Selasa, 24 September 2024

Salah Persepsi, Salah Bicara

 



Apa yang diterima oleh pancaindera manusia sering dipersepsikan dengan tidak tepat. Sebagai contoh, jika ada dua orang yang sedang berbicara, namun tidak memiliki latar belakang yang sama, maka akan sering terjadi salah pemahaman. Begitu pula dunia media yang saat ini sangat gencar dengan berbagai informasi, justru menimbulkan kerancuan bahkan tidak jarang mengakibatkan kisruh.

Ketika seseorang tidak memiliki cukup informasi tentang suatu tema atau situasi, maka mereka mungkin akan membuat kesimpulan yang salah. Makanya tidak heran bila kita menyaksikan perdebatan antara dua orang atau antarkelompok, yang ternyata keduanya tidak memahami dengan sempurna topik yang sedang mereka perdebatkan.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi bersabda; “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau diam” . Diam adalah solusi untuk selamat. Jika kita tidak bisa berkata dengan baik lebih aman sebaiknya diam.

Hari ini dikatakan diam bukan hanya dengan menutup mulut, tapi juga menahan jari untuk berkomentar di platform medsos yang kita miliki. Kalau dengan berbicara banyak manfaat yang didapatkan, maka harus bicara. Tapi sebaliknya bila berkata menimbulkan banyak mudharat, tidak perlu kita ikut bicara.

Sata kalimat yang buruk bisa berbuntut panjang. Terlebih bila sudah kita sebarkan di dunia maya. Maka akan sangat sulit menghapus kekeliruan kita karena terlanjur menyebar ke mana-mana. Menghapus jejak digital tidaklah mudah. Akan lebih sulit lagi menghapus catatan amal buruk dari ucapan kita yang pernah menyakiti banyak orang.

Kamis, 19 September 2024

Kehilangan Uswah

 



Senin tanggal 16 September 2024 kemarin, bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awwal 1446 Hijriyah kita memperingati maulid (kelahiran) Nabi junjungan Muhammad Saw. Setiap momen peringatan maulid tiba, jagat media sosial kita selalu diramaikan dengan konten pro dan kontra peringatan maulid. Sebuah fenomena yang akan terus terulang sampai bumi ini berhenti berputar.

Sebenarnya dua kelompok yang saling berbeda pendapat bisa kompromi dalam perbedaan. Biarkan kami, jamaah yang selalu memperingati maulid tetap melaksanakan kegiatan ini. Dan tidak pernah ada paksaaan kepada kelompok yang anti peringatan maulid untuk mengikuti apa yang kami kerjakan. Jadi, tidak perlu keluar fatwa bid’ah dan selalu menyesatkan, karena itu sangat menyakitkan.

Makna hakiki dari peringatan maulid adalah meneguhkan kembali kesadaran diri untuk selalu mengikuti sunah Nabi. Rasulullah Saw adalah model sempurna yang harus diikuti oleh umat Islam sedunia. Beliau adalah sosok yang akan selalu relevan dijadikan uswah segala tingkah lakunya. Terlebih saat ini, kita telah kehilangan figur yang bisa dicontoh dalam masyarakat.

Rendahnya moral masyarakat atau bangsa salah satu hal dikarenakan tidak adanya teladan yang bisa diikuti. Faktanya, penjaga moral justru banyak yang tidak bermoral dan penegak keadilan banyak yang berbuat curang. Masyarakat sulit mencari figur teladan yang perkataan, perbuatan dan geraknya benar-benar lurus.

Umat Islam harus kembali pada teladan yang benar-benar paripurna. Uswah satu-satunya yang tidak memiliki cela adalah Nabi Agung Muhammad Saw. Sebagai pemimpin, suami, orang tua, tetangga dan apapun peran beliau semua layak diikuti. Rasulullah merupakan figur “uswatun hasanah” yang semua sisi kehidupan beliau harus diteladani umat Islam. Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad….

 

 

 

 

Kamis, 12 September 2024

“Hibernasi” Menulis

 



Sudah satu bulan lebih harus menepi dari dunia menulis. Keadaan fisik yang didera sakit memaksa saya harus istirahat panjang dan berhenti dari rutinitas menulis di blog. Namun demikian, meski tidak bisa menulis sebenarnya saya terus mengikuti aktivitas di grup dengan membaca postingan harian teman-teman pecinta literasi.

