Jumat, 02 Desember 2022

Antiklimaks, Arab Saudi Angkat Koper dari Piala Dunia 2022 di Qatar

 



Saudi Arabia harus tereliminasi dari grup dan gagal melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Qatar. Pada pertandingan terakhir Arab Saudi gagal meraih kemenangan dan takluk dengan skor tipis 2:1 dari Meksiko.

Pada pertandingan pembuka Piala Dunia 2022 di grup C saat melawan Argentina, Saudi Arabia sempat mengejutkan publik bola saat mereka mengalahkan Argentina dengan skor 2:1. Kini langkah Green Falcon harus terhenti setelah dua pertandingan berikutnya, mereka tidak mampu mengalahkan lawan-lawannya.

Saudi Arabia membutuhkan tiga poin saat melawan Meksiko agar dapat masuk ke babak knock out karena pada pertandingan sebelumnya mereka ditumbangkan Polandia dengan skor 2:0. Kekalahan dari Meksiko memaksa Saudi Arabia harus mengakhiri Piala Dunia 2022 di dasar klasemen grup C.

Kemenangan Saudi Arabia dari Argentina menjadi antiklimaks dari penampilan mereka di Piala Dunia 2022. Kejutan yang mereka pertontonkan tidak berlanjut saat berjumpa dengan kontestan lainnya di grup C. Kini mimpi mereka untuk tampil pertama kalinya di babak gugur harus terkubur.

Walau tersingkir lebih awal, setidaknya Saudi Arabia sudah tampil menawan di pentas termegah sepak bola dunia. Dan mungkin ini menjadi penampilan terbaik mereka selama mengikuti gelaran Piala Dunia. Para penggemar mereka tentu tidak akan pernah melupakan saat menundukkan tim besar dunia sekelas Argentina.

Tim Tango Argentina Melaju ke Babak 16 Besar Sebagai Juara Grup C

Meski kalah dari Saudi Arabia pada pertandingan pertama Piala Dunia 2022 di Qatar, akhirnya Argentina lolos ke babak selanjutnya dengan status juara grup C. Argentina sukses menebus kegagalannya dengan meraih kemenangan beruntun saat melawan Meksiko dan Polandia.

Mental juara Argentina memang teruji, meski sebelumnya sempat diragukan oleh para pengamat dan suporter mereka. Lionel Messi dan kawan-kawan mampu bangkit dan melupakan kekalahan menyakitkan dari tim asia Saudi Arabia.

Nama besar Argentina dalam dunia sepak bola bukan isapan jempol belaka. Konsistensi mereka menjadi bukti sahih yang tidak terbantahkan lagi. Memang tidak layak tim sebesar Argentina harus gugur di babak grup. Karena para pecinta bola pasti menginginkan mereka mampu melaju jauh pada Piala Dunia 2022 kali ini.****

 

 

 

Kamis, 01 Desember 2022

Metri, Selamatan, Sedekah?

 



Dalam budaya masyarakat kita, sudah menjadi hal yang biasa mengadakan selamatan. Mau bepergian ibadah haji selamatan pulang juga mengadakan selamatan. Mendapatkan rezeki berlimpah bersyukur dengan selamatan, demikian pula terhindar dari musibah juga selamatan.

Terkadang masyarakat kita menggunakan istilah metri maupun kenduri dalam melaksanakan selamatan. Istilah yang dipakai memang bermacam-macam tapi pada prinsipnya isinya sama saja. Mengundang tetangga, berdoa, kemudian acara makan-makan.

Bagi kelompok tertentu, acara selamatan yang sudah menjadi budaya turun-temurun ini dianggap ajaran yang menyimpang dan tidak sesuai syariat. Bahkan dengan bahasa yang lebih keras sebagian menganggap semua itu bagian dari bid’ah.

Pendapat yang menganggap selamatan atau metri sebagai bagian dari bid’ah memang terlalu berlebihan. Mereka tidak bisa memahami bahwa istilah metri, kenduri maupun selamatan hanyalah bahasa budaya. Itu hanya kulit luarnya saja. Inti dari budaya selamatan adalah bersedekah.

