Kamis, 07 Agustus 2025

Keberkahan Doa Orang Tua dan Pendahulu

 

 



Keberkahan dalam hidup sering kali tidak lahir semata-mata dari usaha pribadi, tetapi juga merupakan hasil dari doa-doa tulus yang dipanjatkan oleh orang tua dan para pendahulu kita. Doa adalah bentuk ikhtiar spiritual yang memiliki kekuatan luar biasa, terlebih jika datang dari hati yang penuh keikhlasan dan pengorbanan. Banyak di antara kita yang merasakan kemudahan dalam hidup, padahal mungkin usaha yang dilakukan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh. Di sinilah letak keberkahan doa para orang tua yang senantiasa memohon kebaikan dan keselamatan bagi anak-anak dan keturunannya.

Contoh nyata dari keberkahan ini dapat dilihat dalam kehidupan para keturunan pendiri pesantren atau pondok pesantren di berbagai penjuru negeri. Para pendiri pondok dulu membangun lembaga pendidikan Islam dengan penuh perjuangan, keterbatasan, dan pengorbanan. Mereka tak hanya mengandalkan tenaga, tapi juga memperkuat perjuangan mereka dengan doa-doa yang terus dipanjatkan siang dan malam. Doa agar ilmu yang diajarkan membawa manfaat, agar murid-murid mereka menjadi orang-orang saleh, dan agar keturunan mereka tetap dalam jalan yang diridhai Allah SWT.

Kini, pondok-pondok yang dulu dibangun dari gubuk sederhana telah tumbuh menjadi lembaga besar yang dikenal hingga ke mancanegara. Ribuan santri menimba ilmu di dalamnya, dan ajaran yang diwariskan terus hidup dari generasi ke generasi. Keberhasilan dan kemasyhuran itu bukan hanya buah dari manajemen modern atau teknologi, tetapi juga merupakan warisan spiritual dari doa-doa yang dulu dipanjatkan dengan air mata oleh para pendirinya. Kekuatan spiritual ini seolah menjadi fondasi tak kasat mata yang menjaga dan menaungi lembaga-lembaga tersebut.

Lebih luas lagi, hal ini juga mengajarkan kita bahwa keberkahan hidup tidak selalu harus dicapai dengan ambisi besar. Kadang, cukup dengan niat yang ikhlas dan doa yang terus-menerus, Allah membukakan jalan yang sebelumnya tak pernah kita bayangkan. Oleh karena itu, sebagai generasi penerus, kita patut menjaga amanah ini dengan terus melanjutkan perjuangan kebaikan yang diwariskan, serta tak lupa mendoakan kebaikan untuk orang tua dan para pendahulu kita.

Akhirnya, keberkahan sejati datang dari perpaduan antara usaha dan doa. Doa-doa orang tua dan para pendahulu adalah warisan paling berharga yang tak terlihat namun terasa dalam setiap langkah kehidupan kita. Marilah kita menjadi keturunan yang tidak hanya menikmati keberkahan itu, tetapi juga turut menambah keberkahan dengan amal dan doa untuk generasi setelah kita. Dengan begitu, rantai keberkahan ini akan terus hidup dan menyinari umat sepanjang zaman.

 

 

Sabtu, 02 Agustus 2025

Pembaca Tidak Mencuri, Pencuri Tidak Membaca

 



Seorang penjual buku di kota Baghdad membiarkan buku-bukunya berada di luar toko ketika dia pergi ada keperluan. Ketika ditanya oleh pelanggannya, apakah dia tidak takut kalau ada orang yang mencuri bukunya, dengan santai dia menjawab; "Pembaca tidak mencuri, pencuri tidak membaca." Ungkapan ini sebenarnya bukanlah hukum mutlak, melainkan sebuah perenungan bahwa orang yang terbiasa membaca, cenderung memiliki kesadaran moral yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang jauh dari literasi.

