Senin, 13 Maret 2023

Biarkan Tumbuh dan Berkembang



Meskipun sejak kecil anak bebek dibesarkan oleh induk ayam, tetap saja dia akan tumbuh dan berkembang layaknya bebek pada umumnya. Dia akan tetap suka dengan air, padahal “orang tua” asuhnya sangat benci dengan air. Walaupun hidup di tengah lingkungan ayam, tapi nalurinya sebagai bebek tidak akan mungkin hilang.

Begitu saya menggambarkan keunikan sifat manusia, semua memiliki kecenderungan yang berbeda-beda dan pada waktunya akan nampak jelas dan membuat komunitas tersendiri meski kadang tidak disadari.

Sejak masa kanak-kanak sebenarnya kegemaran seseorang sudah mulai terlihat. Dan faktanya, sistem pendidikan kita menerapkan standar yang seragam pada anak-anak didik kita. Semua harus pandai Matematika, pintar Bahasa Inggris, dan tidak boleh ada pelajaran yang nilainya jelek.

Sebagai ilustrasi, ketika orang tua menjumpai anaknya memiliki nilai Matematika yang rendah, serta-merta ia akan memberi tambahan les pelajaran Matematika kepada anaknya. Dan, mereka akan mengabaikan bila ternyata anaknya memiliki nilai yang tinggi di pelajaran seni. Apa tidak terbalik, bukankah itu sama artinya dengan memaksa anak ayam pandai berenang.

Biarkan anak-anak tumbuh berkembang dan menjadi dirinya sendiri. Tugas orang tua dan pendidik adalah menemukan bakat yang masih terpendam dalam diri anak, kemudian membimbing dan memfasilitasi anak. Bakat yang dibina dan terus dikembangkan akan melahirkan generasi hebat yang berprestasi.

 

 

 

Kamis, 09 Maret 2023

Muhasabah Pasca Musibah

 



Sebulan telah berlalu, pasca bencana alam dahsyat menerjang negeri Turkiye (dulu disebut Turkey). Gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang Turki dan Suriah pada 6 Februari lalu, menurut sebuah data telah menewaskan lebih dari 50.000 orang dengan lebih banyak lagi yang terluka.

Nestapa juga mendera jutaan warga Turkiye yang rumahnya rata dengan tanah dan harus tinggal di kamp pengungsian hingga batas waktu yang belum jelas akhirnya. Duka kita yang mendalam untuk saudara-saudara kita di sana. Karena dipastikan Ramadan tahun 1444 Hijriyah ini akan dilewati dengan rasa kepedihan sebagai dampak bencana besar yang mereka alami.

Bencana alam bisa bermakna teguran, ujian atau bahkan azab dari Allah. Kita berharap apa yang terjadi di Turkiye adalah ujian atau sekadar teguran yang menjadikan masyarakat mereka kembali pada tuntunan Allah. Dan yang paling penting, musibah besar yang telah terjadi juga menjadikan kita semua (bukan hanya orang Turkiye) muhasabah dan selalu mawas diri.

Walaupun Turkiye merupakan negara mayoritas Islam, namun Turkiye dikenal sebagai negara sekuler. Tidak heran bila di sana, meskipun warganya kebanyakan beragama Islam namun belum menjalankan kewajiban (syariat) layaknya seorang Muslim.

Sebuah tayangan video viral, warga Turkiye banyak yang tidak bisa menyebutkan nama-nama salat fardu yang harus dikerjakan setiap hari. Jika menonton tayangan tersebut pasti banyak yang akan berpikir dan mengambil kesimpulan, bagaimana mungkin menegakkan salat sementara nama salatnya saja belum mengetahui.

Hikmah dari bencana alam menurut agama kita adalah terciptanya kesadaran manusia untuk meyakini bahwa Allah maha berkuasa atas segala sesuatu. Ini akan menumbuhkan pemahaman diri bahwa kita sebenarnya makhluk yang lemah tiada daya, dan tidak pantas membanggakan diri.

 

Jumat, 03 Maret 2023

Sangu Urip

 



Sudah dua bulan lebih, saya tidak melihat tetangga kami yang biasanya rajin ke masjid. Biasanya sebelum waktu azan beliau sudah hadir dan iktikaf sendirian di dalam masjid, menunggu waktu salat tiba. Memang kami mengamati kesehatan beliau sudah jauh menurun. Untuk sampai ke masjid beliau harus berjalan pelan-pelan menggunakan tongkat.

Rabu sore kemarin, kami mendapat khabar bahwa kakek tetangga kami yang jarang bicara itu telah wafat. Rupanya beliau dalam dua hingga tiga bulan terakhir ini tidak tinggal sendirian di rumahnya, tapi dirawat dan tinggal bersama di rumah salah satu anaknya.

