Jumat, 08 September 2023

Harus Bisa

 



Harus bisa. Mengapa berbicara berjam-jam saja kita lancar, sementara untuk menulis satu halaman lima paragraf kita tidak bisa. Setidaknya, keyakinan itu yang membuat semangat menulis saya tetap ada, meski terkadang meredup.

Untuk tetap bisa menulis memang dibutuhkan kemauan dan usaha yang keras. Dan motivasi sebenarnya harus datang dari diri kita sendiri, bukan dari luar. Tidak cukup bila berharap ada dorongan semangat entah itu apresiasi dari pembaca, adanya partner menulis maupun kegiatan pelatihan dan sejenisnya.

Kemauan untuk menulis merupakan anugerah. Dan pada kenyataannya tidak semua orang, atau lebih tepatnya tidak banyak orang yang memiliki kemauan untuk menulis meski mereka sebenarnya mampu. Tugas kita tentu merawat anugerah yang telah dikaruniakan pada kita.

Ada belasan alasan mengapa kita harus terus menulis. Dan sebenarnya tidak perlu harus panjang lebar kita menyampaikan kepada banyak orang, karena mereka juga sudah memahami semua itu. Masalah utamanya bukan karena tidak mengerti tapi karena tidak mau.

Jangat pernah menyerah menjaga tradisi menulis. Mungkin saja hari ini kita belum banyak mengetahui apa manfaat dari usaha yang kita kerjakan. Tapi yakinlah, buah dari kerja keras kita akan dapat dipetik pada waktunya nanti.

Jumat, 01 September 2023

Memilih Pemimpin

 



Keberadaan seorang pemimpin mutlak diperlukan. Rasulullah SAW berpesan pada muslim untuk mengangkat seorang pemimpin sekalipun dalam suatu kelompok kecil perjalanan. Pentingnya seorang pemimpin dalam masyarakat membuat muslim perlu memahami sikap yang tepat ketika memilih pemimpin.

Ditambah lagi, seorang pemimpin di suatu wilayah/negeri tertentu nantinya akan menjadi seorang ulil amri sebagaimana disebutkan dalam surat An Nisa ayat 59. Dalam ayat tersebut dijelaskan, muslim berkewajiban untuk menaati aturan yang dibuat oleh ulil amri.

Dalam sejarah Islam, kita mengenal ada beberapa cara menentukan pemimpin. Dari empat Khalifah (Khulafaur Rasyidin) dipilih dengan cara yang berbeda-beda. Khalifah Pertama, Abu Bakar As-Sidiq dipilih secara mufakat. Setelah Umar membait Abu Bakar sebagai pemimpin, kaum muslim seluruhnya berbaiat tanpa ada satu golongan pun yang menolaknya.

Selanjutnya Umar menggantikan Abu Bakar atas wasiat Khalifah Abu Bakar. Khalifah ketiga Usman Bin Affan melalui musyawarah beberapa sahabat Nabi yang dibentuk oleh Umar. Ketika Umar Bin Khattab mengalami luka parah setelah ditusuk oleh Abu Lu’lu’ah seorang budak dari Persia, beliau membentuk tim yang memiliki anggota Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Abudrrahman bin Auf, dan Sa’ad bin Abi Waqqas.

Untuk selanjutnya tim tersebut menunjuk Usman Bin Affan sebagai pengganti Umar Bin Khatab. Sementara Khalifah ke-empat, Ali Bin Abi Thalib terpilih sebagai pemimpin umat Islam menggantikan Ustman setelah beliau mendapat dukungan kaum Muhajirin dan Ansor serta beberapa sahabat terkemuka Rasulullah.

Selain melalui proses pemilihan, dalam sejarah kita juga mengenal sistem dinasti. Yakni jabatan seorang pemimpin diturunkan atau diwariskan tanpa adanya proses pemilihan. Salah satu pemimpin dari sistem dinasti yang sangat masyhur adalah Umar bin 'Abdul 'Aziz. Beliau berasal dari Bani Umayyah cabang Marwani. Umar bin 'Abdul 'Aziz merupakan sepupu dari khalifah sebelumnya, Sulaiman.