Saya bersyukur, di jeda panjang dari kegiatan menulis bisa saya manfaatkan dengan banyak membaca. Tumpukan buku yang masih belum tersentuh sedikit demi sedikit saya jelajahi lagi halamannya. Setidaknya ini bermanfaat daripada sekadar bingung harus berbuat apa, karena hanya diam di rumah tidak bisa ke mana-mana.

Menulis memang penting, tetapi membaca juga tidak kalah pentingnya. Kini di saat tubuh sudah mulai bisa beraktivitas dengan normal, saatnya kembali menuangkan segala kerisauan dalam rangkaian kata. Sudah cukup lama istirahat menulis, saatnya harus memulai lagi.

Bagi saya pribadi menulis adalah perwujudan dedikasi penulis. Dengan menyampaikan apa yang kita bisa, sekata dua kata mengandung harapan mulia di sana. Kelak semua yang kita sampaikan akan ada manfaatnya. Dan, tak ada yang lebih baik dari itu.

Berkaca dari orang-orang penting yang memiliki kesibukan sangat padat sebagian masih bisa menulis. Bahkan mereka yang memiliki keterbatasan fisik, terkadang masih bisa produktif dalam menulis. Rasanya, sangat disayangkan bila kita memiliki kemampuan dan waktu luang namun tidak mau menulis. Ayo kawan kita mulai menulis lagi…

 

 

Senin, 05 Agustus 2024

Orang-orang yang Merugi

 



Salah satu tanda orang beruntung yang termaktub dalam surat al-Mukminun ayat ketiga adalah orang-orang yang meninggalkan (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna. Waktu hanya diisi dengan hal-hal yang bermanfaat, tidak terlena dengan perkataan dan perbuatan yang sia-sia.

Bila kita muhasabah, ternyata banyak sekali waktu yang telah kita habiskan dengan perkataan dan perbuatan yang tidak ada gunanya. Berapa menit atau bahkan berjam-jam waktu yang telah kita gunakan hanya melihat gadget dan asyik bermedia soaial.

Kita sering lalai, menonton video pendek yang masuk di beranda Tik-tok atau Youtube. Jari kita terus menggulir layar ponsel dan baru tersadar ketika waktu berlalu dan kita hanya duduk santai tidak menghasilkan apa-apa kecuali rasa capek dan jenuh.

Jangan sampai kita menyesal nanti. Menjadi golongan orang-orang yang merugi karena menyia-nyiakan waktu yang telah diberikan Allah. Setiap detik, menit, jam dan hari-hari harus kita pertanggungjawabkan.

Para ulama dulu sangat menghargai waktu. Ada beberapa contoh yang menggambarkan betapa mereka sangat menghargai waktu. Ketika ada seorang berkata kepada Amir bin Abdul Qais sementara dia sedang sangat sibuk, maka Amir bin Abdul Qais berkata; “Kalau kau bisa tahan matahari, saya mau ngomong sama engkau. Zaman berjalan dan tidak berhenti, dan kalau sudah berjalan tidak akan kembali lagi, kalau sudah hilang tidak bisa dikembalikan.”

Kisah lain menceritakan, Hammad bin Salamah Al-Bashri  tidak pernah tertawa karena sangat sibuk. Kalau dia tidak menyampaikan hadits, dia sedang membaca, bertasbih, atau dia sedang shalat, dia bagi waktu siangnya dengan semua kegiatan itu. Demikian pula Imam Syafi’i, ketika beliau ditanya tentang waktu yang digunakan untuk menuntut ilmu, beliau menjawab; “Seperti seorang ibu yang sedang kehilangan anaknya dan dia tidak punya anak yang lain dan dia sedang mencari anaknya.” Maknanya, beliau “rakus” terhadap ilmu dan menggunakan waktunya untuk terus belajar.

Kita ingin menjadi orang-orang yang beruntung dan dijauhkan dari golongan yang merugi. Meski kita tidak mungkin bisa mengikuti contoh ekstrem para ulama dalam menggunakan waktu, tapi setidaknya, tidak banyak waktu yang kita buang begitu saja karena kelalaian dan sekadar menurutkan nafsu tercela, sifat malas.

