Jumat, 07 Juli 2023

Profesor Humoris

 



Orangnya humoris. Dan memang banyak yang menilai seperti itu, bukan hanya saya. Di saat rapat warga di lingkungan kami atau kegiatan-kegiatan di masjid beliau selalu mencairkan suasana dengan “guyonan” segar khasnya. Beliau adalah Prof.Dr.As’aril Muhajir, M.Ag.

Hari Rabu tanggal 5 Juli 2023 kemarin gelar profesor resmi dikukuhkan dalam rapat senat terbuka Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU Tulungagung. Beliau menjadi guru besar UIN yang ke-22, dalam bidang Ilmu Pemikiran Pendidikan Islam.

Gaya Prof.As’aril yang humoris tetap tampak kental dalam pidato beliau yang berjudul; Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Unggul: Pemaknaan Filosofis Visioner. Pidato ilmiah yang biasanya terkesan kaku dan membosankan berubah menjadi penuh tawa layaknya stand up komedi. Namun demikian tetap saja tema ilmiah dari pidato beliau tersampaikan dengan baik.

Profesor itu tidak bisa salah. Kalau ada yang salah, sebenarnya itu bukan kesalahan tapi itu sebuah teori baru. Begitu salah satu “joke” yang disampaikan dalam pidato beliau. Ternyata “Gayung bersambut”, pidato ilmiah Profesor As’aril yang penuh guyonan dibalas habis oleh Rektor UIN SATU Prof.Maftukhin. Dalam sambutannya Prof.Maftukhin juga tampil dengan gaya humoris.

Sebatas yang yang saya ketahui, orang-orang pandai itu biasanya memang memiliki selera humor yang tinggi. Setiap berkumpul dan berinteraksi dengan mereka kita tak akan pernah bosan. Ada saja candaan yang menghibur, namun di sisi lain juga menambah wawasan. Selamat Prof.As’aril Muhajir, M.Ag. Semoga gelar guru besar yang disandang barokah.

 

 

Jumat, 30 Juni 2023

Hutang Membaca

 



Sudah berminggu-minggu buku baru karya Prof.Quraish Shihab “Toleransi, Ketuhanan Kemanusiaan dan Keberagaman ada di tas saya. Dalam angan-angan berharap, ketika dibawa ke mana-mana mudah untuk dibaca. Tapi rupanya, setelah ditenteng sekian lama kemana-mana belum juga dapat separuh isinya.

Koleksi buku semakin bertambah sementara tekad membaca akhir-akhir ini saya rasakan semakin melemah. Amat mudah mencari alasan untuk menutupi semuanya. Banyak pekerjaan lah, lelah, tidak banyak waktu atau dalih-dalih lainnya.

Kalau dikatakan banyak pekerjaan sehingga sedikit kesempatan untuk membaca, sebenarnya tidak benar juga. Buktinya masih sempat duduk santai sambil scrool layar ponsel. Kalau sudah begitu, satu jam pun tidak terasa lelah.

Kalau diibaratkan hutang, kini tanggungan yang harus saya bayar semakin menumpuk. Ya, tanggungan membaca kini semakin banyak. Berpuluh buku di rak belum tersentuh, bahkan sebagian masih dalam bungkus plastiknya.

Semakin jarang membaca pastinya akan semakin menurun produktivitas dalam menulis. Dan itu saya rasakan betul saat ini. Menulis terasa berat dan seakan kering ide. Sangat wajar ketika tidak membaca, orang akan kehilangan intuisi dalama menulis. Karena penulis yang baik pasti seorang pembaca yang baik.

 

 

 

Rabu, 21 Juni 2023

Pertandingan Beda Kelas

 



Laga persahabatan antara tuan rumah timnas Indonesia melawan Argentina telah sukses digelar di stadion utama Gelora Bung Karno, Senin 19 Juni kemarin. Pertandingan beda kelas tersebut berakhir dengan kemenangan Argentina 2:0.

Meski berakhir dengan kekalahan, penampilan timnas Indonesia tidak terlalu mengecewakan. Timnas tampil membanggakan dan tidak minder meski yang dihadapi sang juara dunia. Kecemasan para pecinta timnas Indonesia akan hasil minor pertandingan melawan juara dunia Argentina tidak terbukti. Dengan gagah berani timnas kita bisa memberikan perlawanan yang berarti.