Di tengah arus deras kemajuan zaman, membaca sering kali terpinggirkan oleh budaya visual yang instan. Padahal, membaca bukan hanya sekadar aktivitas menyerap informasi, melainkan juga proses pembentukan watak dan cara pandang seseorang terhadap dunia.

Membaca adalah kegiatan yang mendekatkan manusia pada nilai-nilai, empati, dan pemahaman yang lebih dalam terhadap kehidupan. Seorang pembaca memahami berbagai sudut pandang, belajar dari kisah-kisah manusia, dan menyelami kompleksitas emosi serta pilihan-pilihan etis. Dari sanalah lahir kepekaan moral dan sikap menghargai hak orang lain. Pembaca tidak akan mudah mengambil sesuatu yang bukan miliknya, karena ia tahu bahwa tindakan itu mencederai nilai keadilan yang ia pelajari dari buku-buku yang dibacanya.

Sebaliknya, pencuri adalah gambaran seseorang yang terbiasa mengambil jalan pintas, mengabaikan norma, dan sering kali tumbuh dalam lingkungan minim literasi. Ini bukan soal kecerdasan, tapi soal ketajaman nurani yang terasah lewat proses belajar, termasuk lewat membaca. Seseorang yang hidup dalam kekeringan bacaan, cenderung memiliki dunia yang sempit. Ketika wawasannya sempit, maka mudah baginya untuk membenarkan tindakan yang salah demi kepentingan sesaat.

Tentu, tidak semua pembaca adalah orang suci, dan tidak semua pencuri adalah orang yang tak pernah membuka buku. Namun korelasi antara kebiasaan membaca dengan sikap hidup yang lebih reflektif dan etis tidak bisa diabaikan. Membaca memperluas cakrawala dan memperdalam rasa tanggung jawab sosial. Maka dari itu, masyarakat yang gemar membaca cenderung lebih tertib, lebih sadar hukum, dan lebih toleran.

Ungkapan "Pembaca tidak mencuri, pencuri tidak membaca" sejatinya adalah seruan moral agar kita kembali memuliakan budaya membaca. Ia bukan hanya soal meningkatkan angka literasi nasional, tapi juga membangun karakter bangsa. Di balik setiap halaman yang dibaca, tersembunyi benih-benih kejujuran, integritas, dan empati yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bersama.

Maka, marilah kita menjadi bagian dari perubahan. Bukan hanya dengan membaca untuk diri sendiri, tetapi juga dengan mengajak yang lain untuk mencintai buku. Karena dengan membaca, kita tidak hanya menjauh dari tindak kejahatan, tetapi juga mendekat pada kemanusiaan kita yang sesungguhnya.

 

Rabu, 23 Juli 2025

Antri dan Ketertiban Sosial

 



Benar-benar tragis. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan 30 orang dilarikan ke rumah sakit karena diduga saling berdesakan ketika sesi makanan gratis. Peristiwa tersebut terjadi berawal dari warga yang berdesakan karena mengambil makanan gratis yang jumlahnya sekitar 5.000 paket makanan. Sedangkan massa yang datang hampir dua kali lipat dari jumlah ketersediaan makanan. (artikel detiknews)

Jatuhnya korban karena saling berdesakan sudah sering terjadi di negeri kita. Beberapa tahun yang lalu, ada beberapa korban terjadi diakibatkan saling berebut pembagian zakat. Berebut dan saling mendahului sering menimbulkan permasalahan di masyarakat kita.

Di negara-negara yang memiliki budaya antri, peristiwa jatuhnya korban karena berebut mungkin menjadi hal yang langka. Bangsa yang besar dapat dilihat dari hal-hal kecil, salah satunya cara mereka antri. Di negara-negara maju, budaya antri sudah melekat kuat; orang merasa malu jika memotong antrian. Sementara di beberapa tempat, budaya antri masih dianggap remeh sehingga memunculkan gesekan sosial.

