Selasa, 13 Desember 2022

BELUM TIBA WAKTUNYA



Tak jarang kita mendengar orang berkata:“Saya sudah berdoa tapi Allah tidak mengabulkannya”. Sebenarnya ungkapan tersebut benar-benar keliru. Itu adalah perkataan orang yang putus asa dari rahmat Allah. Karena Allah telah berjanji akan mejawab doa hamba-hamba yang senantiasa meminta.

Allah tidak akan menolak doa atau permintaan yang kita panjatkan. Hanya belum waktunya saja untuk dikabulkan. Bila masanya telah tiba, niscaya pasti akan dijawab semua doa-doa dan harapan baik semua hamba-Nya.

Allah mengatur dan mencipta semua yang ada di alam semesta ini dengan indah. Tak ada satupun ciptaan-Nya yang sia-sia. Karena itu, kita mesti belajar berbaik sangka dengan yang Allah berikan saat ini.

Coba kita renungkan sejenak. Kita dahulu dilahirkan dalam keadaan yang lemah. Namun Allah telah menyiapkan orang-orang yang menyayangi di sekitar kita. Meski tubuh kita tiada daya namun selalu aman dan terjaga.

Allah belum menumbuhkan gigi-gigi bayi yang baru dilahirkan, karena memang belum diperlukan. Rezekinya cukup hanya dengan air susu dari ibunya. Tangan dan kaki juga belum bisa melakukan pekerjaan. Tapi semua yang dia perlukan sudah dipenuhi oleh orag-orang yang di dalam hatinya ditumbuhkan cinta padanya.

Mungkin seperti itulah perjalanan hidup ini. Terus saja kita berdoa, dan pasti bila tiba waktunya Allah akan memenuhi dan mengabulkan semuanya.

 

Rabu, 07 Desember 2022

Preview Menuju Babak Perempat Final Piala Dunia 2022 di Qatar

 



Piala Dunia 2022 di Qatar hampir menyelesaikan pertandingan babak 16 besar. Sudah ada enam kontestan yang memastikan langkahnya masuk ke babak perempat final. Babak 16 besar kini tinggal menyisakan dua pertandingan lagi yakni Spanyol vs Maroko dan Swiss melawan Portugal.

Enam tim yang sudah lolos babak quarter final Piala Dunia 2022 di Qatar adalah; Argentina, Belanda, Inggris, Perancis, Kroasia dan Brazil. Dua kursi yang tersisa masih diperebutkan oleh empat peserta Spanyol, Maroko, Swiss dan Portugal.

Sejauh ini tim-tim yang telah lolos babak delapan besar Piala Dunia 2022 di Qatar adalah tim besar yang dikenal sebagai kekuatan tradisional sepak bola dunia. Siapa yang meragukan Argentina, Brazil, Inggris maupun Perancis. Empat negara tersebut pernah meraih gelar juara piala dunia.

Tidak Ada Wakil Asia di Babak Perempat Final Piala Dunia 2022 di Qatar

Tim-tim wakil Asia yang sempat membuat kejutan di fase grup harus rela tersingkir di babak 16 besar. Jepang ditundukkan Kroasia melalui adu Pinalti dengan skor 3:1. Sementara Korea Selatan juga ditumbangkan Brazil dengan skor telak 4:1.

Australia yang secara geografis di luar Asia namun di bawah AFC (Federasi sepak bola Asia) terlebih dahulu tersingkir setelah kalah dari Argentina dengan skor 2:1. Inilah yang membuktikan bahwa tradisi piala dunia belum berubah. Juara selalu berasal dari Eropa dan Amerika Selatan.

Memang saat ini masih ada Maroko sebagai satu-satunya tim non dari Eropa dan Amerika Selatan. Tapi sepertinya Maroko akan kesulitan maju ke babak delapan besar karena yang akan dihadapi adalah Spanyol juara piala dunia tahun 2010.

Meski tidak ada wakil Asia di babak delapan besar Piala Dunia 2022 di Qatar, setidaknya penampilan tim-tim Asia tidak mengecewakan. Hanya Qatar yang gagal mempersembahkan kemenangan, selebihnya sukses mengukir kemenangan ketika pertandingan fase grup.