Meski masa kekuasaannya yang terbilang singkat (hanya 2 tahun lebih), 'Umar bin 'Abdul Aziz merupakan salah satu khalifah yang paling dikenal dalam sejarah Islam. Dia dipandang sebagai sosok yang saleh dan kerap disebut sebagai khulafaur rasyidin kelima.

Saat ini, bangsa Indonesia sedang mengahadapi momen pemilu, memilih pemimpin. Tentu saja, kita harus berhati-hati dalam memilih calon pemimpin. Setidaknya ada beberapa kriteria utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Pemimpin harus memiliki cukup kemampuan dan berwibawa, amanah atau dapat dipercaya, memiliki sikap hidup yang baik, dan terakhir memiliki ilmu pengetahuan.

Yang tidak kalah penting, sebagai kaum Muslim kita harus senantiasa berdoa kepada Allah, agar proses Pemilihan pemimpin yang akan datang benar-benar mengahasilkan suksesi terbaik, terpilihnya pemimpin yang adil.

Pada akhirnya, setelah melalui ikhtiar yang benar. Sebagai muslim kita mesti menerima lapang dada siapapun yang ditakdirkan menjadi pemimpin. Dengan kata lain, menyerahkan segalanya kepada Allah SWT sebagaimana difirmankan dalam surat Ali Imran ayat 26,

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Wahai Allah, Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tanganMulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu."

 

Rabu, 23 Agustus 2023

Politik Itu…

 



Banyak yang mengatakan bila politik itu kotor. Asumsinya, orang yang terjun di dunia politik berarti masuk ke dalam alam yang kotor. Banyak praktik kotor di politik. Suap-menyuap, korupsi, jegal-menjegal bahkan menjatuhkan lawan dengan cara-cara yang keji.

Apa benar politik itu pasti kotor. Lalu apa bidang yang lain itu mesti bersih. Bila politik kotor apakah dunia bisnis perdagangan itu bersih. Bagaimana dengan dunia pendidikan kita, apakah ada jaminan bila bersih?.

Semua akan tetap kembali pada pelakunya. Orang yang berkarakter buruk akan tetap berperilaku buruk di mana pun tempatnya. Demikian pula orang baik akan selalu menabar kebaikan di bumi mana dia berpijak.

Bangsa kita meraih kemerdekaan melalui perjuangan fisik dan politik. Para pendiri bangsa kita; Soekarno, Hatta, K.H. Agus Salim dan banyak yang lainnya adalah tokoh-tokoh yang bergelut di bidang politik dan pawai dalam diplomasi. Mereka berpolitik karena memiliki tujuan yang mulia, bukan hanya memikirkan kepentingan pribadi.

Kita pasti berharap akan banyak orang-orang baik mau terjun di dunia politik. Karena bila mereka (yang baik) enggan masuk dunia politik, dunia politik kita akan dipenuhi manusia-manusia jahat yang akan membawa pengaruh buruk bagi sistem bernegara kita. Dampak panjangnya akan menimbulkan kesengsaraan bagi rakyat.

 

Rabu, 16 Agustus 2023

Suksesi dan Syarat Usia Pemimpin

 



Perhatian masyarakat Indonesia saat ini pasti banyak yang tertuju dengan berita-berita seputar Pemilu, di antaranya tentang koalisi partai maupun isu Capres dan Wapres. Dari angkringan dan warung kopi di pinggir jalan hingga tempat-tempat nongkrong elit, yang menjadi topik utama pasti juga seputar pemilu.

Suksesi kepemimpinan nasional memang mutlak menjadi pusat perhatian masyarakat kita saat ini, karena hak pilih ada di tangan mereka. Rakyat yang memiliki suara dan menetukan suksesi pemimpin nasional. Dan dari berita-berita di media sosial maupun obrolan-obrolan ringan di komunitas mereka, rakyat akan mengenal calon pemimpinnya.

