Kamis, 17 September 2026

Waktu Boleh Berlalu, Ingatan Tetap Tinggal

 



Kemarin, saat sedang menunggu giliran di sebuah bengkel, datang seseorang dan duduk di sebelah saya. Saya tidak terlalu memperhatikannya karena saya mengira dia hanyalah pelanggan yang kebetulan sedang menunggu seperti saya. Beberapa saat kemudian, dia terlibat pembicaraan dengan pemilik bengkel. Saya tetap diam dan hanya menjadi pendengar, tanpa sedikit pun menyangka bahwa orang yang duduk di sebelah saya itu ternyata seseorang yang pernah menjadi bagian dari masa kecil saya.

Setelah beberapa lama, orang tersebut tiba-tiba menanyakan sesuatu kepada saya. Awalnya saya menganggap pertanyaannya hanya sekadar basa-basi. Saya pun menjawab sewajarnya, tanpa memperhatikan serius siapa orang yang sedang berbicara dengan saya. Namun, kemudian dia tersenyum dan bertanya, “Apakah kamu sudah lupa?” Pertanyaan itu membuat saya mulai memperhatikannya dengan lebih saksama.

Dia menyebut namanya. Betapa terkejutnya saya ketika akhirnya menyadari bahwa dia adalah teman saya ketika masih duduk di bangku MI. Ternyata, sudah sekitar 35 tahun kami tidak pernah bertemu. Waktu yang begitu panjang ternyata tidak serta-merta menghapus ingatan tentang seseorang. Yang lebih mengharukan, sejak awal dia ternyata masih mengenali saya dan masih mengingat saya dengan baik.

Saya menyadari bahwa beberapa saat dia sengaja menunggu. Dia tidak langsung memperkenalkan dirinya, mungkin ingin mengetahui apakah saya masih bisa mengenalinya. Sementara itu, saya yang sama sekali tidak menyadari siapa dia sebenarnya. Pertemuan yang menjadi sebuah kejutan kecil yang begitu berkesan.

Dari peristiwa sederhana itu, saya belajar bahwa kenangan masa lalu memiliki cara tersendiri untuk tetap hidup. Tiga puluh lima tahun bukanlah waktu yang singkat, tetapi ternyata sebuah persahabatan masa kecil dapat meninggalkan jejak yang begitu dalam. Pertemuan tak sengaja yang mengingatkan saya bahwa orang-orang dari masa lalu mungkin saja masih menyimpan kenangan tentang kita, bahkan ketika kita sendiri sudah hampir melupakannya.

 

 

Waktu Boleh Berlalu, Ingatan Tetap Tinggal

  Kemarin, saat sedang menunggu giliran di sebuah bengkel, datang seseorang dan duduk di sebelah saya. Saya tidak terlalu memperhatikannya...