Kamis, 07 Desember 2023

Politik Perang Banner

 



Pemilu serentak di negeri kita tinggal beberapa bulan lagi dilaksanakan. Tanggal 14 Februari yang akan datang akan menjadi ajang “pertarungan” para kandidat Caleg, Capres dan Cawapres meraih suara terbanyak demi memuluskan meraih kursi yang diidamkan.

Ada pemandangan yang lazim yang dapat kita lihat di sepanjang jalan raya menjelang pemilu dilaksanakan. Yaitu, banyaknya banner Caleg, Capres dan Cawapres dipasang (dipaku) di pohon maupun ditempelkan di tiang listrik atau tiang telephon. Sepanjang jalan seolah menjadi etalase yang menampilkan wajah-wajah ramah yang mencari simpati pemilih.

Mari sejenak kita cermati ketika para politisi memasang gambarnya di pinggir jalan. Sebenarnya banner tersebut mirip-mirip dengan kontestan lain, tersenyum dan tangan mengepal sebagai simbol siap berjuang untuk rakyat.

Mengapa para politisi harus banyak memasang banner?. Apakah sekadar untuk mengenalkan dirinya. Bukankah semua itu nantinya hanya akan menjadi sampah yang mengotori jalan kita. Belum lagi tersiksanya pohon-pohon peneduh di sepanjang jalan. Apakah politik pasang banner benar-benar efektif meraih simpati pemilih. Sepertinya tidak demikian.

Mungkin saja politik perang banner tidak begitu berpengaruh dalam mendulang suara, namun demikian tetap saja pemilu kita pasti akan diwarnai dengan banyaknya banner yang dipajang. Setidaknya para pengusaha percetakan banner akan mendapatkan kenaikan pendapatan yang signifikan. Dengan begitu, pemilu akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi rakyat.

 

Rabu, 29 November 2023

Gaza, Bumi Para Pejuang

 



Dampak perang memang akan selalu memilukan hati. Sejak serangan Zionis Israel pada awal Oktober lalu mengakibatkan sekitar 15.000 warga Gaza meninggal dunia, di mana anak-anak dan wanita bahkan menjadi korban. Dari sisi Israel disebut terdapat 1.400 orang tewas.

Perang antara para pejuang Gaza melawan Zionis Israel kini memasuki masa genjatan senjata. Kedua belah pihak telah sepakat menahan serangan selama empat hari sejak Jumat 24 November 2023. Perang Gaza sendiri telah berlangsung hampir dua bulan. Serangan mendadak Hamas 7 Oktober membuat Israel menggaungkan perang.

Mengutip dari sebuah sumber berita, selama tiga hari pertama gencatan senjata, 39 tawanan Israel dibebaskan oleh para pejuang Gaza. Mereka ditukar dengan 117 tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Genjatan senjata sebenarnya bukan berarti menjadi pertanda konflik di negeri Palestina akan berakhir menjadi perdamaian. Hamas adalah kelompok militan yang selamanya tidak akan mau berdamai dengan Zionis Israel. Selama Israel masih menduduki bumi Palestina, mereka akan terus berjuang mengusirnya.

Hidup mulia atau mati syahid. Para pejuang Gaza pasti lebih memilih menjadi syuhada di medan tempur daripada tunduk di bawah kaki-kaki Zionis yang bengis. Mereka sangat yakin pada waktunya nanti, Palestina akan menjadi negeri yang merdeka dan terbebas dari rongrongan Zionis Israel. Semoga Allah selalu menyertaimu wahai para Pejuang Gaza…

 

 

Sabtu, 25 November 2023

Bergerak Bersama, Rayakan Merdeka Belajar

 



Sudah lazim, setiap peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tanggal 25 November sekolah dan madrasah membuat acara yang meriah dengan nuansa gembira. Diawali dengan upacara bendera kemudian akan dilanjutkan dengan berbagai acara unik dan khas hari guru seperti tumpengan dan makan bersama.

