Selasa, 26 Juli 2022

Istikamah



Keutamaan istiqomah dalam Islam adalah satu kata yang biasanya kita dengar manakala seseorang mendoakan dirinya maupun orang lain, terlebih khusus dalam suatu pekerjaan yang berkaitan dengan ibadah. Umumnya kita mendengar kata-kata ini diucapkan kepada orang-orang yang baru masuk Islam, orang yang baru berhijrah untuk lebih baik, akan tetapi doa tersebut tidak berbatas pada mereka saja.

Tidak sedikit orang yang berdoa dan mencari cara agar dirinya sendiri tetap istiqamah dijalan Allah. Orang yang seperti ini kiranya adalah orang yang telah sadar  bahwa istiqamah adalah suatu hal yang sangat berharga. Istiqomah merupakan ketetapan hati dalam beribadah kepada Allah.

Menurut bahasa kata istiqamah bermakna i’tidal atau lurus, sedangkan menurut syari’at istiqamah adalah meniti jalan yang lurus yaitu agama yang lurus yakni agama islam tanpa menyimpang dari – Nya. Sementara itu menurut Imam an Nawawi menjelaskan makna istiqamah adalah luuzumu tha’atillah yaitu tetap konsisten dan konsekuen dalam ketaatan kepada Allah ta’ala.

Seorang muslim hendaklah menjaga keistiqamahan dalam beramal, banyak dalil maupun as sunnah yang memerintahkan kita agar senantiasa menjaga istiqamah dalam beramal. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an :

 “dan sembahlah Rabb mu sampai datang kepadamu yang diyakini (kematian)” (Q.S Al-Hijr: 99).

Ayat lain juga menjelasakan tentang istiqamah:

“maka istiqamahlah (tetaplah) engkau (muhammad dijalan yang benar) sebagaimana telah  diperintahkan kepadamu dan juga orang yang bertaubat bersamamu. Dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya dia maha melihat apa yang kamu kerjakan” (Q.S Hud : 112).

Sesungguhnya istiqamah memiliki keutamaan yang sangat banyak, sehingga tidak patut seorang hamba akan menyia-nyiakan atau mengabaikannya dalam beribadah, berikut ini beberapa keutamaan dalam beribadah :

Pertama: Memperoleh Kecintaan Allah

Seorang hamba yang melazimkan sikap istiqamah dalam melakukan amal shalih maka dia kan dekat dengan Allah dan akan menjadi hamba yang dicintai-Nya. Dalam sebuah hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori, Allah berfirman : “tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang aku cintai daripada kewajiban yang aku bebankan kepadanya. Dan senantiasa (terus-menerus istiqamah) hamba-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya”.

Kedua: Tetap Ditulis Pahala Meskipun Berhalangan

Sungguh ini bukan saja berupa keutamaan istiqamah tapi juga merupakan karunia yang amat besar dari Allah SWT bagi seorang hamba yang selalu istiqamah dalam beramal.

Ketahuilah bahwa apabila seorang hamba senantiasa Istiqamah dalam beramal, kemudian suatu saat dia tidak bisa melakukan amalnya karena suatu halangan maka Allah akan tetap mencatat untuknya pahala amal shalih yang biasa ia lakukan. Rasulullah SAW bersabda : “apabila seorang hamba sakit atau sedang bepergian, akan tetap ditulis pahalanya seperti ketika dia mukim (tidak bepergian) dan sehat” (HR Bukhori).

Ketiga: Akan Turun Malaikat yang Menghibur

Sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Rabb kami adalah Allah, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqamah), maka Malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata) : Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) Surga yang telah dijanjikan kepadamu” (Q.S Fusilat : 30)

Dalam tafsir ibnu katsir  dijelaskan bahwa para malaikat akan turun menuju orang-orang yang beristiqamah, ketika kematian menjemput, ketika dalam kubur dan ketika dibangkitkan.

Ketika itu para malaikat akan datang dan memberi rasa aman dari ketakutan ketika kematian menjemput. Menghilangkan kesedihannya yang disebabkan berpisah dengan keluarganya karena Allah pengganti dari hal itu.  Memberikan kabar gembira berupa dihilangkan keburukan dan mendapatkan kebaikan dengan surga yang belum pernah dilihat mata, didengar oleh telinga dan belum pernah terlintas dalam hati manusia.

