Senin, 01 Juni 2020
MENUJU ISTIQAMAH
Minggu, 31 Mei 2020
MAKNA USIA 40 TAHUN
Dalam kehidupan manusia kita mengenal dua fase, perkembangan dan pertumbuhan. Pertumbuhan dapat lihat dengan tanda perubahan yang jelas pada fisik, sedangkan perkembangan lebih bersifat sebagai kemampuan atau pencapaian sebuah kecakapan. Kita akan mudah mengamati pertumbuhan dibanding mengukur perkembangan. Pertumbuhan fisik manusia akan berhenti di usia sekitar dua puluh tahun, namun dari sisi psikologis akan terus mengalami perkembangan sampai puncaknya di usia 35 sampai 40 tahun.
Usia empat puluh tahun adalah usia kecemerlangan atau usia keemasan karena telah mencapai kematangan secara mental spiritual. Nabi Muhammad ketika diutus menjadi Nabi dan Rasul ketika beliau di usia empat puluh tahun. Beliau lahir di tahun 571 M dan tugas Nubuwwah turun di tahun 611 M. Usia empat puluh tahun adalah usia yang istimewa, sehingga secara khusus Allah menyebutkan dalam Surat Al Ahqaf Ayat ke-15;
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila Dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri".
Usia empat puluh tahun adalah usia yang tidak bisa dikatakan muda lagi, meskipun juga belum bisa dikatakan tua. Bila Allah memberi karunia kita sampai di usia empat puluh tahun artinya; Pertama, kita dianjurkan memperbanyak syukur kepada Allah, karena sudah dipanjangkan umur, sudah banyak saudara kita yang mendahului kita ketika usianya belum mencapai empat puluh tahun. Kedua, Berbuat baik kepada kedua orang tua (birrul walidain), baik ketika kedua orang tua masih ada terlebih ketika orang tua sudah berpulang ke rahmatullah. Ketiga, Orientasi kehidupan yang lebih ukhrawi daripada duniawi, sangat mungkin jatah usia yang telah kita gunakan lebih banyak dari yang tersisa, investasi amal lebih diutamakan daripada mengejar dunia yang tak akan pernah ada puasnya. Keempat, Adalah waktu yang ideal untuk memikirkan generasi penerus perjuangan kita. Jangan sampai kita nanti tua meninggalkan generasi yang lemah, lemah di bidang ekonomi, pendidikan atau bahkan lemah iman. Sebagaimana kegelisahan para nabi ketika mereka bertanya kepada anak-anaknya, sepeninggalku nanti apakah kamu masih meyembah Allah? Kelima, Saat yang tepat untuk melaksanakan taubat atas semua kesalahan kita di masa muda. Salah satu tanda keberkahan umur seseorang adalah berhenti dari maksiat-maksiat yang dia lakukan ketika sudah menapaki usia dewasa usia empat puluh tahun.
Allah telah menetapkan sesuatu sesuai kadar kehendak-Nya, ketika Allah memanjangkan usia seseorang, memiliki makna Allah memberi kesempatan untuk taubat dan memperbaiki diri. Ketika Allah memberi usia yang tidak panjang hikmahnya, Allah melindungi orang tadi untuk tidak jatuh ke perbuatan-perbbuatan maksiat dan menjauhkan dari banyak dosa.
Kamis, 28 Mei 2020
MEDIA SOSIAL
“Keberuntungan” kadang memainkan perannya dalam kehidupan manusia, sekalipun kerap tidak masuk akal. Karena itulah takdir mereka. Boleh jadi keterlambatanmu dari suatu perjalanan adalah keselamatanmu. Boleh jadi dipecatnya engkau dari pekerjaan adalah suatu maslahat. Boleh jadi engkau membenci sesuatu tapi ternyata itu baik untukmu, karena Allah Maha Mengetahui Sedangkan engkau tidak mengetahui. Sebab itu, jangan engkau merasa gundah terhadap segala sesuatu yang terjadi padamu, karena semuanya sudah atas izin Allah. Jangan banyak mengeluh karena hanya akan menambah kegelisahan.
Perbanyaklah bersyukur, Alhamdulillah, itu yang akan mendatangkan kebahagiaan. Terus ucap alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah, sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya. Jangan selalu melihat ke belakang karena disana ada masa lalu yang menghantuimu. Jangan selalu melihat ke depan karena terkadang ada masa depan yang membuatmu gelisah. Namun lihatlah ke ‘atas’ karena di sana ada Allah yang Maha Tahu. Menyibukkan diri dalam pekerjaan akan menyelamatkan dirimu dari tiga masalah; yaitu kebosanan, kehinaan, dan kemiskinan.