Salah satu isu santer yang beredar saat ini terkait dengan suksesi adalah batasan usia minimal Capres maupun Wapres. Diketahui bersama, salah satu syarat untuk menjadi Presiden maupun Wakil Presiden minimal harus sudah berusia 40 tahun. Syarat ini sedang digugat di MK oleh sebuah parpol, yang menginginkan untuk diturunkan menjadi 35 tahun.

Usia 40 adalah usia kematangan dan kemapanan untuk menjadi pemimpin. Bila kita belajar dari sejarah, Nabi Muhammad diangkat sebagai Rasul (utusan Allah) di saat usia beliau 40 tahun. Para pendiri bangsa Indonesia; Bung Karno, Bung Hatta, Mr.Soepomo, usia mereka juga di kisaran 40 tahun di saat memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Ketetapan (undang-undang) batas usia 40 tahun untuk syarat menjadi presiden, tentunya sudah dipertimbangkan dengan matang-matang. Ketika seseorang telah mencapai usia 40 tahun, artinya dia sudah meninggalkan usia mudanya. Dia akan memasuki fase yang baru dalam kehidupannya.

Usia 40 tahun semestinya menjadi awal seseorang menyelesaikan urusan-urusan pribadinya. Kalau dia menjadi orang tua, maka dia mulai memikirkan masa depan anak-anaknya. Dan jika dia seorang pemimpin maka sepenuhnya akan berjuang untuk nasib rakyatnya. Pada intinya, perhatiannya lebih kepada hal-hal besar dan perannya bagi masyarakat. Jadi, kenapa tidak sabar menunggu lima tahun lagi untuk menjadi pemimpin?..#peace….

Sabtu, 12 Agustus 2023

Tidak Menyerah



Tak ada kesuksesan yang didapat dengan mudah dalam hidup ini. Semua mesti diraih dengan usaha sungguh-sungguh dan penuh ketekunan. Mereka orang yang sukses di bidangnya adalah yang paling gigih dan tidak pernah menyerah menghadapi beratnya rintangan yang menghalang.

Jangan selalu bergantung pada pertolongan orang. Karena sebenarnya kita sudah dibekali potensi untuk berhasil. Yang dibutuhkan hanyalah kuatnya tekad untuk meraih apa yang dicitakan dengan perjuangan sepenuh kemampuan.

Hari ini saya mendapat pelajaran hidup yang berharga dari sepasang tunanetra di area wisataTelaga Sarangan. Mereka pantang menyerah menjalani kerasnya kehidupan. Mereka tidak meminta belas kasihan dari orang yang lalu lalang. Meski sebenarnya orang-orang seperti mereka sangat layak dibantu.

Dengan satu alat musik, sepasang suami dan istri tersebut ngamen di pojok jalan. Pengunjung yang hilir mudik sesekali nampak memasukkan uang ke dalam kotak yang telah mereka siapkan. Walau hidup dalam keterbatasan, mereka mampu menjalaninya dengan semangat dan optimis.

Orang-orang yang tidak menggantungkan bantuan orang lain akan selalu memiliki kehormatan. Dan apa yang lebih berharga dalam hidup ini selain kehormatan. Bahkan, mereka yang hidup dalam kemewahan sebenarnya hina apabila tidak lagi memiliki kehormatan.

Telaga Sarangan, Magetan

 

Selasa, 08 Agustus 2023

Panjang Angan-angan

 



Jangan pernah merasa akan panjang umur. Meski badan sehat dan usia masih muda, bukan berarti itu jaminan bila kematian masih jauh. Karena maut akan datang tanpa manusia duga-duga, dan tidak peduli apakah sudah siap atau belum untuk menghadapinya. Rahasia umur manusia tidak ada yang tahu, jadi jangan pernah panjang angan-angan.

