Rabu, 27 Juli 2022

Taubat



Sudah menjadi kodrat manusia tempatnya salah dan lupa. Sering berbuat salah juga kadang kala berbuat dosa. Karena manusia, disebabkan sifat kemanusiaannya, tidak mungkin terbebas dari kesalahan dan dosa-dosa. Hanya para Nabi dan Rasul yang terbebas dari maksiat, mereka manusia suci yang terjaga. Sedangkan kita sering tergelincir dalam perbuatan maksiat dan dosa.

Dan manusia berbeda dengan para malaikat. Malaikat tidak diberi nafsu, sedangkan kita memiliki nafsu. Manusia makhluk yang dinamis, sedangkan para malaikat adalah makhluk Allah yang statis. Malaikat makhluk yang mutlak taat dan tidak pernah maksiat kepada Allah, sedangkan kita ada kalanya taat, namun di waktu yang lain berbuat maksiat.

Sebagai manusia biasa sudah pasti diri kita pernah ternoda oleh maksiat yang kita lakukan dengan sengaja ataupun tanpa ada niat sebelumnya. Manusiawi ketika kita pernah berbuat maksiat, melakukan perbuatan dosa. Terkadang kita sebagai mukmin lalai dalam menjaga mata, mulut dan telinga dari maksiat. Dan sedikit sekali orang yang selamat dari dosa-dosa macam ini. Namun tidak bisa dibenarkan juga bila hidup kita selalu bergelimang dalam lumpur dosa. Karena selain diberi nafsu kita juga dikaruniai oleh Allah akal pikiran yang mampu mencerna perintah dan larangan Allah dalam kitab suci Al-Qur’an. Pergulatan antara nafsu dan akal kita akan selalu terjadi sepanjang hidup kita. Ketika akal kita menang dan mengikuti perintah-Nya kita akan menjadi hamba yang dimuliakan.

Memang dosa-dosa kecil akan selalu terulang. Namun seyogianya kita tidak menganggap remeh dosa-dosa kecil. Karena dosa kecil yang dilakukan berulang kali tanpa ditaubati akan menjadi dosa besar juga. Dan, Sebagian mukmin bisa jadi terjerumus dalam perbuatan-perbuatan dosa besar. Karena ia memang bukan orang yang ma'shum. Dan ini sering terjadi ketika seseorang selalu menurutkan hawa nafsunya, bila nafsu selalu dituruti jatuhlah manusia dalam posisi yang hina. Namun kita dilarang putus asa dari rahmat Allah, karena Dia menjanjikan ampunan bagi hamba yang segera menyadari perbuatan dosanya dan segera bertaubat.

dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْن رَحِمَكُم اللّه

Di antara asma-asma Allah adalah al-ghofur yang maknanya Allah Maha Pengampun. Ketika manusia tergelincir dalam dunia kemaksiatan hendaknya segera bertaubat kepada Allah yang Maha Pengampun. Rahmat Allah meliputi seluruh hamba-Nya. Maksiat yang menjadikan pelakunya taubat itu lebih baik daripada amal baik yang menjadikan seseorang ujub dan takabbur. Seorang pendosa yang takut azab Allah dan selalu bertaubat memohon ampun-Nya lebih dicintai Allah daripada seorang alim yang sombong karena kealimannya. Bukankah Iblis tadinya adalah makhluk Allah yang mulia di surga.  Banyak amalnya, tak sejengkal tanah pun yang belum dijadikan tempat sujudnya. Namun seketika menjadi terlaknat ketika menjadi sombong, merasa diri lebih mulia dari Adam.

Keutamaan orang yang bertaubat dari dosa-dosanya sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran Surat Al-Baqoroh ayat 222;

"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (QS. Al-Baqoroh 222)

Di antara perintah yang paling tegas untuk melaksanakan taubat dalam Al Quran adalah firman Allah Subhanahu wa ta’ala dalam  Surat At Tahrim ayat ke-8;

"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, " (QS. At Tahrim: 8).

 

Seperti syukur yang harus dilakukan setiap saat, taubat pun harus dilakukan setiap waktu. Sebagai bentuk kesadaran kita, bahwa dalam hidup ini akan selalu ada dosa. yang Sebaik-baik orang yang maksiat banyak dosa adalah segera minta ampunan pada Allah.