Tidak ada yang salah dengan cara kita memperingati hari guru. Sedikit bersenang-senang dan memberi hadiah ke guru menunjukkan kita insan yang memuliakan orang penting yang telah mendidik kita. Namun harus diingat, substansi memperingati hari guru tidak hanya acara makan dan memberi hadiah.

Peringatan hari guru harus dijadikan momentum untuk terus memajukan pendidikan. Guru menjadi elemen penting dari sukses dan gagalnya sistem pendidikan bangsa kita. Mereka dengan sumber daya yang terbatas selalu berjuang menyiapkan masa depan bagi murid-muridnya meski. Dan upaya tersebut patut kita berikan penghargaan yang setinggi-tingginya.

Tema peringatan hari guru tahun ini (2023) adalah Bergerak Bersama, Rayakan Merdeka Belajar. Tujuan pendidikan hanya akan berhasil bila semua komponen mampu bersinergi atau bergerak dengan dengan harmoni. Dan yang yang lebih penting lagi sebagai guru kita harus bisa menciptakasn suasana belajar yang gembira. Seperti itu mungkin bila kita memaknai tema tersebut dengan bebas.

Selamat Hari Guru Nasional 2023. Katanya, tidak setiap guru memang bukan orang hebat tetapi semua orang hebat adalah berkat jasa dari seorang guru. Hargai  jasa guru, karena hanya mereka yang menghargai jasa guru yang akan meraih puncak kesuksesan.

 

 




Sabtu, 18 November 2023

Setali Tiga Uang Nasib Timnas

 



Pada hari Kamis tanggal 16 November kemarin, kita disuguhkan dua pertandingan sepak bola timnas kita. Satu pertandingan Piala Dunia U-17 antara Indonesia melawan Maroko, dan pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 antara timnas Indonesia senior melawan Irak.

Sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17, Indonesia bisa dikatakan tampil baik pada dua pertandingan sebelum melawan Maroko. Setelah menahan imbang Ecuador dengan skor 1:1, Arkhan Kaka dan kawan-kawan kembali bermain seri ketika bentrok dengan Panama dengan skor identik 1:1.

Ada harapan Indonesia mampu lolos ke babak 16 besar dengan catatan tidak kalah saat berjumpa Maroko di pertandingan terakhir grup A. Tapi apa boleh buat, Indonesia justru kalah telak dari Maroko dengan skor 3:1. Pupus sudah mimpi garuda muda untuk melaju ke babak knock out, timnas Indonesia U-17 tersingkir di fase grup.

Tak berapa lama, timnas senior yang bermain di Irak juga kalah dengan skor mencolok 5:1. Setali tiga uang, nasib timnas senior sama halnya dengan junior mereka, sama-sama kalah dari lawan yang dihadapinya. Bedanya, timnas senior masih ada harapan untuk melaju ke babak selanjutnya, karena pertandingan melawan Irak adalah pertandingan pembuka di grup F zona asia.

Menang dan kalah dalam sebuah pertandingan sepak bola adalah hal wajar. Terlebih lawan yang dihadapi timnas junior dan senior kemarin secara peringkat jauh di atas Indonesia. Kita ingin menyaksikan timnas kita memiliki progres yang signifikan, baik itu di level kelompok umur maupun timnas senior. Bangkit terus timnasku…..

Jumat, 10 November 2023

Ricuh Gegara Gol Offside

 



Ada-ada saja, masak gol offside tetap dinyatakan sah. Padahal wasit telah meniup peluit, pemain membuat pelanggaran berat terhadap lawan mainnya dan offside pula, tapi anaehnya golnya tetap dinyatakan sah.

Seharusnya sesuai aturan, sebuah gol yang prosesnya dilakukan dengan membuat pelanggaran maka gol tersebut tidak sah dan harus dianulir oleh wasit. Tapi ini, pelanggarannya dihukum anehnya golnya tetap sah.

