Kamis, 12 Agustus 2021

NIKMAT TIDUR



Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha. (Q.S. Al-Furqaan : 47)

 

Betapa banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, salah satunya adalah nikmat mengantuk kemudian tidur. Tidur merupakan suatu aktivitas yang dapat memberikan pengaruh terhadap kesehatan fisik dan mental secara menyeluruh. Tidur berpengaruh terhadap produktivitas, kestabilan emosi, kesehatan otak, menjaga kesehatan jantung, fungsi imun tubuh, kreativitas, vitalitas, hingga menjaga berat badan stabil. Kurang tidur maupun berlebihan dapat memberikan dampak yang kurang baik.

 

Menurut  riset kesehatan, saat tidur otak bekerja mempersiapkan tubuh untuk hari esok. Oleh karena itu, kurang waktu istirahat akan membuat seseorang kesulitan bekerja, belajar, berkarya, konsentrasi dan berkomunikasi dengan orang lain keesokan harinya. Dengan pola tidur yang proporsional tubuh akan kembali segar dan sehat.

 

Secara kodrati tidur tentu yang terbaik adalah di malam hari. Sepanjang siang hari waktu digunakan untuk segala aktivitas seperti kerja dan hubungan sosial kemasyarakatan, kemudian pada malam harinya menjadi waktu yang terbaik untuk istirahat dan tidur. Meski juga banyak orang yang terpaksa bekerja sepanjang malam dan tidak bisa tidur. Kemudian di saat siang hari baru ia bisa istirahat untuk tidur.

 

Alhamdulillah, sekali lagi kita mesti banyak bersyukur kita masih bisa tidur dengan lelap dan bangun tubuh kembali segar. Banyak orang yang memiliki gangguan tidur, baik itu tidak bisa atau sulit tidur, maupun keinginan tidur yang berlebihan. Tentu amat tersiksa bagi orang yang mengalami gangguan tidur. Tubuh tidak bisa melalukan “recovery” dengan baik. Akibatnya secara lanngsung fisik maupun kejiwaan akan mengalami gangguan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rabu, 11 Agustus 2021

MENDADAK MENJADI “PSG”



Resmi sudah Messi memilih Paris Saint Germain “PSG” sebagai klub barunya. Setelah kepergiannya dari Barcelona Messi tidak perlu lama-lama mencari “rumah” baru. PSG menjadi pelabuhan berikutnya yang kini disinggahi Messi. Dan ini ibarat peribahasa mendapat durian runtuh. PSG mendapat banyak keuntungan dengan resminya Messi menjadi pemain baru mereka.

Popularitas PSG akan naik drastis. Penggemar fanatik Messi sebagian besar pasti akan menjadi penggemar PSG juga. Messi pindah ke PSG dengan gerbong besar penggemarnya. Ini keuntungan bagi PSG dan kerugian besar bagi Barcelona. Gaji yang didapat Messi di PSG memang besar, tapi pendapatan klub juga pasti akan meningkat tajam dan penjualan merchandise klub dan sponsor.

Sepak bola memang bukan olah raga individu, tapi kehadiran seorang bintang tidak bisa dibantah lagi merupakan magnet yang sangat kuat bagi klub. Semakin besar penggemar sebuah klub menandakan semakin tinggi pula level klub tersebut. Jangan lupa sekarang era dunia digital, dunia maya juga menjadi salah satu lahan mendapatkan pendapatan klub sepak bola.

Sebenarnya bukan hanya PSG yang mendapatkan keuntungan dengan bergabungnya Lionel Messi. Liga Perancis juga ketiban rezeki serupa. Hak siar liga Perancis otomatis juga akan mengalami kenaikan. Dan seandainya tahun ini mereka sudah membuka pintu stadion untuk para suporter, saya yakin jumlah penonton juga semakin banyak. Semua tentu karena faktor Messi.

Penggemar bola sudah tidak sabar bagaimana The Dream Team (PSG) mengarungi liga domestik dan UCL tahun ini. Bukan hanya Messi, tapi nama-nama besar seperti Neymar, Mbappe maupun Ramos semakin menjadikan PSG terlihat gemerlap. Tidak berlebihan bila PSG akan mulai kebanjiran penggemar fanatik. Mendadak suka PSG, mendadak liga Perancis menjadi sangat menarik…

 

 

Selasa, 10 Agustus 2021

JANGAN BERLEBIHAN…



Sebaik-baik perkara adalah yang pertengahan (wajar), berlebih-lebihan itu tidak baik. Bahkan dalam urusan  atau perkara yang semestinya boleh, namun karena dilakukan dengan cara berlebih-lebihan akhirnya menjadi haram. Misalnya saja dalam hal makan dan minum. “Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” [Al-A’raf: 31].

Baru-baru ini di media sosial viral, gegara seorang selebgram makan mie instan. Makan mie instan tentu bukan hal yang aneh di negeri kita. Meski alam kita tidak menghasilkan gandum, nyatanya masyarakat kita termasuk tinggi konsumsi makanan berbahan baku tepung terigu. Yang membuat heboh adalah bahan pelengkap (toping) mie instannya. Dengan santai dalam video yang viral tersebut, dia mengatakan makan mie instan 16 juta…

Apa saja yang membuat mie instannya mahal?. Lobster seharga dua juta, daging Wagyu A5 dari Jepang seharga empat juta, Bafun Uni dan Murasaki Uni seharga empat juta, Caviar (makanan berupa telur ikan ini berasal dari ikan sturgeon), hati angsa dan jamur Truffle seharga dua juta lima ratus ribu. Dengan uang sebanyak itu untuk sekali makan pasti sudah masuk dalam katagori terlalu mewah dan berlebih-lebihan.

Mungkin ukuran mewah beda antara dia dengan kebanyakan orang yang menonton videonya. Baginya makan jenis makanan seperti itu sudah biasa. Tapi pandangan secara umum sudah pasti itu sangat berlebih-lebihan dan terkesan kurang empati. Di saat kondisi sulit, mereka yang memiliki harta berlimpah justru tampil dengan penuh kemewahan.

Entahlah, kita tidak tahu apa motivasinya dalam membuat video seperti itu. Apakah untuk menunjukkan bahwa dia orang yang berkelas, memiliki harta yang tiada limitnya, atau alasan lainnya. Meskipun juga sah-sah saja orang berbuat, setidaknya itu uang miliknya sendiri. Tapi  seandainya orang-orang yang memiliki kelebihan harta rela berbagi dengan mereka yang lemah, tentu hartanya akan lebih bermanfaat.

 

 

 

 

Waktu Boleh Berlalu, Ingatan Tetap Tinggal

  Kemarin, saat sedang menunggu giliran di sebuah bengkel, datang seseorang dan duduk di sebelah saya. Saya tidak terlalu memperhatikannya...