"Jika kalian melakukan kesalahan-kesalahan (dosa) hingga kesalahan kalian itu sampai ke langit, kemudian kalian bertaubat, niscaya Allah SWT akan memberikan taubat kepada kalian." (Hadist diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abi Hurairah, dan ia menghukumkannya sebagai hadits hasan dalam kitab sahih Jami' Shagir - 5235)

 

 

Selasa, 26 Juli 2022

Istikamah



Keutamaan istiqomah dalam Islam adalah satu kata yang biasanya kita dengar manakala seseorang mendoakan dirinya maupun orang lain, terlebih khusus dalam suatu pekerjaan yang berkaitan dengan ibadah. Umumnya kita mendengar kata-kata ini diucapkan kepada orang-orang yang baru masuk Islam, orang yang baru berhijrah untuk lebih baik, akan tetapi doa tersebut tidak berbatas pada mereka saja.

Tidak sedikit orang yang berdoa dan mencari cara agar dirinya sendiri tetap istiqamah dijalan Allah. Orang yang seperti ini kiranya adalah orang yang telah sadar  bahwa istiqamah adalah suatu hal yang sangat berharga. Istiqomah merupakan ketetapan hati dalam beribadah kepada Allah.

Menurut bahasa kata istiqamah bermakna i’tidal atau lurus, sedangkan menurut syari’at istiqamah adalah meniti jalan yang lurus yaitu agama yang lurus yakni agama islam tanpa menyimpang dari – Nya. Sementara itu menurut Imam an Nawawi menjelaskan makna istiqamah adalah luuzumu tha’atillah yaitu tetap konsisten dan konsekuen dalam ketaatan kepada Allah ta’ala.

Seorang muslim hendaklah menjaga keistiqamahan dalam beramal, banyak dalil maupun as sunnah yang memerintahkan kita agar senantiasa menjaga istiqamah dalam beramal. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an :

 “dan sembahlah Rabb mu sampai datang kepadamu yang diyakini (kematian)” (Q.S Al-Hijr: 99).

Ayat lain juga menjelasakan tentang istiqamah:

“maka istiqamahlah (tetaplah) engkau (muhammad dijalan yang benar) sebagaimana telah  diperintahkan kepadamu dan juga orang yang bertaubat bersamamu. Dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya dia maha melihat apa yang kamu kerjakan” (Q.S Hud : 112).

Sesungguhnya istiqamah memiliki keutamaan yang sangat banyak, sehingga tidak patut seorang hamba akan menyia-nyiakan atau mengabaikannya dalam beribadah, berikut ini beberapa keutamaan dalam beribadah :

Pertama: Memperoleh Kecintaan Allah

Seorang hamba yang melazimkan sikap istiqamah dalam melakukan amal shalih maka dia kan dekat dengan Allah dan akan menjadi hamba yang dicintai-Nya. Dalam sebuah hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori, Allah berfirman : “tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang aku cintai daripada kewajiban yang aku bebankan kepadanya. Dan senantiasa (terus-menerus istiqamah) hamba-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya”.

Kedua: Tetap Ditulis Pahala Meskipun Berhalangan

Sungguh ini bukan saja berupa keutamaan istiqamah tapi juga merupakan karunia yang amat besar dari Allah SWT bagi seorang hamba yang selalu istiqamah dalam beramal.

Ketahuilah bahwa apabila seorang hamba senantiasa Istiqamah dalam beramal, kemudian suatu saat dia tidak bisa melakukan amalnya karena suatu halangan maka Allah akan tetap mencatat untuknya pahala amal shalih yang biasa ia lakukan. Rasulullah SAW bersabda : “apabila seorang hamba sakit atau sedang bepergian, akan tetap ditulis pahalanya seperti ketika dia mukim (tidak bepergian) dan sehat” (HR Bukhori).

Ketiga: Akan Turun Malaikat yang Menghibur

Sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Rabb kami adalah Allah, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqamah), maka Malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata) : Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) Surga yang telah dijanjikan kepadamu” (Q.S Fusilat : 30)

Dalam tafsir ibnu katsir  dijelaskan bahwa para malaikat akan turun menuju orang-orang yang beristiqamah, ketika kematian menjemput, ketika dalam kubur dan ketika dibangkitkan.

Ketika itu para malaikat akan datang dan memberi rasa aman dari ketakutan ketika kematian menjemput. Menghilangkan kesedihannya yang disebabkan berpisah dengan keluarganya karena Allah pengganti dari hal itu.  Memberikan kabar gembira berupa dihilangkan keburukan dan mendapatkan kebaikan dengan surga yang belum pernah dilihat mata, didengar oleh telinga dan belum pernah terlintas dalam hati manusia.