Banyak orang saat ini sedang tergelitik mengomentari situasi politik di tanah air. Sebagai komentator bola amatir kelas lesehan sebenarnya saya kurang paham dengan dunia politik yang penuh intrik. Saya lebih paham dengan dunia sepak bola yang katanya menjunjung fair play dan anti rasisme.

Dampak putusan gugatan di MK (Mahkamah Konstitusi) menurut banyak analis tak ubahnya seperti kericuhan gegara gol offside yang tetap disahkan. Tapi secara pribadi saya tidak punya kepentingan karena bukan partisan sebuah partai politik. Baik itu yang mendukung ataupun yang menentang.

Politik memang beda dengan sepak bola. Namun demikian kita juga melihat dengan jelas ada kesamaan antara keduanya. Keduanya sama-sama berusaha mengalahkan lawan dengan telak. Adu strategi bahkan tipu muslihat acapkali digunakan untuk mencapai kemenangan. Selamat bertanding wahai parpol… junjung fair play layaknya sepak bola.

 

Selasa, 07 November 2023

Lentera Kecil

 



Jangan pernah berhenti untuk menulis. Itu yang selalu saya katakan pada diri sendiri. Setiap kali semangat menulis terkikis dan menyisakan rasa berat serta kejenuhan, setiap kali pula saya harus menyuntikkan stimulus agar semangat bangkit kembali.

Bagi seorang penulis, berkarya dan terus menulis ibaratnya seperti memiliki lentera (lampu) yang tetap menyala. Tak peduli seberapa besar sebuah lentera, yang pasti dia akan tetap bercahaya. Karena cahaya, meski ia tak terang benderang tetap saja akan menjadi petunjuk.

Mungkin filosofi tersebut (di atas) yang membuat saya memiliki energi untuk tetap menulis. Menulis tak sekadar karena mendapat benefit berupa materi. Jauh lebih tinggi dari hasrat itu, tetap menulis karena ingin memiliki lentera dalam kehidupan ini meski hanya sebuah lentera kecil.

Dengan menulis menjadikan hidup penulis terasa lebih produktif. Setidaknya itu menambah porsi waktu yang digunakan untuk hal yang berguna. Menulis adalah wujud nyata ekspresi yang tertuang dalam rakitan bahasa tulisan. Karena tidak semua rasa bisa diungkapkan dengan kata-kata lisan kita.

Jalan hidup penulis laksana pelita yang memberi terang. Bila mana ia tidak mampu memberi terang bagi orang lain, sekurang-kurangnya hidupnya sendiri tidak dalam kegelapan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Jumat, 27 Oktober 2023

Gagasan Calon Pemimpin

 



Siapa yang akan Anda pilih dalam kontestasi pilpres tahun 2024 nanti?. Lalu, kriteria apa saja yang menjadi dasar Anda memilih seorang pemimpin. Apakah karena kepandaian, kewibawaan, atau partai politik pengusung sang Capres dan Wapres?.

Sebenarnya di era saat ini semua peristiwa pasti sudah terarsip dengan jelas. Demikian pula rekam jejak para calon pemimpin yang nanti akan bertarung merebutkan hati rakyat dapat dengan mudah kita teliti. Gagasan atau ide mereka dapat kita baca dan pelajari dari tulisan-tulisan di platform media sosial maupun buku yang telah diterbitkan.

Kita mesti gembira karena dari tiga calon presiden yang ikut pilpres semuanya pernah menerbitkan karya tulis. Buku Anis Baswedan di antaranya; Merawat Tenun Kebangsaan dan Jangan Remehkan Kata-kata. Karya Prabowo Subianto, Indonesia Menang dan Paradoks Indonesia dan Solusi. Sedangkan karya Ganjar Pranowo adalah Jembatan Perubahan.