Hasil akhir (kalah) sebenarnya tidak terlalu penting. Karena sangat wajar bila timnas Indonesia kalah dari Argentina. Yang terpenting penampilan menawan anak-anak garuda sangat menghibur dan memberikan harapan kepada para penggemar akan kebangkitan sepak bola nasional.

Kita tahu, untuk mendatangkan timnas Argentina PSSI mengeluarkan dana yang sangat besar. Namun semua akan sebanding dengan profit yang kita terima. Laga Indonesia melawan Argentina disorot jutaan mata dari seluruh penjuru dunia. Dan pastinya, ke depan banyak tim-tim besar yang akan berkenan datang ke Indonesia untuk melakukan pertandingan persahabatan.

Dari sisi mentalitas, laga melawan juara dunia Argentina kemarin akan meningkatkan kepercayaan diri para pemain timnas Indonesia. Karena selama ini lawan yang sering dihadapi hanya sekelas tim asia. Ini lompatan yang luar biasa. Jadi, meski berbiaya mahal sepertinya dalam jangka panjang kita akan banyak menuai keuntungan.

 

 

Sabtu, 17 Juni 2023

Ujian Kesabaran

 



Bagai daun jatuh kemudian terbang tertiup angin. Mungkin seperti itu perumpamaan langkah kaki kita. Kadang tanpa rencana sebelumnya, tahu-tahu kita di sampai di sebuah tempat tertentu. Setidaknya itu seperti yang saya alami kemarin.

Tanpa sengaja saya lewat di depan rumah teman yang sudah lama sekali tidak bersua. Mungkin sudah belasan tahun kami tidak berjumpa dan berbincang-bincang. Kadang karena urusan dan kesibukan yang berbeda-beda membuat kita jauh dari teman. Untuk menyambung persahabatan sekali setahun saat momen hari raya, sering kita tidak bisa untuk meluangkan waktu.

Terkejut. Ketika melihat sahabat kami di atas kursi roda. Sendirian di teras rumah dengan tatapan mata kosong. Spontan saya berhenti dan menghampiri beliau. Hampir tidak percaya melihat kondisinya yang kini benar-benar berubah. Perawakan gagah dan berwibawa kini tak tampak lagi.

Tubuhnya memang didera sakit yang berat. Tapi ingatannya tidak berkurang. Begitu saya menyapa, pecahlah tangis beliau. Sebuah pertemuan yang mengharukan. Dalam hati saya hanya bisa menyalahkan diri sendiri. Bagaimana bisa seorang sahabat tidak menjenguk sahabatnya yang sakit sudah bertahun-tahun.

Sebenarnya tidak ada masalah dengan persahabatan kami. Tidak pula kami berniat memutus tali sillaturrahim yang sudah terjalin dengan baik. Memang kami sedang disibukkan dengan urusan sendiri-sendiri sehingga lupa berbagi, meski itu hanya sekadar informasi.

Ujian yang dialami teman kami memang tidak ringan. Namun tidak ada pilihan selain tetap bersabar. Dan itu yang bisa saya sampaikan kemarin. Meski saya juga sadar, yang berani menasihati belum tentu mampu menjalani. Dari lubuk hati yang mendalam, itu hanya bagian dari saling mendoakan dan mengingatkan. Semoga cepat sembuh kawan…#

 

Jumat, 09 Juni 2023

Kiamat Kecil



Seperti biasa, setelah sholat subuh Mbah Modin (tetangga kami) tidur lagi. Sudah lama beliau memang sering tidur hingga larut malam, karena tidak bisa tidur cepat seperti orang pada umumnya. Namun pagi itu beda. Hingga jam delapan pagi beliau belum juga keluar dari kamarnya. Ternyata ketika hendak dibangunkan oleh anaknya, beliau sudah meninggal dunia.

Tak berselang lama, kejadian serupa terulang. Tetangga kami yang belum terlalu tua menghadap ilahi dengan kondisi yang hampir sama. Tidak ada gejala sakit sebelumnya, tiba-tiba ketika tidur siang dia tidak bisa dibangunkan lagi.