Hari ini (Senin, 7 Agustus 2023), saya diingatkan oleh Allah, bahwa kematian itu sangat dekat dengan kita. Pagi-pagi pukul 05.10 ponsel di dekat saya bergetar, sebuah panggilan masuk. Rupanya tetangga depan rumah di seberang jalan yang meminta tolong saya untuk datang ke rumahnya karena suaminya mendadak jatuh tidak sadarkan diri.

Terkejut dan hampir tidak percaya. Melihat dua anak perempuan kecil menangis dan mendekap ayahnya. Haji Atim seorang tetangga yang rumahnya persis di depan rumah kami meninggal saat sedang duduk berzikir. Padahal sepuluh menit sebelumnya, beliau masih berajalan beriringan dengan saya pulang dari masjid.

Ya Allah, begitu cepat engkau memanggilnya. Tidak sedikitpun keluhan sakit atau rintihan sebelum dia menghadap-Mu. Beliau meninggal selepas menjalankan shalat subuh berjamaah di masjid. Dan usia beliau juga 63 tahun, sama seperti usia panutan kita Rasulullah Saw. Semoga itu pertanda bahwa beliau meninggal dalam keadaan yang baik, husnul khotimah. Dan yang saya tahu beliau memang orang yang tekun beibadah dan jujur.

Ya Allah, bimbing kami untuk selalu taat pada-Mu. Dan jadikan akhir hidup kami indah dalam rida-Mu. Kepergian mereka yang dekat dengan kita memang akan selalu membawa kesedihan. Dan pagi itu, sebelum ada telepon masuk, saya hampir menyelesaikan surat Yusuf yang saya baca. Ada doa, yang utama dibaca ketika menghadapi kesedihan. Ya'qub menjawab: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya". (Yusuf, 86).


Bangkalan, 7 Agustus 2023

 

Rabu, 02 Agustus 2023

Kebebasan Berpikir

 



Karunia Allah kepada manusia berupa akal pikiran merupakan nikmat yang besar. Karena memiliki akal, manusia mendapat amanat mengelola alam semesta ini. Dengan akal pikirannya manusia menjadi makhluk yang dinamis dan mampu menundukkan bumi.

Ekspresi kebebasan berpikir seseorang dapat diwujudkan dalam bentuk pendapat atau gagasan. Namun jangan sampai tergelincir dan lupa diri, merasa akal segala-galanya. Karena karunia akal mesti digunakan namun harus dalam ruang lingkup keimanan.

Dengan dalih kebebasan berpikir dan berpendapat, terkadang seseorang menggunakan akal jauh melampaui kapasitasnya sebagai seorang hamba. Faktanya, ada seseorang yang menyatakan beriman kepada Allah kemudian mengkritisi al-quran karena dianggap tidak sesuai dengan akalnya.

Ketika suatu saat akalnya tidak mampu mencerna teks dalam kitab suci seharusnya keimanannya yang menerima. Karena kemampuan akal kita bukan tanpa batas. Banyak hal yang tidak mungkin dipecahkan oleh analisa akal.

Kebebasan berpikir harus diimbangi dengan banyaknya zikir. Bila keduanya berjalan seimbang, maka semakin dalam seseorang menggunakan akalnya, maka akan semakin kuat keimanannya.

Rabu, 26 Juli 2023

Manusia Paling Bahagia

 



Menurut The World Happiness index 2022, negara yang penduduknya paling bahagia adalah Finladia. Sementara Indonesia berada di peringkat ke-80 sebagai negara paling bahagia di dunia.

Dalam survey tersebut, ada korelasi antara kemajuan di bidang ekonomi dengan tingkat kebahagiaan penduduk suatu negara. Sebut saja negara-negara yang ekonominya mapan di asia seperti: Jepang, Korea dan Singapura memiliki rangking yang bagus berdasarkan World Happiness Report 2022.

