Jumat, 04 Maret 2022

MAHALNYA BIAYA INVASI RUSIA



Mengutip berita dari media online, mantan Kepala Pertahanan Anggota NATO Estonia, Riho Terras mengungkapkan aksi invasi Rusia ke Ukraina membuat “Negeri Beruang Merah” harus mengeluarkan biaya 20 miliar dolar AS atau setara Rp 287 triliun per hari. Itu artinya dalam waktu sepuluh hari saja, biaya yang dipakai perang Rusia lebih besar dari keseluruhan belanja negara Indonesia dalam APBN tahun 2022 yakni sebesar Rp2.714,2 triliun.

Jelas saja, biaya perang tidak murah. Peralatan perang yang dipakai dan logistik ratusan ribu tentara pasti membutuhkan biaya yang besar. Persenjataan modern tentu tidak lagi menggunakan tombak, anak panah maupun pedang. Tapi sudah menggunakan kendaraan lapis baja, rudal balistik bahkan senjata nuklir.

Untuk membuat satu rudal balistik diperkirakan menghabiskan biaya sampai Rp 13 Miliar. Satu rudal balistik saja bisa mencukupi kebutuhan makan satu juta orang. Sedangkan jenis yang lebih canggih, pastinya akan berkali-kali lipat biaya pembuatannya. Dan bisa dibayangkan berapa “ongkos” yang dikeluarkan dalam invasi kali ini, karena dalam sehari tentara Rusia bisa menggunakan ratusan senjata yang mahal tadi.

Biaya perang pasti sangat mahal. Namun ada yang lebih mahal dari semua itu yaitu dampak peperangan. Ratusan nyawa sudah berguguran baik dari militer maupun warga sipil. Jutaan orang mengungsi meninggalkan tanah kelahiran demi mencari selamat. Rusaknya infrastruktur dan hancurnya lingkungan hidup. Semua itu tidak akan bisa dihitung dengan angka-angka.

Sampai kapan invasi Rusia akan berakhir, kita akan sulit menebaknya. Yang terjadi di Ukraina adalah perlawanan rakyat. Tidak hanya tentara Ukraina yang “bedil-bedilan” melawan pasukan Rusia. Tapi rakyat Ukraina juga berjuang mengangkat senjata. Tragedi kemanusiaan yang semakin memilukan dengan semakin banyaknya korban dari kedua pihak yang berperang.

 

 

Kamis, 03 Maret 2022

PAMER BERUJUNG BUI?



Beberapa waktu yang lalu, kita banyak melihat orang-orang pamer kekayaan di media sosial. Dengan percaya dirinya mereka menyebut sebagai sultan atau crazy rich. Konten Youtube, Instagram maupun Tiktok isinya hanya pamer kekayaan. Mobil sport mewah, rumah megah, hingga aksesoris mahal yang dimiliki semua tak luput diekspos.

Dulu banyak orang heran, mengapa mereka pamer kekayaan. Umumnya orang kaya akan lebih senang menyembunyikan hartanya. Kaitannya tentu dengan pajak yang harus dibayarnya atau ancaman kejahatan. Tapi, mengapa para “sultan” muda ini justru selalu pamer kekayaan. Rupanya ada niat jahat dibalik semua tindakan mereka.

Hari ini kita menyaksikan salah satu dari mereka harus berurusan dengan polisi. Ada dugaan profesi yang dijalani selama ini berkaitan dengan “bisnis” yang illegal. Mereka pamer harta tujuannya agar banyak orang tertarik dengan “kesuksesan” yang telah dicapai. Padahal kesuksesan mereka hanya kesuksesan semu. Mereka hanyalah para affiliator Binary option yang dianggap illegal di Indonesia.

Affiliator sendiri merupakan sebutan bagi orang yang mempromosikan suatu produk kepada orang lain. Umumnya seorang affiliator akan melakukan promosi dengan cara mempertontonkan keuntungan dari hasil trading untuk menarik target konsumennya.  Binary option merupakan instrumen trading online dari Amerika Serikat (AS) yang cara kerjanya dianggap hampir sama dengan perjudian.

Tentu kita bersyukur pihak berwajib sudah turun tangan dan mengusut para affiliator yang sering mencari target dengan pamer harta. Karena kenyataannya, sudah banyak kalangan yang mengalami kerugian besar karena tergiur dengan kesuksesan palsu para sultan atau crazy rich ini.

 

 

Rabu, 02 Maret 2022

Menanti Perdamaian Dunia yang Absurd



… … …

Banyak yang cinta damai, Tapi perang makin ramai

Wahai kau anak manusia, Ingin aman dan sentosa
Tapi kau buat senjata, Biaya berjuta-juta
Banyak gedung kau dirikan, Kemudian kau hancurkan

Bingung bingung ku memikirnya…

 

Penggalan lirik lagu lawas Nasida Ria di atas, seakan menjadi kisah nyata yang sedang terjadi saat ini. Lagu yang populer di tahun 80-an itu, mungkin menggambarkan situasi pada waktu di mana sedang terjadi perang Irak dan Iran.

Dunia sebenarnya belum benar-benar pulih pasca perang duni kedua, namun perang baru sudah muncul lagi. Kini, setelah empat puluh tahun perang kembali terjadi. Invasi Rusia ke Ukraina menjadi perhatian dunia karena akan berdampak besar bagi cita-cita perdamaian dunia.

Sebenarnya bisa dikatakan perang tidak pernah benar-benar berhenti di dunia sejak dahulu. Konflik Palestina dan Israel, perang di Kuwait, Afganistan, Syuriah, Libya dan beberapa negara yang lainnya. Atau bila kita mundur ke periode sebelum perang dunia kesatu, sejarah sudah mencatat banyak terjadi peperangan besar.

Perdamaian dunia seakan menjadi lamunan yang absurd. Meski menjadi cita-cita bersama, tapi seakan mustahil untuk diwujudkan. Siapa yang suka perang, korban nyawa, harta benda yang tidak sedikit dan rusaknya semua fasilitas umum. Meski demikian nyatanya perang tetap sering berlangsung.

Perang akan membawa duka dan trauma yang berat. Yang menang menjadi arang, yang kalah menjadi abu. Peradaban yang dibangun anak manusia akan luluh-lantak oleh perang. Tapi, lagi-lagi perang akan terus berulang. Entahlah, bingung bingung ku memikirnya…

 

 

 

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...