Antri bukan sekadar berdiri dalam barisan. Antri adalah kesepakatan sosial bahwa setiap orang punya hak yang sama untuk dilayani sesuai urutan kedatangan. Tanpa antrian, pelayanan publik akan kacau, orang yang datang belakangan bisa seenaknya mendahului, dan ketidakadilan akan merajalela.

Kesimpulannya; antri bukan perkara yang remeh tapi memiliki peran besar bagi ketertiban sosial. Antri harus diajarkan kepada anak-anak kita sejak kecil. Kalau kita renungkan, sebenarnya kita tidak perlu khawatir kalau anak kita tidak pandai Matematika, tapi kita harus khawatir bila anak-anak kita tidak bisa antri.

 

 

Senin, 14 Juli 2025

Berkah Tim Nonunggulan

 



Siapa menduga PSG akhirnya gagal merengkuh juara pada perhelatan piala dunia antarklub. Sebelum partai final digelar, hampir semua pengamat bola memgunggulkan PSG akan keluar sebagai juara. Rupanya apa yang di atas kertas beda dengan yang terjadi di lapangan hijau.

PSG yang biasanya tampil seperti singa yang ganas, saat melawan Chelsea mereka kehilangan permainan terbaiknya. Justru Chelsea yang menjadi tim nonunggulan (underdog)  tampil dengan percaya diri dan deterimnasi yang tinggi.

Harapan PSG meraih gelar keempat tahun ini pupus di tangan Chelsea yang bermain tanpa cela. Cole Palmer menjadi bintang utama dengan dua gol cepat dalam delapan menit pertama. Berlanjut, Joao Pedro menambah keunggulan lewat gol cungkil ciamik yang memperdaya Donnarumma, sekaligus membawa Chelsea unggul telak 3-0 di babak pertama. Tidak ada gol lagi di babak kedua meski kedua tim saling serang.

Kekalahan di partai puncak semalam menjadi pukulan telak bagi PSG. Klub asal Prancis tersebut sebelumnya tampil luar biasa sepanjang musim, meraih gelar Ligue 1, piala domestik, dan Liga Champions. Trofi Piala Dunia Antarklub menjadi satu-satunya gelar yang belum berhasil mereka raih.

Kita bisa memetik pelajaran dari laga PSG versus Chelsea. Jangan percaya diri berlebihan ketika sedang diunggulkan. Sering terjadi tim nonunggulan mampu mengalahkan lawan favorit yang lebih superior. Tim yang tidak diunggulkan justru dapat mengejutkan lawan mereka. Strategi mereka mungkin kurang terprediksi, sehingga mengejutkan dan mampu mengeksploitasi kelemahan pesaing mereka. Bravo Chelsea…#

 

Sabtu, 05 Juli 2025

Perilaku Lebih Penting dari Pengetahuan

 



Zohran Mamdani politikus berdarah Uganda Afrika berhasil meraih nominasi Partai Demokrat untuk maju dalam pemilihan Wali Kota. Kemenangan tersebut menjadi langkah bersejarah bagi politisi berusia 33 tahun itu untuk menjadi Muslim Amerika pertama yang mencalonkan diri memimpin kota terbesar di Amerika Serikat, New York.

Mengapa seorang muslim bisa terpilih menjadi pemimpin di tengah-tengah masyarakat non muslim. Jawabannya mungkin kompleks, tapi setidaknya kita bisa menganalisa fenomena Zohran Mamdani sebagai sesuatu yang wajar terjadi di masa kini. Dia dipilih karena perilaku dan jejaknya, masyarakat tidak melihat apa latar belakang pribadinya.

Fakta yang harus kita terima, perilaku Anda lebih penting dari pengetahuan Anda. Perilaku terkadang lebih diperhatikan daripada agama, suku, atau status pribadi seseorang. Memang kita melihat orang dengan lensa yang berbeda-beda, tapi yang menjadi penilaian tertinggi tentu saja akhlaqnya.