Apa dilarang agama bila sedekah dikemas dengan cara silaturrahim, mengundang tetangga dan kerabat. Tentu semua itu boleh-boleh saja dilakukan. Bersedekah dengan makanan dan minuman merupakan tuntunan syariat yang dianjurkan dan membawa banyak hikmah.

 

 

 

Selasa, 29 November 2022

Update Skor Piala Dunia 2022 Qatar



Piala Dunia Qatar 2022 telah memasuki hari ke-7. Sepanjang hari kemarin, Minggu 27 November 2022 terdapat empat pertandingan. Dua pertandingan di grup E dan dua pertandingan lagi di grup F.

Pada pertandingan pertama pukul 17.00 WIB yang digelar di Ahmad bin Ali Stadium, Grup E Piala Dunia 2022 Qatar, Japan menjalani pertandingan keduanya melawan Costa Rica. Japan tumbang dengan skor 1:0. Gol Costa Rica dicetak oleh K. Fuller pada menit ke-81.

Sementara pada pukul 20.00 WIB, di Grup F Belgia berlaga di Al Thumama Stadium melawan Maroko. Hasilnya, Maroko sukses mengungguli Belgia dengan skor 2:0. Dua gol dicetak oleh R. Saïss pada menit ke-73, dan satu gol dari Z. Aboukhlal di menit 90+2.

Pertandingan Maroko melawan Belgia menjadi salah satu kejutan pada Piala Dunia Qatar 2022. Belgia yang bertengger di urutan kedua rangking FIFA dan jauh difavoritkan ternyata harus tunduk dari Hakim Ziyech dan kawan-kawan.

Di Grup F pada pukul 23.00 WIB, Kroasia harus meladeni pendatang baru Kanada di Khalifa International Stadium. Tanpa kesulitan Modric dan kawan-kawan berhasil menundukkan Kanada dengan skor 4:1.

Gol dari Kroasia diciptakan Kramarić di menit ke-36, M. Livaja menit ke-44, A. Kramarić menit ke-70 dan L. Majer di injury time 90+4. Satu gol Kanada dibuat oleh Alphonso Davies pada menit ke-2.

Big Match Spanyol melawan Jerman berakhir Imbang

Perhatian para pecinta sepak bola tentu tertuju pada big match di Grup E antara Spanyol melawan Jerman. Pertandingan yang dihelat di Al Bayt Stadium tersebut dimulai pada pukul 23.00 WIB atau pukul 19.00 waktu Qatar.

Jerman yang menderita karena pada pertandingan pertama dikalahkan Jepang tampil dengan skuad terbaik mereka. Sementara Spanyol mengincar kemenangan kedua mereka setelah pada pertandingan pertama berhasil menggasak Costa Rica dengan skor telak 7:0.

Pertandingan sengit dua raksasa eropa Spanyol vs Jerman akhirnya berkesudahan imbang dengan skor sama kuat 1:1. Gol tim Matador Spanyol diciptakan oleh penyerang andalan mereka Álvaro Morata pada menit ke-62. Sedangkan Jerman membalas pada menit ke-83 melalui gol N. Füllkrug.

 

 

 

 

 

 

 

 

Minggu, 27 November 2022

Tragis, Tuan Rumah Qatar Tersingkir dari Arena Piala Dunia 2022



Timnas Qatar dipastikan tersingkir dari pentas Piala Dunia 2022 setelah kalah 3:1 dari Senegal.Tiga gol Senegal diciptakan oleh B. Dia pada menit ke-41, F. Diédhiou menit ke-48 dan satu gol dari B. Dieng di menit ke-84. Sementara Qatar hanya bisa membuat sebiji gol melalui Mohammed Muntari pada menit ke-78.

Sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 langkah Qatar yang terhenti secara cepat tentu sangat mengecewakan penggemarnya. Di saat tim-tim asia yang lainnya tampil mengesankan, Qatar yang mendapat dukungan penuh dari suporternya justru tersungkur di dua pertandingan yang dilakoninya.

Dua kekalahan beruntun dari Ekuador dan Senegar praktis menutup peluang Qatar untuk melaju pada babak knock out. Memang pertandingan masih menyisakan satu laga lagi, tapi koleksi poin kedua pesaing mereka Belanda dan Ekuador sudah tidak akan terkejar lagi.

