Selasa, 17 Agustus 2021

KEMERDEKAAN, MOMENTUM KEBANGKITAN



Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 adalah momentum kebangkitan bangsa. Tahun-tahun ini kita sebagai bangsa mengalami berbagai gelombang ujian yang berat. Pandemi yang telah menyerang secara global telah meruntuhkan berbagai aspek. Ekonomi, pendidikan dan sosial dan budaya mengalami kegoncangan yang luar biasa.

Kemerdekaan mengingatkan kita kembali dengan semangat perjuangan. Sudah waktunya untuk bangkit dari keterpurukan. Terlalu lama kita larut dalam alunan cerita pilu. Saatnya bergandeng tangan dan keluar dari situasi yang sulit. Situasi krisis tidak boleh menjadikan kita menjadi lemah. Tapi justru menjadikan tekad dan semangat semakin kuat.

Selalu tertanam dalam jiwa cita-cita luhur bangsa kita. “Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.

Inilah yang mendasari semangat harus tetap menyala bahkan terus berkobar. Kita bukan bangsa cengeng yang mudah menyerah dengan keadaan yang sulit. Kesulitan justru menjadi tantangan yang harus ditaklukkan.

Terus saja berbuat dan menebar keyakinan meraih cita-cita mulia. Meski acapkali kita belum mampu membuat perubahan besar. Tapi setidaknya kita masih memiliki energi dan sebuah harapan. Bukan hanya kumpulan orang yang senang berangan-angan. Karena kata penyair Kahlil Gibran, Untuk memahami hati dan pikiran seseorang, jangan lihat apa yang sudah dia capai, tapi lihat pada apa yang dia cita-citakan. 

 

Senin, 16 Agustus 2021

DIRGAHAYU NEGERIKU



 

Menikmati kemerdekaan itu nikmat yang agung. Dengan kemerdekaan kita bisa membangun tanah air, belajar dan beribadah dengan bebas. Tanpa kemerdekaan mustahil kita bisa melakukan semua itu.

Memiliki kemerdekaan sama artinya dengan memiliki harga diri dan kemuliaan sebagai bangsa. Kita sejajar dengan bangsa lain di dunia. Sebagai bangsa usia kita lebih tua dari usia kemerdekaan yang telah menginjak 76 tahun. Dan kita adalah bangsa yang memiliki sejarah besar.

Pedih rasanya bagi mereka; Rohingya, Suku Kurdi dan Orang Gipsi yang terusir dari negerinya atau terasing karena tidak memiliki tanah air. Ini membuktikan betapa memiliki negeri yang merdeka adalah nikmat yang besar.

Merdeka bukan berarti titik akhir perjuangan. Merdeka adalah gerbang baru menuju perjuangan berikutnya. Secara lahiriah kita memang sudah merdeka, namun sering jati diri bangsa kita masih terbelenggu. Kita bergantung dari asing, menurut dan tidak memiliki kedaulatan penuh. Ini adalah penjajahan dengan wajah baru.

Saatnya kembali mengukir sejarah dan membangun kembali kejayaan bangsa. Bangsa yang mampu berdiri di atas kaki sendiri dan bangga dengan keluhuran nilai budaya. Bukan bangsa yang merasa kecil dan rendah di hadapan bangsa lai. Merdeka…..Dirgahayu negeriku tercinta, Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Minggu, 15 Agustus 2021

MELAWAN LELAH



Ayo, terus menulis jangan berhenti. Jangan hiraukan apa yang kau tulis, yang penting tetap menulis, menulis dan menulis. Mungkin itulah bahasa hati saya ketika semangat menulis mulai menurun. 

Tak bisa dihindari, semangat untuk menulis kadang turun dan kadang naik. Di saat sedang turun yang bisa saya lakukan adalah menghibur diri sendiri. Menulis saja, jangan kau risaukan apa yang kamu dapatkan dari menulis.

Hanya Penulis amatir yang tidak memiliki keahlian tertentu karena keterbatasan bahan bacaan dan ilmu. Tidak mampu mengartikulasi ide dengan baik dan segudang kelemahan-kelemahan lain. Mungkin itulah gambaran jujur tentang diri sendiri. Tapi karena alasan itu saya tidak akan berhenti menulis.

Setidaknya masih ada harapan untuk selalu memperbaiki diri. Entah sejauh mana langkah kaki berjalan. Setiap langkah adalah pengalaman, setiap langkah adalah keindahan yang menarik untuk dihayati dan dikenang.

Inilah jalan menjadi penulis. Jalan yang sulit namun penuh dengan tantangan. Terus melawan lelah, melawan kejenuhan dan memupuk semangat dalam diri. Jangan banyak berharap, tapi banyak berbuat. Jangan hanya berpikir mendapat keuntungan, tapi berusaha berbagi kebaikan.

 

 

 

Sabtu, 14 Agustus 2021

SERIBU KATA SATU BERMAKNA



Sudah tabiat manusia, selalu banyak kata banyak bicara. Di masa media sosial muncul sebagai panggung yang gemerlap, banyak muncul bintang-bintang yang tampil dengan memukau. Mereka tampil dengan kata-kata yang luar biasa. Tak hanya itu, penampilan pun tampak menarik dan berkelas. Namun hakikatnya semua hanya topeng belaka.

Dalam kehidupan nyata mereka tak sebaik dengan apa yang dikatakannya. Mereka adalah orang-orang yang bermulut manis dan pandai mencari simpati. Kata dan lakunya sebenarnya jauh berbeda. Apa yang di mulut dengan apa yang dilakukan jauh panggang daripada api. Dan inilah fakta yang sedang kita hadapi.

Banyak serigala yang berbulu domba. Banyak orang yang sebenarnya hatinya jahat, namun penampilan dipoles sedemikian rupa sehingga yang tampak adalah pribadi yang sempurna. Mereka lebih jahat dari penjahat yang sebenarnya. Seorang penjahat terkadang masih punya kejujuran, mereka jahat tapi mereka mengakui kejahatannya. Sedangkan para serigala berbulu domba, mereka jahat tapi selalu merasa menjadi orang yang baik, inilah kepalsuan.

Seorang yang mengambil harta orang lain dengan cara memaksa adalah tindakan keji. Itu adalah perampokan. Namun seorang pejabat yang disumpah dengan nama tuhannya, namun masih tega korupsi itu lebih keji. Korbannya bukan cuma satu orang, namun ribuan atau bahkan lebih. Ini bukan cerita atau dongeng belaka. Berapa banyak pejabat yang tidak amanah dengan kewenangan yang dimilikinya. Yang lebih memprihatinkan mereka tega mengambil hak orang-orang lemah di saat kondisi sulit.

Jangan mudah terpesona dengan indahnya kata. Tapi lihat kesesuain dengan tindak lakunya. Kata-kata sering meluncur tanpa rasa, tanpa kejujuran dan tanpa makna. Seribu kata satu bermakna.  

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...