Kita tidak mengatakan bahwa pengetahuan dan status sosial yang tinggi dalam masyarakat itu tidak penting. Tapi pengetahuan dan status tinggi menjadi sia-sia belaka bila perilakunya tidak beradab. Seseorang akan lebih dihargai bila berperilaku mulia meski pengetahuannya biasa saja.

Masyarakat Amerika tentu jauh lebih realistis dalam memilih pemimpin. Mereka akan memilih politisi berdasarkan jejak panjang karier politiknya. Apa yang terjadi di sana mungkin suatu saat akan terjadi di mana-mana. Kontestasi memilih pemimpin bukan lagi berdasar pencitraan dan kekuatan uang.

Minggu, 29 Juni 2025

Negeri yang Berdaulat



Kok bisa ya. Iran, negara yang kena sanksi internasional (khususnya Amerika) bertahun-tahun tiba-tiba dengan gagah berani menetang Israel dan Amerika. Tak hanya gertak sambal, Iran benar-benar membombardir Israel dengan ratusan rudal.

Iran menjadi negeri yang kuat dan berdaulat karena rakyatnya selalu hidup dalam tekanan dan ancaman. Sebagai negara yang dimusuhi Amerika dan sekutunya, Iran justru bangkit dengan segala potensi yang mereka miliki.

Ancaman, tekanan, sanksi ekonomi atau apapun itu tidak menjadikan Iran melemah. Buktinya mereka masih bertahan dan mampu mengembangkan teknologi persenjataan yang canggih.

Lalu bagaimana dengan negeri kita?. Negeri yang aman, batu bara punya, emas, hasil laut juga melimpah. Tanah subur, segala tanaman bisa tumbuh. Koes Plus menggambarkan betapa kaya alam kita, katanya tanah negeri kita tanah sorga, tongkat dan batu dilempar jadi tanaman.

Kurang apa lagi Tuhan menganugerahkan nikmat pada bangsa kita. Yang di dalam tanah adalah kekayaan, begitu pula apa yang tumbuh di atasnya. Faktanya alam kita memang kaya, tapi mengapa masih banyak rakyat kita yang hidup dalam kemiskinan.

Jangan-jamgan selama ini kita menjadi malas dan tidak kreatif karena semua sudah ada. Kita tidak terbiasa berpikir dan berusaha keras. Mental kita lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan untuk bertahan hidup. Atau, mungkin ada baiknya bila negeri kita punya tantangan layaknya Iran?.

 

Minggu, 22 Juni 2025

Bara di Timur Tengah

 



Perang besar sudah di depan mata. Konflik Israel dengan Iran kini sudah menjadi perang senjata Amerika melawan Iran. Sesuai dengan perkiraan banyak pengamat, Amerika kini telah turun tangan membantu sekutu abadinya, Israel.

Dikutip dari detik.com pada Ahad (22/6/2025); Militer Amerika Serikat (AS) telah melancarkan serangan udara terhadap 3 fasilitas nuklir Iran. Ketiga fasilitas nuklir Iran itu yakni Natanz, Fordow, dan Isfahan yang dibom AS menggunakan pesawat pengebom B-2 membawa bom GBU-57A/B Massive Ordnance Penetrator (MOP) seberat 30.000 pon dengan daya ledak 6.000 pon.

Menyerang Israel sama dengan menyerang Amerika Serikat. Kita tahu Israel adalah Amerika kecil, dan Amerika adalah Israel besar. Selama ini Amerika selalu menetapkan standar ganda, yang tujuannya adalah melindungi Israel.

Iran jelas ancaman yang berbahaya bagi Israel. Turut sertanya Amerika dalam pertempuran di timur tengah menandakan bahwa Israel tidak mampu menundukkan Iran tanpa bantuan Amerika Serikat. Sementara Iran dengan sikap patriotiknya tidak pernah mengemis bantuan kepada negara tetangga.