Kiat Agar Istiqamah dalam Ibadah

Dibawah ini kiat-kiat agar kita tetap istiqamah dalam beribadah :

Berkawan dengan Orang yang Istiqamah

Dalam beristiqamah kita memerlukan kawan yang terus mengingatkan kita mengenai amal-amal shalih atau bisa kita jadikan teladan dalam beramal. Allah SWT berfirman : “ hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang beriman” (QS. At-Taubah: 119).

Nabi Muhammad SAW bersabda : “Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.

Membaca Kisah Ahli Istiqamah

Diantara orang yang bisa memotivasi kita untuk senantiasa beramal dengan istiqamah adalah dengan membaca kisah orang-orang yang shalih dan meneladani sikap mereka dalam mengamalkan agama. Ini juga menjadi alasan mengapa Allah banyak memberikan kisah-kisah orang shalih para nabi didalam Al-qur’an.

Firman Allah dalam Al-Qur’an :

“Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Hud: 11).

Motivasi Agar Istiqamah

Istiqamah memiliki arti konsisten dalam melakukan kebaikan, teguh dalam suatu pendirian dan tidak akan tergoyahkan oleh sesuatu apapun dalam mendapatkan ridho Allah SWT. Ketahuilah bahwa bag mereka yang istiqamah, akan mendapatkan pahala yang sangat besar yaitu berupa surga dan pertolongan dari Allah SWT.

Allah berfirman dalam surat Fushilat ayat 30:

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat: 30).

Memahami dan Mengamalkan Intisari 2 Kalimat Syahadat

Ketika kita sudah bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, serta nabi Muhammad adalah utusan Allah, itu artinya kita sudah mengikrarkan untuk tidak menambah sesembahan lain atau menyekutukan Allah SWT serta taat kepada perintah dan ajaran yang dibawa oleh utusan-Nya yakni Muhammad SAW.

Memperbanyak Membaca Al-Quran

Allah SWT menyebutkan bahwasannya salah satu alasan kitab suci umat islam ini diturunkan ialah untuk meneguhkan keimanan orang-orang yang sudah beriman serta menjadi petunjuk bagi mereka. Firman Allah :

Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur’an itu dari Rabbmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. An Nahl : 102)

Biasanya orang-orang yang tidak istiqamah dalam agama ini adalah mereka yang kurang interaksi engan Al-Qur’an dan malah sering berinteraksi dengan orang kafir ataupun orang-orang liberal, sekuler dan sejenisnya.

Mulai dari Amal – Amal Sederhana

Untuk menjadi pribadi agar tetap istiqamah, langkah yang kita perlu lakukan yaitu membiasakan diri dengan amalan-amalan sederhana seperti bersedekah, membantu kawan, shalat dhuha dan lain sebagainya. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwasannya amalan yang dicintai Allah itu adalah amal-amal yang terus istiqamah walaupun sedikit.

Tingkatkan Keyakinan Adanya Balasan di Akhirat

Allah SWT selalu memiliki cara sendiri dalam memotivasi hamba-nya agar giat beribadah, kadang motivasi itu berupa balasan didunia yang bisa kita rasakan langsung. Untuk tetap beristiqamah, kita harus mempercayai bahwa setiap perbuatan akan mendapatkan balasan jika kita berbuat baik maka kita akan mendapatkan pahala dari Allah SWT sebagaimana janji Allah diberbagai ayat dan hadits-hadits Nabi-Nya.

Perbanyak Do’a Memohon Pertolongan Allah

Salah satu sifat khas yang dimiliki orang beriman yaitu selalu memohon dan berdo’a kepada Allah agar diberi ketetapan hati dalam kebenaran. Allah SWT memuji orang-orang yang beriman yang selalu berdo’a kepada-Nya untuk meminta keteguhan iman dalam menghadapi ujian. Allah berfirman :

Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang sabar. Tidak ada do’a mereka selain ucapan: ‘Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir‘. Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan” (QS. Ali ‘Imran: 146-148).

Itulah penjelasan mengenai istiqamah, keutamaan serta kiat – kiat agar kita tetap istiqamah. Sekian artikel kali ini, semoga artikel yang saya bagikan kali ini bermanfaat dan menambah wawasan serta menjadi sumber inspirasi bagi kita semua. Selamat membaca sampai jumpa di artikel – artikel berikutnya. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel kali ini.



