tawadhu’) dan apabila orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.” (QS. Al Furqaan: 63)

Seperti filosofi padi, semakin berisi semakin menunduk. Seharusnya ketika Allah memberikan banyak kelebihan maka akan semakin tawadhu’. Tawadhu’ adalah ketundukan secara total terhadap kebenaran, dan tunduk terhadap perintah Allah dan rasul-Nya dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. Tawadhu’ terhadap manusia tercermin dengan bersikap rendah hati, memperhatikan mereka baik yang tua maupun muda, dan memuliakan mereka.

Semoga Allah menjauhkan kita semua dari sikap sombong, dan Allah selalu membimbing kita menjadi hamba yang tawadhu.

 

Kamis, 20 Oktober 2022

Benzema, Genial!



Di saat usianya sudah mencapai 34 tahun, Karim Benzema akhirnya memenangi Ballon d'Or tahun ini (2022). Bertahun-tahun dia hanya menjadi pemain “kelas dua”, kini akhirnya sampai juga di puncak tertinggi dalam karirnya, diakui sebagai pemain terbaik dunia tahun 2022.

Benzema dinobatkan sebagai pemenang Ballon d'Or 2022 dalam acara penganugerahan yang digelar di Paris, Senin malam waktu setempat. Benzema meraih suara tertinggi mengungguli nama-nama pemain top dunia seperti Sadio Mane, Kevin De Bruyne, hingga Robert Lewandowski.

Karir Benzema dinilai berjalan mulus. Dia adalah tipe penyerang yang setia dengan klub yang dibelanya. Sudah 13 tahun lebih Benzema berkostum Real Madrid, dan sepertinya belum ada tanda-tanda dia mau hengkang dari Santiago Barnebeu.

Di usia yang sudah melewati masa keemasan seorang pemain sepak bola, Benzema justru menunjukkan permainan yang terus stabil. Dan kini dia menjadi andalan klub ibukota (Madrid) pasca hengkangnya Ronaldo.

Benzema layak menjadi panutan bagi pemain muda profesional. Di saat Madrid masih diperkuat mega bintang mereka Ronaldo, Benzema menunjukkan sisi sportifnya. Di saat berkali-kali Ronaldo mendapat penghargaan sebagai pemain terbaik, Benzema menjadi rekan tim yang selalu merayakannya.

Dan kini terbukti, di saat giliran dia menjadi yang terbaik ucapan selamat datang dari banyak kalangan yang respek padanya. Benzema Selamat,… Benzema Genial!

 

 

Rabu, 19 Oktober 2022

Perang Jenderal

 



Kepolisian RI tengah mengalami kondisi yang “huru-hara”. Bermula kasus besar yang menerpa, ditambah lagi dengan peristiwa besar lainnya. Peristiwa Magelang dan Duren Sawit belum tuntas, disusul tragedi Kanjuruhan. Ketika peristiwa Kanjuruhan sedang diselidiki, pengganti Kapolda Jatim yang belum genap dua bulan bertugas justru tersandung kasus narkoba.

Berat betul ujian institusi kepolisian. Usaha memulihkan kepercayaan masyarakat dirasa akan semakin berat karena seolah semua terjadi beruntun. Untuk peristiwa kapolda Jatim, apa ini bukan sebuah perlawanan dari kelompok tertentu dalam institusi kepolisian. Tentu itu hanya imajinasi liar sebagian masyarakat yang tidak memiliki bukti, hanya menduga-duga saja.

Ada genk dalam tubuh polri. Begitu rumor yang berkembang pada saat peristiwa terbunuhnya ajudan di rumah sang jenderal terkuak. Kelompok ini dianggap memiliki pengaruh dan jaringan yang kuat. Bila coba kita hubungkan, mungkin saja pihak-pihak yang kini sedang bertikai saling membalas dan menjatuhkan.

Kita tidak bisa membayangkan betapa “panasnya” intern kepolisian saat ini. Beberapa petinggi yang di pundaknya ada bintang sedang tersandung masalah. Dan seandainya janji pimpinan tertinggi mereka akan bersih-bersih, sudah pasti masih akan bertambah lagi yang terkena ciduk.

Tidak berlebihan bila situasi yang terjadi adalah perang jenderal. Siapa yang memiliki catatan hitam, maka dia harus bersiap-siap menghadapi meja hukum. Tak ada lagi saling menutupi dan saling menyelamatkan.

 

Selasa, 18 Oktober 2022

Liverpool Tampil Garang, Guardiola Meradang



PENJEDAR - Waspada, Liverpool sedang onfire. Bukti terbaru Pesaing berat mereka Manchester City ditaklukkan di Anfield dengan skor tipis 1:0. Kemenangan di kandang sendiri ini semakin terang menunjukkan bahwa Liverpool sudah bangkit.

Kekalahan dari Liverpool dirasakan sangat pahit oleh Manchester City. Ini adalah kekalahan pertama City dalam musim kompetisi EPL tahun ini. Bila merujuk data head to head kedua pelatih, sementara Jurgen Klopp masih di atas angin.

Dari 26 pertemuan keduanya, Jurgen Klopp menang 11 kali, kalah 9 kali dan sisanya hasil imbang (draw). Ini fakta yang semakin menegasakan bila Guardiola selalu kesulitan bila bersua Klopp. Dan, Liverpool akan tetap menjadi batu sandungan Manchester City.

Kemenangan Liverpool sebenarnya tidak berpengaruh besar bagi City. Mereka tetap berada di peringkat kedua klasemen liga Inggris. Tapi secara psikologis kekalahan dari Liverpool terasa sangat menyesakkan. Ini adalah kekalah beruntun setelah pada laga FA Community Shield bulan Juli kemarin City kalah 1:3.

Sampai pekan ke-10 hanya Liverpool yang bisa menjinakkan Manchester City. Kekalahan ini setidaknya menjadi alarm bagi City, bahwa mereka bukan tim superior yang tidak bisa dikalahkan. Meskipun kini telah diperkuat Erling Haaland, tetap saja takluk dari rival berat mereka, Liverpool.

Kejeniusan Guardiola sebagai pelatih top dunia terus mendapat ujian. Mengapa dia begitu dominan ketika Manchester City bertemu dengan tim-tim EPL dan juga eropa, namun sering mati kutu bila sudah bertanding dengan The Red, Liverpool. Keadaan yang membuat pelatih flamboyan itu kian meradang.

Gaya sepak bola Guardiola yang selalu mendominasi dalam penguasaan bola sering kontraproduktif dengan gaya Klopp yang menggunakan pressing tinggi dan counter attack yang cepat. Terlebih Liverpool memiliki pemain-pemain yang cepat dan kuat ketika satu lawan satu seperti Mohamed Salah.

Keduanya, Klopp dan Guardiola adalah pelatih yang sangat keras dan hebat. Skema permainan mereka juga bagus dan menyenangkan. Mereka adalah pengusung sepak bola modern yang menyerang dan bukan penganut strategi total defendsif. Menarik dinanti bila kedua pelatih bertemu di lapangan hijau kembali, apakah dominasi Klopp akan terus berlanjut.***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...