Baru setahun yang lalu beliau menjual sebagian tanahnya, kemudian uang hasil penjualan diserahkan ke masjid dan madrasah di dekat rumahnya. Seluruh uang yang nominalnya lebih dari empat ratus juta semua diinfakkan.

Sebuah persiapan menjemput ajal yang indah. Beliau sadar dengan sepenuhnya, bahwa kehidupan dunia ini tidak abadi. Kematian pasti akan datang kepada setiap orang tanpa menunggu persetujuan. Dan orang yang cerdas akan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

Semoga semua amal kebaikan beliau diterima di sisi Allah. Yang saya tahu beliau orang yang baik, rajin berjamaah, dan ramah ketika bertemu orang. Semasa hidup, beliau sudah banyak menyiapkan "sangu urip" untuk kehidupan yang abadi. Ya, karena hidup yang sebenarnya adalah kehidupan setelah kematian.

Sabtu, 25 Februari 2023

Menulis, Merekam Peristiwa

 


Menulis merupakan aktivitas yang membutuhkan kesabaran. Seorang penulis harus rela meluangkan banyak waktunya untuk berpikir serta menemukan diksi yang tepat untuk membentuk rangkaian kata hingga menjadi sebuah gugus kalimat yang mudah dipahami.

Menulis itu (pasti) mengungkap sisi-sisi pribadi penulisnya. Dari situ, kita seolah bisa berinteraksi dan memahami apa yang menjadi gagasan seseorang dengan membaca karya tulisnya. Dan dengan menulis, semua kisah dan aktivitas kita akan terekam dengan indah.

Bulan ini buku keenam kami telah selesai dan masuk ke penerbit. Buku dengan label “Dari Mihrab ke Mihrab”  adalah transformasi dari kegemaran saya dengan dunia menulis. Naskah-naskah yang terserak kami himpun dengan saksama hingga menjadi sebuah buku sederhana. Karena saya meyakini, karya tulis yang dibukukan pasti lebih bermanfaat.

Ada tiga puluh empat teks khotbah Jumat yang telah kami sunting menjadi satu simpul (buku). Dan esensinya buku ini bukan karya penting bagi perkembangan literasi. Tidak lebih hanya bagian dari usaha untuk selalu menambah wawasan penulis pribadi dalam aspek ilmu dan pengetahuan sehingga akan memperkaya sudut pandang terhadap karya yang saya tulis di waktu yang akan datang.

 

 

Kamis, 23 Februari 2023

Merawat Gagasan

 


Gagasan atau ide akan selalu ada dan muncul dalam pikiran kita. Seperti mata air yang selalu mengalir dan tidak akan habis. Bagi penulis, gagasan adalah modal penting untuk selalu eksis melahirkan karya tulisnya.

Ketika seorang penulis mengalami kebuntuan ide (gagasan), dia memiliki banyak cara agar ide dapat muncul kembali. Membaca, berdiskusi, hingga "travelling" bisa menumbuhkan kembali gagasan yang tadinya seperti menghilang.

Sangat disayangkan apabila kita memiliki ide namun tidak dituangkan dalam sebuah tulisan. Semua akan berlalu dan hilang dengan sia-sia. Merawat gagasan adalah dengan cara terus menulisnya. Dan kebiasaan seseorang menulis termasuk bagian dari menjaga kesehatan mental.

Mental berhubungan erat dengan fisik kita. Mental yang sehat bisa dijadikan cikal bakal untuk membentuk tubuh yang sehat pula. Karena semua sistem kerja tubuh berada di bawah pengaruh otak atau pikiran.

Orang dengan mental yang sehat tentunya memiliki pikiran yang sehat. Dengan pikiran kita yang terbiasa melakukan hal positif, maka akan menimbulkan energi yang baik untuk tubuh. Kekuatan pikiran diyakini sangat efektif menangkal energi negatif yang bisa merusak tubuh atau fisik seseorang.

Selasa, 14 Februari 2023

Bersyukur, dan Temukan Keindahannya

 


Jika manusia hendak menghitung nikmat yang telah Allah berikan, niscaya dia tidak akan mampu. Bagaimana mungkin manusia menghitung banyaknya nikmat Allah bila setiap sel di tubuh kita adalah nikmat, setiap helai rambut juga nikmat dan setiap tarikan nafas kita merupakan nikmat yang tidak ternilai.

Allah hanya memerintahkan manusia bisa bersyukur, dan tidak pernah minta mengganti nikmat yang telah dilimpahkan. Memiliki kesadaran hati selalu bersyukur adalah nikmat yang mesti disyukuri. Sehingga syukur kita tidak akan pernah ada habis-habisnya, bersyukur dan terus bersyukur.