Iran seakan berdiri sendirian menentang kekuatan Israel yang dibekingi Amerika. Sementara negara-negara Islam di kawasan timur tengah hanya bisa menonton dan mengeluarkan seruan perdamaian. Bagaimana bisa terwujud perdamaian bila masih ada Zionis di Timur tengah?

 

 

 

Sabtu, 14 Juni 2025

Habis Perang Dagang, Terbitlah Konflik Global

 



Beberapa bulan yang lalu dunia gempar gegara ulah Presiden Trump. Amerika Serikat melalui presiden Trump mengeluarkan kebijakan tarif dagang yang "ugal-ugalan" pada negara-negara yang akan mengekspor barangnya ke USA. Sebenarnya tujuan Trump secara khusus ingin menghentikan sepak terjang China yang dianggap mulai menguasai perdagangan dunia.

Pada awal bulan Juni, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China akhirnya mereda. Kedua negara sepakat untuk meredakan tensi perdagangan antara kedua negara. Hal ini terjadi setelah delegasi kedua negara bertemu di London, Inggris, untuk menyepakati sejumlah poin perundingan.

Ketegangan Amerika dan China memang mereda, namun dunia dikejutkan dengan terjadinya kontak senjata dua negara yang selama ini berseteru yakni India dan Pakistan. Kedua negara saling menyerang yang melibatkan kekuatan militer mereka. Konflik senjata antara India dan Pakistan tentu akan membawa efek buruk bagi keamanan global.

Hari ini, kita disuguhkan berita konflik bersenjata. Iran menyerang Israel sebagai balasan tindakan Zionis yang menyerang fasilitas nuklir Iran. Menyerang Israel sebenarnya sama dengan menyerang Amerika. Artinya ada potensi perang senjata yang lebih besar di bumi timur tengah.

Perang Rusia Ukraina sampai saat ini belum selesai meski sudah berjalan selama dua tahun lebih. Sementara itu di belahan dunia lain muncul konflik senjata atau perang-perang baru yang melibatkan kekuatan senjata berat. Apakah ini tanda akan terjadi perang dunia jilid ketiga?

 

Senin, 09 Juni 2025

Trofi di Masa Akhir Karier



Sebelum partai final UEFA Nations League di Munchen Jerman, banyak mata pecinta bola tertuju pada dua sosok yang fenomenal yaitu: Cristiano Ronaldo dan Lamine Yamal. Keduanya mewakili negara masing-masing dalam ambisinya meraih tropi bergengsi benua biru.

Final kali ini seolah menjadi ajang pertarungan dua bintang yang beda kutub. Satu bintang yang sedang surut sinarnya melawan bintang yang mulai terang bersinar. Itu gambaran duel antara Ronaldo di tim Portugal melawan Lamine Yamal di tim Spanyol.

Pada akhirnya Ronaldo masih mengungguli Yamal. Ibarat buah Ronaldo belum membusuk, buktinya ia sukses mengantarkan Portugal meraih juara meski usianya sudah melewati 40 tahun. Ini adalah trofi internasional ketiga yang ia persembahkan untuk Portugal. Selama membela Portugal Ronaldo membantu meraih 3 trofi mayor: Euro 2016, UEFA Nations League 2019, dan 2025.

Faktanya, Ronaldo masih mampu berkontribusi di level tertinggi sepak bola eropa. Ini jelas menjadi bukti sahih jika dia merupakan salah satu pesepakbola terhebat sepanjang sejarah. Kemenangan ini sekaligus mematahkan kritik tajam terhadap Cristiano Ronaldo, yang beberapa kali dituduh menghambat performa Portugal.

Keputusan Roberto Martinez tetap memainkan Ronaldo sebagai starter meski mendapat banyak tekanan kini berbuah manis. Gelar prestisius layak ia dapatkan karena keras kepala mempertahankan Ronaldo di skuad Portugal. Dan dalam perayaan kemenangan kita melihat Martinez berpelukan emosional dengan Ronaldo. Sebuah kepercayaan yang dibayar dengan dedikasi dan totalitas.