Tim-tim Asia kini bukan hanya pelengkap piala dunia. Negara perwakilan Asia mampu merepotkan tim besar dari Eropa dan Amerika Selatan. Ini menjadi indikasi bahwa kekuatan sepak bola dunia kini sudah semakin merata. Pengaruh karena banyak pemain-pemain profesioanal di liga Eropa yang berasal dari Asia.****

 

 

 

 

Selasa, 06 Desember 2022

Berpikir Positif



Sebuah kisah nyata. Seorang pekerja terjebak dalam sebuah ruangan pendingin daging yang kosong. Ia tidak bisa meminta tolong karena semuanya telah pulang dan di pabrik tersebut sudah tidak ada lagi orang yang bekerja.

Karena sudah putus asa, pekerja tersebut menulis pesan di buku kecil yang ada di sakunya. Di halaman pertama tertulis bagaimana ia terjebak dalam ruangan pendingin tersebut. Kemudian di halaman kedua dia menulis apa yang mulai dirasakan. Rasa dingin mulai menusuk tubuhnya. Kemudian di halaman ketiga dia merasakan tubuhnya sudah membeku.

Keesokan harinya dia ditemukan oleh temannya sudah meninggal karena Hipotermia,  yaitu kondisi darurat medis yang terjadi ketika tubuh lebih cepat kehilangan panas dibandingkan panas yang dihasilkan. Kondisi ini menyebabkan suhu tubuh menjadi sangat rendah.

Hal yang aneh. Karena sebenarnya mesin pendingin ruangan tersebut dalam kondisi mati. Artinya suhu ruangan tersebut tidaklah dingin, sama seperti suhu di luar ruangan. Tapi orang yang terjebak tadi sudah merasakan kedinginan karena keyakinan yang dia pikirkan.

Ya, hidup akan berjalan seperti apa yang kita pikirkan. Bila kita memandang hidup ini anugerah dan penuh nikmat, maka kita akan selalu bersyukur dan merasakan hidup ini lapang. Lalu, bagaimana bila kita merasa hidup ini sempit. Yang terjadi adalah seperti apa yang dirasakan. Hidup serba sulit dan penuh dengan segala permasalahan yang rumit.

Sebuah riset pernah dilakukan. Mayoritas pasien yang dirawat di Rumah Sakit sebenarnya fisiknya tidak menderita sakit. Banyak yang sakit karena merasa tubuhnya sedang sakit. Yang terjadi akhirnya, banyak keluhan sakit yang sebenarnya itu bersumber dari apa yang selalu dipikirkannya.

Inilah pentingnya selalu berpikir positif. Bila orang selalu berpikir baik maka apa yang dilakukan juga baik. Sebaliknya bila seseorang selalu memproduksi pikiran yang negatif, perilakunya pun akan cenderung pada hal-hal yang negatif pula.

 

Sabtu, 03 Desember 2022

Kejutan Demi Kejutan World Cup 2022 Qatar

 



Hasil-hasil pertandingan World Cup 2022 terus saja membuat para penggemar sepak bola terkejut. Pada laga terakhir di grup E kemarin Jepang sukses menundukkan Spanyol dengan skor 2:1. Kekalahan Spanyol berefek pada tersingkirnya Jerman dari arena piala dunia.

Spanyol unggul terlebih dahulu melalui tandukan Alvaro Morata pada menit ke-11. Dan dua gol balasan Jepang dicetak oleh R. Doan di menit ke-48 dan gol A. Tanaka pada menit ke-51. Kemenangan ini mengantarkan Jepang melaju mulus ke babak 16 besar World Cup 2022 Qatar.

Jepang sukses dua kali mengalahkan raksasa eropa di gelaran World Cup 2022. Sebelumnya mereka menjinakkan tim Panser Jerman dengan skor 2:1, dan pada pertandingan penutup grup E mereka mampu mengukir kemenangan atas Spanyol dengan skor identik 2:1.

Tim-tim Eropa Berguguran di Arena World Cup 2022 Qatar

Sukses Jepang menumbangkan Spanyol membawa tim Samurai Biru memuncaki klasemen akhir grup E. Selain itu kekalahan Spanyol menjadikan kemenangan Jerman 4:2 atas Costa Rika menjadi sia-sia. Jerman tetap tersingkir karena kalah selisih gol dari Spanyol.