Bersyukur artinya menyadari kebesaran Allah dan mengakui kemurahan-Nya. Syukur itu bukan hanya sebuah ungkapan terima kasih semata. Sudah menjadi sifat dasar manusia mudah mengeluh dan bersedih hati, dan lama-kelamaan itu akan menjadi umpatan atau bahkan menyalahkan takdir Allah. Namun bila kita pandai bersyukur, nikmat Allah akan selalu bertambah.

Syukur itu hakikatnya tanpa syarat. Syukur tidak bisa dimaknai sebagai balasan kebaikan hamba kepada Penciptanya. Karena sepenuhnya hidup ini adalah anugerah, dan tidak sedikit pun kita memiliki andil dalam tatanan kehidupan dunia ini yang telah ditentukan sejak zaman azali.

Syukur tidak sebatas hanya ungkapan kata-kata. Buah syukur adalah keluasan dan kedamaian hati. Yang pandai bersyukur akan menemukan kesejatian hidup. Karena syukur hidup menjadi indah, dan dengan syukur hidup penuh berkah.

 

 

Jumat, 10 Februari 2023

Melintas Batas



Dialah Irfan Hafiz penulis dari Sri Lanka yang kini sudah pergi untuk selamanya. Anak yang semula riang itu diperkirakan dokter tidak akan melampaui usia 13 tahun. Ia mengidap Distrofi Otot Duchenne (DMD), ganggguan bawaan kelemahan otot. Tapi karena tekadnya ia mampu menulis meski hanya dengan satu jarinya. Ya, perlahan seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan lagi hingga tinggal sati jari yang masih berfungsi.

Sebelum wafat di usia 37 tahun Irfan sempat menulis tiga buah buku, "Silent Strugle", "Moments of Merriment" dan "Strugle of Though" yang luar biasa isinya dan karena caranya ia menulis. Kisahnya menginspirasi jutaan orang di dunia. Kegigihannya dalam menulis menjadi pemantik semangat berkarya bagi para penulis.

Penulis akan datang dan pergi. Namun apa yang ditulis akan menjadi kekayaan ilmu, sastra dan budaya. Mari terus menulis sebagai bentuk syukur kita. Siapa bilang menulis itu sulit. Bukankah menulis adalah pelajaran dasar kita semua. Yang benar, menulis itu mudah tapi membiasakan menulis itu sulit. Dan, yang sulit adalah menumbuhkan kemauan dan memulainya. Pengalamanmu, kisahmu dan khazanah pengetahuanmu memiliki hak untuk kau sampaikan.

Sembilan tahun terakhir menderita cerebral palsy (gangguan fungsi otak dan jaringan saraf) tidak menghalangi Josh Barry menulis dengan hidungnya. Putu Agus Setiawan, ia tetap berkarya meski lahir dengan kondisi yang tidak sama dengan orang normal lainnya. Agus menderita muscular dystrophy. Sakit yang membuat beberapa bagian tubuh Agus susah digerakkan. Namun demikian, penyandang disabilitas asal Bali ini telah menerbitkan lima judul buku. Agus mengetik naskah buku-bukunya hanya menggunakan satu jari.

Lalu apa kekurangan kita?. Tubuh kita lengkap dan sehat, pikiran kita juga jernih tapi kita kalah produktif dengan orang-orang yang dianggap “lemah” tadi. Di saat tubuh dalam kondisi rapuh mereka masih mampu memberi sinar semangat bagi orang lain. Di saat tubuhnya tanpa daya, mereka tetap membawa kecerahan bagi sesama. Di kala fisik memiliki keterbatasan mereka masih mampu menebar kebaikan dan pesan indah kedamaian.

Banyak yang merasa tidak bisa menulis, padahal sebenarnya mereka mampu menulis. Yang terjadi sebenarnya adalah belum memulai menulis. Ada saja belasan alasan yang membuat enggan menulis, padahal menulis hanya membutuhkan alat tulis dan memulai dengan satu kata saja. Banyak yang memiliki kekurangan tetapi mereka bisa menulis. Untuk bisa menulis mereka harus berjuang karena semua tidak pernah mudah dilakukan.

Mereka yang hidup dalam keterbatasan ternyata mampu memberikan terang bagi orang lain. Mereka melintas batas jauh melampaui kemampuan diri sendiri. Lalu mengapa kita yang diberikan kesempurnaan belum bisa meniru jejak langkahnya. Kita mesti merenung dengan kejernihan hati. Apa kontribusi kita dalam kehidupan ini. Benarkah kita sudah banyak memberi kemanfaatan bagi orang lain. Atau seluruh hidup kita hanya urusan kesenangan dan menurutkan keinginan pribadi.

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...