Tentu, Anda boleh percaya dan boleh tidak dengan rilis World Happiness Report 2022 tersebut. Karena ada banyak keraguan dengan hasil survey tersebut. Misalnya saja, negara-negara yang dikategorikan paling bahagia tersebut ternyata memiliki permasalahan tingkat bunuh diri yang tinggi.

Bila mengacu dari rilis World Happiness Report 2022, negeri kita penduduknya tergolong memiliki tingkat kebagaiaan yang relatif rendah. Tapi faktanya, semua masih baik-baik saja. Menurut WHO tingkat deperesi penduduk Indonesia rendah. Ini seharusnya bisa menjadi indikasi bahwa orang Indonesia itu hidupnya bahagia.

Kebahagiaan tentu tidak bisa dinilai dari indikator yang kasat oleh mata. Kebahagiaan adalah urusan batin seseorang yang sering tidak tampak dalam pandangan orang lain. Maka dari itu, rasanya amat sulit menyimpulkan tingkat kebahagiaan.

 

 

 

Jumat, 21 Juli 2023

Toleransi, Jangan Kebablasan

 



Moderasi beragama sebagai salah satu program pemerintah, masif terus digaungkan melalui Kementerian Agama. Suka atau tidak suka, paham radikal memang ada dan menyebar dalam  masyarakat. Kita tidak bisa menafikan fenomena radikalisme yang akan mengancam kerukunan bangsa.

Isu radikalisme tidak hanya tertuju pada ajaran Islam. Sangat tidak adil bila berbicara masalah radikalisme kemudian hanya mengaitkan dengan ajaran Islam. Karena faktanya, radikalisme bisa tumbuh dan muncul dari penganut agama apapun.

Salah satu bentuk moderasi beragama adalah toleransi beragama. Hidup tanpa menjunjung nilai toleransi mustahil akan tercipta perdamaian. Namun perlu kita pahami, bahwa toleransi juga memiliki batasan-batasan yang jelas. Toleransi tidak mengharuskan kita kehilangan identitas agama kita.

Dalam urusan sosial tidak masalah bila saling tolong menolong dan bekerjasama, namun dalam urusan ibadah sudah terang tidak bisa dicampur aduk. Bagimu agamamu, bagiku agamaku.

Toleransi harus, tapi jangan kebablasan. Rasanya berlebihan bila sekadar untuk menunjukkan toleransi umat Islam harus ikut merayakan hari raya agama lain. Sebagaimana kita juga tidak pernah berharap umat lain merayakan hari raya kita. Salam damai…#

 

Jumat, 14 Juli 2023

Hidup Sederhana

 



Sebagai Muslim, sudah selayaknya kita menjadikan Rasulullah sebagai teladan hidup kita. Suri teladan yang terbaik dari beliau itu menyangkut segala aspek kehidupan. Maka, tak ada sesuatu pun dari kehidupan beliau yang luput dari pantauan sahabat-sahabatnya. Mulai dari hal-hal kecil hingga hal-hal besar.

Dalam surat al-Ahzab 21 Allah berfirman; Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.

Kesederhanaan Rasulullah dapat ditinjau dari segi pakaian, makanan beliau, perabotan rumah tangga, dan lainnya lebih sederhana dari sahabat-sahabatnya. Bahkan diriwayatkan Umar RA pernah menangis karena melihat alas tidur yang biasa beliau gunakan sehari-hari.

Sahabat Umar bin Khattab RA pernah masuk ke kamar pribadi Rasulullah. Di sana, dia mendapati beliau (Nabi) tengah tidur di atas tikar terbuat dari pelepah kurma. Sehingga, terlihat meninggalkan bekas di lambungnya.

Bagi Rasulullah sebenarnya amat mudah bila ingin hidup serba mewah. Namun beliau lebih memilih hidup yang sederhana. Bahkan dalam riwayat yang lain disebutkan, beliau jarang makan sampai kenyang. Dari Malik bin Dinar ra. dia berkata:
"Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam tidak pernah merasakan kenyang karena makan roti atau kenyang karena makan daging, kecuali jika sedang menjamu tamu (maka beliau makan sampai kenyang)" (HR. Tirmidzi).