Jerman menambah panjang daftar tim eropa yang tersingkir dari ajang World Cup 2022 Qatar. Sebelumnya Wales, Denmark dan Belgia juga gagal melaju ke babak 16 besar. Tidak salah bila perhelatan piala dunia kali ini dianggap sebagai kompetisi yang penuh kejutan.

Kegagalan tim-tim eropa di pentas World Cup 2022 Qatar layak menjadi bahan evaluasi UEFA sebagai pemilik otoritas tertinggi sepak bola eropa. Faktor apa saja yang menjadikan tim-tim eropa gagal bersinar dan tidak mampu menampilkan permainan terbaik mereka.

Isu-isu di Luar Sepak Bola yang Mengganggu Fokus Pemain

Yang menjadi pokok permasalahan mungkin lebih ke unsur nonteknis. Seperti diketahui, ada berita dari luar lapangan hijau yang menjadikan World Cup 2022 Qatar semakin penuh cerita.

Peraturan minuman alkohol yang dilarang masuk stadion, tidak tersedianya menu berbahan daging babi, isu LGBT dan pelarangan sek bebas. Dan negara-negara dari eropa paling keras menentang aturan tersebut khususnya Jerman.

Memang disayangkan bila pemain maupun tim oficial terjebak dan ikut campur permasalahan di luar sepak bola. Sepak bola seharusnya bebas dari unsur politik dan isu-isu yang tidak berkaitan dengan permainan bola.

Tentunya ada pihak-pihak lain yang berkompeten mengurus segala permasalahan tadi. Para pemain hanya punya satu tugas, bagaimana bisa bermain sebaik mungkin dan menjunjung jiwa sportif.***

Jumat, 02 Desember 2022

Antiklimaks, Arab Saudi Angkat Koper dari Piala Dunia 2022 di Qatar

 



Saudi Arabia harus tereliminasi dari grup dan gagal melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Qatar. Pada pertandingan terakhir Arab Saudi gagal meraih kemenangan dan takluk dengan skor tipis 2:1 dari Meksiko.

Pada pertandingan pembuka Piala Dunia 2022 di grup C saat melawan Argentina, Saudi Arabia sempat mengejutkan publik bola saat mereka mengalahkan Argentina dengan skor 2:1. Kini langkah Green Falcon harus terhenti setelah dua pertandingan berikutnya, mereka tidak mampu mengalahkan lawan-lawannya.

Saudi Arabia membutuhkan tiga poin saat melawan Meksiko agar dapat masuk ke babak knock out karena pada pertandingan sebelumnya mereka ditumbangkan Polandia dengan skor 2:0. Kekalahan dari Meksiko memaksa Saudi Arabia harus mengakhiri Piala Dunia 2022 di dasar klasemen grup C.

Kemenangan Saudi Arabia dari Argentina menjadi antiklimaks dari penampilan mereka di Piala Dunia 2022. Kejutan yang mereka pertontonkan tidak berlanjut saat berjumpa dengan kontestan lainnya di grup C. Kini mimpi mereka untuk tampil pertama kalinya di babak gugur harus terkubur.

Walau tersingkir lebih awal, setidaknya Saudi Arabia sudah tampil menawan di pentas termegah sepak bola dunia. Dan mungkin ini menjadi penampilan terbaik mereka selama mengikuti gelaran Piala Dunia. Para penggemar mereka tentu tidak akan pernah melupakan saat menundukkan tim besar dunia sekelas Argentina.

Tim Tango Argentina Melaju ke Babak 16 Besar Sebagai Juara Grup C

Meski kalah dari Saudi Arabia pada pertandingan pertama Piala Dunia 2022 di Qatar, akhirnya Argentina lolos ke babak selanjutnya dengan status juara grup C. Argentina sukses menebus kegagalannya dengan meraih kemenangan beruntun saat melawan Meksiko dan Polandia.

