Menanamkan
kecintaan kepada Nabi Muhammad saw. pada diri anak-anak merupakan kewajiban
utama setiap orang tua Muslim. Di tengah gempuran informasi dan derasnya arus
budaya populer saat ini, anak-anak dengan mudah menemukan figur idola baru yang
kerap kali jauh dari nilai-nilai keislaman. Oleh karena itu, mengenalkan sirah
nabawiyah kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad saw. menjadi langkah penting
agar fondasi iman dan akhlak anak-anak kita terbangun dengan kokoh sejak dini.
Landasan
utama dari pentingnya mengajarkan sirah adalah hadirnya rasa cinta. Tanpa
mengetahui sejarah dan perjuangan Nabi Muhammad saw., bagaimana mungkin
anak-anak kita bisa mencintai beliau melebihi cintanya kepada siapa pun? Rasa
cinta tidak tumbuh dari kehampaan, melainkan dari pengenalan yang mendalam.
Selain
menumbuhkan rasa cinta, sirah nabawiyah adalah kunci utama untuk membentuk
karakter. Tidak mungkin anak-anak kita bisa meneladani Nabi Muhammad saw. tanpa
mengetahui kisah hidup beliau secara utuh. Sirah bukan sekadar cerita masa
lalu, melainkan panduan hidup nyata. Melalui kisah-kisah beliau, anak-anak
belajar bagaimana bersikap jujur (al-amin), berani
membela kebenaran, menghormati orang tua, hingga bagaimana menghadapi kesulitan
dengan penuh kesabaran dan rasa syukur.
Saat
ini, anak-anak sangat rentan mengimitasi perilaku dari media sosial atau tokoh
fiktif yang tidak memberikan keteladanan hakiki. Dengan menjadikan Rasulullah
saw. sebagai pahlawan utama dalam imajinasi dan pikiran mereka,
anak-anak memiliki standar moral yang jelas dalam memilih mana yang baik dan
mana yang buruk, sehingga mereka tidak mudah terombang-ambing oleh pengaruh
negatif lingkungan.
Inilah
mengapa pentingnya di lembaga pendidikan dasar selalu mengadakan peringatan
maulid setiap tahun. Dalam peringatan maulid kita selalu menyampaikan sejarah
Nabi. Peristiwa-peristiwa penting dalam perjalanan dakwah beliau juga
dikisahkan meski tidak secara detail. Namun ini kiranya akan mampu memberi
kesan mendalam bagi anak-anak kita yang kemudian menjadi bagian penting dari
pembentukan karakternya.