Dua peristiwa yang mengejutkan banyak orang terutama keluarga mereka. Ketika kematian datang dengan mendadak, pasti akan meninggalkan kesedihan yang mendalam. Rasa kehilangan karena berpisah dengan orang yang dikasihi tak akan mungkin cepat terobati.

Kematian selamanya akan tetap menjadi rahasia yang tidak akan kita ketahui. Ajal adalah kiamat kecil yang sebenarnya sangat dekat dengan kita. Dia sering datang dengan tiba-tiba dan mengejutkan. Syarat meninggal tidak harus tua dan sakit. Karena telah nyata, banyak mereka yang masih muda dan sehat meninggal dunia.

Kematian adalah nasihat bagi kita yang masih hidup. Selama masih ada kesempatan, pandai-pandailah mengumpulkan bekal (amal baik). Karena ketika ajal datang, tak ada lagi kesempatan dan tidak akan berguna lagi penyesalan.

 

 




Senin, 05 Juni 2023

Melanggar Kepantasan






Sebagai makhluk sosial, manusia mesti menyesuaikan dengan masyarakat di mana dia tinggal. Agar bisa diterima di komunitasnya, seseorang harus luwes dan tidak kaku dalam bersikap. Ada hal-hal yang bisa dikompromikan senyampang itu bukan urusan yang menyangkut masalah prinsip (keyakinan).

Bertetangga dan menjalin hubungan dalam masyarakat adalah sebuah keniscayaan. Sehebat apapun orang, ia tetap membutuhkan teman dan tetangga. Dan realitasnya, teman dan tetangga menjadi orang pertama yang sering kita minta bantuannya.

Menyapa tetangga adalah hal sederhana yang sering dianggap remeh. Sekilas, menyapa bukan sesuatu hal yang penting. Tapi ternyata dalam bermasyarakat itu menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

Orang yang enggan menyapa tetangganya memang tidak melanggar syariat agama namun melanggar kepantasan. Dalam bahasa agama itu yang dinamakan tidak memiliki adab. Dan pelanggaran nilai kepantasan dalam masyarakat atau pengingkaran nilai-nilai yang dijunjung ini sama tidak terpujinya dengan pelanggaran syariat agama.

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung tinggi, maknanya sepatutnya kita mengikuti atau menghormati adat istiadat yang berlaku di tempat kita tinggal. Jadi, tidak perlu kita menjadi terlihat berbeda dengan yang lain.

 

 


Sabtu, 27 Mei 2023

Wakil Rakyat atau Wakil Partai?

 



Hajatan besar bangsa Indonesia, pemilu 2024 semakin dekat. Kurang dari satu tahun (Februari 2024), “pesta rakyat” akan digelar di seluruh pelosok nusantara. Tidak tahu, entah mengapa pemilu sering disebut sebagai pesta rakyat.

Bukankah pesta itu identik dengan bersenang-senang, makan minum sepuasnya dan menikmati hiburan dengan sukaria. Lalu, apakah pemilu juga menghidangkan kesenangan kepada rakyat?. Sama sekali tidak benar. Kenyataannya, rakyat lebih sering dimanfaatkan untuk mendulang suara saja.

Ketika para elit dan politisi memerlukan suara rakyat, mereka akan lantang berteriak memperjuangkan kepentingan rakyat. Tapi apakah sebenarnya mereka tahu apa yang dibutuhkan rakyat. Apa mereka benar-benar memahami kesulitan hidup rakyat kecil. Apakah mereka pernah merasakan hidup bersama-sama rakyat. Tidak.

Suka atau tidak suka, demokrasi kita masih memprihatinkan. Orang-orang yang katanya wakil rakyat, sebenarnya hanya wakil partai. Atau lebih tepatnya loyalitas elit partai. Apa yang diputuskan partainya, itu yang akan dilaksanakan. Lalu aspirasi rakyat bagaimana?

Ya sudahlah, apa hendak dikata. Kedaulatan ada di tangan rakyat mungkin hanyalah slogan yang sebenarnya jauh dari kenyataan. Faktanya, kedaulatan rakyat hanya sehari saja, selebihnya rakyat tak dibutuhkan suaranya lagi. Sampai datang lagi undangan “pesta” berikutnya.