Mental juara Argentina memang teruji, meski sebelumnya sempat diragukan oleh para pengamat dan suporter mereka. Lionel Messi dan kawan-kawan mampu bangkit dan melupakan kekalahan menyakitkan dari tim asia Saudi Arabia.

Nama besar Argentina dalam dunia sepak bola bukan isapan jempol belaka. Konsistensi mereka menjadi bukti sahih yang tidak terbantahkan lagi. Memang tidak layak tim sebesar Argentina harus gugur di babak grup. Karena para pecinta bola pasti menginginkan mereka mampu melaju jauh pada Piala Dunia 2022 kali ini.****

 

 

 

Kamis, 01 Desember 2022

Metri, Selamatan, Sedekah?

 



Dalam budaya masyarakat kita, sudah menjadi hal yang biasa mengadakan selamatan. Mau bepergian ibadah haji selamatan pulang juga mengadakan selamatan. Mendapatkan rezeki berlimpah bersyukur dengan selamatan, demikian pula terhindar dari musibah juga selamatan.

Terkadang masyarakat kita menggunakan istilah metri maupun kenduri dalam melaksanakan selamatan. Istilah yang dipakai memang bermacam-macam tapi pada prinsipnya isinya sama saja. Mengundang tetangga, berdoa, kemudian acara makan-makan.

Bagi kelompok tertentu, acara selamatan yang sudah menjadi budaya turun-temurun ini dianggap ajaran yang menyimpang dan tidak sesuai syariat. Bahkan dengan bahasa yang lebih keras sebagian menganggap semua itu bagian dari bid’ah.

Pendapat yang menganggap selamatan atau metri sebagai bagian dari bid’ah memang terlalu berlebihan. Mereka tidak bisa memahami bahwa istilah metri, kenduri maupun selamatan hanyalah bahasa budaya. Itu hanya kulit luarnya saja. Inti dari budaya selamatan adalah bersedekah.

Apa dilarang agama bila sedekah dikemas dengan cara silaturrahim, mengundang tetangga dan kerabat. Tentu semua itu boleh-boleh saja dilakukan. Bersedekah dengan makanan dan minuman merupakan tuntunan syariat yang dianjurkan dan membawa banyak hikmah.

 

 

 

Selasa, 29 November 2022

Update Skor Piala Dunia 2022 Qatar



Piala Dunia Qatar 2022 telah memasuki hari ke-7. Sepanjang hari kemarin, Minggu 27 November 2022 terdapat empat pertandingan. Dua pertandingan di grup E dan dua pertandingan lagi di grup F.

Pada pertandingan pertama pukul 17.00 WIB yang digelar di Ahmad bin Ali Stadium, Grup E Piala Dunia 2022 Qatar, Japan menjalani pertandingan keduanya melawan Costa Rica. Japan tumbang dengan skor 1:0. Gol Costa Rica dicetak oleh K. Fuller pada menit ke-81.

Sementara pada pukul 20.00 WIB, di Grup F Belgia berlaga di Al Thumama Stadium melawan Maroko. Hasilnya, Maroko sukses mengungguli Belgia dengan skor 2:0. Dua gol dicetak oleh R. Saïss pada menit ke-73, dan satu gol dari Z. Aboukhlal di menit 90+2.

Pertandingan Maroko melawan Belgia menjadi salah satu kejutan pada Piala Dunia Qatar 2022. Belgia yang bertengger di urutan kedua rangking FIFA dan jauh difavoritkan ternyata harus tunduk dari Hakim Ziyech dan kawan-kawan.

Di Grup F pada pukul 23.00 WIB, Kroasia harus meladeni pendatang baru Kanada di Khalifa International Stadium. Tanpa kesulitan Modric dan kawan-kawan berhasil menundukkan Kanada dengan skor 4:1.

Gol dari Kroasia diciptakan Kramarić di menit ke-36, M. Livaja menit ke-44, A. Kramarić menit ke-70 dan L. Majer di injury time 90+4. Satu gol Kanada dibuat oleh Alphonso Davies pada menit ke-2.

Big Match Spanyol melawan Jerman berakhir Imbang

Perhatian para pecinta sepak bola tentu tertuju pada big match di Grup E antara Spanyol melawan Jerman. Pertandingan yang dihelat di Al Bayt Stadium tersebut dimulai pada pukul 23.00 WIB atau pukul 19.00 waktu Qatar.

