Waspadalah dengan penyakit hati “hasad”. Hasad
atau dengki adalah menginginkan nikmat yang dimiliki orang lain dan menghendaki
nikmat tersebut berpindah kepada dirinya. Hasad berawal dari sikap tidak
menerima nikmat yang diberikan Allah kepadanya, karena ia melihat orang lain
diberi nikmat yang dianggap lebih besar. Hasad pun bisa timbul bila seseorang
menganggap dirinya lebih pantas dan berhak mendapatkan nikmat dibanding orang
lain.
Hasad
bukanlah penyakit hati yang baru muncul saat ini. Sejak kehidupan manusia ada
di dunia ini, penyakit hati ini pun telah bersemayam dalam diri manusia. Dalam
Alquran Surat
Al Maidah ayat 27, Allah
Subhanahu wa ta’ala menceritakan bagaimana akibat dari sifat dengki, iri hati
melalui kisah dua anak Adam, yang menurut sebagian ulama bernama Qabil dan
Habil.
Di
mana salah seorang darinya menyerang yang lain hingga membunuhnya karena benci
dan dengki terhadapnya. Disebabkan Allah telah mengaruniakan nikmat kepadanya
dan kurbannya diterima oleh Allah Subhanahu wa ta’ala karena ia melakukannya
dengan hati yang tulus ikhlas.
“Ceritakanlah
kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang
sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima salah seorang
dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia
berkata (Qabil):"Aku pasti membunuhmu!". Berkata
Habil:"Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang
bertaqwa".
Kita
hidup di alam akhir zaman di mana hasad telah mewabah namun banyak yang tidak
menyadarinya. Hasad tidak hanya menyerang hati orang awam saja. Seorang ahli
ibadah bisa terkena hasad. Bahkan seorang alim yang berilmu tinggi pun tidak
pasti luput dari penyakit hasad ini.
Di
antara gejala hati yang terkena penyakit hasad ialah; hatinya merasa tak tenang
yang disebabkan munculnya rasa tidak nyaman atas kebahagiaan orang lain. Dia
tidak suka melihat orang lain bahagia, sebaliknya hatinya senang bila orang
lain dalam kesusahan. Bahkan ketika hasad benar-benar menguasai hatinya,
seseorang bisa menebar fitnah yang dapat menimbulkan perpecahan dalam keluarga
dan ikatan persaudaraan sesama muslim.
Hasad
merupakan energi jahat yang tersembunyi dalam diri dan dapat membahayakan
manusia. Bahkan bermula dari hasad dapat menghancurkan diri,
lingkungan, dan peradaban.
Karena begitu buruknya dampak hati yang
terinfeksi penyakit hasad, maka kita harus selalu mawas diri dan segera menghilangkannya
ketika bibit hasad mulai tumbuh. Dan yang terpenting senantiasa meminta perlindungan Allah agar
terbebas dari hasad. Dan selamat pula dari kejahatan orang yang hatinya hasad.
“Dan
dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki” (Q.S. Al-Falaq: 5)
Penyakit
hasad dapat melebur kebaikan yang telah dikerjakan seorang mukmin. Laksana api
yang membakar habis kayu bakar hingga hanya
tersisa abu. Amal baik yang diharapkan mendapat ridha Allah dan kelak
mendapat ganjaran pahala bisa terhapus karena hatinya penuh hasad. Hal ini
sesuai dengan sabda Rasulullah;”Jauhkanlah dirimu dari hasad karena
sesungguhnya hasud itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan
kayu-bakar.” (HR. Abu Dawud).
Maka
rugi besar orang yang hatinya digerogoti oleh penyakit hasad. Hidupnya di dunia
tidak tenang, jauh dari kebahagiaan. Sementara di akhirat nanti dia lebih
menderita karena simpanan amal baiknya berkurang banyak karena memelihara sifat
hasud.
Semoaga
Allah menyelamatkan kita semua dari sifat hasad dan bahaya yang ditimbulkannya.
Menjadikan hati kita selalu bersyukur dengan nikmat-nikmat yang telah Allah
karuniakan.