 

 

Senin, 25 Juli 2022

Bekal Ilmu Saja Tidak Cukup, Tapi…

 




Cerita seorang guru yang begitu senangnya ketika bertemu dengan muridnya yang sudah menjadi dokter. Dengan wajah berseri-seri ia menyapa sang murid. Ternyata ingatan ibu guru tadi masih jernih. Dan dengan lancar ia bisa menyebut nama murid di hadapannya, kelas dan sekolah tempat dia belajar dulu. Ia mengenal dengan baik muridnya karena murid tersebut termasuk salah satu siswa yang berprestasi.

Rupanya gayung tidak bersambut. Murid yang disapa responnya dingin-dingin saja. Bahkan dengan nada datar ia berkata telah lupa dengan gurunya tadi. Ternyata murid yang dibanggakan sikapnya di luar dugaan.

Dalam kesempatan yang berbeda, ibu guru tadi bertemu dengan muridnya yang lain. Kali ini yang menegur justru muridnya. Muridnya memang hanya mengendarai sepeda motor dan tampilannya juga bersahaja. Tapi kesopanan dan keramahan tutur katanya mengesankan. Bahkan tidak sekadar bertegur-sapa, sang murid juga membantu beberapa keperluan gurunya. Rupanya pengalaman berjumpa dengan dua murid yang berbeda karakter tadi menyadarkan ibu guru. Bahwa bekal ilmu tidak cukup, tapi harus bekal adab.

Apa yang menjadikan kebanggaan seorang guru ketika bertemu dengan muridnya. Ternyata sederhana, menyapa dan mengingatnya. Karena itu bentuk penghargaan meski yang dicari guru bukanlah penghargaan semata. Guru sejatinya tidak pernah berharap yang lebih dari itu. Cukup beramah-tamah dan bicara seperlunya. Meski kadang hal seremeh itu sering luput didapat.

Meski sebenarnya status guru itu tidak ada akhir masanya, tak akan ada namanya bekas guru. Tapi tidak apa-apa bila murid tidak mengingat gurunya lagi. Guru juga tidak menuntut atau sedih dengan semua itu. Doa guru tetap yang terbaik bagi murid-muridnya.

Minggu, 24 Juli 2022

Menjadi Orang Besar

 



Orang besar bukan berarti orang yang badannya besar. Besar dimaksudkan adalah karyanya yang nyata bagi kehidupan, jauh melampaui ukuran-ukuran fisik. Mengutip Prpf.Naim, Orang besar ialah orang yang telah ditempa oleh terjalnya kehidupan secara luar biasa. Ia melampaui manusia pada umumnya. Capaian suksesnya adalah akumulasi dari tempaan demi tempaan hidup yang panjang dan melelahkan.

Orang dikatakan besar tidak pula karena memiliki kekayaan material yang berlimpah. Karena belum tentu mereka yang kaya memiliki hati yang besar dan layak dikenang karena jasa-jasa yang telah diukirnya.

Semua orang memiliki kesempatan menjadi besar dan dikenang. Karena setiap orang memiliki potensi dalam dirinya untuk dibhaktikan kepada masyarakat. Bagi yang dikaruniai harta, ia bisa menjadi besar karena ringan tangan dalam membantu sesama. Sebaliknya bila hartanya hanya untuk memuaskan keinginan pribadinya, dia tidak akan pernah menjadi orang besar.

Bagi yang tidak berharta tapi berilmu juga bisa menjadi orang besar. Dengan ilmu yang dimilikinya ia bisa membangun masyarakat menjadi lebih terdidik. Memiliki pendidikan yang layak sama pentingnya dengan memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan pokok. Karena ada korelasi yang kuat antara pendidikan dengan kesejahteraan.

Lalu bagaimana menjadi orang besar bila tidak ada yang bisa disumbangkan dalam kehidupan bermasyarakat. Jawabannya adalah dengan memiliki hati besar. Karena dengan banyaknya orang-orang kecil yang berhati besar akan menjadikan hidup ini lebih harmoni.