Sudah selayaknya seorang calon pemimpin memiliki gagasan-gagasan besar yang dia gaungkan dalam setiap karya-karya tulisnya (buku). Itu yang akan mengenalkan dia pada masyarakat luas. Dengan demikian rakyat tahu betul tentang sosok seperti apa yang akan dipilih.

Memimpin bangsa yang besar seperti Indonesia tentu tidaklah mudah. Dibutuhkan pemimpin besar yang memiliki integritas dan gagasan yang besar pula. Jadi apa yang bisa diharap bila ada calon pemimpin bangsa, tapi tidak pernah memiliki sepotong karya pun di mana dia mengungkap gagasannya?. Jangan dipilih….

 

 

 

 

Selasa, 24 Oktober 2023

Mengasuh Anak Singa

 



Dinamika dunia politik di negeri kita hari-hari ini menyuguhkan drama yang penuh dengan guncangan. Kasak-kusuk mencari figur cawapres begitu intens dilakukan oleh para pemimpin partai koalisi yang semakin mendekati masa akhir pendaftaran Capres dan Cawapres.

Kini lengkap sudah. Ketiga Capres telah mendapatkan “jodoh” masing-masing untuk mengarungi pilpres tahun 2024 mendatang. Ada kejutan dan banyak fakta yang membuat publik heran tidak habis pikir. Lawan yang dulu habis-habisan dijatuhkan tiba-tiba kini dipeluk dengan hangat. Dan kawan yang sudah banyak berkorban mendadak kini ditinggalkan.

Tidak ada balas budi dalam politik, dan memang benar jargon yang selama ini digaungkan. Dalam dunia politik tidak ada lawan abadi dan kawan sejati. Yang ada hanya kepentingan yang abadi.

Ada kader yang menelikung mentornya, ada anak didik yang menggulingkan seniornya, ada orang kepercayaan yang menjatuhkan penyokong utama di karir politiknya. Dan masih ada banyak cerita penghianatan kejam dalam dunia politik kita.

Perumpamaan politik di Indonesia seperti orang yang mengasuh anak singa. Ketika masih kecil dia disayang-sayang karena terlihat begitu menggemaskan. Namun di saat dia tumbuh besar, kuku dan taringnya yang kuat justru digunakan untuk menerkam pengasuhnya. Bukankah seperti itu wajah perpolitikan kita?. Wallahu a’lam

Jumat, 20 Oktober 2023

Jalan Terjal Menuju WC-2026

 



Tim nasional Indonesia asuhan pelatih Sin Tae Yong (STY) telah melalui babak pertama kualifikasi Piala Dunia (World Cup) 2026 dengan kemenangan telak agregat 12:0 atas timnas Brunei Darussalam. Kemenangan ini mengantarkan Indonesia melaju pada babak kedua kualifikasi dan tergabung di Grup F bersama Irak, Vietnam dan Filipina.

Pada kualifikasi babak kedua zona asia tersebut, nantinya akan diambil peringkat pertama dan kedua untuk selanjutnya masuk pada kualifikasi babak ketiga WC-2026. Jadi dipastikan mimpi untuk bisa tampil di panggung piala dunia masih terlalu jauh.

Persaingan untuk lolos dari Grup F zona asia tidak akan berjalan mudah. Indonesia harus berjibaku dengan salah satu tim kuat asia barat yakni Irak dan rival dari tim asia tenggara yaitu Vietnam. Adapun Filipina di atas kertas bisa dikatakan tim yang paling mungkin untuk dikalahkan.

Meski perjuangan anak-anak muda garuda Indonesia sangat berat, bukan berarti kesempatan untuk merumput di piala dunia 2026 menjadi mustahil. Seperti kita ketahui ada tambahan kuota peserta piala dunia dari zona asia. Dari kualifikasi zona asia nanti akan lolos langsung sebanyak 8 negara. Ditambah satu tiket diperebutkan melalui pertandingan antar zona.

