Minggu, 06 Maret 2022

MENJALIN TALI PERSAUDARAAN


Disebutkan dalam hadits bahwa sangat banyak keutamaan silaturahmi. Misalnya diluaskan rezeki dan dipanjangkan umurnya. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menginginkan untuk diluaskan rezekinya serta diundur ajalnya, hendaklah ia bersilaturrahmi”.

Berdasarkan dari berbagai sumber, sillaturrahim dan silaturahmi adalah kata serapan yang berasal dari Bahasa Arab yaitu “Sillah Ar-Rahim.” (Shillah) artinya hubungan atau tali, kemudian ar-rahim adalah Rahim. Jika disambungkan menjadi hubungan Rahim. Jadi, kata silaturahmi memiliki makna yang erat kaitannya dengan hubungan kekeluargaan yang memiliki hubungan darah atau satu Rahim.

Maka ditinjau dari makna bahasanya, silaturahmi di sini hanya kepada keluarga saja. Keluarga bisa meliputi keluarga ini dan keluarga yang tercakup dan terlibat dalam hal warisan. Namun dalam bermasyarakat kita sudah terbiasa menggunakan kata sillaturrahim untuk makna yang lebih luas. Mengunjungi teman, guru ataupun orang yang dikenal sering juga kita sebut dengan menjalin sillaturrahim. Jadi tidak hanya sebatas hubungan dengan orang-orang yang memiliki ikatan keluarga. Karena hakikatnya orang-orang yang seiman dengan kita adalah saudara.

Menjalin sillaturrahim bisa mudah dan menyenangkan bila orang yang kita sambung adalah orang-orang yang saleh. Mereka memiliki pemahaman yang sama dengan kita bahwa menyambung sillaturrahim adalah salah satu amal kebaikan yang bernilai besar dalam pandangan Allah. Yang berat adalah menyambung tali persaudaraan dengan orang orang-orang yang memang sengaja ingin memutusnya.

Menyambung silaturahmi dengan orang yang telah memutuskan tali silaturahmi merupakan akhlak terpuji yang dicintai oleh Allah. Sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ali Bin Abi Thalib bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Maukah kalian saya tunjukkan perilaku akhlak termulia di dunia dan di akhirat? Maafkan orang yang pernah menganiayaimu, sambung silaturahmi orang yang memutuskanmu dan berikan sesuatu kepada orang yang telah melarang pemberian untukmu."

 


 

 

 

Sabtu, 05 Maret 2022

PERANG DI UKRAINA, PEMICU “WW3”?



Invasi Rusia ke Ukraina belum juga  ada tanda-tanda akan segera berakhir. Keadaan ini tentu mengkhawatirkan banyak pemimpin dunia. Seruan untuk mengadakan perdamaian dan genjatan senjata seakan tidak digubris oleh Presiden Putin.

Banyak dulu yang berpikir bila Rusia mengerahkan kekuatan militernya maka Ukraina akan segera jatuh dan dikuasai Rusia. Rupanya prediksi tersebut tidak benar. Ukraina berjuang sampai tetes darah penghabisan dalam melawan invasi Rusia. Tidak hanya tentara yang terjun di medan perang, namun warga sipil juga dipersenjatai dan bahu-membahu menghadang musuh yang ingin menguasai tanah air mereka.

Kekuatan militer Rusia sebenarnya jauh di atas Ukraina. Dan dunia juga tahu Rusia adalah negara nomor satu dunia yang memiliki persenjataan nuklir. Menurut data yang tersebar dan prediksi pengamat militer jumlah bom nuklir Rusia lebih dari 6000 unit. Ini yang membuat NATO dan Amerika sampai saat ini tidak berani terlibat langsung dalam perang Rusia melawan Ukraina.

Senjata nuklir yang dimiliki Rusia memang belum satupun yang diluncurkan. Namun semua sudah disiagakan dan tinggal menunggu perintah sang Presiden. Bila serangan ke Ukraina tak kunjung berakhir karena perlawanan sengit Ukraina, siapa yang menjamin Rusia tidak menggunakan nuklirnya. Semua bisa saja terjadi mengingat perang selalu bertujuan saling menghancurkan.

Bila Rusia mengeluarkan senjata andalannya, Amerika dan NATO apakah akan tetap menjadi penonton yang baik?. Tentu ini “skenario” perang yang tidak diinginkan semua pihak. Sangat besar kemungkinan NATO dan Amerika akan terjun langsung ke medan laga.