Kiat Agar Istiqamah dalam Ibadah

Dibawah ini kiat-kiat agar kita tetap istiqamah dalam beribadah :

Berkawan dengan Orang yang Istiqamah

Dalam beristiqamah kita memerlukan kawan yang terus mengingatkan kita mengenai amal-amal shalih atau bisa kita jadikan teladan dalam beramal. Allah SWT berfirman : “ hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang beriman” (QS. At-Taubah: 119).

Nabi Muhammad SAW bersabda : “Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.

Membaca Kisah Ahli Istiqamah

Diantara orang yang bisa memotivasi kita untuk senantiasa beramal dengan istiqamah adalah dengan membaca kisah orang-orang yang shalih dan meneladani sikap mereka dalam mengamalkan agama. Ini juga menjadi alasan mengapa Allah banyak memberikan kisah-kisah orang shalih para nabi didalam Al-qur’an.

Firman Allah dalam Al-Qur’an :

“Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Hud: 11).

Motivasi Agar Istiqamah

Istiqamah memiliki arti konsisten dalam melakukan kebaikan, teguh dalam suatu pendirian dan tidak akan tergoyahkan oleh sesuatu apapun dalam mendapatkan ridho Allah SWT. Ketahuilah bahwa bag mereka yang istiqamah, akan mendapatkan pahala yang sangat besar yaitu berupa surga dan pertolongan dari Allah SWT.

Allah berfirman dalam surat Fushilat ayat 30:

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat: 30).

Memahami dan Mengamalkan Intisari 2 Kalimat Syahadat

Ketika kita sudah bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, serta nabi Muhammad adalah utusan Allah, itu artinya kita sudah mengikrarkan untuk tidak menambah sesembahan lain atau menyekutukan Allah SWT serta taat kepada perintah dan ajaran yang dibawa oleh utusan-Nya yakni Muhammad SAW.

Memperbanyak Membaca Al-Quran

Allah SWT menyebutkan bahwasannya salah satu alasan kitab suci umat islam ini diturunkan ialah untuk meneguhkan keimanan orang-orang yang sudah beriman serta menjadi petunjuk bagi mereka. Firman Allah :

Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur’an itu dari Rabbmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. An Nahl : 102)

Biasanya orang-orang yang tidak istiqamah dalam agama ini adalah mereka yang kurang interaksi engan Al-Qur’an dan malah sering berinteraksi dengan orang kafir ataupun orang-orang liberal, sekuler dan sejenisnya.

Mulai dari Amal – Amal Sederhana

Untuk menjadi pribadi agar tetap istiqamah, langkah yang kita perlu lakukan yaitu membiasakan diri dengan amalan-amalan sederhana seperti bersedekah, membantu kawan, shalat dhuha dan lain sebagainya. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwasannya amalan yang dicintai Allah itu adalah amal-amal yang terus istiqamah walaupun sedikit.

Tingkatkan Keyakinan Adanya Balasan di Akhirat

Allah SWT selalu memiliki cara sendiri dalam memotivasi hamba-nya agar giat beribadah, kadang motivasi itu berupa balasan didunia yang bisa kita rasakan langsung. Untuk tetap beristiqamah, kita harus mempercayai bahwa setiap perbuatan akan mendapatkan balasan jika kita berbuat baik maka kita akan mendapatkan pahala dari Allah SWT sebagaimana janji Allah diberbagai ayat dan hadits-hadits Nabi-Nya.

Perbanyak Do’a Memohon Pertolongan Allah

Salah satu sifat khas yang dimiliki orang beriman yaitu selalu memohon dan berdo’a kepada Allah agar diberi ketetapan hati dalam kebenaran. Allah SWT memuji orang-orang yang beriman yang selalu berdo’a kepada-Nya untuk meminta keteguhan iman dalam menghadapi ujian. Allah berfirman :

Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang sabar. Tidak ada do’a mereka selain ucapan: ‘Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir‘. Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan” (QS. Ali ‘Imran: 146-148).

Itulah penjelasan mengenai istiqamah, keutamaan serta kiat – kiat agar kita tetap istiqamah. Sekian artikel kali ini, semoga artikel yang saya bagikan kali ini bermanfaat dan menambah wawasan serta menjadi sumber inspirasi bagi kita semua. Selamat membaca sampai jumpa di artikel – artikel berikutnya. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel kali ini.