 

 

 

Sabtu, 27 Juli 2024

Tukang Perahu dan Sarjana Baru

 



Alkisah, ada seorang sarjana yang baru lulus dari sebuah perguruan tinggi ternama sedang mengadakan perjalanan seorang diri menuju sebuah desa yang terpencil. Sebagai seorang sarjana yang baru diwisuda tampak sekali sikapnya sangat idealis. Ibaratnya bagai kerupuk yang keluar dari wajan penggorengan, masih renyah.

Karena desa yang dituju letaknya sangat jauh dari kota, dia harus menempuh perjalanan berjam-jam lamanya. Dia harus menyusuri jalan setapak dengan hanya berjalan kaki karena jalur yang dilalui tidak bisa ditempuh dengan kendaraan.

Tibalah ia di sebuah sungai yang besar. Desa yang ia tuju berada di seberang sungai tersebut, dan tidak ada jembatan untuk menyeberanginya. Dia harus menyeberangi sungai besar yang arusnya sangat deras dengan menggunakan biduk kecil. Mau tidak mau dia harus menggunakan sarana yang ada karena hanya ada satu tempat penyeberangan.

Seorang tukang perahu dengan penampilan lusuh bersiap menyeberangkan sang sarjana dengan perahunya. Ketika perahu kecil sudah mulai bergerak menyusur sungai sarjana bertanya pada tukang perahu; ”Bapak tahu tentang SAINS?”. Tukang perahu menjawab dengan polos. “Tidak”. Sarjana baru menimpali dengan berkata; “Kalau kamu tidak tahu SAINS berarti kamu akan kehilangan sepertiga hidupmu”.

Selanjutnya sarjana baru bertanya lagi; ”Bapak tahu tentang filsafat?”. Lagi-lagi tukang perahu menjawab dengan santai, “Tidak”. Sambil tersenyum sinis sarjana berkata; “Kalau kamu tidak tahu tentang filsafat berarti kamu akan kehilangan sepertiga hidupmu”. Tiba-tiba terdengar suara keras “Brakk..”. Rupanya sampan kecil tersebut menabrak batu besar yang tidak tampak dari permukaan air.

“Kamu tahu tentang cara berenang?” Tukang perahu berteriak pada sarjana. Dengan gugup sarjana berkata “Tidak”. Tukang perahu sekali lagi berteriak; “Kalau kamu tidak tahu caranya berenang bukan cuma sepertiga, tapi seluruh hidupmu akan hilang”.

Cerita ini saya kutip dari Prof.Mujamil Qomar. Pesan penting dari cerita ini, jangan pernah merasa menjadi orang pintar dan merendahkan orang lain, karena setiap orang punya kelebihan masing masing. Jadi, respek dan hormati siapa saja….

 

 

Senin, 22 Juli 2024

Belajar ke Syaikh Mahmud Abdul Bari M.Rajih

 



Bagi seorang pengajar al-Qur’an, memiliki sanad dalam membaca Qur’an sangat penting. Sanad Al-Qur'an adalah silsilah keilmuan yang bersambung dari guru-guru Al-Qur'an yang pernah mengajar hingga kepada Rasulullah SAW. Sanad Al-Qur'an juga disebut "jalur matan". Cara membaca al-Qur’an yang sesuai kaidah terpelihara karena sanad yang terus dijaga.

Sabtu, 20 Juli 2024 kemarin kami berkesempatan belajar Surat al-fatihah yang bersanad dari Syaikh Mahmud Abdul Bari M.Rajih Guru besar Qira’ah Sab’ah dai Mesir. Bertempat di masjid Jaidi Campurdarat acara tersebut diikuti oleh puluhan guru mengaji maupun imam masjid dari berbagai daerah Jawa Timur.

Metode yang digunakan dalam belajar surat al-Fatihah menggunakan cara talaqqi. Talaqqi adalah metode pengajaran Al-Qur'an yang melibatkan pertemuan langsung antara guru dan murid. Dalam metode ini, guru membacakan ayat dan murid menirukan bacaan gurunya, atau murid menyetorkan bacaannya secara langsung kepada guru. 