 

 

 

 

Senin, 22 Mei 2023

Indonesia vs Argentina, FIFA Matchday Juni 2023

 



Khabar rencana kedatangan timnas Argentina ke Indonesia ternyata bukan hoaks. Federasi Sepakbola Argentina (AFA) telah mengonfirmasi Timnas Argentina akan singgah ke Asia pada Juni 2023. Mereka akan melawan Australia di Beijing, China, pada 15 Juni 2023 dan Timnas Indonesia di Jakarta pada 19 Juni 2023.

Ini menjadi berita gembira bagi penggemar sepak bola nasional. Indonesia akan bertanding dengan sang juara dunia di FIFA Matchday Juni 2023. Ini merupakan kesempatan yang langka. Bagaimana tidak, peringkat 149 (Indonesia) akan melawan peringkat 1 dunia.

Dari sekian banyak pemain Timnas Argentina, tentu Lionel Messi yang akan ditunggu kedatangannya. Ini menjadi hal yang lazim, mengingat Lionel Messi berstatus salah satu bintang terhebat dalam sejarah sepak bola.

Mendatangkan tim juara dunia sepak bola tentu memakan biaya yang mahal. Dari sebuah sumber menyebutkan, dana yang dibutuhkan untuk mendatangkan timnas Argentina sebesar USD5 juta atau setara dengan Rp73 miliar. Dan itu adalah tarif sebelum Argentina menyandang gelar juara dunia pada 2022.

Meski harus mengeluarkan biaya yang besar, pertandingan melawan juara dunia tersebut jelas memberikan banyak manfaat bagi Indonesia. Timnas Indonesia akan memiliki pengalaman berbeda, karena selama ini tidak pernah bertanding dengan tim kuat dunia. Terlebih bila mampu mengalahkan Argentina, pasti akan mendapat sorotan dunia.  

 


Rabu, 17 Mei 2023

Pecah Telur, Gelar Pertama Setelah 32 Tahun Menanti

 



Tuntas sudah masa panjang penantian timnas Indonesia meraih medali emas Sea Games untuk cabang sepak bola. Kemarin (Selasa malam) di partai final, Indonesia U-22 mampu mengalahkan Thailand U-22 dengan skor meyakinkan 5-2.

Gol-gol timnas  Indonesia U-22 diciptakan oleh Ramadhan Sananta (21' dan 45+5'), Irfan Jauhari (91'), Fajar Fathur Rahman (107'), dan Beckham Putra (120'). Sedangkan Thailand U-22 hanya mampu membalas dua gol melalui Anan Yodsangwal (65') dan Yotsakorn Burapha (90+7').

Duel final antara Indonesia dan Thailand berlangsung sangat ketat dan menegangkan. Terdapat beberapa insiden yang membuat pertandingan final tersebut semakin dramatis. Bahkan sempat terjadi baku hantam antara tim Thailand yang melibatkan official dan pemain dengan tim Indonesia.

Ada beberapa catatan penting yang menunjukkan mental pemain timnas Indonesia sangat bagus pada pertandingan final kemarin. Pertama, pemain-pemain muda kita tidak terpancing amarahnya meski beberapa kali mendapat provokasi dari pemain lawan.

Kedua, di ujung babak kedua di saat gelar juara sudah di depan mata, tim kita lengah dan kebobolan, tapi tetap terlihat ketenangan dan percaya diri mereka. Hasilnya, pada babak tambahan waktu pasukan garuda mampu membuat tiga gol yang mengantarkan Indonesia meraih medali emas cabang sepak bola.

Semua gembira dengan raihan medali emas Sea Games Cambodia 2023 cabang bergengsi sepak bola. Terlebih Indonesia sudah lama menanti prestasi ini. Terakhir kali timnas kita meraih medali emas cabang sepak bola pada perhelatan Sea Games Manila tahun 1991. Selamat timnas Indonesia, kami bangga dengan prestasimu…

Selasa, 16 Mei 2023

Terima Kasih

 



Mbah Jono termasuk warga yang kurang mampu di kampung kami. Beliau hanya tinggal dengan istrinya di rumah kecil dari bambu (gedhek) di pinggir sawah dan agak jauh dari tetangga. Keseharian pasangan suami istri yang sudah uzur ini banyak dihabiskan di sawah belakang rumah mereka. Keduanya memiliki sepetak tanah yang tidak seberapa luas namun ditanami berbagai macam sayur-mayur.