 

 

Senin, 25 Juli 2022

Bekal Ilmu Saja Tidak Cukup, Tapi…

 




Cerita seorang guru yang begitu senangnya ketika bertemu dengan muridnya yang sudah menjadi dokter. Dengan wajah berseri-seri ia menyapa sang murid. Ternyata ingatan ibu guru tadi masih jernih. Dan dengan lancar ia bisa menyebut nama murid di hadapannya, kelas dan sekolah tempat dia belajar dulu. Ia mengenal dengan baik muridnya karena murid tersebut termasuk salah satu siswa yang berprestasi.

Rupanya gayung tidak bersambut. Murid yang disapa responnya dingin-dingin saja. Bahkan dengan nada datar ia berkata telah lupa dengan gurunya tadi. Ternyata murid yang dibanggakan sikapnya di luar dugaan.

Dalam kesempatan yang berbeda, ibu guru tadi bertemu dengan muridnya yang lain. Kali ini yang menegur justru muridnya. Muridnya memang hanya mengendarai sepeda motor dan tampilannya juga bersahaja. Tapi kesopanan dan keramahan tutur katanya mengesankan. Bahkan tidak sekadar bertegur-sapa, sang murid juga membantu beberapa keperluan gurunya. Rupanya pengalaman berjumpa dengan dua murid yang berbeda karakter tadi menyadarkan ibu guru. Bahwa bekal ilmu tidak cukup, tapi harus bekal adab.

Apa yang menjadikan kebanggaan seorang guru ketika bertemu dengan muridnya. Ternyata sederhana, menyapa dan mengingatnya. Karena itu bentuk penghargaan meski yang dicari guru bukanlah penghargaan semata. Guru sejatinya tidak pernah berharap yang lebih dari itu. Cukup beramah-tamah dan bicara seperlunya. Meski kadang hal seremeh itu sering luput didapat.

Meski sebenarnya status guru itu tidak ada akhir masanya, tak akan ada namanya bekas guru. Tapi tidak apa-apa bila murid tidak mengingat gurunya lagi. Guru juga tidak menuntut atau sedih dengan semua itu. Doa guru tetap yang terbaik bagi murid-muridnya.

Minggu, 24 Juli 2022

Menjadi Orang Besar

 



Orang besar bukan berarti orang yang badannya besar. Besar dimaksudkan adalah karyanya yang nyata bagi kehidupan, jauh melampaui ukuran-ukuran fisik. Mengutip Prpf.Naim, Orang besar ialah orang yang telah ditempa oleh terjalnya kehidupan secara luar biasa. Ia melampaui manusia pada umumnya. Capaian suksesnya adalah akumulasi dari tempaan demi tempaan hidup yang panjang dan melelahkan.

Orang dikatakan besar tidak pula karena memiliki kekayaan material yang berlimpah. Karena belum tentu mereka yang kaya memiliki hati yang besar dan layak dikenang karena jasa-jasa yang telah diukirnya.

Semua orang memiliki kesempatan menjadi besar dan dikenang. Karena setiap orang memiliki potensi dalam dirinya untuk dibhaktikan kepada masyarakat. Bagi yang dikaruniai harta, ia bisa menjadi besar karena ringan tangan dalam membantu sesama. Sebaliknya bila hartanya hanya untuk memuaskan keinginan pribadinya, dia tidak akan pernah menjadi orang besar.

Bagi yang tidak berharta tapi berilmu juga bisa menjadi orang besar. Dengan ilmu yang dimilikinya ia bisa membangun masyarakat menjadi lebih terdidik. Memiliki pendidikan yang layak sama pentingnya dengan memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan pokok. Karena ada korelasi yang kuat antara pendidikan dengan kesejahteraan.

Lalu bagaimana menjadi orang besar bila tidak ada yang bisa disumbangkan dalam kehidupan bermasyarakat. Jawabannya adalah dengan memiliki hati besar. Karena dengan banyaknya orang-orang kecil yang berhati besar akan menjadikan hidup ini lebih harmoni.

Sabtu, 23 Juli 2022

Menulis, Proses yang Tidak Berakhir



Menulis bukan bagian dari perlombaan yang ada akhirnya. Bukan pula semacam olah raga yang ada batas habis waktunya. Menulis adalah proses yang tiada berakhir. Menulis adalah bagian dari kehidupan itu sendiri. Selama masih ada kehidupan, selama itu pula penulis akan berkarya.