Hidup sederhana merupakan akhlak terpuji yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Hidup sederhana maknanya menerima apa adanya yang telah diberikan Allah Swt. dan menjauhkan diri dari sikap tidak puas serta menjauhkan sikap suka berlebihan.

Tidak berarti ajaran agama Islam menganjurkan umatnya untuk hidup miskin. Karena miskin dan sederhana itu berbeda. Kesederhanaan adalah cara atau pola hidup yang dipilih. Jadi bisa saja seseorang dikaruniai kekayaan namun tetap hidup sederhana.

Sederhana bukan berarti pula sifat kikir yang enggan mengeluarkan harta. Meski orang yang sederhana biasanya hemat, namun antara hemat dengan kikir juga berbeda. Ketika seseorang memilih hemat tentu tidak ada kaitannya dengan sikap kikir, pelit atau bakhil yang merupakan gabungan dari kerendahan, keserakahan, dan ketamakan.

Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar,(Q.S. al-Furqon 67)

Orang yang hidupnya sederhana adalah orang-orang yang bijak karena selalu memiliki prioritas dalam membelanjakan hartanya. Dia tidak boros namun tidak pula menahan hartanya untuk diinfaqkan untuk kepentingan yang maslahatat.

Mereka bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Di saat orang selalu menurutkan keinginan-keinginan, di saat itulah dia jauh dari pola hidup sederhana. Karena keinginan hakikatnya tidak pernah bisa dipuaskan.

Marilah kita muhasabah, apakah kita selama ini sudah mencontoh hidup sederhana seperti yang dijalani Rasulullah dan diikuti oleh para sahabat beliau. Karena sebaik-baik teladan yang harus diikuti adalah tuntunan Nabi Muhammad Saw.

 

Jumat, 07 Juli 2023

Profesor Humoris

 



Orangnya humoris. Dan memang banyak yang menilai seperti itu, bukan hanya saya. Di saat rapat warga di lingkungan kami atau kegiatan-kegiatan di masjid beliau selalu mencairkan suasana dengan “guyonan” segar khasnya. Beliau adalah Prof.Dr.As’aril Muhajir, M.Ag.

Hari Rabu tanggal 5 Juli 2023 kemarin gelar profesor resmi dikukuhkan dalam rapat senat terbuka Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU Tulungagung. Beliau menjadi guru besar UIN yang ke-22, dalam bidang Ilmu Pemikiran Pendidikan Islam.

Gaya Prof.As’aril yang humoris tetap tampak kental dalam pidato beliau yang berjudul; Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Unggul: Pemaknaan Filosofis Visioner. Pidato ilmiah yang biasanya terkesan kaku dan membosankan berubah menjadi penuh tawa layaknya stand up komedi. Namun demikian tetap saja tema ilmiah dari pidato beliau tersampaikan dengan baik.

Profesor itu tidak bisa salah. Kalau ada yang salah, sebenarnya itu bukan kesalahan tapi itu sebuah teori baru. Begitu salah satu “joke” yang disampaikan dalam pidato beliau. Ternyata “Gayung bersambut”, pidato ilmiah Profesor As’aril yang penuh guyonan dibalas habis oleh Rektor UIN SATU Prof.Maftukhin. Dalam sambutannya Prof.Maftukhin juga tampil dengan gaya humoris.

Sebatas yang yang saya ketahui, orang-orang pandai itu biasanya memang memiliki selera humor yang tinggi. Setiap berkumpul dan berinteraksi dengan mereka kita tak akan pernah bosan. Ada saja candaan yang menghibur, namun di sisi lain juga menambah wawasan. Selamat Prof.As’aril Muhajir, M.Ag. Semoga gelar guru besar yang disandang barokah.

 

 

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...