Sabtu, 23 Juli 2022

Menulis, Proses yang Tidak Berakhir



Menulis bukan bagian dari perlombaan yang ada akhirnya. Bukan pula semacam olah raga yang ada batas habis waktunya. Menulis adalah proses yang tiada berakhir. Menulis adalah bagian dari kehidupan itu sendiri. Selama masih ada kehidupan, selama itu pula penulis akan berkarya.

Menulis bukan urusan menang atau kalah. Bukan pula penilaian baik atau buruknya tulisan. Tapi menulis memiliki makna lebih luas dari hal semacam itu. Karena menulis adalah jati diri seseorang untuk mencari arti dari hidupnya. Apakah rentang hidup yang tidak terlalu lama yang dimilikinya akan membuahkan faedah.

Kalau menulis adalah proses yang ada ujungnya, maka tak akan ada karya besar yang memberi pengaruh luas dalam kehidupan kita. Jika menulis memiliki batas finis-nya, tak akan ada ribuan mutiara kata yang menyentuh jiwa.

Dunia menulis adalah dunia penuh makna. Tak semua orang bisa memahami keseruan dan keunikannya. Hanya mereka para penulis yang sadar betul dengan apa yang dikerjakannya. Meski di mata banyak orang seakan-akan semua percuma.

Selamilah dan temukan makna menulis, maka engkau akan mampu mencerna hakikat makna yang sebenarnya. Tak cukup sekali dua kali, atau sebulan dua bulan mencoba menulis. Karena itu terlalu dangkal untuk mengukur kedalaman yang sebenarnya.

 

Jumat, 22 Juli 2022

Trah Pemimpin

 



Gerombolan singa hanya akan dipimpin oleh seekor singa. Tidak mungkin kawanan singa akan dipimpin oleh seekor kambing. Begitu pula cerminan pimpinan kita. Pemimpin lahir dari rahim rakyatnya. Kualitas pemimpin yang baik hanya akan terwujud dari masyarakat yang baik pula. Tak akan muncul pemimpin yang baik, bila masyarakatnya sudah rusak.

Konon ketika Sayyidina Ali Bin Abi Thalib ditanya oleh salah satu pengikutnya,  mengapa pada masa pemerintahannya banyak terjadi perpecahan dan perang saudara, sementara pada masa pemerintahan Abu Bakar dan Umar situasi relatif lebih aman dan tidak ada perpecahan dalam tubuh umat Islam.

Ali menjawab, pada masa Abu Bakar dan Usman yang menjadi rakyatnya adalah orang-orang seperti saya, sedangkan ketika saya menjadi pemimpin pengikutnya adalah orang- orang seperti kamu.

Bagai “Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri”. Percuma menggerutu dan mengumpat pemimpin yang buruk, karena hakikatnya dia adalah bagian dari kita. Dia adalah cerminan umatnya. Bila kita menginginkan pemimpin yang baik, syarat pertamanya adalah memperbaiki kondisi masyarakat, itu sebuah keharusan.

Menurut logika, pemimpin seharusnya adalah orang yang terbaik dalam komunitas atau masyarakatnya. Lalu bagaimana kita bisa memilih yang terbaik bila semuanya tidak memenuhi kriteria untuk layak dijadikan pemimpin. Fakta inilah yang sering kita jumpai. Banyak yang mendambakan pemimpin yang berkualifikasi sempurna sementara kondisi riil masyarakatnya jauh dari ideal.

 

 

Kamis, 21 Juli 2022

Kapan Berakhir, Perang Rusia Ukraina

 



Kebanyakan orang tidak akan mengira bila konflik senjata di Ukraina akan berlangsung lama hingga berbulan-bulan. Sudah tidak terbayang berapa kerugian akibat perang yang tidak ada kesudahannya. Korban harta benda, kerusakan lingkungan bahkan jatuhnya korban jiwa baik tentara maupun rakyat sipil.

Tidak ada perang yang berakhir dengan kebahagiaan. Pihak yang menang maupun yang kalah sama-sama akan merasakan pahitnya dampak perang. Kalah menjadi abu menang menjadi arang.

Bagaimana nanti rakyat Ukraina akan membangun kehidupannya kembali. Bagaimana pula nasib anak-anak korban perang yang brutal. Tentu trauma yang terjadi tidak akan mudah untuk dipulihkan.