Qatar Bukan Negerinya Sepak Bola

Qatar bukan negara asia pertama yang menjadi tuan rumah piala dunia. Sebelumnya Jepang dan Korea pernah menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2002. Dipilihnya Qatar sebagai penyelenggara Piala Dunia 2022 sejak awal telah menuai banyak kritikan.

Banyak pihak menilai cuaca di Qatar terlalu ekstrem untuk menghelat pertandingan sepak bola. Ditambah lagi dengan budaya masyarakat Qatar secara tradisional bukan negeri penggemar sepak bola.

Qatar termasuk negara asia yang telat mengenal sepak bola. Menurut sebuah literatur Qatar baru mengenal sepak bola pada tahun 1948 yang dibawa oleh para ekspatriat dari Inggris yang bekerja di bidang perminyakan.

Dalam urusan sepak bola nama Qatar jauh kalah mentereng dari Korea Selatan, Jepang, Iran maupun Saudi Arabia. Memang Qatar pernah membuat kejutan dengan menjuarai Piala Asia 2019 setelah mengalahkan Jepang di final dengan skor 3:1.

Tim Pembuka Pertandingan dan yang Pertama Tersingkir

Sebagai tuan rumah, Qatar mendapat kehormatan menjadi tim pertama yang bertanding. Namun pertandingan melawan Ekuador gagal dimanfaatkan, meski Qatar bermain di depan publiknya sendiri.

Qatar menjadi kontestan pertama yang tersingkir dari arena Piala Dunia 2022. Dan Ini berdampak kurang baik bagi penyelenggaraan turnamen. Antusiasme penggemar sepak bola di Qatar pasti akan menurun drastis karena tim kebanggaan mereka telah gugur di babak awal.

Akan beda cerita bila Qatar mampu melangkah jauh seperti Korea Selatan ketika menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002. Sejarah tentu akan mencatat tuan rumah yang sukses sebagai penyelenggara dan sukses berprestasi.***

 

 

 

 

 

Sabtu, 26 November 2022

Puisi Untuk Guru

 


Guruku Pahlawanku

(Karya Sakinah Kela6 MI Miftahul Huda)

 

Oh guru…

Engkau pahlawanku

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan

Engkau yang membuat kami mengerti banyak hal

 

Guruku…

Engkau telah membimbing kami

Hingga bisa membaca dan menulis

Tanpamu kami tak akan menjadi seperti ini

 

Oh guruku

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

Terima kasih engkau telah membimbing kami

Atas jasamu yang tak terhingga

 



Untuk Guruku

(Karya Fiddini Kela6 MI Miftahul Huda)

 

Engkau adalah penuntun masa depan

Dengan sabar engkau mengajari kami tentang banyak hal

Tak peduli terik maupun  hujan

Engkau selalu semangat untuk mengajar

 

Guru… perjuanganmu tanpa lelah

Untuk menjadikan kami penerus bangsa yang hebat bermartabat

Dari kami tidak bisa apa-apa

Hingga kami mengerti segalanya

 

Guru, terima kasih atas bekal ilmu

Yang telah engkau ajarkan pada kami

Semangat dan perjuanganmu

Untuk kami muridmu

 

Oh guru…Akan kami kenang sepanjang masa

Semoga lelahmu akan menjadi lillah 

 




Wahai Guruku

(Karya Quuen Kela6 MI Miftahul Huda)

 

Guru…

Saat kau terima kami dengan tulus

Saat pertama langkah kaki ini, kami tak mengerti

Bahkan kami tak tahu arah yang kami cari

Satu cita-cita kami, hanya ingin menjadi manusia yang berguna

 

Kini…Setelah hari-hari berganti

Menjadi pasti kami akan pergi untuk mengejar cita kami

Menggapai harapan melanjutkan langkah kaki

Untuk meraih segudang prestasi

 

Guru…

Bekal yang engkau tanam kepada kami

Akan kami gali untuk masa depan

Akan kami ingat ketulusan jasa-jasamu

Yang selalu sabar membimbing kami

Hadirmu takkan pernah bisa terganti

 

Terima kasih untuk semua pengorbananmu

Wahai Guruku….

 

 

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...