Senin, 02 Juni 2025

Final di Munich, Kisah Pilu il Nerazzurri




Pertandingan final UCL (Uefa Champions League) antara Intermilan melawan PSG menjadi partai final yang memilukan bagi raksasa Italia il Nerazzurri, Intermilan. PSG tampil terlalu superior. Tim wakil Perancis tersebut mampu melumat Intermilan dengan skor telak 5:0.

Inter Milan memasuki pertandingan final dengan harapan yang tinggi. Gelar liga champions setidaknya bisa mengobati kegagalan di seri A dan Copa Italia. Namun rupanya permainan Inter kalah cepat, dan seperti kehilangan arah. Sistem permainan Inter tidak mampu mengimbangi kolektivitas serta intensitas serangan PSG.

Kekalahan ini bukan hanya kegagalan masalah strategi pelatih, melainkan sebuah pukulan keras yang amat menyakitkan. Para suporter Intermilan yang hadir di stadion hanya bisa menumpahkan air mata setelah peluit akhir berbunyi, menggambarkan betapa dalam luka yang ditinggalkan oleh kisah final di Munich malam itu.

Entah apa yang terjadi dengan Intermilan dalam partai final di Munich. Tidak terlihat lagi pertahanan yang solid seperti yang selama ini mereka mainkan. Hingga dengan mudahnya PSG membantai mereka dengan gelontoran lima gol tanpa balas. Benar-benar hasil final yang tidak pernah diduga.

Teori juara baru UCL setiap Final di Munich lagi-lagi terjadi. Sudah lima klub menjadi juara baru setiap final dilaksanakan di kandang Bayer Munich. Teori ini mungkin menjadi salah satu faktor yang menjadikan PSG main begitu percaya diri. Sementara Intermilan juga dibayangi kegagalan juga karena teori final di Munich. Bravo PSG, Don’t cry il Nerazzurri…

 

 


Selasa, 27 Mei 2025

Multifungsi Kedai Kopi

 



Sudah menjadi hal yang jamak, anak-anak muda di Tulungagung suka santai duduk di kedai atau warung kopi. Terkadang untuk menghabiskan secangkir kopi para anak muda bisa duduk asyik “ngobrol” dengan komunitas mereka selama berjam-jam. Tentunya kebanyakan juga dilengkapi dengan kepulan asap rokok.

Meski kedai atau warung kopi di mana-mana ada, namun di Tulungagung warung kopi memang memiliki perbedaan dengan tempat lain. Selain jumlahnya yang banyak, warung kopi di Tulungagung memiliki fungsi yang bermacam-macam.

Secara umum, warung kopi dapat dilihat sebagai tempat untuk besosialisasi. Zaman dulu kakek dan nenek kita selalu menyempatkan diri mengunjungi saudara maupun tetangga. Meski tidak ada keperluan yang penting, biasanya mereka akan rutin datang untuk sekadar bercakap-cakap sambil minum kopi.

Pergeseran budaya memang akan selalu terjadi dan terus terjadi. Saat ini tidak ada lagi budaya ngopi dengan tetangga atau kerabat. Yang lazim minum kopi ya di warung kopi. Warung kopi memberi kesempatan kepada anggota-anggota sosial untuk berkumpul, berbicara, atau menghabiskan waktu, baik secara individu atau dalam kelompok kecil.

Sebenarnya bagi komunitas pecinta literasi bisa juga menjadikan warung kopi sebagai tempat berkreasi. Menulis, membaca, dan mencari inspirasi sangat mungkin dilakukan di warung kopi. Terlebih saat ini, hampir semua warung kopi sudah menyedikan fasilitas wifi gratis. Jadi, kapan para pegiat literasi kumpul-kumpul di warung kopi?

Refleksi HARDIKNAS: Konsistensi Pesantren dan Dinamika Pendidikan Formal

  Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, terdapat dua model pendidikan yang terus ...