Menulis bukan urusan menang atau kalah. Bukan pula penilaian baik atau buruknya tulisan. Tapi menulis memiliki makna lebih luas dari hal semacam itu. Karena menulis adalah jati diri seseorang untuk mencari arti dari hidupnya. Apakah rentang hidup yang tidak terlalu lama yang dimilikinya akan membuahkan faedah.

Kalau menulis adalah proses yang ada ujungnya, maka tak akan ada karya besar yang memberi pengaruh luas dalam kehidupan kita. Jika menulis memiliki batas finis-nya, tak akan ada ribuan mutiara kata yang menyentuh jiwa.

Dunia menulis adalah dunia penuh makna. Tak semua orang bisa memahami keseruan dan keunikannya. Hanya mereka para penulis yang sadar betul dengan apa yang dikerjakannya. Meski di mata banyak orang seakan-akan semua percuma.

Selamilah dan temukan makna menulis, maka engkau akan mampu mencerna hakikat makna yang sebenarnya. Tak cukup sekali dua kali, atau sebulan dua bulan mencoba menulis. Karena itu terlalu dangkal untuk mengukur kedalaman yang sebenarnya.

 

Jumat, 22 Juli 2022

Trah Pemimpin

 



Gerombolan singa hanya akan dipimpin oleh seekor singa. Tidak mungkin kawanan singa akan dipimpin oleh seekor kambing. Begitu pula cerminan pimpinan kita. Pemimpin lahir dari rahim rakyatnya. Kualitas pemimpin yang baik hanya akan terwujud dari masyarakat yang baik pula. Tak akan muncul pemimpin yang baik, bila masyarakatnya sudah rusak.

Konon ketika Sayyidina Ali Bin Abi Thalib ditanya oleh salah satu pengikutnya,  mengapa pada masa pemerintahannya banyak terjadi perpecahan dan perang saudara, sementara pada masa pemerintahan Abu Bakar dan Umar situasi relatif lebih aman dan tidak ada perpecahan dalam tubuh umat Islam.

Ali menjawab, pada masa Abu Bakar dan Usman yang menjadi rakyatnya adalah orang-orang seperti saya, sedangkan ketika saya menjadi pemimpin pengikutnya adalah orang- orang seperti kamu.

Bagai “Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri”. Percuma menggerutu dan mengumpat pemimpin yang buruk, karena hakikatnya dia adalah bagian dari kita. Dia adalah cerminan umatnya. Bila kita menginginkan pemimpin yang baik, syarat pertamanya adalah memperbaiki kondisi masyarakat, itu sebuah keharusan.

Menurut logika, pemimpin seharusnya adalah orang yang terbaik dalam komunitas atau masyarakatnya. Lalu bagaimana kita bisa memilih yang terbaik bila semuanya tidak memenuhi kriteria untuk layak dijadikan pemimpin. Fakta inilah yang sering kita jumpai. Banyak yang mendambakan pemimpin yang berkualifikasi sempurna sementara kondisi riil masyarakatnya jauh dari ideal.

 

 

Kamis, 21 Juli 2022

Kapan Berakhir, Perang Rusia Ukraina

 



Kebanyakan orang tidak akan mengira bila konflik senjata di Ukraina akan berlangsung lama hingga berbulan-bulan. Sudah tidak terbayang berapa kerugian akibat perang yang tidak ada kesudahannya. Korban harta benda, kerusakan lingkungan bahkan jatuhnya korban jiwa baik tentara maupun rakyat sipil.

Tidak ada perang yang berakhir dengan kebahagiaan. Pihak yang menang maupun yang kalah sama-sama akan merasakan pahitnya dampak perang. Kalah menjadi abu menang menjadi arang.

Bagaimana nanti rakyat Ukraina akan membangun kehidupannya kembali. Bagaimana pula nasib anak-anak korban perang yang brutal. Tentu trauma yang terjadi tidak akan mudah untuk dipulihkan.

Perang sebulan tak akan cukup ditebus dengan sepuluh tahun. Bahkan yang terjadi sekarang sudah hampir setengah tahun. Apakah belum cukup kehancuran yang terjadi di sana. Apakah belum puas menyaksikan banjir darah dari ambisi para pemimpin yang haus kekuasaan. Atau memang sudah mati rasa kemanusiaan mereka yang masih menginginkan perang tetap dilanjutkan.