Satu persatu kami menghap ke Syaikh Mahmud Abdul Bari M.Rajih dan melafalkan surat al-Fatihah. Kami harus mampu melafalkan sesuai yang beliau contohkan sekaligus menirukan gerak lisan agar tepat makhorijul hurufnya. Makhorijul huruf penting untuk dipelajari agar bisa membedakan bunyi huruf satu dengan yang lain. Jika tidak, huruf tersebut akan terdengar seperti huruf lainnya, yang bisa mengubah arti kata atau bacaan dalam Al-Qur'an.

Alhamdulillah, acara yang dimulai dari pagi dapat diselesaikan pada malam harinya. Kesempatan belajar langsung pada Syaikh Mahmud Abdul Bari M.Rajih menjadi sebuah pengalaman yang berharga. Kedatangan beliau yang difasilitasi Yayasan Istana Qur’an Indonesia menjadi berkah bagi para pengajar al-Quran, karena bisa belajar surat al-Fatihah yang bersambung hingga Rasulullah.

 

 

Kamis, 18 Juli 2024

Lamine Yamal: Mimpi, Determinasi, dan Prestasi

 



Negeri Matador Spanyol, mengukuhkan diri sebagai Juara EURO 2024 setelah mencatatkan kemenangan atas Inggris di laga final. Memainkan laga puncak di Olympiastadion Berlin, Ahad 14 Juli 2024 atau Senin dini hari WIB, La Furia Roja membekuk The Three Lions dengan skor 2-1.

Sumbangan gol Spanyol pada laga final dicetak oleh Nico Wiliams dan Mikel Oyarzabal, sedangkan Inggris cuma sanggup membalas satu kali lewat lesakkan Cole Palmer. Ini adalah gelar ke-empat yang diraih Spanyol sepanjang sejarah pagelaran Piala Eropa. Sekaligus menobatkan mereka sebagai negara terbanyak yang meraih gelar juara.

Sukses Spanyol tidak lepas dari peran gemilang bintang muda mereka Lamine Yamal. Lamine Yamal memang tidak ikut menjebol gawang lawan di final. Akan tetapi, remaja berusia 17 tahun itu berkontribusi dalam bentuk assist. Yamal berperan merancang gol pertama Spanyol yang dibukukan Nico Williams. Lamine Yamal masuk dalam kelompok pemain dengan assist terbanyak dalam satu edisi EURO (empat buah).

Lamine Yamal Nasraoui Ebana lahir pada tanggal 13 Juli Tahun 2007. Dia adalah seorang pemain sepak bola Muslim Spanyol yang bermain sebagai penyerang untuk Barcelona dan Timnas Spanyol. Yamal lahir di Mataro Spanyol dari ayah seorang imigran Maroko dan ibu Guinea Khatulistiwa. Dan kini di usianya yang masih sangat muda, ia telah menjadi pemain penting di timnas Spanyol.

Sosok Lamine Yamal adalah talenta lengkap dalam dunia sepak bola. Kecepatan, skill dan akurasinya luar biasa. Sementara secara mentalitas dia juga terlihat sudah matang meski usianya masih belia. Sangat pantas bila Spanyol tahun ini menjadi juara eropa, karena mereka saat ini memiliki bintang yang sedang bersinar terang. Dialah Lamine Yamal Nasraoui Ebana.

 

 

 

 

 

 

 

 

Senin, 15 Juli 2024

Hoaks Fenomena Aphelion

 



Fenomena astronomi Aphelion yakni posisi titik terjauh dari Bumi ke Matahari dalam orbitnya diklaim dapat menyebabkan suhu bumi menjadi lebih dingin tersebar luas di pelbagai media sosial. Saya yakin Grup-grup WA Anda juga dibanjiri dengan postingan itu.

Fenomena Aphelion sebenarnya setiap tahun terjadi. Ini adalah siklus normal dari perputaran bumi mengelilingi matahari. Orang tua kita zaman dahulu menyebut dengan musim “bedhidhing”. Istilah ini untuk menyebut perubahan suhu yang mencolok khususnya di awal musim kemarau.

