Minggu, 11 Juli 2021

DZULHIJJAH BULAN HAJI



Selain bulan Ramadhan, terdapat satu bulan yang juga istimewa bagi umat muslim yaitu bulan Dzulhijjah. Menurut riwayat dinamakan Dzulhijjah karena pada bulan tersebut orang-orang Arab melakukan ibadah haji. Ibadah haji merupakan (syariat) pelaksanaan ajaran-ajaran Nabi Ibrahim serta kebiasaan yang sudah ada sejak zaman sebelum Nabi Muhammad.

Awal bulan Dzulhijjah 1441 Hijriyah telah masuk penanggalan pada hari Ahad tanggal 11 Juli 2021 kemarin. Dzulhijjah dalam masyarakat kita sering disebut bulan haji. Karena umat Islam diwajibkan menunaikan ibadah haji pada bulan Dzulhijjah. Dzulhijjah berasal dari dua kata, yaitu Dzul yang artinya pemilik dan Al-Hijjah yang artinya adalah haji.

Satu hal yang menyedihkan, sudah dipastikan tahun ini umat Islam Indonesia tidak melaksanakan ibadah haji. Dan ini merupakan tahun kedua. Bila tahun pertama musim pandemi (tahun 2020) ibadah haji hanya diperuntukkan bagi warga Saudi, sebenarnya tahun ini sudah dibuka kesempatan bagi negara luar Saudi untuk melaksanakan ibadah haji. Meski jatah yang diberikan hanya sedikit.

Sesuai informasi ada 60.000 jama’ah yang bisa melaksanakan ibadah haji tahun ini. Perinciannya, 15.000 jatah untuk warga lokal, dan sisanya dibagi untuk umat muslim seluruh dunia. Memang bila dibandingkan dengan jumlah jama’ah haji di waktu normal, tentu jumlah ini sangatlah sedikit. Namun mengingat situasi masih belum kondusif seperti sekarang, semua ketentuan ini tentu amatlah wajar.

Kita tentu terus berharap situasi segera normal kembali. Dan nanti di saat masuk kembali di bulan Dzulhijjah, kuota haji bisa kembali seperti semula. Tidak terbayang bila situasi berlarut-larut seperti ini. Betapa semakin sedih hati mereka yang sudah lama merindukan untuk bisa pergi ke tanah suci menunaikan ibadah haji.

 

Sabtu, 10 Juli 2021

PERNAK PERNIK EURO #8



Sepak bola dengan klenik. Apa hubungan permainan sepak bola dengan perdukunan atau klenik. Mungkin banyak orang mengira bila di zaman modern yang serba canggih seperti saat ini orang sudah tidak percaya lagi dengan klenik. Klenik adalah perdukunan dengan cara-cara yang sangat rahasia dan tidak masuk akal, tetapi dipercayai oleh banyak orang.

Dalam sepak bola modern pun sebenarnya tidak bisa lepas dari campur tangan dunia klenik. Di benua Afrika biasa disebut Voodoo, dan hingga kini banyak ritual klenik di sana yang dilakukan sebelum bermain bola. Namun ini tidak hanya berlaku di Asia maupun Afrika, kepercayaan terhadap perdukunan dan tahayul juga masih banyak ditemukan di negara Eropa. Misalnya saja nomor “kutukan” 13. Banyak pemain yang enggan memilih nomor punggung 13 karena mereka takut nomor tersebut membawa sial.

Dalam gelaran Euro 20 kali ini, kita juga mencium “aroma” perdukunan. Mengutip sebuah media online, seorang penggemar sepak bola tidak hanya memprediksi skor Timnas Italia 3-0 Turki, mereka juga memilih pencetak gol yang tepat, termasuk menyebutkan pemain Turki yang akan mencetak gol bunuh diri 10 jam sebelum kick-off.

Aneh memang. Siapapun yang mencoba untuk memilih skor dan pencetak gol tahu itu pada dasarnya nyaris tidak mungkin. Jadi dengan fakta bahwa akan ada gol bunuh diri dan menyebutkan nama pemain yang akan mencetak gol membuat banyak orang menyimpulkan bahwa penggemar ini pada dasarnya adalah seorang penyihir.

Dan ramalan-ramalan skor juga begitu banyaknya di seputar kompetisi tertinggi negara-negara eropa tahun ini. Ternyata kemajuan zaman tidak serta-merta mampu menghapus tahayul dalam dunia bola.

 

 

Jumat, 09 Juli 2021

JANGAN BERSEDIH…

 



Sudah menjadi kodratnya, kebahagiaan dan kesedihan akan selalu hadir dalam hidup kita. Tidak ada orang yang seluruh hidupnya hanya berisi kebahagian. Tidak akan pula ada orang yang sepanjang hidupnya hanya tentang cerita kesedihan. Allah yang menjadikan manusia tertawa dan menangis.

Tertawa bukan hanya milik mereka yang serba kecukupan hidupnya, begitu pula menangis bukan untuk mereka yang miskin saja. Tawa dan tangis akan selalu hadir dalam setiap kehidupan tanpa memandang segala atribut yang disandang pemiliknya.

Semua ini bukan berarti tentang larangan bersedih. Namun yang dilarang ialah larut dalam kesedihan yang panjang sehingga melupakan syukur. Sedih seperlunya, senang pun sekadarnya saja. Seperti kata bijak, jangan bersedih bila tidak memiliki sepatu yang bagus, tapi lihatlah mereka yang tidak bersedih meskipun tidak memiliki kaki.

Jangan bersedih. Kata yang mudah diucapkan, mudah ditulis, namun amat sulit dilakukan. Sebagai manusia biasa kita sering dirundung kesedihan. Sedikit bersyukur dan banyak mengeluh. Padahal akan selalu banyak alasan untuk tidak bersedih dan memandang kehidupan dengan lebih positif.

Larut dalam kesedihan akan mendekatkan diri pada keingkaran nikmat Allah. Padahal ketika kita masih diberi kesempatan hidup (ini saja), adalah nikmat besar yang harus disyukuri. Dan seandainya mereka, jutaan manusia yang telah berbaring di dalam tanah diberi sebuah kesempatan, niscaya mereka ingin kembali lagi ke dunia meski sekejap saja.

 

 

 

Waktu Boleh Berlalu, Ingatan Tetap Tinggal

  Kemarin, saat sedang menunggu giliran di sebuah bengkel, datang seseorang dan duduk di sebelah saya. Saya tidak terlalu memperhatikannya...