Perang sebulan tak akan cukup ditebus dengan sepuluh tahun. Bahkan yang terjadi sekarang sudah hampir setengah tahun. Apakah belum cukup kehancuran yang terjadi di sana. Apakah belum puas menyaksikan banjir darah dari ambisi para pemimpin yang haus kekuasaan. Atau memang sudah mati rasa kemanusiaan mereka yang masih menginginkan perang tetap dilanjutkan.

Perang memang akan selalu ada hingga bumi ini musnah. Peradaban manusia akan selalalu “dihiasi” dengan konflik berdarah. Palestina, Rohingya,  belahan bumi Afrika dan tempat lainnya. Sudah menjadi tabiat manusia membuat kerusakan dan menumpahkan darah sesama.

Rabu, 20 Juli 2022

Biarkan Mereka Bermain

 



Jangan melarang anak untuk bermain, karena bermain memiliki manfaat yang banyak banyak pertumbuhan dan perkembangan anak. Bermain membentuk pertumbuhan fisik yang bagus sekaligus melatih mental anak. Semua ahli sudah sepakat bermain bagi anak sangat penting. Meskipun dalam pandangan orang tua seolah bermain itu tidak ada gunanya.

Bill Gates melarang anaknya yang belum berusia 14 tahun memegang ponsel. Bahkan anak-anaknya di sekolahkan di sekolah yang memberi kesempatan anak bermain di alam terbuka. Bermain lari-larian, main lumpur ataupun main air hujan.

Ini tentu ada alasan yang mendasarinya. Permainan-permainan tradisional di alam terbuka mendidik anak untuk dekat dengan alam sehingga mereka akan menghargai dan menjaga kelestariannya. Berbeda dengan permainan menggunakan gadget yang akan menjadikan anak tidak bisa bersosialisasi.

Jangan takut anak badannya kotor atau tubuhnya akan lecet. Karena semua itu justru menjadikan anak belajar bertanggungjawab dan akan lebih berhati-hati. Namun, bila anak dikekang ia akan menjadi lemah fisik dan mentalnya.

Tugas orang tua adalah mengontrol dan mengatur anak bermain. Anak diberi kebebasan tapi juga ada batasan-batasan yang harus ditaati. Semakin anak dibatasi bermain maka akan semakin terkekang potensi yang ada dalam dirinya. Tapi bila ada kebebasan berekspresi melalui bermain, anak akan semakin mudah mengembangkan minat dan bakatnya.

Selasa, 19 Juli 2022

Beri Erik Kesempatan

 



Erik ten Hag adalah sosok pelatih baru Manchester United. Kiprahnya yang menawan dan mampu membawa Ajak Amsterdam tampil luar biasa di liga champion telah membawa karirnya hingga ke Old Trafford. Ia menjadi tumpuhan harapan kebangkitan MU, setelah berkali-kali ganti nahkoda tapi tetap saja belum mampu mendulang prestasi.

Kurang apa dengan Erik ten Hag. Karirnya sangat cemerlang dan terkenal memiliki strategi sepak bola menyerang. Tapi bukan berarti dia pasti nyetel dengan pemain-pemain MU. Sangat mungkin di tahun pertamanya ia tidak mampu memberi gelar apa-apa, tapi itu menjadi hal yang lazim bagi seorang pelatih baru.

Jurgen Klopp pada tahun pertama melatih Liverpool juga belum mampu mempersembahkan gelar juara. Tapi karena dia mendapat kepercayaan dan kesempatan, saat ini tim asuhannya menjadi salah satu tim terbaik eropa.

Bila diberi kesempatan Erik ten Hag juga bisa sukses seperti Klopp. Tapi bila manajemen MU kurang sabar, nasibnya juga akan sama seperti Mourinho, Solkjaer, maupun Ragnick. Siapa yang mampu mengubah tim menjadi bagus dalam tempo yang singkat. Bahkan Ferguson dulu juga membutuhkan waktu untuk menyulap MU menjadi tim besar yang disegani.

Sama halnya pemilik klub, suporter MU juga harus memberi kesempatan Erik ten Hag. Dukungan penuh akan membuat dia mampu bekerja dengan baik. Tapi bila sekali atau dua kali kalah langsung dituntut mundur, bagaiaman jadinya. Sudah pasti pelatih akan bekerja dalam tekanan dan tidak mampu menjalankan pola latihan yang telah disusun. Yang penting menang, meski permainan indah ciri MU harus dikorbankan.