Yang saya ingat masa kecil dulu, musim dingin ini ditandai dengan pohon randu yang berbunga. Khazanah ilmu orang tua zaman dulu selalu teliti dengan tanda-tanda alam, kita menyebut dengan ilmu “titen”. Menurut narasi yang beredar di medsos, fenomena Aphelion yang terjadi sejak awal Juli 2024 akan berdampak hingga Agustus 2024.

Yang menarik, mengutip laman KOMINFO klaim bahwa Aphelion dapat menyebabkan suhu bumi lebih dingin menurut ahli astronomi adalah tidak benar dan tidak didukung oleh bukti ilmiah. Perubahan suhu global Bumi lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti aktivitas matahari, pola sirkulasi atmosfer, dan komposisi gas rumah kaca.

Para pakar juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi di media sosial. Inilah pentingnya untuk memverifikasi kebenaran informasi sebelum membagikannya. Informasi yang tidak didasari fakta ilmiah seringkali dapat membingungkan masyarakat dan mengganggu pemahaman yang benar tentang fenomena alam.

 

 

Senin, 08 Juli 2024

Tinta Sang Kiai: Memaknai Hidup Melalui Menulis

 



Seorang Kiai yang ramah dan menyenangkan, begitu kesan pertama yang saya rasakan ketika bertemu dengan beliau. Di saat memasuki rumah sederhana yang rapi kami disambut dengan senyuman yang hangat sambil menyapa dengan akrab seolah kami sudah lama saling mengenal. Beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Darul Istiqomah Bondowoso, KH.Masruri Abdul Muhit, L.c.

Acara Kopdar Sahabat Pena Kita (SPK) ke-11 yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Istiqomah Bondowoso Sabtu 6 Juli 2024, diawali dengan ramah tamah di kediaman pengasuh pondok yakni KH.Masruri Abdul Muhit, L.c.. Sebenarnya pontren telah menyiapkan sarana penginapan berupa asrama yang mirip kamar hotel. Tapi kami tidak sempat memakai istirahat karena rombongan dari Tulungagung tiba sesaat menjelang azan Subuh.

Meski kondisi masih kelelahan, suasana akrab dan sambutan yang luar biasa dari tuan rumah menjadikan kami sangat nyaman. Kedekatan dan suasana kekeluargaan semakin terasa ketika kami dijamu sarapan sembari berbincang-bincang ringan. Tanpa terlihat canggung Bapak Kiai Masruri menemani kami sarapan sambil sesekali bercerita ihwal kegiatan pesantren yang beliau pimpin.

Dari perbincangan momen sarapan dan ngopi bersama beliau saya sedikit tahu tentang sejarah Pondok Darul Istiqomah Bondowoso. Pondok DARIS (Darul Istiqomah) berdiri pada tahun 1994 dengan santri awal 7 anak. Prinsip awal mula mendirikan pesantren adalah mengaji yang menyenangkan. Untuk menarik masyarakat, pesantren menyediakan lapangan sepak bola guna bermain. Bukan hanya santri, masyarakat sekitar pondok juga banyak yang main sepak bola di lapangan yang siapkan pesantren.

Saat ini pondok DARIS telah jauh berkembang. Aset tanah yang dimiliki kini sudah mencapai 10 hektar. Dari lahan seluas itu baru 4 hektar yang digunakan untuk fasilitas bangunan pesantren. Jumlah santri putra dan putri saat ini sudah mencapai 700 anak. Untuk melengkapi jenjang pendidikan di pesantren saat ini Kiai Masruri sedang mendesain untuk berdirinya perguruan tinggi di lingkungan pondok.

Sudah pasti, sebagai pengasuh pondok pesanteren Kiai Masruri sangat sibuk. Namun beliau tetap rajin menulis. Beliau mengaku bukan penulis yang baik, karena kebanyakan karyanya hanya sekedar cerita tentang pengalaman hidup. Tapi tekad beliau menulis terus terjaga karena beliau meyakini setiap tulisan pasti ada pembacanya. Meski mengaku bukan penulis yang baik nyatanya beliau adalah penulis yang menghasilkan milyaran rupiah. Menurut cerita beliau, pernah ada orang yang wakaf tanah satu hektar gegara tersentuh membaca buku yang beliau tulis.