Ada sekian banyak bintang-bintang muda dari timnas kita yang siap melalui terjalnya jalan menuju WC-2026. Ditambah dengan mentalitas pemain yang kian kuat dari waktu ke waktu. Selayaknya kita semua mesti optimis timnas kita mampu melaju jauh pada kualifikasi piala dunia kali ini. Dan tidak ada yang mustahil dalam sepak bola, karena bola itu bundar tidak bersudut.

Kamis, 12 Oktober 2023

Mulai dari yang Kecil

 



Rapikan tempat tidurmu sebelum engkau pergi beraktivitas. Seorang motivator menyarankan agar kita melakukan hal kecil yang bisa kita kerjakan sebelum berangkat kerja. Banyak hal-hal kecil yang sebenarnya bisa kita lakukan di rumah, misalnya merapikan kamar tidur, menyapu, mencuci piring atau membersihkan rumah.

Apa pentingnya melakukan hal-hal “remeh” yang biasanya menjadi urusan ibu rumah tangga. Ternyata kita selama ini memiliki persepsi yang keliru dengan urusan-urusan ringan dan kecil dalam rumah kita. Kebanyakan kaum laki-laki enggan melakukan pekerjaan tersebut karena merasa semua itu bukan hal penting.

Merapikan tempat tidur atau mencuci piring tak akan mampu merubah dunia. Tapi dengan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kecil itu kita telah memulai hari dengan sesuatu yang bermanfaat dan membuat orang di sekitar kita hatinya gembira. Selanjutnya kita memiliki kesiapan untuk melakukan pekerjaan yang lebih besar.

Ada kesenangan dan kepuasan batin setiap kali kita mampu merampungkan suatu pekerjaan. Ini adalah energi positif yang akan menjadi tambahan semangat untuk melalui hari yang penuh dengan segala kesibukan.

Sebaik-baik urusan adalah yang selesai dan sempurna dikerjakan. Jadi jangan menganggap remeh pekerjaan kecil yang mudah untuk dilakukan karena ia adalah pintu gerbang dari hal besar yang mesti kita kerjakan. Bagaimana mungkin bisa menuntaskan urusan yang besar bila hal yang kecil tidak bisa diselesaikan.

 

 

Jumat, 06 Oktober 2023

Kehilangan Teladan

 



Sebagai negara yang memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia seharusnya menjadi contoh negara yang Islami. Memang, Islam tidak menjadi dasar bernegara akan tetapi Pancasila memiliki nilai-nilai yang selaras dengan ajaran Islam.

Anehnya, negara-negara yang sekuler dan negara yang menjalankan urusan-urusan manusia berdasarkan pertimbangan humanisme bukan pada ajaran agama justru tampil lebih Islami. Kita ambil saja beberapa contoh kota-kota di eropa, tingkat kriminalitas di sana terbilang rendah.

Apa yang menyebabkan tingkat kejahatan relatif tinggi di negara kita?. Padahal mayoritas masyarakat memahami ajaran agama. Begitu pula tingkat kejujuran masyarakat kita dinilai rendah. Bahkan tingkat kejujuran yang rendah juga melanda para pemimpin yang kita pilih. Buktinya, sangat banyak eksekutif di negeri ini yang tersangkut kasus korupsi.

Rendahnya moral suatu bangsa menurut Prof.Mujamil Qomar dikarenakan tidak adanya teladan yang bisa diikuti. Faktanya, penjaga moral justru banyak yang tidak bermoral dan penegak keadilan banyak yang berbuat curang. Masyarakat sulit mencari figur teladan yang perkataan, perbuatan dan geraknya benar-benar lurus.

Umat Islam harus kembali pada teladan yang benar-benar sempurna. Teladan satu-satunya yang tidak memiliki cela adalah Nabi Agung Muhammad Saw. Sebagai pemimpin, suami, orang tua, tetangga dan apapun peran beliau semua layak diikuti. Rasulullah merupakan figur “uswatun hasanah” yang semua sisi kehidupan beliau harus diteladani umat Islam. Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad….

 

 

 

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...