Jerman yang menderita karena pada pertandingan pertama dikalahkan Jepang tampil dengan skuad terbaik mereka. Sementara Spanyol mengincar kemenangan kedua mereka setelah pada pertandingan pertama berhasil menggasak Costa Rica dengan skor telak 7:0.

Pertandingan sengit dua raksasa eropa Spanyol vs Jerman akhirnya berkesudahan imbang dengan skor sama kuat 1:1. Gol tim Matador Spanyol diciptakan oleh penyerang andalan mereka Álvaro Morata pada menit ke-62. Sedangkan Jerman membalas pada menit ke-83 melalui gol N. Füllkrug.

 

 

 

 

 

 

 

 

Minggu, 27 November 2022

Tragis, Tuan Rumah Qatar Tersingkir dari Arena Piala Dunia 2022



Timnas Qatar dipastikan tersingkir dari pentas Piala Dunia 2022 setelah kalah 3:1 dari Senegal.Tiga gol Senegal diciptakan oleh B. Dia pada menit ke-41, F. Diédhiou menit ke-48 dan satu gol dari B. Dieng di menit ke-84. Sementara Qatar hanya bisa membuat sebiji gol melalui Mohammed Muntari pada menit ke-78.

Sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 langkah Qatar yang terhenti secara cepat tentu sangat mengecewakan penggemarnya. Di saat tim-tim asia yang lainnya tampil mengesankan, Qatar yang mendapat dukungan penuh dari suporternya justru tersungkur di dua pertandingan yang dilakoninya.

Dua kekalahan beruntun dari Ekuador dan Senegar praktis menutup peluang Qatar untuk melaju pada babak knock out. Memang pertandingan masih menyisakan satu laga lagi, tapi koleksi poin kedua pesaing mereka Belanda dan Ekuador sudah tidak akan terkejar lagi.

Qatar Bukan Negerinya Sepak Bola

Qatar bukan negara asia pertama yang menjadi tuan rumah piala dunia. Sebelumnya Jepang dan Korea pernah menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2002. Dipilihnya Qatar sebagai penyelenggara Piala Dunia 2022 sejak awal telah menuai banyak kritikan.

Banyak pihak menilai cuaca di Qatar terlalu ekstrem untuk menghelat pertandingan sepak bola. Ditambah lagi dengan budaya masyarakat Qatar secara tradisional bukan negeri penggemar sepak bola.

Qatar termasuk negara asia yang telat mengenal sepak bola. Menurut sebuah literatur Qatar baru mengenal sepak bola pada tahun 1948 yang dibawa oleh para ekspatriat dari Inggris yang bekerja di bidang perminyakan.

Dalam urusan sepak bola nama Qatar jauh kalah mentereng dari Korea Selatan, Jepang, Iran maupun Saudi Arabia. Memang Qatar pernah membuat kejutan dengan menjuarai Piala Asia 2019 setelah mengalahkan Jepang di final dengan skor 3:1.

Tim Pembuka Pertandingan dan yang Pertama Tersingkir

Sebagai tuan rumah, Qatar mendapat kehormatan menjadi tim pertama yang bertanding. Namun pertandingan melawan Ekuador gagal dimanfaatkan, meski Qatar bermain di depan publiknya sendiri.

Qatar menjadi kontestan pertama yang tersingkir dari arena Piala Dunia 2022. Dan Ini berdampak kurang baik bagi penyelenggaraan turnamen. Antusiasme penggemar sepak bola di Qatar pasti akan menurun drastis karena tim kebanggaan mereka telah gugur di babak awal.

Akan beda cerita bila Qatar mampu melangkah jauh seperti Korea Selatan ketika menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002. Sejarah tentu akan mencatat tuan rumah yang sukses sebagai penyelenggara dan sukses berprestasi.***

 

 

 

 

 

Waktu Boleh Berlalu, Ingatan Tetap Tinggal

  Kemarin, saat sedang menunggu giliran di sebuah bengkel, datang seseorang dan duduk di sebelah saya. Saya tidak terlalu memperhatikannya...