Minggu, 18 Juli 2021

QURBAN ATAU KORBAN?



Qurban berasal dari bahasa Arab, “Qurban” yang berarti dekat. Qurban dalam Islam juga disebut dengan al-udhhiyyah dan adh-dhahiyyah yang berarti binatang sembelihan, seperti unta, sapi (kerbau), dan kambing yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq (tanggal 11-13 Dzulhijjah) sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah.

Istilah Qurban termasuk salah satu kata serapan asing (Arab), dengan penulisan baku menjadi “Korban”. Dalam Bahasa Indonesia lafal qurban menjadi korban yang artinya sesuai KBBI adalah pemberian untuk menyatakan kebaktian, kesetiaan, dan sebagainya.

Di sinilah ada perbedaan makna dari kata aslinya (Arab) ketika menjadi Bahasa Indonesia. Makna qurban murni tentang ibadah dan pengabdian pada Allah. Sedangkan makna Korban (Indonesia) lebih luas tidak terbatas urusan ibadah. Misalnya saja, penggunaan kata korban untuk hal yang negatif (jelek).  

“Penyimpangan” makna kata serapan sebenarnya memang sudah sering kita jumpai. Lafal dan arti berubah dari lafal dan arti semula. Contoh yang lain kata “Syirik” makna sebenarnya adalah perbuatan atau iktikad menyekutukan Allah subhanahu wa ta’ala dengan zat lain. Sedangkan kata “Sirik” dalam Bahasa Indonesia artinya menjadi dengki. Tentu sangat jauh esensi kedua  kata tersebut.

 

 

 

 

Sabtu, 17 Juli 2021

JANGAN BERHENTI



Mengutip (quote) dari sang maestro seni, seorang pelukis, pematung, arsitek, penemu, insinyur militer, dan juru gambar Leonardo Da Vinci. “Besi berkarat karena tidak digunakan, air yang tergenang kehilangan kemurniannya, dan dalam cuaca dingin menjadi beku; demikian pula dengan kemampuan dari pikiran kita.” -Leonardo Da Vinci

Hidup ini harus bergerak. Bergerak dari satu aktivitas ke aktivitas yang lain. Menggerakkan pikiran dari gagasan besar yang satu ke gagasan yang berikutnya. Tidak ada kevakuman yang meyebabkan pikiran menjadi berhenti. Kehilangan kreativitas, meski jeda juga sangat diperlukan.

Dalam Alqur’an Surat Al-Insyiroh Ayat 7 disebutkan; “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Sebagian ahli tafsir menafsirkan apabila kamu (Muhammad) telah selesai berdakwah Maka beribadatlah kepada Allah; apabila kamu telah selesai mengerjakan urusan dunia Maka kerjakanlah urusan akhirat, dan ada lagi yang mengatakan: apabila telah selesai mengerjakan shalat berdoalah.

Kekosongan aktivitas bisa membahayakan. Orang cenderung berpikir yang tidak produktif ketika sering mengalami kekosongan (menganggur). Akan banyak kegiatan penting yang bisa dipilih untuk mengisi waktu. Bahkan karena banyaknya, umur kita tidak akan cukup bila kita hendak melakukan segalanya.

Memiliki kelonggaran waktu adalah nikmat yang besar. Dengannya kita bisa merencanakan semua hal penting sekaligus kesungguhan untuk mengerjakannya. Ketika memiliki waktu kosong namun tidak mampu mengisi dengan hal bermanfaat, inilah tanda orang yang akan mengalami kerugian besar.

 

 

 

Jumat, 16 Juli 2021

JANGAN PANIK



Bila orang dalam keadaan panik, biasanya sering bertindak dengan gegabah dan tanpa pikir panjang. Seperti berita akhir-akhir ini yang kita ketahui bersama, varian baru Virus Corona telah menyerang dan menyebar ke negeri kita. Khabarnya varian baru ini lebih cepat menular dibanding dengan “induk” yang muncul lebih dulu. Mungkin karena mengamati berita yang begitu masif dan gencarnya, timbullah kepanikan dalam masyarakat.

Imbas dari kepanikan yang berlebihan, adalah tindakan konyol. Bagaimana tidak konyol, misalnya viral banyak orang memborong susu “Bear Brand” untuk persediaan dan “senjata” anti Corona. Jangan dikira ini adalah merek susu Beruang asli. Meski gambar yang tertera dalam kemasannya adalah gambar Beruang. Gambarnya Beruang, iklan di televisinya gambar naga, tapi sebenarnya isinya adalah susu sapi. Bingung kan?

Akhirnya masyarakat sadar setelah para ahli medis menyampaikan keterangannya bahwa “Bear Brand” sama saja dengan produk susu sapi yang lain, tidak ada istimewanya. Itu sama saja dengan kena prank, gara-gara kurang cermat dalam memahami informasi.

Selesai susu beruang kini isu oksigen. Berita terbaru yang sedang tejadi hari ini, oksigen langka. Wah, apa ada aksi borong oksigen?. Seperti informasi yang kita terima, banyak Rumah Sakit yang kehabisan persediaan oksigen. Kalau pun ada biasanya harga sudah jauh naik. Bisa jadi ini kepanikan baru. Karena takut kehabisan oksigen, banyak kalangan yang melakukan aksi borong oksigen.

(Tabung) oksigen bukan hanya untuk kebutuhan dunia medis saja. Pengusaha yang bergerak di perikanan juga memerlukan oksigen untuk packing ikan yang hendak dikirim. Nyatanya mereka juga mengeluh sulit untuk mendapatkan tabung oksigen hari ini. Kemungkinan lain bila oksigen hari ini sulit ditemukan, pasti ada pihak yang menimbun untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Sungguh, perbuatan keji yang tidak mencerminkan manusia beradab. Di saat banyak orang membutuhkan, justru dia mencari celah keuntungan pribadi.

 

 

Waktu Boleh Berlalu, Ingatan Tetap Tinggal

  Kemarin, saat sedang menunggu giliran di sebuah bengkel, datang seseorang dan duduk di sebelah saya. Saya tidak terlalu memperhatikannya...