Aku tidak pernah mengetahui adanya rumus kesuksesan, tapi aku menyadari bahwa “rumus kegagalan adalah sikap asal semua orang”. Teman itu seperti anak tangga, boleh jadi ia membawamu ke atas atau ternyata sebaliknya membawamu ke bawah, maka hati-hatilah anak tangga mana yang sedang engkau lalui. Hidup ini akan terus berlanjut baik itu engkau tertawa ataupun menangis, karena itu jangan jadikan hidupmu penuh kesedihan yang tidak bermanfaat sama sekali.
Berlapang dadalah, maafkanlah, dan serahkan urusan manusia kepada Tuhan, karena engkau, mereka, dan kita semua, semuanya akan berpulang kepadaNya. Jangan tinggalkan sholatmu sekali pun. Karena di sana, jutaan manusia yang berada di bawah tanah, sedang berharap sekiranya mereka diperbolehkan kembali hidup mereka akan bersujud kepada Allah SWT walau sekali sujud. Jangan selalu bersandar pada cinta, karena itu jarang terjadi. Jangan bersandar kepada manusia karena ia akan pergi. Tapi bersandarlah kepada Allah SWT, karena Dialah yang menentukan segalanya.
….rangkaian untaian kata-kata di atas menurut saya adalah nasehat yang bagus yang mampu menyentuh bagian terdalam di hati. Saya tidak tahu siapa yang membuatnya, kata-kata tersebut saya dapatkan dari postingan berantai di sebuah grup WA.
Media sosial adalah alat yang bisa kita gunakan untuk kebaikan atau sebaliknya. Ibarat sebuah pisau, akan sangat bermanfaat bagi seorang chef, ia gunakan memotong daging segar, mengiris bumbu-bumbu masak yang pada akhirnya mengolahnya menjadi menu yang siap disajikan. Namun pisau bisa menjadi sesuatu yang berbahaya apabila yang memegang adalah seorang penjahat, bisa jadi pisau menjadi alat kejahatan.
Sudah seharusnya kemajuan tehnologi informasi seperti sekarang ini kita syukuri dengan menggunakannya sebijak mungkin. Media sosial menjadi sarana menyebarkan ilmu dan kebaikan, mengajak orang peduli dengan sesama, menyambung silaturrahim yang terputus maupun penggunaan lain yang bermartabat dan bermanfaat. Meskipun kita harus akui wajah media sosial kita saat ini masih akrab dengan hoax, ujaran kebencian, bully, dan prank.
Kemampuan jangkauannya yang luas menjadikan media sosial sarana yang sangat efektif. Manfaat yang ditebar pun akan menjangkau banyak orang, namun harus diingat seandainya hal buruk yang kita semai dampaknya juga akan semakin besar. Semua yang kita unggah di media sosial tercatat dan terdokumen yang disebut “digital shadow”. Aktifitas kita menggunakan internet pasti meninggalkan jejak di masing-masing perangkat pengguna atau juga tersimpan di server-server perusahaan internet, sering menyebut dengan jejak digital. Artinya apabila apa yang kita unggah bila itu ada manfaatnya maka akan terus mengalir sebagai amal kebajikan, namun apabila yang kita unggah sebaliknya, dampak buruknya akan kembali ke kita juga. Pun seandainya kita bisa menghapus semua jejak digital, jangan lupa apa yang kita unggah tetap kita pertanggungjawabkan kelak di hari pembalasan.
Sekarang dan nanti media sosial akan menjadi komponen penting manusia modern, mau atau tidak mau peadaban manusia bergeser menuju dunia digital. Pola komunikasi sudah tidak terelakkan menggunakan media sosial. Bukan harus menjauhi media sosial, namun bagaimana kita bisa menggunakannya dengan bijaksana dan tidak berlebih-lebihan.
Selasa, 26 Mei 2020
IDUL FITRI ALA NUSANTARA
Waktu Boleh Berlalu, Ingatan Tetap Tinggal
Kemarin, saat sedang menunggu giliran di sebuah bengkel, datang seseorang dan duduk di sebelah saya. Saya tidak terlalu memperhatikannya...
-
Dalam kehidupan seorang Muslim, pahala adalah harapan besar yang senantiasa diupayakan melalui berbagai amal kebaikan. Shalat, sedekah, ...
-
Sepak bola selama ini dikenal sebagai olahraga yang mampu menyatukan berbagai bangsa tanpa memandang perbedaan politik, agama, maupun ideo...
-
Setiap momen Hari Raya Idulfitri selalu punya cerita khas di tengah masyarakat Indonesia. Salah satu yang paling ditunggu anak-anak tent...