Perang memang akan selalu ada hingga bumi ini musnah. Peradaban manusia akan selalalu “dihiasi” dengan konflik berdarah. Palestina, Rohingya,  belahan bumi Afrika dan tempat lainnya. Sudah menjadi tabiat manusia membuat kerusakan dan menumpahkan darah sesama.

Rabu, 20 Juli 2022

Biarkan Mereka Bermain

 



Jangan melarang anak untuk bermain, karena bermain memiliki manfaat yang banyak banyak pertumbuhan dan perkembangan anak. Bermain membentuk pertumbuhan fisik yang bagus sekaligus melatih mental anak. Semua ahli sudah sepakat bermain bagi anak sangat penting. Meskipun dalam pandangan orang tua seolah bermain itu tidak ada gunanya.

Bill Gates melarang anaknya yang belum berusia 14 tahun memegang ponsel. Bahkan anak-anaknya di sekolahkan di sekolah yang memberi kesempatan anak bermain di alam terbuka. Bermain lari-larian, main lumpur ataupun main air hujan.

Ini tentu ada alasan yang mendasarinya. Permainan-permainan tradisional di alam terbuka mendidik anak untuk dekat dengan alam sehingga mereka akan menghargai dan menjaga kelestariannya. Berbeda dengan permainan menggunakan gadget yang akan menjadikan anak tidak bisa bersosialisasi.

Jangan takut anak badannya kotor atau tubuhnya akan lecet. Karena semua itu justru menjadikan anak belajar bertanggungjawab dan akan lebih berhati-hati. Namun, bila anak dikekang ia akan menjadi lemah fisik dan mentalnya.

Tugas orang tua adalah mengontrol dan mengatur anak bermain. Anak diberi kebebasan tapi juga ada batasan-batasan yang harus ditaati. Semakin anak dibatasi bermain maka akan semakin terkekang potensi yang ada dalam dirinya. Tapi bila ada kebebasan berekspresi melalui bermain, anak akan semakin mudah mengembangkan minat dan bakatnya.

Selasa, 19 Juli 2022

Beri Erik Kesempatan

 



Erik ten Hag adalah sosok pelatih baru Manchester United. Kiprahnya yang menawan dan mampu membawa Ajak Amsterdam tampil luar biasa di liga champion telah membawa karirnya hingga ke Old Trafford. Ia menjadi tumpuhan harapan kebangkitan MU, setelah berkali-kali ganti nahkoda tapi tetap saja belum mampu mendulang prestasi.

Kurang apa dengan Erik ten Hag. Karirnya sangat cemerlang dan terkenal memiliki strategi sepak bola menyerang. Tapi bukan berarti dia pasti nyetel dengan pemain-pemain MU. Sangat mungkin di tahun pertamanya ia tidak mampu memberi gelar apa-apa, tapi itu menjadi hal yang lazim bagi seorang pelatih baru.

Jurgen Klopp pada tahun pertama melatih Liverpool juga belum mampu mempersembahkan gelar juara. Tapi karena dia mendapat kepercayaan dan kesempatan, saat ini tim asuhannya menjadi salah satu tim terbaik eropa.

Bila diberi kesempatan Erik ten Hag juga bisa sukses seperti Klopp. Tapi bila manajemen MU kurang sabar, nasibnya juga akan sama seperti Mourinho, Solkjaer, maupun Ragnick. Siapa yang mampu mengubah tim menjadi bagus dalam tempo yang singkat. Bahkan Ferguson dulu juga membutuhkan waktu untuk menyulap MU menjadi tim besar yang disegani.

Sama halnya pemilik klub, suporter MU juga harus memberi kesempatan Erik ten Hag. Dukungan penuh akan membuat dia mampu bekerja dengan baik. Tapi bila sekali atau dua kali kalah langsung dituntut mundur, bagaiaman jadinya. Sudah pasti pelatih akan bekerja dalam tekanan dan tidak mampu menjalankan pola latihan yang telah disusun. Yang penting menang, meski permainan indah ciri MU harus dikorbankan.

Jepang Membawa Asia Naik Kelas

Tim Nasional Jepang kembali menunjukkan kualitasnya di Piala Dunia 2026. Setelah berhasil menahan imbang Belanda dengan skor 2-2, Jepang...