Senin, 18 Juli 2022

Takut Menulis

 



Menulis sebenarnya hampis sama dengan berbicara. Sama-sama mengungkapkan kata. Menulis dan berbicara tentunya juga akan memberi pengaruh terhadap orang yang membaca atau mendengar. Kata-kata yang baik akan menjadikan orang yang mendengar merasa nyaman dan tertari. Begitu pula tulisan yang baik akan berdampak baik bagi orang yang membacanya.

Karena memiliki dampak yang sama, saya selalu berhati-hati dalam menulis. Takut apabila tulisan yang saya buat menimbulkan dampak yang kurang baik bagi pembaca. Mungkin karena alasan itulah saya menghindari tema yang sensitif.

Saya lebih suka menulis tema yang ringan-ringan saja. Sebisa mungkin saya memilih kata-kata yang tidak akan menimbulkan perasaan kurang enak bagi orang yang membaca. Terlebih membicarakan keburukan orang, pasti akan saya hindari. Karena saya menyadari tidak ada seorang pun yang suka keburukannya diumbar dan disebarluaskan.

Jujur saya tidak menyukai medsos karena saya terlalu risih membaca komentar netizen yang semuanya hampir tidak lagi menimbang rasa. Kata-kata yang menusuk perasaan bahkan merendahkan martabat orang sudah menjadi hal yang biasa. Ini yang tidak akan mungkin saya lakukan.

Kata-kata yang buruk sebenarnya akan kembali kepada orang yang mengeluarkannya. Artinya kualitas orang bisa dilihat dari bagaimana ia berkata-kata atau tulisannya. Semakin buruk dan kasar maka semakin rendah kepribadiannya. Sebaliknya, semakin santun maka semakin tinggi pula akhlaqnya.

 

Minggu, 17 Juli 2022

Salah Nama



Nasib olah raga sepak bola di Indonesia kurang mentereng prestasinya. Ini fakta yang tidak bisa dibantah. Jangankan untuk level dunia, untuk berbicara banyak di tingkat regional ASEAN saja kita kesulitan. Sebenarnya apa yang menyebabkan sepak bola kita tidak bisa maju?. Tentu faktor permasalahannya sangat banyak, akan ada daftar panjang dari A sampai Z yang mesti diuraikan dan dicarikan solusinya.

Salah satu yang menyebabkan sepak bola kita tidak bisa maju karena kita salah menyebut nama. Bagaimana bisa, tentu ini hanya terawangan para ahli gotak gatuk matuk. Mayoritas para sejarawan berpendapat bila sepak bola berasal dari Inggris. Di sana olah raga sepak bola disebut "Football". Berasal dari dua kata foot berarti kaki dan ball artinya bola. Anehnya ketika sampai di Indonesia menjadi sepak bola bukan “bola kaki” .

Bila kita menggunakan istilah sepak bola dari kata asli football semestinya memang kurang tepat. Sepak bola dalam istilah bahasa Inggris adalah “Kickball”. Istilah ini lebih dekat dengan kick boxer, olah raga tarung tinju yang sekaligus memperbolehkan menggunakan kaki untuk menyerang lawan. Jangan-jangan sering terjadi rusuh di lapangan gara-gara cara main bola seperti main kick boxer.

Kita memang sudah biasa menyebut istilah dengan tidak tepat. Seperti air bening yang kita sebut dengan air putih. Goalkeeper kalau Indonesia menjadi penjaga gawang. Padahal bila diartikan goalkeeper itu penjaga gol. Goalkeeper adalah pemain yang tugasnya menjaga jangan sampai terjadi gol. Bukan hanya gawang yang dijaga.

Yang lebih rumit, sepak bola dalam Bahasa Jawa disebut “Bal-balan”. Kita akan kesulitan mengartikan istilah yang satu ini. Apa maksud dari kata bal-balan. Asumsi kita, mungkin maksudnya “bola-bolaan” atau main bola. Tapi bisa juga diartikan “banting-bantingan”. Jadi, urusan memberi istilah atau sebutan sesuatu ternyata tidak bisa kita sederhanakan, harus sesuai makna yang dimaksudkan.

 

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...