Pertemuan dengan pengasuh pontren DARIS, KH.Masruri Abdul Muhit, L.c membuat saya terkesan dan merenung panjang. Sosok beliau yang bersahaja membuat saya kagum. Sebagai pengasuh pondok sebesar itu sebenarnya beliau bisa tampil serba mewah, namun justru sebaliknya. Kecintaan beliau pada dunia literasi menginspirasi kita semua, bahwa menulis adalah salah jalan agar hidup kita lebih bermakna.

Jumat, 05 Juli 2024

Kawula "Pas-pasan"

 



Tahun baru Islam 1 Muharam 1446 Hijriyah akan segera tiba. Memang tidak ada perayaan dalam menyambut tahun baru Hijriyah. Tentu sangat berbeda ketika tahun baru masehi yang berganti. Masyarakat seantero nusantara menyambut gembira datangnya tahun baru masehi sembari membuat pesta, acara konser musik, atau setidaknya bakar-bakar ayam dan ikan.

Dengan bergantinya tahun artinya semakin bertambah lagi usia kita. Meski pada hakikatnya pergantian tahun menjadikan jatah usia kita semakin berkurang. Ini harus kita sadari dan menjadi bahan renungan setiap kali menyambut tahun baru.

Setiap momen bergantinya tahun setiap itu pula saya menyadari terlalu banyak hal yang harus diperbaiki dalam hidup ini. Kualitas ibadah, sillaturrahim, membaca dan menulis maupun target-target amal lain yang belum bisa jangkau. Rasanya, meski sudah berganti tahun silih berganti tetap seperti itu-itu saja, tidak banyak peningkatan.

Memang beginilah kawula (orang biasa) yang kesalehannya hanya “Pas-pasan”. Setiap awal tahun banyak hal yang akan diperbuat ke depannya. Perencanaan bagus ini dan itu selalu diniatkan untuk dicapai. Tapi kenyataannya, banyak yang meleset dari rencana semula, tak banyak perubahan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Semoga tahun baru yang akan datang menjadi pancang peralihan. Ada perubahan yang berarti untuk layak disebut sebagai sebuah peningkatan. Meningkat naik kelas, menjadi pribadi yang lebih baik. Selamat menyongsong Tahun Baru 1446 Hijriyah.

Jumat, 28 Juni 2024

Tradisi, Persaudaraan dan Kekeluargaan

 



Bulan Dzulhijjah atau bulan Besar dalam hitungan kalender Jawa menjadi bulan yang paling sibuk bagi keluarga yang punya hajat hendak menikahkan anaknya. Tradisi mantu pada bulan Besar atau Dzulhijjah sudah berjalan sejak lampau, dan hanya masyarakat di tanah Jawa yang menggunakan pertimbangan bulan, hari atau weton ketika hendak melaksanakan pernikahan.

Ada bulan-bulan tertentu yang dianggap masyarakat Jawa paling tepat dan bagus ketika hendak menikahkan anak-anaknya, demikian pula ada bulan yang selalu dihindari. Misalnya, hingga saat kita tidak pernah melihat orang Jawa mantu pada bulan Muharam atau Sura.

Dalam masyarakat kita (Jawa) budaya tolong-menolong sudah sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari. Begitu pula ketika ada saudara atau tetangga yang punya hajat mantu anaknya. Bukan hanya tenaga, lazimnya sanak keluarga, tetangga maupun kenalan akan memberikan sumbangan uang yang istilahnya disebut mbecek atau buwoh.

Tradisi buwoh sebenarnya bermaksud meringankan beban yang ditanggung oleh keluarga yang sedang punya hajat, namun tidak bisa dihindari pada akhirnya juga akan menjadi hal yang membebani. Buwoh bukan murni sumbangan. Kebiasaannya, semua buwoh dan bantuan tercatat dan pada waktunya harus dikembalikan.

Buwoh memang bukan hutang yang harus dibayar. Tapi masyarakat kita sudah terbiasa akan mengembalikan semua pemberian tersebut dengan nominal yang sama. Terlepas dari sisi kurangnya, buwoh juga membawa banyak manfaat. Buwoh adalah lambang persaudaraan dan mengeratkan hubungan kekeluargaan. Buwoh bisa menjadi sarana berkumpulnya keluarga besar dan menjalin sillaturrahim.

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...