Rabu, 05 Januari 2022

YANG DIMINTA DALAM DOA



Ya Allah, jika aku menyembah-Mu, karena takut neraka-Mu bakarlah aku dengan api jahannam. Dan jika aku menyembah-Mu karena menginginkan surga-Mu, palingkanlah aku darinya. Namun, jika aku menyembah-Mu. karena demi cinta-Mu. Jangan Kau halangi aku untuk melihat wajah-Mu yang mulia.

Demikian lantunan doa Rabiah Al Adawiyah yang begitu masyhur. Beliau terkenal sebagai seorang sufi perempuan. Mungkin tak akan ada yang berani berdoa seperti itu. Umumnya kita berdoa agar dimasukkan ke dalam surganya Allah. Dan dijauhkan sejauh-jauhnya dari api neraka. Banyak yang lupa bahwa mencari ridha Allah lebih utama dari sekadar mengharap masuk ke surga.

Serupa tapi tidak sama. Seorang pengusaha besar dalam sebuah wawancara ditanya, doa apa yang setiap hari diminta pada Tuhan. Dengan tenang dia menjawab, saya minta dimasukkan ke neraka. Tentu semua orang heran mendengar jawabannya. Ternyata alasannya karena malu merasa banyak dosa tapi masih minta dimasukkan ke surga.

Dalam hidup kita selalu berusaha menghindar dari hal yang tidak kita sukai. Kita tidak suka menderita sakit, kekurangan rezeki, dan segala musibah yang menyengsarakan. Sepanjang waktu kita selalu meminta (berdoa) diberi kemudahan-kemudahan dan dijauhkan dari semua kesulitan hidup. Padahal dalam hidup ini semua ada pasangannya. Ada siang dan malam, ada kesulitan juga ada kemudahan, begitu pula ada musibah juga ada anugerah dan pertolongan Allah.

Sudah pasti setiap orang beriman akan mengalami ujian keimanannya dalam hidup. Seperti anak sekolah yang pasti menjalani ujian untuk kenaikan tingkatnya. Tidak mau menerima ujian hidup sama halnya menolak derajatnya dinaikkan oleh Allah. Karena pada hakikatnya semua musibah yang datang menimpa selalu membwa hikmah.

 

 

Selasa, 04 Januari 2022

Disiplin, Atau Disingkirkan



Publik pecinta sepak bola tanah air tentu masih kecewa dengan pencapaian timnas Indonesia pada piala AFF 2020 yang telah berakhir pekan kemarin. Timnas harus pulang ke tanah air dengan predikat runner up (juara kedua), dan ini sudah yang ke-enam kalinya. Namun di balik kegagalan ada harapan besar yang bisa kita “gantungkan” pada garuda-garuda muda kita. Ya, mereka tampil dengan permainan yang luar biasa.

Di balik gaya bermain yang menawan, ada sosok yang tidak bisa kita abaikan yakni pelatih timnas Indonesia Shin Tae Yong. Pelatih berdarah Korea Selatan ini sukses membuat perubahan yang signifikan yaitu sepak bola ala menyerang yang cepat. Tentu sebagai pelatih berkelas dia punya segudang pengalaman dalam dunia kepelatihan. Satu yang selalu diingat oleh penggemr bola Shin Tae Yong pernah melatih timns Korsel di pentas piala dunia.

Ada sukses pasti ada kerja keras dan disiplin. Dan begitu pula yang diterapkan Coach Shin Tae Yong dalam menangani timnas Indonesia. Dia dikenal sosok keras tanpa ampun terhadap pemain yang tidak disiplin. Sudah banyak pemain yang menjadi “korban” ketegasannya. Ketika pemain tidak disiplin dia tidak segan-segan mencoret dari daftar pemain timnas. Tidak peduli apakah sang pemain memiliki skill yang bagus, karena yang terpenting pemain harus memiliki attitude dan disiplin yang baik.

Jadi jangan coba-coba melanggar aturan pelatih, karena akibatnya pemain pasti akan disingkirkan. Dan kita bisa memahami apa yang diterapkan pelatih timnas saat ini. Bagaimana mungkin kita mengharap timnas meraih gelar bergengsi apabila mereka tidak memiliki disiplin yang tinggi.

Sebuah kutipan mengatakan, “Ada dua jenis rasa sakit yang akan kamu alami dalam hidup; rasa sakit karena disiplin dan rasa sakit karena penyesalan. Disiplin itu beratnya ons, sedangkan penyesalan beratnya berton-ton". Disiplin memang berat, tapi buahnya amat manis untuk dinikmati. Tak diragukan lagi disiplin merupakan bagian dari proses meraih prestasi.

 

Senin, 03 Januari 2022

ASAL TERKENAL




Peribahasa Arab mengatakan "Bul 'alaa zamzam Fatu'raf”, artinya; kencingi sumur Zamzam maka engkau akan terkenal. Seandainya memang ada orang yang nekad melakukan itu pasti dia akan mendadak terkenal. Bagaimana tidak terkenal, sudah pasti ia akan menjadi berita besar yang menggemparkan dunia. Tapi terkenal bukan dalam hal yang baik, terkenal karena kedunguan dan kegilaannya.

Rupanya peribahasa Arab tadi saat ini sudah banyak yang melakukannya. Bukan makna yang tersurat tapi lebih ke makna yang tersirat. Memang faktanya belum ada orang yang berani mengencingi sumur Zamzam, tapi banyak orang yang bertindak konyol sama halnya dengan mengencingi Zamzam.

Untuk menjadi terkenal orang rela membuat “drama” sisi kelam dalam hidupnya sendiri. Tujuannya agar banyak media menyoroti, sehingga ia menjadi trending pemberitaan media massa, singkatnya menjadi viral. Aneh bukan, banyak tidak malu tapi justru menikmati semuanya. Karena terkenal, ia bisa mendapatkan materi yang berlimpah. Tidak apa-apa moral dikorbankan yang penting terkenal dan kaya.

Perselingkuhan, perceraian dan rebutan warisan pun bisa menjadi alat untuk terkenal. Urusan keluarga yang seharusnya menjadi hal tabu untuk diungkapkan, kini seakan menjadi bahan berita yang mengasyikkan untuk diperbincangkan. Masalah yang seharusnya ranah pribadi menjadi bahan gunjingan publik. Tapi lagi-lagi banyak yang tidak merasa risih, karena ujung-ujungnya ingin terkenal.

Dunia modern memang sudah jauh menyimpang dari norma kesopanan dan kepantasan. Saat ini kita punya pilihan untuk menjadi biasa saja atau terkenal. Sebenarnya tidak ada juga yang melarang menjadi orang terkenal, tapi janganlah terkenal karena perbuatan yang buruk. Hal yang buruk harusnya disimpan dan menjadi bahan refleksi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

 

 

 

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...