Dari hasil menanam sayur inilah keluarga kecil Mbah Jono bisa menyambung hidup. Meski tidak banyak sayur yang bisa dipanen namun bisa ditukar dengan beras, minyak, bumbu dapur dan keperluan lainnya di warung sembako Mbak Darmi yang lumayan besar di desa kami.

Kehidupan keluarga Mbah Jono yang kelewat sederhana sebenarnya tidak luput dari perhatian orang-orang yang dermawan di kampung kami. Tidak jarang mereka memberi sedekah berbagai kebutuhan harian bahkan uang dengan jumlah yang tidak sedikit. Namun tetap saja Mbah Jono hidup seperti biasanya, tidak ada yang  berubah.

Syahdan setelah mendapat banyak bantuan dari orang-orang di kampung, Mbah Jono tidak menyimpan atau menikmati sendiri apa yang diterimanya. Malahan beliau akan membagi-bagikan kepada orang yang yang lebih memerlukannya. Dan sering kali juga, Mbah Jono “nyangoni” anak-anak sekolah yang lewat depan rumahnya.

Tidak banyak orang yang memiliki prinsip hidup seperti Mbah Jono. Beliau selalu berterima kasih dan tidak menolak setiap diberi sesuatu. Tapi apa yang diterimanya hanya dipegang sesaat, karena segera beliau akan memberikan kepada orang lain. Terima kasih ya terima dan kasih, menerima kemudian mengasihkan ke orang lain.

Memang hidup ini penuh warna. Ada yang cinta dengan harta sehingga dia mengumpulkan sebanyak-banyaknya yang ia bisa. Namun ada juga yang menggunakan harta sebatas yang dibutuhkan saja, selebihnya akan disalurkan kepada orang-orang yang memerlukannya.

 

 

 

 

 

 

Jumat, 12 Mei 2023

Sillaturrahim Para Penulis

 



Kegiatan Coaching Clinic Penulisan Naskah Khutbah yang diselenggarakan Bimas Islam Kemenag RI, seolah menjadi ajang sillaturrahim para penulis dari pelbagai penjuru nusantara. Berkumpul dan berinteraksi selama tiga hari bersama dengan para penulis dari berbagai provinsi, jelas semakin menambah wawasan menulis dan pastinya banyak pengalaman baru yang menarik.

Bila dilihat dari tajuk acara, memang mayoritas peserta Coaching Clinic Penulisan Naskah Khutbah adalah para khatib yang sudah terbiasa menyampaikan khutbah di mimbar. Namun demikian, ada beberapa peserta yang belum memiliki pengalaman berkhutbah. Bahkan ada tiga peserta perempuan yang lolos seleksi dan ikut dalam kegiatan tersebut.

Ada berbagai macam latar belakang (profesi) peserta yang mengikuti Coaching Clinic Penulisan Naskah Khutbah. Dosen, penyuluh agama, guru di lingkungan pesantren, bahkan ada peserta dari kalangan lawyer (pengacara). Tidak hanya profesi yang beragam, latar belakang ormas keagamaannya ternyata juga bermacam-macam.

Meski memiliki profesi yang berbeda-beda, tapi ada satu persamaan minat yang nampak dari semangat mengikuti kegiatan Coaching Clinic Penulisan Naskah Khutbah, yaitu mengembangkan kemampuan menulis. Semua peserta adalah penulis yang aktif. Baik itu di media sosial, jurnal ilmiah, penerbitan buku maupun content creator di media online.

Tugas penulis adalah menulis. Sudah, lupakan teori-teori yang membingungkan, melangkah saja. Hakikat umur beda dengan usia. Usia itu fisik sedangkan umur itu kemanfaatan hidup. Benefit menulis adalah pahala yang unlimited. Bukan sekadar materi yang tidak seberapa besar nilainya. Menjadi penulis sebenarnya sedang merancang manjangkan umur. Sepertri Imam Al-Gozali yang usianya hanya 45 tahun, tapi umurnya ribuan tahun. Salam literasi….

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...