Andaikata seperti itu babak baru cerita perang di Ukraina, bersiap saja kita akan menghadapi perang dunia ketiga (Word War 3). Perang yang akan melibatkan kekuatan-kekuatan besar di dunia. Satu poros Rusia yang didukung China, Korea Utara dan Iran. Sementara poros kedua Amerika dengan NATO yang didukung pula oleh Jepang, Korea Selatan dan sekutu-sekutu abadi Amerika Serikat.

 

 

Jumat, 04 Maret 2022

MAHALNYA BIAYA INVASI RUSIA



Mengutip berita dari media online, mantan Kepala Pertahanan Anggota NATO Estonia, Riho Terras mengungkapkan aksi invasi Rusia ke Ukraina membuat “Negeri Beruang Merah” harus mengeluarkan biaya 20 miliar dolar AS atau setara Rp 287 triliun per hari. Itu artinya dalam waktu sepuluh hari saja, biaya yang dipakai perang Rusia lebih besar dari keseluruhan belanja negara Indonesia dalam APBN tahun 2022 yakni sebesar Rp2.714,2 triliun.

Jelas saja, biaya perang tidak murah. Peralatan perang yang dipakai dan logistik ratusan ribu tentara pasti membutuhkan biaya yang besar. Persenjataan modern tentu tidak lagi menggunakan tombak, anak panah maupun pedang. Tapi sudah menggunakan kendaraan lapis baja, rudal balistik bahkan senjata nuklir.

Untuk membuat satu rudal balistik diperkirakan menghabiskan biaya sampai Rp 13 Miliar. Satu rudal balistik saja bisa mencukupi kebutuhan makan satu juta orang. Sedangkan jenis yang lebih canggih, pastinya akan berkali-kali lipat biaya pembuatannya. Dan bisa dibayangkan berapa “ongkos” yang dikeluarkan dalam invasi kali ini, karena dalam sehari tentara Rusia bisa menggunakan ratusan senjata yang mahal tadi.

Biaya perang pasti sangat mahal. Namun ada yang lebih mahal dari semua itu yaitu dampak peperangan. Ratusan nyawa sudah berguguran baik dari militer maupun warga sipil. Jutaan orang mengungsi meninggalkan tanah kelahiran demi mencari selamat. Rusaknya infrastruktur dan hancurnya lingkungan hidup. Semua itu tidak akan bisa dihitung dengan angka-angka.

Sampai kapan invasi Rusia akan berakhir, kita akan sulit menebaknya. Yang terjadi di Ukraina adalah perlawanan rakyat. Tidak hanya tentara Ukraina yang “bedil-bedilan” melawan pasukan Rusia. Tapi rakyat Ukraina juga berjuang mengangkat senjata. Tragedi kemanusiaan yang semakin memilukan dengan semakin banyaknya korban dari kedua pihak yang berperang.

 

 

Kamis, 03 Maret 2022

PAMER BERUJUNG BUI?



Beberapa waktu yang lalu, kita banyak melihat orang-orang pamer kekayaan di media sosial. Dengan percaya dirinya mereka menyebut sebagai sultan atau crazy rich. Konten Youtube, Instagram maupun Tiktok isinya hanya pamer kekayaan. Mobil sport mewah, rumah megah, hingga aksesoris mahal yang dimiliki semua tak luput diekspos.

Dulu banyak orang heran, mengapa mereka pamer kekayaan. Umumnya orang kaya akan lebih senang menyembunyikan hartanya. Kaitannya tentu dengan pajak yang harus dibayarnya atau ancaman kejahatan. Tapi, mengapa para “sultan” muda ini justru selalu pamer kekayaan. Rupanya ada niat jahat dibalik semua tindakan mereka.

Hari ini kita menyaksikan salah satu dari mereka harus berurusan dengan polisi. Ada dugaan profesi yang dijalani selama ini berkaitan dengan “bisnis” yang illegal. Mereka pamer harta tujuannya agar banyak orang tertarik dengan “kesuksesan” yang telah dicapai. Padahal kesuksesan mereka hanya kesuksesan semu. Mereka hanyalah para affiliator Binary option yang dianggap illegal di Indonesia.

Affiliator sendiri merupakan sebutan bagi orang yang mempromosikan suatu produk kepada orang lain. Umumnya seorang affiliator akan melakukan promosi dengan cara mempertontonkan keuntungan dari hasil trading untuk menarik target konsumennya.  Binary option merupakan instrumen trading online dari Amerika Serikat (AS) yang cara kerjanya dianggap hampir sama dengan perjudian.

Tentu kita bersyukur pihak berwajib sudah turun tangan dan mengusut para affiliator yang sering mencari target dengan pamer harta. Karena kenyataannya, sudah banyak kalangan yang mengalami kerugian besar karena tergiur dengan kesuksesan palsu para sultan atau crazy rich ini.

 

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...